Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Erotisme dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu melalui pendekatan teori sosiologi sastra Eric Fromm. Kumpulan lembaran makalah ini diserahkan sebagai syarat akademik untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar.
Munirah, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta seluruh dosen yang telah memberikan penulis berbagai ilmu yang sangat bermanfaat bagi penulis.
PENDAHULUAN
Latar belakang
Bahkan, kumpulan cerpen Djenar Maesa Ayu Mereka Bilang Aku Monyet menggunakan bahasa yang terang-terangan menggambarkan ekspresi hasrat seksual perempuan. Novel Nayla merupakan salah satu karya Djenar Maesa Ayu yang menonjolkan seksualitas, kekerasan, pergaulan bebas dan lesbianisme pada tokoh perempuan. Dalam novelnya yang berjudul Nayla, Djenar Maesa Ayu menceritakan bahwa Nayla berasal dari keluarga terkenal dan kaya raya.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji “Erotisisme dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu ulasan (teori Eric Fromm.
Rumusan Masalah
Namun ia lebih memilih bersama seorang wanita, karena baginya tinggal bersama seorang wanita lebih aman dan terasa hangat dibandingkan dengan pria yang hanya menginginkan selaput darah.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Penelitian yang Relevan
- Novel
- Erotisme
- Sikap, Perilaku, dan Penampilan Erotis
- Teori Erich Fromm
Indrawaty Dewi Rachmy dengan judul Representasi Erotisisme dalam Kumpulan Cerpen, Jangan Main-Main (dengan Gendermu) karya Djenar Maesa Ayu. Sabti Neria dengan judul, Mengungkap Unsur Erotisisme dalam Novel Nyanyian Sunyi dari Indragiri Karya Hary B. Erotisisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai (1) keadaan membangkitkan nafsu; (2) hasrat terus-menerus terhadap hasrat seksual.
Erotisisme dalam sebuah teks berbentuk penggambaran melalui bahasa, yang diekspresikan dalam tingkah laku, tindakan, dan suasana yang berkaitan dengan hasrat seksual. Para pengarang karya sastra, khususnya pengarang perempuan, bahkan mendeskripsikannya secara terselubung, sugestif, atau simbolik, sehingga misalnya adegan persetubuhan disamarkan bahkan secara verbal menimbulkan kesan indah. Pengarang mempunyai ciri khas tersendiri dalam menggambarkan tokoh-tokoh yang ada dan membuat pembaca mengikuti alur peristiwa yang terjadi dalam karya sastra tersebut.
Erotisisme hanyalah pelengkap dari sekian banyak faktor yang ada dan beberapa emosi pembeda yang digambarkan dengan paparan yang natural, sehat, dan indah dalam sebuah karya sastra. Menurut Sastrowardoyo (dalam Rachmy, karya sastra dianggap sebagai karya seni yang berhasil, yaitu karya yang mempunyai kesatuan organis, mengandung koherensi stilistika dan suasana cerita. Kehadiran erotisme dalam karya sastra yang tidak diuraikan secara rinci merupakan suatu kesatuan organik yang jika dihilangkan, akan mengganggu atau merusak koherensi dan suasana cerita.
Kategori karya sastra menurut erotisme menurut pandangan Steinberg (dalam Suyatno et al.) adalah (1) mencakup karya sastra yang memperlihatkan hubungan laki-laki dan perempuan dengan penekanan pada aspek spiritual dan intelektual serta hubungan intim fisik yang diungkapkan. secara terselubung, (2) karya sastra yang menyajikan atau menggambarkan seksualitas lebih menarik, namun tidak menjadi inti cerita, dan (3) karya sastra yang murni bersifat pornografi. Sesuai dengan pendapat Steinberg adalah penanaman erotisme dalam karya sastra . Menurut Holman (dalam Suyatno dkk., erotisme sastra dan nonsastra dapat menghasilkan. Kenyataannya, erotisme dalam karya Sastra hanya bersifat pelengkap karena dalam sebuah karya sastra ada faktor lain yang dominan, seperti misalnya alur cerita utama.
Sehubungan dengan teori yang dikemukakan oleh Erich Fromm, teori ini digunakan peneliti untuk menentukan bahasa atau teks mana yang dianggap erotis dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu melalui pendekatan teori sosiologi sastra karya Eric Fromm.
Kerangka Pikir
Pada dasarnya, cinta erotis adalah ketertarikan individu yang sangat unik antara dua orang tertentu atau suatu tindakan kemauan. Metode yang dituangkan dalam penelitian ini berkaitan dengan cara kerja dalam memperoleh data untuk inferensi. Permasalahan yang akan kami analisis adalah bentuk dan ekspresi analisis erotika dalam novel Nayla Djenar Maesa Ayu (Teori Eric Fromm).
Desain Penelitian
Defenisi Istilah
- Sumber Data
Data dalam penelitian ini adalah penyajian kalimat atau paragraf yang mengungkapkan erotisme dan bentuk erotisme berupa sikap, perilaku dan penampilan erotisme yang terdapat pada Nayla karya Djenar Maesa Ayu (teori Eric Fromm). Sumber data penelitian ini adalah novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu terbitan tahun 2006 oleh Gramedia Pustaka Utama.
Teknik Pengumpulan Data
Klasifikasi satu per satu menurut tingkatannya sebagai data berupa sikap, tingkah laku dan penampilan dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu (Teori Eric Fromm).
Teknik Analisis Data
Penyajian Hasil Data
- Sikap Erotis dalam Novel Nayla
- Prilaku Erotis Dalam Novel Nayla
- Penampilan Erotis dalam Novel Nayla
Prinsipnya adalah: ‘Aku mencintaimu karena kamu memenuhi harapanku, karena kamu melakukan pekerjaanmu, karena kamu menyukaiku.’ Nayla dalam kutipan paragraf ini adalah cinta dari ayahnya dan semua yang seharusnya didapat dari ibunya, namun dia dapatkan dari ayahnya suka menyusui, kasih sayang, dll. Padahal mau kukatakan, Paman Indra sering meremas penisnya di depan mataku hingga keluar cairan putih. Bahkan ketika kami sedang menonton televisi dan ibu pergi ke toilet, Paman Indra sering mengeluarkan penisnya dari celananya untuk ditunjukkan kepadaku.
Pria ini mempunyai keinginan untuk membangkitkan hasrat seksualnya dengan cara merangsang Nayla, putri pacarnya yang berusia empat belas tahun.Perilaku erotis itu menimpa Indra dan paman Nayla. Paman Indra kerap memperlihatkan penisnya kepada Nayla hingga mengeluarkan cairan berwarna putih saat ibu Nayla keluar sebentar atau ke kamar mandi. Om Indra akhirnya mewujudkan keinginannya untuk mesra dengan Nayla. Ia berhenti meremas kemaluannya atau menggesek Nayla, bahkan ia memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Nayla. Awalnya Paman Indra hanya merangsang dirinya sendiri, namun lambat laun ia mulai berhubungan seks. dengan mesra Paman Indra meyakinkan Nayla bahwa itu obat ngompol dan berusaha menunjukkan rasa sayangnya pada Nayla.
Malah Ma putus karena mengetahui Paman Indra berhubungan intim dengan pembantu yang sedang hamil itu, Ma dengan gagah berani mengusir Paman Indra. Keintiman umumnya dibangun melalui kontak seksual, dan mengalami perpisahan terlebih dahulu dengan orang lain dibandingkan perpisahan fisik. Penyatuan fisik berarti upaya untuk mengatasi keterpisahan. Paman Indra tak hanya menjalin hubungan mesra dengan Nayla tapi juga dengan pelayannya. Terlihat jelas bahwa Paman Indra selalu berusaha mencari orang lain yang berbeda dari ibu Nayla dan Nayla sendiri.Paman Indra diusir saat ibu Nayla mengetahui bahwa Paman Indra memperkosa pembantunya hingga hamil tanpa menusuk penisnya dengan peniti seperti miliknya. yang ibu lakukan pada Nayla saat ngompol.
Nayla merasa tidak berdaya saat diperkosa berulang kali oleh pamannya Indra yang tak lain adalah kekasih ibunya. Hal ini bermula dari kedekatan ibu Nayla dengan Paman Indra dan beralih ke kedekatan Nayla dan pembantunya. Paman Indra yang selalu mencari cinta dari orang baru, namun akhirnya menjelma menjadi orang yang mesra. Bahkan saat kami sedang menonton TV dan ibu ke kamar mandi sebentar, Paman Indra seringkali hanya mengeluarkan penisnya dari celana. Di rumahnya sendiri, Paman Indra selalu memamerkan penisnya bahkan meremasnya di depan Nayla saat ibunya sedang bepergian.
Juli dalam keadaan bugil di atas ranjang, Nayla juga masih dalam keadaan bugil, ia mengambil sebatang rokok, menyalakannya, lalu duduk dengan kaki di depan Juli.
Pembahasan
Dengan demikian, sikap erotis adalah suatu keadaan yang mempengaruhi dan merespon individu terhadap objek erotis dan situasi erotis yang berkaitan dengan pengalaman, motivasi, emosi, persepsi dan kognisi. Dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu, tokoh utama Nayla menampilkan sikap erotis yang diceritakan langsung oleh pengarangnya. Sikap erotis juga mencakup kesenangan. Dalam hal ini, kenikmatan erotis tidak hanya terjadi pada cerita nonfiksi atau novel. Mulai dari cerita nonfiksi, kenikmatan erotis sering kita jumpai di lingkungan nyata, bahkan setiap hari, misalnya remaja mabuk-mabukan di rumah temannya, kos-kosan, hingga lupa diri dengan apa yang dilakukannya bahkan hubungan seksual yang mereka lakukan. seharusnya tidak terjadi sesuai dengan teori Erich Fromm yang mengatakan: “Cinta dan erotisme saling berhubungan.
Cinta ini sering dikacaukan dengan pengalaman jatuh cinta yang meledak-ledak, pergaulan bebas yang seketika, seketika, dan bebas antara dua orang asing. Selain bagian kesenangan dari sikap erotisnya, sikap menggoda juga digambarkan dalam novel ini, bagaimana seorang Nayla yang setiap malam menemani pria perampok yang hanya mencari pembuluh darah, namun bagi Nayla, ketika pria seperti itu didekati dan dimulai. untuk merayu menjadi, dia akan luluh dan setiap lembar akan memenuhi dompetnya. Nayla. Selain unsur sikap erotis, terdapat juga unsur perilaku erotis dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu.
Selain unsur sikap, tingkah laku erotis, terdapat pula unsur pertunjukan erotis dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Dalam novel ini banyak terdapat perselingkuhan dengan tujuan mencari kesenangan guna memenuhi hasrat seksualnya. Cinta ini sering kali dikacaukan dengan pengalaman jatuh cinta yang meledak-ledak, runtuhnya semua penghalang antara dua orang asing pada saat pengalaman itu terjadi.
Cinta erotis meliputi cinta terhadap orang lain hanya dalam arti perpaduan erotis, keterlibatan penuh dalam segala aspek kehidupan, namun tidak dalam arti cinta yang mendalam (Fromm, 2005: 69). Jadi, cinta erotis memerlukan unsur-unsur tertentu yang bersifat spesifik dan sangat individual pada sebagian orang, tetapi pada semua orang.
PENUTUP
Simpulan
Saran
Tak jarang Nayla mendapat perlakuan kasar dari ibunya hanya karena buang air kecil dari kandung kemihnya dan dianggap sebagai anak paling pemalas hingga berkali-kali ditusukkan peniti di selangkangannya bahkan di vaginanya sebagai hukuman. Seolah-olah penitinya sudah tidak sakit lagi, karena Nayla sudah merasakannya sejak kecil. Suatu ketika Nayla memutuskan untuk kabur menemui ayahnya dan tinggal di sana selama dua bulan, akhirnya ayahnya meninggal dan ibu tirinya mengirimnya ke panti asuhan berandalan dan narkotika.
Nayla berhasil melarikan diri namun tidak mau kembali ke rumah ibu dan ayahnya, malah memilih tinggal bersama teman-temannya di asrama. Akhirnya Nayla mendapat pekerjaan di sebuah diskotik sebagai penari yang gajinya cukup untuk menutupi biaya sewa. Cerpen “Waktu Nayla” berhasil meraih predikat Cerpen Terbaik Kompas 2003 yang dimasukkan bersama cerpen “Asmoro” dalam antologi cerpen pilihan Kompas.
Sementara itu, cerpen “Suckling Father” menjadi cerpen terbaik tahun 2003 oleh Jurnal Perempuan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Richard Oh dengan judul “Suckling Father” untuk diterbitkan ulang dalam Jurnal Perempuan versi bahasa Inggris, edisi gabungan dari Jurnal Perempuan. karya terbaik Jurnal Perempuan. Buku keduanya, Don't Mess Around (with Your Sex), juga sukses, menerima cetakan ulang kedua hanya dua hari setelah buku tersebut diluncurkan pada Februari 2005.