• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap Erotis dalam Novel Nayla

Dalam dokumen daftar pustaka - Admin Digital Library (Halaman 35-42)

BAB I PENDAHULUAN

A. Penyajian Hasil Data

1. Sikap Erotis dalam Novel Nayla

Sikap adalah keadaan dalam diri manusia yang menggerakkan untuk bertindak dan disertai perasaan-perasaan tertentu di dalam menanggapi objek atas dasar pengalaman, motivasi, emosi, persepsi, dan kognisi. Jadi, sikap erotis adalah suatu keadaan yang memberi pengaruh dan respon individu terhadap objek erotis dan situasi erotis yang berkaitan dengan pengalaman, motivasi, emosi, persepsi, dan kognisi. Sikap erotis diantaranya adalah mencari kesenangan, bersifat merayu, dan genit.

a. Kesenangan Erotis

Untuk memperjelas esensi dari penelitian ini, maka sikap erotis yang penulis maksud adalah kesenangan, genit dan merayu. Oleh karena itu, berdasarkan analisis erotisme dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu (Teori Erich Fromm), maka sikap tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut:

Kutipan 1

“Semenjak remaja ia suka memasukkan benda-benda ke dalam vaginanya sambil membayangkan perempuan yang ia idamkan.sekarangpun dengan kekasihnya yang seorang model mereka sering bercinta dengan cara memasuki vagina satu sama lain dengan jari mereka.”.

(ayu : 2006 :5)

Berdasarkan kutipan di atas dapat dilihat secara gamblang dari isi teks bahwa bagaimana Nayla menunjukan sikap erotis. Orang dapat mencintai jika ia dapat mempertukarkan “paket kepribadiannya” yang mengharapkan imbalan sepadan. Seperti inilah Nayla dengan kekasihnya yang seorang model, semenjak remaja Nayla terkadang melakukan hal diluar batas normal,tapi bagi dia ini merupakan kesenangan trsendiri dalam dirinya dengan memasukkan benda-benda dalam vaginanya.

Nayla tidak percaya dengan lelaki karena baginya lelaki hanya menginkan selaput darahnya saja, setelah itu mereka mencari selaput darah lain, Nayla lebih memilih berpacaran dengan sesama jenisnya (homoseksual), Nayla merasa mendapat kasih sayang dari perempuan ketimbang laki-laki, hal ini yang sering dilakukan Nayla dengan kekasihnya yang seorang model, ketika melakukan hubungan seksual mereka memasuki vaginanya dengan jari mereka. Karena bagi Nayla kesenangan erotisme tidak selamannya harus

26

didapatkan dari lawan jenis atau laki-laki. Nayla selalu merasakan dirinya bisa seperti orang dewasa, apalagi jika hal itu terkait dengan urusan bercinta, Cinta itu hanya ingin diberikan kepada Juli.

Kutipan 2:

“keintiman mereka malam ini tepat satu minggu, Juli ingin merayakannya, semacam pengesahan bahwa mereka telah resmi menjadi pasangan baru. Nayla mengcup bibir Juli sambil berdiri.” (ayu: 2006: 65 )

berdasarkan kutipan di atas yaitu, Juli adalah kekasih Nayla mereka sama- sama memiliki jenis kelamin yang sama, tapi bagi pasangan ini, itu bukan persoalan yang mereka butuhkan adalah kenyamanan. Malam itu Juli berniat ingin mengajak Nayla ke hotel untuk merayakan hubungan mereka.

Ternyata Nayla juga merasakan hal yang sama, dia langsung mengecup bibir Juli sambil berdiri tanpa sepatah kata. Kesenangan erotis yang dilakukan Nayla yaitu ketika Nayla langsung mengecup bibir sambil berdiri, hal yang demikian sudah dianggap biasa oleh Nayla berciuman ditempat umum.

Kutipan 3 :

“Setelah selesai menari, kami berdua menyelinap tanpa perlu mengatasnamakan cinta sebagai embel-embel. Ia mau, saya mau. (Ayu: 2006: 101 )

Meskipun Nayla sudah memiliki pasangan, tetapi disela-sela kesibukannya dia meluangkan waktunya bercumbu dengan lelaki yang juga hanya membutuhkan kepuasaan.terkadang hal ini hanya dianggap kesenangan saat bagi Nayla,karena menurut Nayla hanya

Juli yang dapat memberikan kepuasan. Hal ini tidak pernah diketahui Juli.

Nayla tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan lelaki para hidung belang, bagi dia, ketika ingin bercinta dan ada seorang lelaki juga mau,tanpa basa basi mereka diam-diam menyelinap ke kamar hotel seusai menari disebuah club malam, tanpa ada perasaan cinta. Setelah kepuasaan mereka semua terpenuhi, Nayla berlalu begitu saja.

Kutipan 4:

“Nayla memutar tubuh Juli sehingga berbalik posisi. Nayla duduk di atas paha Juli yang kini dalam posisi tidur telentang lalu mengambil rokok dan menyalakan”

(Ayu, 2006: 82)

Walaupun di antara kedua perempuan ini memiliki jenis kelamin yang sama, tetapi mereka layaknya sepasang kekasih yang sangat menikmati awal menuju ke hal-hal yang bersifat keintiman. Bagi nayla,juli adalah pasangan yang tepat,malam itu nayla sangat menikmati kebersamaannya dengan juli,tanpa ada sehelai kainpun menutupi tubuh mereka,nayla yang sedang menikmati sebatang rokok sambil duduk diatas paha juli yang tidur terlentang tanpa pakaian dibadannya.

Kutipan 5:

“Apakah mereka ingin mencicipi daun muda. Apakah mereka menganggap pastilah menyenangkan jika meniduri perempuan penikmat laki-laki dan perempuan.Apakah mereka ingin menikmati kepiawaian saya minum alkohol tanpa pernah tumbang.”

(Ayu, 2006: 98)

Sikap seorang laki-laki yang hanya ingin menikmati tubuh perempuan sekejap tanpa ada rasa cinta yang ada hanyalah nafsu yang menggebu. Bagi sebagian besar lelaki beranggapan bahwa dengan memiliki banyak uang, dia tinggal memilih selaput-selaput darah mana yang mereka inginkan tanpa ada belas kasihan, yang mereka pikir bagaimana nafsu mereka terluapkan. Pengalaman keintiman yang berjangka pendek terjadi dalam diri laki-laki ini dan dipicu rasa emosional yang spontan timbul dari dalam dirinya.

b. Sikap Merayu

Menurut hemat penulis merayu dapat diartikan sebagai suatu bentuk sikap mempengaruhi lawan bicara. Sikap merayu tidak hanya terdapat dalam cerita fiksi, tapi didunia nyatapun seringkali kita jumpai tanpa mengenal usia. Berdasarkan analisis Erotisme dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu suatu tinjauan (Teori Erich Fromm), sikap merayu yang dimaksud disini adalah adalah mempengaruhi lawan bicara, sehinnga menimbulkan umpan balik atau menumbuhkan nafsu birahi seseorang. Sikap tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut:

Kutipan 1

“Juli bergoyang sambil berjalan mendekati Nayla. Memeluk pinggangnya.Mengecup lembut pundaknya.Dan membisikkan terima kasih di telinganya. Nafas Juli di telinga Nayla membuat bulu kuduknya berdiri. Tak pernah ia rasakan sensasi seperti ini terhadap satu pun laki-laki. Kini ia yakin, hatinya sudah memilih Juli. Dan malam itu, Nayla bermaksud menyerahkan tiap inci tubuhnya kepada Juli.

(Ayu, 2006: 61)

Sikap Juli terhadap Nayla malam itu membuat Nayla semakin yakin kalau cintanya akan diberikan kepada Juli bahkan Nayla berpikir untuk menyerahkan tubuhnya kepada Juli. Hal ini terjadi ketika Juli menunjukkan rasa perhatiannya kepada Nayla dengan memeluk pinggangnya dan mengecup lembut pundaknya. Pelukan dan kecupan tersebut untuk memberi pengaruh dan respon terhadap suatu objek yang dipengaruhi oleh motif untuk menarik perhatian seseorang.

Nayla tidak pernah merasakan sensasi atau kenyamanan itu dengan laki-laki yang pernah ditemani bercinta, nayla menganggap bahwa Julilah yang pantas mendapatkan cintanya dan kepada Julilah nayla menetatpkan hatinya,meskipun mereka sesama jenis.

Kutipan 2:

Tetek lukan gede, buka dikit tuh kancing biar polisinya pada kelenger.” ( Ayu: 2006: 76 )

Nayla dan teman-temanya tertangkap polisi ketika sedang berencana menodong seorang sopir taksi, namun diluar dugaan mereka, sopir taksi yang mulai aneh melihat tingkah Nayla dan teman-temannya langsung membawanya ke kantor polisi. Nayla dan teman-temannya tidak bisa berkutik karena di dalam taksi mereka kedapatan membawa senjata tajam, hal ini membuat Luna salah satu teman Nayla punya ide, Luna menyuruh Maya membuka sedikit kancing bajunya, agar teteknya sedikit kelihatan supaya polisi bisa tergoda dan membiarkannya pergi.

c. Sikap Genit

Dalam sikap erotis terdapat banyak unsur,di anataranya adalah unsure kesenaangan,merayu dan genit. Sikap genit yang dimaksud berdasarkan analisis Novel Nayla Karya DjenarMaesa Ayu (Teori Erich Fromm) adalah tingkah laku seseorang atau ciri khas dari individu tersebut yang mempengaruhi atau mengajak orang yang melihatnya atau yang bersamannya untuk melakukan hal-hal yang belbihan batas normal. Sikap genit seringkali kita jumpai dalam dunia nyata, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Sikap tersebut dapat dilihat dari kutipan ini :

Kutipan 1:

“ Ia melebarkan tangannya siap memeluk Nayla. Nayla beringsut dari tempat duduk menuju Juli” (Ayu, 2006: 81)

Cinta pertama-tama bukanlah hubungan dengan pribadi tertentu, cinta adalah sikap, suau orientasi karakter yang menentukan jalinan seorang pribadi dengan dunia secara keseluruhan, bukan pada satu objek cinta.

Juli mulai memunculkan kasih sayangnya terhadap Nayla dan hal ini terwujud dengan sikap yang ditunjukkan Juli kepada Nayla yang slalu memberikan perhatiannya. Naylapun mersa nyaman dekapan Juli yang selalu me,berikan perhatian dan menyanyanginya selayaknya pasangan kekasih yang normal, Cuma dalam hal ini Juli dan Nayla sama-sama berjenis kelamin perempuan.

Kutipan 2

“ suntik kurus dong, mak…Body lu udah gak asik banget deh diliatnya. Gue banci aja gak nafsu, gimana lekong?!

Kata si bencong.”( Ayu: 2006: 159)

Nayla yang bekerja di sebuah club malam mengharuskan penampilannya tetap seksi agar lelaki yang berkunjung tetap tergoda dengannya. Nayla mulai dirayu oleh sibencong yang teman kerjannya supaya suntik kurus, ujarnnya sibencong, gue aja banci gak nafsu apalagi lekong. Hal ini dilakukan sibencong agar Nayla tetap memperbaiki penampilan, supaya tamu-tamu lelaki tetap terbius oleh body Nayla.

Dalam dokumen daftar pustaka - Admin Digital Library (Halaman 35-42)

Dokumen terkait