1. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penelitian Jawab: “Lokasi dimana penelitian dilakukan, besarnya biaya untuk melakukan
penelitian dan metoda penelitian yang akan digunakan perlu dirancang terlebih dahulu sebelum penelitian dilaksanakan. Ketiga hal tersebut seringkali menentukan cepat atau lambatnya dalam memperoleh dan data dan Informasi” (1).
2. Sikap/etika yang perlu dimiliki seorang peneliti ketika melakukan penelitian
Jawab: “Seorang peneliti memerlukan kejujuran, rasional, logik dan peka terhadap gejala-gejala atau fenomena sehingga temuan penelitiannya valid dan dapat dipercaya” (2).
“Surat pengantar survey, perolehan ijin dari pejabat/pemimpin daerah setempat, menerapkan sopan santun, menjunjung tinggi budaya setempat menjadi bagian yang menentukan dalam menghindari kendala ketika penelitian dilaksanakan” (5).
3. Ciri-ciri penelitian kuantitatif
Jawab: “Peneliti yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, terlebih dahulu harus melakukan uji coba, untuk meyakinkan apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat dimengerti oleh responden” (3).
“Agar mendapat keragaman data yang signifikan, sedikitnya jumlah responden adalah 30 orang “(4).
“Surat pengantar survey, perolehan ijin dari pejabat/pemimpin daerah setempat, menerapkan sopan santun, menjunjung tinggi budaya setempat menjadi bagian yang menentukan dalam menghindari kendala ketika penelitian dilaksanakan” (5).
4. Ciri-ciri penelitian kualitatif
Jawab: “Setelah data terkumpul, peneliti membuat tabulasi data, menghitung mean, median dan modus. Setelah itu mendeskripsikan hasilnya. Penelitian dengan metoda ini mengandalkan data statistic untuk memprediksikan kondisi tertentu atau menguji sebuah teori” (6).
“Unit Informasi yang bermuatan angka dimaknai dengan cara mendeskripsikan makna angka-angka tersebut. Biasanya pendekatan seperti ini digunakan untuk penelitian yang bersinggungan dengan budaya, yang tidak cukup dibuktikan dengan fenomena yang bisa dilihat secara kasat mata, namun harus didukung dengan sejumlah
pendapat komunitas pemilik budaya tersebut” (8).
5. Fakta dari sebuah kondisi eksisting yang memunculkan gagasan penelitian
Jawab: “Tingkat intensitas kenyamanan termal dikenali melalui tingkat intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan, tinggi rendahnya suhu outdoor dan indoor, banyak atau tidaknya kapasitas orang yang berkegiatan di dalam ruangan, tinggi rendahnya radiasi panas yang dipancarkan oleh material pelingkup bangunan, tebal tipisnya pakaian yang digunakan pengguna ruangan” (13).
“Peningkatan suhu global salah satu dipicu oleh meningkatnya emisi karbon di udara.
Teridentifikasi operasional bangunan turut menyumbangkan pertambahan emisi karbon tersebut, sehubungan dengan penggunaan AC, Alat elektronik lain,
penggunaan kendaraan oleh Penghuni gedung, penghuninya sendiri mengeluarkan karbondioksida” (10).
6. Masalah penelitian yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian
Jawab : “Perubahan iklim global telah meningkatkan suhu bumi dan menyebabkan pencairan es di kedua kutubnya, sehingga permukaan air laut menjadi meningkat.
Dimungkinkan frekuensi banjir yang semakin meningkat merupakan salah satu dampaknya selain terjadinya perluasan permukaan air laut ke arah daratan” (9).
“Peningkatan suhu global salah satu dipicu oleh meningkatnya emisi karbon di udara.
Teridentifikasi operasional bangunan turut menyumbangkan pertambahan emisi karbon tersebut, sehubungan dengan penggunaan AC, Alat elektronik lain,
penggunaan kendaraan oleh Penghuni gedung, penghuninya sendiri mengeluarkan karbondioksida” (10).
7. Kalimat yang menyatakan manfaat penelitian
Jawab: “Secara teoritis kenaikan suhu global menyebabkan penurunan kualitas kenyamanan termal di dalam bangunan, sehingga penelitian kenyamanan termal dalam berbagai konteks perlu dilakukan. Hasil penelitian bisa digunakan sebagai pendekatan untuk merubah kondisi tidak nyaman menjadi kondisi nyaman yang diinginkan” (11).
8. Variabel untuk penelitian kuantitatif
Jawab: “Penelitian yang berkaitan dengan kenyamanan termal antara lain dapat dilakukan dengan meneliti intensitas kelembaban, kecepatan angin, kelembaban dan radiasi panas yang dipancarkan oleh material selain panas dari suhu badan manusia penghuninya” (12).
“Tingkat intensitas kenyamanan termal dikenali melalui tingkat intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan, tinggi rendahnya suhu outdoor dan indoor, banyak atau tidaknya kapasitas orang yang berkegiatan di dalam ruangan, tinggi
rendahnya radiasi panas yang dipancarkan oleh material pelingkup bangunan, tebal tipisnya pakaian yang digunakan pengguna ruangan” (13).
“Untuk mengukur tingkat kenyamanan suhu dalam ruangan bisa ditetapkan
berdasarkan umur, jenis kelamin, jenis kegiatan, jenis furniture, warna furniture dan pelingkup bangunan, ukuran furniture, waktu, dll” (19).
9. Unit informasi untuk penelitian kualitatif
Jawab: “Seorang peneliti memerlukan kejujuran, rasional, logik dan peka terhadap gejala-gejala atau fenomena sehingga temuan penelitiannya valid dan dapat dipercaya” (2).
“Setelah data terkumpul, peneliti membuat tabulasi data, menghitung mean, median dan modus. Setelah itu mendeskripsikan hasilnya. Penelitian dengan metoda ini mengandalkan data statistic untuk memprediksikan kondisi tertentu atau menguji sebuah teori” (6).
10. Alat pengumpul data kuantitatif
Jawab: “Peneliti yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, terlebih dahulu harus melakukan uji coba, untuk meyakinkan apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat dimengerti oleh responden” (3).
“Unit Informasi yang bermuatan angka dimaknai dengan cara mendeskripsikan makna angka-angka tersebut. Biasanya pendekatan seperti ini digunakan untuk penelitian yang bersinggungan dengan budaya, yang tidak cukup dibuktikan dengan fenomena yang bisa dilihat secara kasat mata, namun harus didukung dengan sejumlah
pendapat komunitas pemilik budaya tersebut” (8).
11. Alat pengumpul data kualitatif
Jawab: “Setelah data terkumpul, peneliti membuat tabulasi data, menghitung mean, median dan modus. Setelah itu mendeskripsikan hasilnya. Penelitian dengan metoda ini mengandalkan data statistic untuk memprediksikan kondisi tertentu atau menguji sebuah teori “ (6).
“Pada metoda jenis lain, peneliti dapat menggunakan Informasi verbal untuk mengungkap pendapat subjektif/apa yang dipikirkan informan” (7)
“Namun bisa juga dilakukan Wawancara secara intensif tentang seperti apa
kehidupan keseharian Penghuni dalam menghadapi ketidaknyamanan suhu di dalam ruangan dan lingkungannya”(14).
“Penelitian seperti ini bertujuan tidak untuk mengukur tapi menggali informasi
subyektif. Informasi yang mungkin ditanyakan antara lain adalah kebiasaan-kebiasaan dan perilaku pengguna bangunan, waktu dan tempat yang digunakan” (15)
12. Kriteria penentuan sumber informasi penelitian kuantitatif dan kualitatif
Jawab: “Peneliti yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, terlebih dahulu harus melakukan uji coba, untuk meyakinkan apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat dimengerti oleh responden” (3)
“Agar mendapat keragaman data yang signifikan, sedikitnya jumlah responden adalah 30 orang” (4)
13. Populasi penelitian
Jawab: “Agar mendapat keragaman data yang signifikan, sedikitnya jumlah responden adalah 30 orang” (4)
“Untuk mengukur tingkat kenyamanan suhu dalam ruangan bisa ditetapkan
berdasarkan umur, jenis kelamin, jenis kegiatan, jenis furniture, warna furniture dan pelingkup bangunan, ukuran furniture, waktu, dll” (19).
“Sementara informan untuk kebutuhan wawancara mendalam bisa ditentukan berdasarkan umur, jenis kelamin, budaya berkehidupan, cara bersosialisasi, tempat bersosialisasi, dll” (20).
14. Judul penelitian apabila metodenya kuantitatif
Jawab: “Pengaruh global warming terhadap bangunan bertingkat”
15. Judul penelitian apabila metodenya kuantitatif
Jawab: “Perilaku masyarakat di dalam Gedung dengan kenaikan suhu bumi”