1 DAFTAR REFERENSI
Arkorni. (2019). Strategi Mempertahankan Tradisi Seramba Dalam Adat Perkawinan Desa Bailangu Di Kabupaten Musi Banyuasin. Universitas Sriwijaya.
Asnita, Sri. (2020) Adat Istiadat Rebu Pada Keluarga Karo di Yogyakarta 1970- 1998. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Bangun, Tridah. (1986). Manusia Batak Karo, Jakarta: Inti Idayu Press.
Beru Ginting, Sri Ulina dan Barus, Efendi, (2017). Bentuk Kesantunan Dalam Tindak Ertutur Perkawinan Adat Karo. Kota Tangerang, Banten: Mahara Publishing (anggota IKAPI)
Dwi Ayu Widiastuti. (2020). Paguyuban Keluarga Banyumas Di Kota Tanjungpinang. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Elly M. Setiadi, dkk. (2006). Ilmu Sosial Budaya Dasar “edisi ketiga”, Jakarta:
Kencana Prenamedia Group.1
Elvina Syahrir. (2016). Ungkapan Pantang Larang Masyarakat Melayu Belantik.
Madah Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra.
Ginting, M. Ukur ( 2018). Adat Karo Sirulo; Tuntunan Praktis Adat Istiadat Karo, Jilid 1. Berastagi: Lembaga Adat dan Budaya Karo “Persada”
Jepri Andi Sinuraya, Waston Malau. (2019). Rebu Dalam Sistem Kekerabatan Etnis Batak Karo di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Gondang Jurnal Seni dan Budaya.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1990). Cet. 4, Jakarta: Balai Pustaka.
Marta Ulina Perangin-angin. (2019). Rumah Adat Siwaluh Jabu: Makna dan Fungsinya Bagi Masyarakat Karo di Desa Lingga Kabupaten Karo.
Universitas Sumatera Utara.
Milka Rosi. (2020). Gaya Komunikasi Rebu Dalam Adat Istiadat Suku Karo Di Kabupaten Karo. Universitas Sumatera Utara.
Millati Azka. (2020). Tradisi Rebu Ngerana Pasca Perkawinan Pada Masyarakat Karo Sumatera Utara. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang- Undangan.
2 Poloma, Margaret M.(2004). Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
Ranjabar, Jacobus. (2013). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta Bandung.
Ravikah Hasim. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pantang Larang Dalam Menjaga Anak Dara di Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.
Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Rikza Fauzan, Nashar. (2017). Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Candrasangkala Jurnal Pendidikan dan Sejarah.
Ritzer George dan Douglas J. Goodman. (2003). Teori Sosiologi Modern.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Ritzer, George.( 2014). Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusmin Tumanggor, Ridho Kholis, dan Nurochim. (2010). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
Saputra Legi. (2019). Peran Tokoh Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Saprahan Di Desa Pusaka Kecamatan Tebas. Khatulistiwa Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Sardis Ginting. (2020). Tradisi Pantangan Bagi Suku Karo Studi Etnografi pada Suku Karo di Kota Kendari. Universitas Halu Oleo.
Sartika, Wiwik Sulistyaningsih. (2012). Gambaran Komunikasi Interpersonal Menantu dan Menggunakan Adat Rebu di Budaya Karo. Universitas Sumatera Utara.
Scott, John.( 2012). Teori Sosial.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Siahaan, N. B. (1964). Sejarah Kebudajaan Batak: Suatu Studi Tentang Suku Batak (Toba, Angkola-Mandailing, Simelungun, Pakpak Dairi, Karo), Medan: C.V. Napitupulu & Sons.
Stepanus, Ahadi Sulissusiawan, Sesilia Seli. (2020). Pantang Larang Masyarakat Dayak Sungkung Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Universitas Tanjung Pura.
Sulasman, Setia Gumilar. (2013).Teori-teori Kebudayaan.Bandung:CV Pustaka Setia.
3 Suyanto, Bagong, dan Sutinah. (2005). Metode Penelitian Sosial Berbagai
Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Group.
Sztompka, Piotr. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada.
Tri Utomo Hadi. (2018). Pantang Larang dalam Masyarakat Melayu Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Universitas Tanjungpura.