• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA "

Copied!
162
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu film yang bisa diapresiasi nilai pendidikan karakternya adalah film Sang Prawira karya Onet Adithia Rizlan yang rilis pada 28 November 2019, episode 1 part 1 berdurasi 58 menit, sedangkan episode 1 part 2 berdurasi 1 jam 1 menit. . Pada uraian di atas peneliti memaknai bahwa film Sang Prawira karya Onet Adithia Rizlan memiliki keunikan yaitu cerita yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan khususnya pendidikan tokohnya.

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoretis
  • Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat memudahkan pembaca dalam memahami dan dapat meningkatkan minat membaca untuk mengapresiasi karya sastra. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi atau bahan acuan dalam penelitian dan menambah kekayaan dalam mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter khususnya bagi mahasiswa PBSI FKIP UMRAH.

Definisi Istilah

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Film

Pembentukan karakter menyeleksi budaya bangsa sendiri dan menyaring budaya negara lain yang tidak sesuai dengan nilai budaya negara tersebut dan karakter bangsa yang bermartabat (Afri, 2020:26). Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter pada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Demokrasi adalah suatu cara berpikir, berperilaku dan bertindak yang menghargai hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain secara setara. Menurut Darmiatun, demokrasi adalah cara berpikir, berperilaku dan bertindak yang sama-sama menghargai hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain.

Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang meliputi keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha dan media massa. Menurut Narwanti, media massa terdiri atas media cetak (seperti surat kabar dan majalah) dan media elektronik. (seperti radio, televisi, video, film, piringan hitam, dan kaset).

Asumsi

  • Asumsi Filosofis
  • Asumsi Substantif
  • Asumsi Prosedural

Menurut Malik (2018), asumsi prosedural adalah asumsi yang berkaitan dengan metode yang digunakan dalam penelitian. Sedangkan metode penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dapat mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Sang Prawira karya Onet Adithia Rizlan.

Kerangka Berpikir

Penelitian Relevan

Judul skripsinya adalah “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Buku Cerita Rakyat Nusantara (Pulau Sumatera)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang terkandung dalam buku cerita rakyat nusantara adalah nilai-nilai agama, kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, kemandirian, rasa ingin tahu. , tanggung jawab, cinta damai, disiplin, kreatif. Selain itu, terdapat perbedaan antara objek yang diteliti, sedangkan peneliti menganalisis nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film-film tersebut. Fakultas Pendidikan dan Pelatihan Guru, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Judul skripsinya adalah “Analisis Perbandingan Nilai Pendidikan Karakter dalam Legenda Malin Kundang dan Batang Tuaka”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam legenda Malin Kundang karya Ulin Nikmah berjumlah 22. Nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam teks legenda Batang Tuaka karya Syamsuddi berjumlah 20 data yang terdiri atas: nilai Kemandirian terdiri dari 1 petunjuk, nilai kerja keras sebanyak 1 petunjuk, nilai kejujuran sebanyak 5 petunjuk, nilai rasa ingin tahu sebanyak 3 petunjuk, nilai keberanian sebanyak 9 petunjuk. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang berjudul “Nilai pendidikan karakter dalam cerpen Waskat Karya Wisran Hadi” Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan nilai pendidikan karakter seperti: (1) Religius, (2) Kejujuran, (3) ) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6) Mandiri, (7) Komunikatif, (8) Cinta damai dan (9) Peduli Sosial Penelitian ini mempunyai kesamaan dengan yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan keduanya melakukan reduksi data.Perbedaan penelitian ini terletak pada objek penelitiannya.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang berjudul “Nilai Pendidikan Karakter Dalam Mitos Pulau Senua” Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter itu ada. Sepuluh nilai pendidikan karakter seperti: (1) Aspek keislaman (2) Toleransi (3) Kejujuran (4) Kerja keras (5) Kreativitas (6) Kemandirian (7) Semangat kebangsaan (8) Ramah atau komunikatif (9) Cinta kasih perdamaian (10) Tanggung jawab. Persamaan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter, analisis data, penyajian data, interpretasi data yang diperoleh sesuai dengan teori dan menarik kesimpulan.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Pendekatan dan Metode Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analis Data

Data dalam penelitian ini adalah data yang berupa variabel yaitu kata, klausa, film Sang Prawira, dan kalimat yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Teknik pencatatan dilakukan dengan merekam hal-hal yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tuturan tokoh film Sang Prawira Karya Onet Adhitia Rizlan, sehingga terbentuk data tertulis. Pada kesempatan ini peneliti akan mendeskripsikan dan menyimpulkan hasil analisis nilai pendidikan karakter dalam film Sang Prawira karya Onet Adithia Rizlan.

Pada tahap ini akan dihasilkan serangkaian catatan termasuk penceritaan yang akan menjadi bukti analisis nilai pendidikan karakter dalam film Sang Prawira. Menganalisis data yang disajikan untuk memperoleh gambaran mengenai nilai pendidikan karakter dalam tuturan tokoh film Sang Prawira Karya Onet Adhitia Rizlan. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Sang Prawira berdasarkan rumusan Kementerian Pendidikan (Wibowo, 2013).

Nilai pendidikan karakter yang paling dominan diantara dua belas (12) nilai pendidikan karakter adalah nilai kerja keras. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan berharga bagi peneliti sendiri dalam memahami nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan. Diperlukan penelitian lebih lanjut bagi peneliti lain untuk menemukan nilai pendidikan karakter pada karya sastra lainnya.

HASIL DAN PEMBAHASAAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka hasil penelitian tentang analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan difokuskan pada nilai-nilai pendidikan apa saja yang terdapat dalam film Sang Prawira dan nilai-nilai pendidikan apa saja. ​dominan dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan. Komandan : Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kita semua karena kita telah memasuki bagian akhir dari pendidikan 4 tahun. Hari ini juga merupakan hari yang menyenangkan bagi orang tua saya untuk merasakan betapa bahagianya mereka ketika putra dan putri tercinta dapat menyelesaikan pendidikan yang cukup sulit ini.

Selain itu, hari ini tentunya menjadi hari bahagia bagi Polri dengan menambah 306 personel lagi sebagai penegak hukum, pengayom, dan pengayom masyarakat. Mudah diucapkan namun tidak mudah untuk diterapkan di negara sebesar Indonesia, hanya untuk memotivasi Anda semua. Ginanjar: Hari ini kami ingin membicarakan seperti apa Indonesia ke depan. Ada 3 syarat agar negara ini menjadi negara dominan. Yang pertama adalah harus mempunyai sumber daya yang cukup. Menghargai prestasi adalah sikap dan tindakan yang mendorong diri sendiri untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat serta mengakui dan menghargai keberhasilan orang lain, Wibowo.

SDM Umum : Wah, hari ini saya senang sekali bisa bertemu dengan adik-adik saya yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian dan berasal dari wilayah Barat dan Timur. Kepedulian sosial merupakan suatu sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan Wibowo. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa terdapat: 5 dialog tentang nilai-nilai agama, 2 dialog tentang nilai-nilai jujur, 1 dialog tentang nilai-nilai disiplin, 6 dialog tentang nilai kerja keras, 1 dialog tentang nilai-nilai kreatif, 2 dialog quotes tentang nilai demokrasi, 3 quotes dialog tentang nilai nilai semangat kebangsaan, 2 quotes dialog tentang nilai cinta tanah air, 3 quotes dialog tentang nilai menghargai prestasi, 1 quotes dialog tentang nilai komunikasi, 1 quotes dialog tentang nilai nilai kepedulian sosial dan 3 kutipan dialog nilai tanggung jawab Jadi, nilai – nilai pendidikan karakter yang paling dominan adalah nilai kerja keras dalam Sang Prawir Oneta karya Adhitia Rizlan.

Pembahasan

Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, Wibowo. Berikut kutipan gambaran nilai kerja keras dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan. Sebagaimana disampaikan Darmiatun, kerja keras merupakan bagian dari perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai kendala belajar dan tugas dengan sebaik-baiknya.

Kutipan di atas membuktikan bahwa, kalimat yang menunjukkan kerja keras dapat dilihat pada kalimat “bawang kupas seumur hidup, inilah sumber pencarian kita terhadap bawang”. Menurut (Sahlan dan Prsetyo, 2012:61), kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Menurut Narwanti, kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Hal tersebut, kata Darmiatun, kerja keras merupakan bagian dari perilaku yang menunjukkan keseriusan dalam mengatasi berbagai permasalahan. Analisa kutipan di atas terlihat pada kalimat yang menunjukkan kerja keras terlihat “Iya, 4 tahun ini saya hanya fokus belajar, berlatih belajar, berlatih” kalimat ini termasuk perilaku kerja keras karena menunjukkan.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Film Sang Prawira merupakan film drama yang mengangkat tema perjuangan seorang pemuda menjadi seorang polisi. Setelah peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang telah peneliti kumpulkan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat delapan belas (18) jenis nilai pendidikan karakter menurut Kementerian Kebudayaan dan Kebudayaan. 5 quotes dialog tentang nilai-nilai keagamaan, 2 quotes dialog tentang nilai-nilai jujur, 1 quotes dialog tentang nilai kedisiplinan, 6 quotes dialog tentang nilai kerja keras, 1 quotes dialog tentang nilai-nilai kreatif, 2 quotes dialog tentang nilai-nilai demokrasi, 3 quotes dialog tentang nilai semangat kebangsaan, 2 kutipan dialog tentang nilai cinta tanah air, 3 kutipan dialog tentang nilai evaluasi prestasi, 1 kutipan dialog tentang nilai komunikatif, 1 kutipan dialog tentang nilai kepedulian sosial dan 3 kutipan dialog tentang nilai tanggung jawab.

Sedangkan ada enam (6) nilai pendidikan yang tidak terdapat dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan, yaitu: (1) nilai toleransi, (2) nilai kemandirian (3) nilai rasa ingin tahu. (4) nilai persahabatan (5) nilai cinta damai dan (6) nilai peduli lingkungan. Kerja keras yang terkandung dalam film Sang Prawira karya Onet Adhitia Rizlan antara lain: bekerja keras, berlatih dengan sungguh-sungguh, hidup dengan percaya diri dan kuat, bekerja keras, semangat berjuang untuk hidup, memanfaatkan waktu dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah dan kerja keras mencari nafkah. keluarga.

Saran

Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Wacana pada Buku Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2016 untuk Sekolah Menengah Kelas VII. Tuan Horas. Itu sepele. Orang itu bersamaku. Kita lihat saja nanti. Nyonya Horas. Bagaimana tampilannya. Bu Horas, tolong, saya sudah selesai membayarnya, kan? Saya sudah katakan kepada Anda bahwa jika Anda tidak melakukannya, Anda tidak dapat melakukannya.

Referensi

Dokumen terkait

Kafâ‟ah disyari‟atkan atau diatur dalam perkawinan islam, namun karena dalil yang mengaturnya tidak ada yang jelas dan spesifik baik dalam al-Quran maupun dalam hadith Nabi, maka