DAFTAR TILIK PEMASANGAN IMPLAN-2
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA
PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. KONSELING PRA PEMASANGAN
1. Sapa klien dengan ramah dan hangat 1
2. Tanyakan tujuan reproduksi dan alasan penggunaan Implan-2 2 3. Pastikan klien calon pengguna yang sesuai untuk Implan-2 3 4. Pastikan klien memahami efek samping, alasan memilih dan 4
kekhawatiran terkait dengan Implan-2
5. Jelaskan proses dan apa yang dirasakan klien selama dan 5 setelah pemasangan Implan-2
B. PEMASANGAN KAPSUL IMPLAN -2 PERSIAPAN
6. Pastikan klien telah mencuci lengan atasnya sebersih mungkin 1 7. Tentukan tempat pemasangan implan di lengan atas 2
8. Beri tanda pada tempat pemasangan 3
9. Pastikan ketersediaan instrument steril/DTT dan Implan-2 4 Alat-alat steril :
a. Bak Instrumen b. Handschoon 1 pasang c. Spuit 5 cc
d. Scapel dan bisturi e. Trokar
f. Implan-2 g. Kassa steril h. Kom kecil 2 buah i. Duk bolong steril Obat-obatan/ habis pakai :
a. Lidocain 1 % b. Aquabidest c. Betadine
d. Plester / Band aid Alat Dekontaminasi/ PI:
a. Tempat cuci tangan
b. Waskom berisi larutan klorine.
c. Tempat sampah medis dan non medis d. Pola Implan dan alat tulis anti air C. TINDAKAN PRA PEMASANGAN
10. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
11. Memasang alas di bawah lengan klien 12. Memakai celemek
13. Cuci dan keringkan tangan petugas 14. Buat pola
15. Pakai sarung tangan steril/DTT
16. Usap tempat pemasangan dengan larutan antiseptic 17. Pasang kain penutup steril/DTT di tempat pemasangan
Implan-2
D. PEMASANGAN KAPSUL IMPLAN-2 18. Suntikkan anestesi local secara intrakutan.
19. Lanjutkan dengan anestesi subdermal di tempat insisi dan alur pemasangan implan-2 (masing-masing 1 cc)
20. Uji efek anestesi sebelum melakukan insisi pada kulit.
21. Buat insisi 2 mm dengan ujung bisturi / scalpel hingga subdermal.
22. Masukkan ujung trokar melalui luka insisi hingga mencapai Subdermal kemudian ungkit dan dorong sejajar kulit hingga tanda 1 (trokar) berada di luka insisi.
23. Keluarkan pendorong dan masukkan kapsul ke dalam trocar 24. Masukkan pendorong, dorong kapsul ke ujung trocar
25. Tahan pendorong di tempatnya, kemudian tarik trokar ke arah pangkal pendorong untuk menempatkan kapsul 1 di subdermal 26. Tahan kapsul pada tempatnya, tarik trokar dan pendorong
(bersamaan) hingga tanda 2 mencapai luka insisi
27. Arahkan ujung trokar ke samping kapsul pertama, kemudian dorong trokar (mengikuti alur kaki segitiga terbalik) hingga tanda 1 mencapai luka insisi.
28. Tarik pendorong keluar, masukkan kapsul kedua dan dorong dengan pendorong ke ujung trokar hingga terasa tahanan.
29. Tarik trokar ke arah pangkal pendorong untuk menempatkan kapsul 2 di subdermal.
30. Tahan kapsul pada tempatnya, tarik trokar dan pendorong (bersamaan) hingga keluar seluruhnya melalui luka.
31. Periksa kembali kedua kapsul telah terpasang di subdermal pada posisi yang telah direncanakan.
E. TINDAKAN PASCA PEMASANGAN
32. Dekatkan ujung-ujung insisi, kemudian tutup dengan band-aid 33. Beri balutan tekan pada tempat insisi dan pemasangan Implan-
2
34. Lakukan dekontaminasi peralatan dan sampah medic 35. Buang peralatan dan bahan habis pakai ketempatnya 36. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin 37. Cuci dan keringkan tangan petugas
38. Lepaskan celemek
F. KONSELING PASCA PEMASANGAN
39. Gambar posisi kapsul dan buat catatan khusus di rekam medik 40. Jelaskan pada klien cara merawat luka dan kondisi yang
membuat klien harus datang ke klinik seperti tanda-tanda infeksi
41. Beritahu klien untuk menjaga luka insisi tetap kering dan bersih selama 5 hari.
42. Jelaskan bahwa klien dapat datang ke klinik untuk konsultasi, kontrol dan mencabut Implan-2
43. Observasi klien selama 5 menit sebelum ia pulang.
44. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan JUMLAH SKOR :
JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1
2 3
4 5
6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK PENCABUTAN IMPLAN-2
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN
1. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
2. Minta klien untuk mencuci tangannya dengan sabun dan air mengalir, serta membilasnya.
3. Tutup tempat tidur klien dengan kain yang bersih dan kering.
4. Persilahkan klien berbaring dengan tangan yang terpasang kapsul implan berada pada posisi yang memudahkan untuk melakukan pencabutan.
5. Memasang alas di bawah lengan klien 6. Memakai celemek
7. Raba kedua kapsul untuk menentukan lokasinya. Untuk menentukan tempat insisi, raba ujung kapsul dekat lipatan siku.
8. Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung setiap kapsul dengan menggunakan spidol.
9. Siapkan tempat dan alat steril tanpa menyentuh alat di dalamnya.
Alat-alat steril : a. Bak Instrumen b. Handschoon 1 pasang c. Spuit 5 cc
d. Scalpel/ bisturi e. Klem lengkung 2 f. Klem U
g. Gunting implan (kecil) h. Kassa steril
i. Kom kecil
j. Duk bolong steril*) jika diperlukan Obat-obatan/ habis pakai :
a. Lidocain 1 % b. Aquabidest c. Betadine
d. Plester / Band aid Alat Dekontaminasi/ PI:
a. Tempat cuci tangan
b. Waskom berisi larutan klorine c. Tempat sampah medis dan non medis B. TEKNIK ANESTESI
10. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk pribadi yang bersih.
11. Pakai sarung tangan steril / DTT
12. Atur alat-alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai.
13. Usap tempat pencabutan dengan kassa ber-antiseptik. Gunakan klem steril / DTT untuk memegang kassa. Mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar.
14. Tutupi lengan bawah dengan kain steril
15. a. Isi alat suntik dengan 3 ml obat anastesi lidocain 1%.
b. Masukan jarum tepat ke bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat, kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
c. Suntikkan sedikit obat anastesi untuk mebuat gelembung kecil di bawah kulit.
d. Masukan jarum secara hati-hati di bawah ujung kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga panjang kapsul, tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikkan obat anastesi.
e. Tanpa mencabut jarum geser ujung jarum dan masukkan ke bawah kapsul berikutnya.
f. Ulangi proses ini sampai seluruh ujung kapsul teranestesi.
C. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE STANDAR
16. Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua kapsul, kira-kira 5 mm dari ujung bawah kapsul pastikan tidak ada ujung kapsul yang berada di bawah insisi lama untuk mencegah terpotongnya kapsul saat melakukan insisi.
17. Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih kurang 4 mm dengan menggunakan scalpel .
18. Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat tempat insisi.
19. Dorong ujung kapsul ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung kapsul tampak pada luka insisi. Saat ujung kapsul tampak pada luka insisi, masukkan klem lengkung dengan lengkungan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung kapsul dengan klem tersebut.
20. Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara menggosok-gosok, memakai kassa steril untuk memaparkan ujung ke bawah kapsul. Bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara digosok dengan kassa steril, dapat menggunakan scalpel secara hati-hati.
21. Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua 22. Lepaskan klem pertama dan cabut kasul secara pelan dan hati-hati
dengan klem kedua. Bila kapsul sulit dicabut, pisahkan secara hati- hati sisa jaringan ikat yang melekat pada kapsul dengan menggunakan kassa atau scalpel.
23. Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut. Gunakan 1 teknik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya. Hitung kapsul untuk memastikan semua sudah dicabut.
D. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE POP OUT
24. Raba ujung-ujung kapsul di daerah siku untuk memilih salah satu kapsul yang lokasinya terletak ditengah-tengah dan mempunyai jarak yang sama dengan uung kapsul yang lainnya.
25. Dorong ujung bagian atas kapsul (dekat bahu klien) yang telah dipilih tadi dengan menggunakan jari.
Dorong kapsul dengan hati-hati untuk mengurangi risiko putusnya kapsul.
26. Pada saat ujung bagian bawah kapsul (dekat siku) tampak jelas di bawah kulit, buat insisi kecil (2-3 mm) di atas ujung kapsul dengan scapel.
27. Lakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya pada ujung bagian bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul tersebut tepat berada di bawah insisi.
Gunakan penekanan se-ringan mungkin untuk memunculkan kapsul 28. Masukkan ujung tajam scalpel ke dalam luka insisi sampai terasa
menyentuh ujung kapsul, bila perlu potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung kapsul sambil tetap memegang kapsul dengan ibu jari dan telunjuk.
Bila akan menggunakan skalpel untuk memotong jaringan ikat yang menutupi ujung bawah kapsul harus hati-hati jangan sampai kapsul ikut terpotong.
29. Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi dengan kedua ibu jari sehingga ujung bawah kapsul terpapar keluar.
30. Tekan sedikit ujung atas kapsul (dekat bahu) sehingga kapsul muncul (pop out) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan dicabut.
Setelah kapsul pertama dapat dicabut, kapsul berikutnya akan muncul dengan menggunakan teknik yang sama.
Setelah kapsul berhasil dicabut, taruh dalam mangkok kecil yang berisi klorine 0,5% untuk dekontaminasi sebelum dibuang.
E. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE TEKNIK ”U”
31. Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara kapsul 3 dan 4 lebih kurang 5 mm dari ujung kapsul dekat siku.
32. Buat insisi kecil memanjang sejajar diantara sumbu panjang kapsul dengan menggunakan scalpel.
33. Masukkan ujung klem pemegang implan secara hati-hati melalui luka insisi.
34. Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan ujung jari telunjuk sejajar kapsul.
35. Masukkan kelm lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul lebih kurang 5 mm di atas ujung bawah kapsul.
Setelah kapsul terjepit, tarik ke arah insisi (1) dan balikkan pegangan klem 1800 ke arah bahu klien (2) untuk memaparkan ujung bawah kapsul.
36. Bersihkan kapsul dari ujung jaringan yang mengelilinginya dengan menggosok menggunakan kassa steril untuk memaparkan ujung bawah kapsul sehingga mudah dicabut.
37. Gunakan klem lengkung untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar.
Lepaskan klem pemegang implan dan cabut kapsul dengan pelan dan hati-hati. Simpan kapsul yang telah dicabut dalam mangkuk kecil yang berisi klorine 0,5%.
38. Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut. Gunakkan teknik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya.
39. Hitung semua kapsul untuk memastikkan tidak ada yang tertinggal.
40. Bersihkan tempat insisi dan sekitarnya dengan menggunakan kassa.
41. Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid 42. Dekontaminasi alat yang sudah digunakan
43. Buka sarung tangan dan cuci tangan dengan teknik pencegahan infeksi
F. KONSELING PASCA PENCABUTAN
44. Beritahu klien untuk menjaga luka insisi tetap kering dan bersih selama 48 jam. Beritahu klien untuk kembali ke klinik apabila terdapat tanda-tanda infeksi .
45. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1
2
3 4
5 6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK PEMASANGAN IMPLAN-1
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentuk8’an pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA
PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. KONSELING PRA PEMASANGAN
1. Sapa klien dengan ramah dan hangat
2. Tanyakan tujuan reproduksi dan alasan penggunaan Implan-1 2 3. Pastikan klien calon pengguna yang sesuai untuk Implan-1 3 4. Pastikan klien memahami efek samping, alasan memilih dan 4
kekhawatiran terkait dengan Implan-1
5. Jelaskan proses dan apa yang dirasakan klien selama dan 5 setelah pemasangan Implan-1
B. PEMASANGAN KAPSUL IMPLAN -1 PERSIAPAN
6. Pastikan klien telah mencuci lengan atasnya sebersih mungkin 1 7. Tentukan tempat pemasangan implan di lengan atas 2
8. Beri tanda pada tempat pemasangan 3
9. Pastikan ketersediaan instrument steril/DTT dan Implan-1 4 Alat-alat steril :
a. Bak Instrumen b. Handschoon 1 pasang c. Spuit 5 cc
d. Implan-1 e. Kassa steril f. Duk bolong steril Obat-obatan/ habis pakai :
a. Lidocain 1 % b. Aquabidest c. Betadine
d. Plester / Band aid Alat Dekontaminasi/ PI:
a. Tempat cuci tangan
b. Waskom berisi larutan klorine.
c. Tempat sampah medis dan non medis d. Pola Implan dan alat tulis anti air C. TINDAKAN PRA PEMASANGAN
10. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
11. Memasang alas di bawah lengan klien 12. Memakai celemek
13. Cuci dan keringkan tangan petugas 14. Buat pola
15. Pakai sarung tangan steril/DTT
16. Usap tempat pemasangan dengan larutan antiseptic 17. Pasang kain penutup steril/DTT di tempat pemasangan
Implan-1
D. PEMASANGAN KAPSUL IMPLAN-1 18. Suntikkan anestesi local secara intrakutan.
19. Lanjutkan dengan anestesi subdermal di tempat insisi dan alur pemasangan implan- 1
20. Uji efek anestesi sebelum melakukan insisi pada kulit.
21. Regangkan kulit tempat insersi dengan ibu jari dan telunjuk 22. Tusukan ujung jarum dengan membuat sudut 30o
23. Lepaskan kulit
24. Arahkan aplikator mendatar
25. Angkat kulit dengan ujung jarum, tetapi tetap jaga jarum berada di subdermal
26. Sewaktu mengangkat kulit masukan jarum keseluruhan tanpa dipaksa ( menjaga tetap subdermal)
27. Pertahankan aplikator sejajar dengan kulit 28. Lepaskan pengaman obturator
29. Putar obturator 90o
30. Sejajarkan obturator dengan lengan atas menggunakan 1 tangan, tangan lain menarik perlahan jarum keluar dari lengan 31. Periksa jarum dan pastikan implant tidak ada lagi
32. Selalu pastikan untuk meraba implanon 33. Minta pasien untuk meraba juga
E. PEMASANGAN KAPSUL IMPLANON NXT 34. Suntikkan anestesi local secara intrakutan.
35. Lanjutkan dengan anestesi subdermal di tempat insisi dan alur pemasangan implan-1
36. Uji efek anestesi sebelum melakukan insisi pada kulit.
37. Tusuk kulit dengan aplikator pada sudut 30 derajat. Masukan hanya bagian miring dari jarum
38. Turunkan aplikator ke posisi horizontal 39. Angkat kulit dengan ujung jarum
40. Tusuk jarum hingga seluruh panjang jarum.
41. Buka penggeser ungu dengan mendorong sedikit ke bawah 42. Geser penggeser ungu sepenuhnya sampai berhenti
43. Lepaskan aplikator dengan hati-hati dan biarkan implant tetap di tempatnya.
F. TINDAKAN PASCA PEMASANGAN
44. Dekatkan ujung-ujung insisi, kemudian tutup dengan band-aid 45. Beri balutan tekan pada tempat insisi dan pemasangan Implan-
1
46. Lakukan dekontaminasi peralatan dan sampah medic 47. Buang peralatan dan bahan habis pakai ketempatnya 48. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin 49. Cuci dan keringkan tangan petugas
50. Lepaskan celemek
G. KONSELING PASCA PEMASANGAN
51. Gambar posisi kapsul dan buat catatan khusus di rekam medik 52. Jelaskan pada klien cara merawat luka dan kondisi yang
membuat klien harus datang ke klinik seperti tanda-tanda infeksi
53. Beritahu klien untuk menjaga luka insisi tetap kering dan bersih selama 5 hari.
54. Jelaskan bahwa klien dapat datang ke klinik untuk konsultasi, kontrol dan mencabut Implan-1
55. Observasi klien selama 5 menit sebelum ia pulang.
56. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan JUMLAH SKOR :
JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1
2
3 4
5 6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK PENCABUTAN IMPLAN-1
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN
1. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
2. Minta klien untuk mencuci tangannya dengan sabun dan air mengalir, serta membilasnya.
3. Tutup tempat tidur klien dengan kain yang bersih dan kering.
4. Persilahkan klien berbaring dengan tangan yang terpasang kapsul implan berada pada posisi yang memudahkan untuk melakukan pencabutan.
5. Memasang alas di bawah lengan klien 6. Memakai celemek
7. Raba kedua kapsul untuk menentukan lokasinya. Untuk menentukan tempat insisi, raba ujung kapsul dekat lipatan siku.
8. Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung setiap kapsul dengan menggunakan spidol.
9. Siapkan tempat dan alat steril tanpa menyentuh alat di dalamnya.
Alat-alat steril : k. Bak Instrumen l. Handschoon 1 pasang m. Spuit 5 cc
n. Scalpel/ bisturi o. Klem lengkung 2 p. Klem U
q. Gunting implan (kecil) r. Kassa steril
s. Kom kecil
t. Duk bolong steril*) jika diperlukan Obat-obatan/ habis pakai :
e. Lidocain 1 % f. Aquabidest g. Betadine
h. Plester / Band aid Alat Dekontaminasi/ PI:
d. Tempat cuci tangan
e. Waskom berisi larutan klorine f. Tempat sampah medis dan non medis B. TEKNIK ANESTESI
10. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk pribadi yang bersih.
11. Pakai sarung tangan steril / DTT
12. Atur alat-alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai.
13. Usap tempat pencabutan dengan kassa ber-antiseptik. Gunakan klem steril / DTT untuk memegang kassa. Mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar.
14. Tutupi lengan bawah dengan kain steril
15. a. Isi alat suntik dengan 3 ml obat anastesi lidocain 1%.
b. Masukan jarum tepat ke bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat, kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah.
c. Suntikkan sedikit obat anastesi untuk mebuat gelembung kecil di bawah kulit.
d. Masukan jarum secara hati-hati di bawah ujung kapsul sampai lebih kurang sepertiga panjang kapsul, tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikkan obat anastesi.
e. Ulangi proses ini sampai seluruh ujung kapsul teranestesi.
C. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE STANDAR
16. Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua kapsul, kira-kira 5 mm dari ujung bawah kapsul pastikan tidak ada ujung kapsul yang berada di bawah insisi lama untuk mencegah terpotongnya kapsul saat melakukan insisi.
17. Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih kurang 4 mm dengan menggunakan scalpel .
18. Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat tempat insisi.
19. Dorong ujung kapsul ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung kapsul tampak pada luka insisi. Saat ujung kapsul tampak pada luka insisi, masukkan klem lengkung dengan lengkungan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung kapsul dengan klem tersebut.
20. Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara menggosok-gosok, memakai kassa steril untuk memaparkan ujung ke bawah kapsul. Bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara digosok dengan kassa steril, dapat menggunakan scalpel secara hati-hati.
21. Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua 22. Lepaskan klem pertama dan cabut kasul secara pelan dan hati-hati
dengan klem kedua. Bila kapsul sulit dicabut, pisahkan secara hati- hati sisa jaringan ikat yang melekat pada kapsul dengan menggunakan kassa atau scalpel.
D. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE POP OUT
23. Raba ujung-ujung kapsul di daerah siku untuk memilih salah satu kapsul yang lokasinya terletak ditengah-tengah dan mempunyai jarak yang sama dengan uung kapsul yang lainnya.
24. Dorong ujung bagian atas kapsul (dekat bahu klien) yang telah dipilih tadi dengan menggunakan jari.
Dorong kapsul dengan hati-hati untuk mengurangi risiko putusnya kapsul.
25. Pada saat ujung bagian bawah kapsul (dekat siku) tampak jelas di bawah kulit, buat insisi kecil (2-3 mm) di atas ujung kapsul dengan scapel.
26. Lakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya pada ujung bagian bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul tersebut tepat berada di bawah insisi.
Gunakan penekanan se-ringan mungkin untuk memunculkan kapsul 27. Masukkan ujung tajam scalpel ke dalam luka insisi sampai terasa
menyentuh ujung kapsul, bila perlu potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung kapsul sambil tetap memegang kapsul dengan ibu jari dan telunjuk.
Bila akan menggunakan skalpel untuk memotong jaringan ikat yang menutupi ujung bawah kapsul harus hati-hati jangan sampai kapsul ikut terpotong.
28. Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi dengan kedua ibu jari sehingga ujung bawah kapsul terpapar keluar.
29. Tekan sedikit ujung atas kapsul (dekat bahu) sehingga kapsul muncul (pop out) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan dicabut.
Setelah kapsul berhasil dicabut, taruh dalam mangkok kecil yang berisi klorine 0,5% untuk dekontaminasi sebelum dibuang.
E. TEKNIK PENCABUTAN IMPLAN METODE TEKNIK ”U”
30. Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara kapsul 3 dan 4 lebih kurang 5 mm dari ujung kapsul dekat siku.
31. Buat insisi kecil memanjang sejajar diantara sumbu panjang kapsul dengan menggunakan scalpel.
32. Masukkan ujung klem pemegang implan secara hati-hati melalui luka insisi.
33. Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan ujung jari telunjuk sejajar kapsul.
34. Masukkan kelm lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul lebih kurang 5 mm di atas ujung bawah kapsul.
Setelah kapsul terjepit, tarik ke arah insisi (1) dan balikkan pegangan klem 1800 ke arah bahu klien (2) untuk memaparkan ujung bawah kapsul.
35. Bersihkan kapsul dari ujung jaringan yang mengelilinginya dengan menggosok menggunakan kassa steril untuk memaparkan ujung bawah kapsul sehingga mudah dicabut.
36. Gunakan klem lengkung untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar.
Lepaskan klem pemegang implan dan cabut kapsul dengan pelan dan hati-hati. Simpan kapsul yang telah dicabut dalam mangkuk kecil yang berisi klorine 0,5%.
37. Bersihkan tempat insisi dan sekitarnya dengan menggunakan kassa.
38. Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid 39. Dekontaminasi alat yang sudah digunakan
40. Buka sarung tangan dan cuci tangan dengan teknik pencegahan infeksi
F. KONSELING PASCA PENCABUTAN
41. Beritahu klien untuk menjaga luka insisi tetap kering dan bersih selama 48 jam. Beritahu klien untuk kembali ke klinik apabila terdapat tanda-tanda infeksi .
42. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM :
NILAI = JUMLAH SKOR x 100 JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1
2 3
4 5
6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK PEMASANGAN AKDR/ IUD
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN Persiapan Alat : a. IUD Set (steril) :
a. Bak instrumen besar b. Kom kecil
c. Spekulum cusco1 buah (sesuai ukuran pasien) d. sonde lengkung 1 buah
e. Tampontang f. Gunting Benang
g. Beberapa kassa (3-5 buah) b. Barang/ bahan habis pakai :
a. Betadine b. Clorine
c. Albotil *) jika diperlukan d. Sabun cuci tangan c. Korentang tertutup d. Perlak alas bokong e. Selimut / kain tertutup f. Waskom/ ember besar g. Tempat cuci tangan h. Celemek
i. Bengkok / nierbeken j. Lampu sorot
k. Tempat sampah mendis, non medis, dan umum B. KONTEN
KONSELING AWAL
1. Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri anda dan tanyakan tujuan kedatangannya
2. Berikan informasi umum tentang Keluarga Berencana
3. Berikan informasi tentang jenis kontrasepsi yang tersedia dan keuntungan-keterbatasan dari masing-masing jenis kontrasepsi (termasuk perbedaan antara kontap dan metode reversible) :
a. Tunjukkan dimana dan bagaimana alkon tersebut digunakan b. Jelaskan bagaimana cara kerja alkon tsb
c. Jelaskan kemungkinan efek samping masalah dan masalah kesehatan lain yang mungkin akan dialami
d. Jelaskan efek samping yang umumnya sering dialami oleh klien 4. Jelaskan apa yang bisa diperoleh dari kunjungannya
5. Berikan jaminan akan kerahasiaan yang diperlukan klien
6. Kumpulkan data-data pribadi klien (nama, alamat, dan sebagainya) 7. Tanyakan tujuan reproduksi (KB) yang diinginkan (apakah klien ingin
mengatur jarak kelahiran atau ingin membatasi jumlah anaknya) 8. Tanyakan agama/ kepercayaan yang dianut klien, yang mungkin
menentang penggunaan salah satu metode KB
9. Diskusikan kebutuhan, pertimbangan, dan kekhawatiran klien dengan sikap yang simpatik
10. Bantulah klien untuk memilih metode yang tepat
11. Jelaskan kemungkinan-kemungkinan efek samping AKDR Cu T 380 A, sampai benar-benar dimengerti oleh klien
KONSELING PRA-PEMASANGAN & SELEKSI KLIEN
12. Lakukan seleksi klien (anamnesis) secara cermat untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan untuk menggunakan AKDR.
Riwayat kesehatan Reproduksi :
a. Tanggal haid terakhir, lama haid, dan pola perdarahan haid b. Paritas dan riwayat persalinan yang terakhir
c. Riwayat kehamilan ektopik d. Nyeri yang hebat setiap haid
e. Anemia yang berat (Hb < 9 gram % atau Hematokrit < 30) f. Riwayat Infeksi Sistem Genitalia (ISG), Penyakit Menular Seksual
(PMS) atau infeksi panggul
g. Berganti-ganti pasangan (risiko ISG tinggi) h. Kanker serviks
13. Jelaskan bahwa perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan panggul dan jelaskan apa yang akan dilakukan dan persilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan.
PEMERIKSAAN PANGGUL
14. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
15. Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kemihnya dan mencuci area genitalia dengan menggunakan sabun dan air.
16. Bantu klien untuk naik ke meja pemeriksaan
17. Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun, keringkan dengan kain bersih
18. Memasang alas bokong dan memakai celemek
19. Palpasi daerah perut dan periksa apakah ada nyeri, benjolan, atau kelainan lainnya di daerah supra pubik
20. Kenakan kain penutup pada klien untuk pemeriksaan panggul 21. Atur arah sumber cahaya untuk melihat serviks
22. Pakai sarung tangan DTT
23. Atur penempatan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam wadah steril dan DTT
24. Lakukan Inspeksi pada genitalia eksterna
25. Palpasi kelenjar skene dan bartholini amati adanya nyeri atau duh (discharge) vagina
26. Masukkan spekulum vagina 27. Lakukan pemeriksaan inspekulo :
a. Periksa adanya lesi atau keputihan pada vagina b. Inspeksi serviks
28. Keluarkan spekulum dengan hati-hati dan letakkan kembali pada tempat semula dengan tidak menyentuh peralatan lain yang belum digunakan
29. Lakukan pemeriksaan bimanual : a. Pastikan gerakan serviks bebas b. Tentukan besar dan posisi uterus c. Pastikan tidak ada kehamilan
d. Pastikan tidak ada infeksi atau tumor pada adneksa 30. Lakukan pemeriksaan rektovaginal (bila ada indikasi) :
a. Kesulitan menentukkan besar uterus retroversi b. Adanya tumor pada kavum douglasi
31. Celupkan dan bersihkan sarung tangan dalam larutan klorin 0,5%
kemudian buka secara terbalik dan rendam dalam klorine TINDAKAN PRA-PEMASANGAN
32. Jelaskan proses pemasangan AKDR dan apa yang akan klien rasakan pada saat proses pemasangan dan setelah pemasangan dan persilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan.
33. Masukkan lengan AKDR Cu T 380 A di dalam kemasan sterilnya : a. Buka sebagian plastik penutupnya dan lipat ke belakang
b. Masukkan pendorong ke dalam tabung inserter tanpa menyentuh benda tidak steril
c. Letakkan kemasan pada tempat pada tempat yang datar d. Selipkan karton pengukur di bawah lengan AKDR
e. Pegang kedua ujung lengan AKDR dan dorong tabung inseter sampai ke pangkal lengan sehingga lengan akan melipat
f. Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung inserter, tarik tabung inserter dari bawah lipatan lengan
g. Angkat sedikit tabung inserter, dorong dan putar untuk memasukkan lengan AKDR yang sudah terlipat tersebut ke dalam tabung inserter
34. Pakai sarung tangan DTT yang baru
35. Pasang spekulum vagina untuk melihat serviks
36. Usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik 2 sampai 3 kali 37. Jepit serviks dengan tenakulum secara hati-hati (tarik pertama) 38. Masukkan sonde uterus dengan “teknik tidak menyentuh” (no touch
technique) yaitu secara hati-hati memasukkan sonde ke dalam kavum uteri dengan sekali masuk tanpa menyentuh dinding vagina ataupun bibir spekulum
39. Tentukan posisi dan kedalaman kavum uteri dan keluarkan sonde 40. Ukur kedalaman kavum uteri pada tabung inserter yang masih berada
di dalam kemasan sterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung inserter, kemudian buka seluruh plastik penutup kemasan.
41. Angkat tabung AKDR dari kemasannya tanpa menyentuk permukaaan yang tidak steril. Hati-hati jangan sampai pendorongnya terdorong.
42. Pegang tabung AKDR dengan leher biru dalam posisi horizontal (sejajar lengkan AKDR). Sementara melakukan tarikan hati-hati pada tenakulum, masukkan tabung inserter ke dalam uterus sampai leher biru menyentuh serviks atau sampai terasa adanyan tahanan.
43. Pegang serta tahan tenakulum dan pandorong dengan satu tangan.
44. Lepaskan lengan AKDR dengan menggunakan teknik withdrawal yaitu menarik keluar tabung inserter sampai pangkal pendorong dengan tetap menahan pendorong.
45. Keluarkan pendorong, kemudian tabung inserter didorong kembali ke serviks sampai leher biru menyentuh serviks atau terasa adanya tahanan.
46. Keluarkan sebagian dari tabung inserter dan gunting benang AKDR kurang lebih 3-4 cm.
47. Keluarkan seluruh tabung inserter, buang ke tempat sampah terkontaminasi.
48. Lepaskan tenakulum dengan hati-hati, rendam dalam larutan klorine 0,5%
49. Periksa serviks dan bila ada perdarahan dari tempat bekas jepitan tenakulum, tekan dengan kassa selama 30-60 detik
50. Keluarkan spekulum dengan hati-hati, rendam dalam larutan klorine 0,5%
TINDAKAN PASCA PEMASANGAN
51. Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai dalam larutan klorine 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi
52. Buang bahan-bahan yang sudah tidak dipakai lagi (kassa, sarung tangan sekali pakai) ke tempat yang sudah disediakan
53. Celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan klorine 0,5%, bersihkan cemaran pada sarung tangan, buka secara terbalik dan rendam dalam klorine 0,5%
54. Bereskan alas dan buka celemek 55. Cuci tangan dengan air dan sabun
56. Pastikan klien tidak mengalami kram hebat dan amati selama 15 menit sebelum memperbolehkan klien pulang.
KONSELING PASCA PEMASANGAN
57. Ajarkan klien bagaimana cara memeriksa sendiri benang AKDR dan kapan harus dilakukan
58. Jelaskan pada klien apa yang harus dilakukan bila mengalami efek samping
59. Beritahu kapan klien harus datang kembali ke klinik untuk kontrol 60. Ingatkan kembali masa pemakaian AKDR Cu T 380 A adalah 10 tahun 61. Yakinkan klien bahwa ia dapat datang ke klinik setiap saat bila
memerlukan konsultasi, pemeriksaan medik, atau bila menginginkan AKDR tersebut dicabut
62. Minta klien untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah diberikan.
63. Lengkapi rekam medik dan kartu AKDR untuk klien Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1 2 3 4
5
Bandung, ………20…
Penguji,
(___________________________)
DAFTAR TILIK
PEMASANGAN AKDR/ IUD PASCA PLASENTA
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 4. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
5. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
6. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN Persiapan Alat : l. IUD Set (steril) :
a. Bak instrumen besar b. Kom kecil
c. Spekulum sims d. Ringed forcep
e. Forsep lengkung Kelly panjang 12 f. Gunting Benang Mayo
g. doek
h. Beberapa kassa (3-5 buah) 2. Barang/ bahan habis pakai :
a. Betadine b. Clorine
c. Albotil *) jika diperlukan d. Sabun cuci tangan 3. Korentang tertutup 4. Perlak alas bokong 5. Selimut / kain tertutup 6. Waskom/ ember besar 7. Tempat cuci tangan 8. Celemek
9. Bengkok / nierbeken 10. Lampu sorot
11. Tempat sampah mendis, non medis, dan umum B. KONTEN
KONSELING AWAL
1. Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan
2. Berikan jaminan akan kerahasiaan yang diperlukan klien
3. Tanyakan agama/ kepercayaan yang dianut klien, yang mungkin menentang penggunaan salah satu metode KB
4. Diskusikan kebutuhan, pertimbangan, dan kekhawatiran klien dengan sikap yang simpatik
5. Jelaskan kemungkinan-kemungkinan efek samping AKDR pasca plasenta sampai benar-benar dimengerti oleh klien
TINDAKAN PRA PEMASANGAN
6. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
7. Atur arah sumber cahaya untuk melihat serviks
8. Lakukan palpasi uterus untuk mengevaluasi ketinggian fundus dan kontraksi, dan jika perlu pijat uterus unntuk mendiring kontraksi yang stabil
9. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 10. Pakai sarung tangan steril baru
11. Tempatkan doek steril diatas perut bagian bawah klien dan dibawah bokong
TINDAKAN PEMASANGAN MENGGUNAKAN FORCEP KELLY PANJANG 12. Masukkan spekulum vagina dan visualisasikan serviks
13. Periksa laserasi atau robekan jalan lahir
14. Bersihkan serviks dan dinding vagina dengan larutan antiseptic, dan berikan waktu agar antiseptic bekerja.
15. Jepit portio anterior menggunakan ringed forcep
16. Pegang AKDR di dalam kemasan dengan forsep Kelly panjang 17. AKDR harus dipegang pada lengan vertical, lengan horizontal AKDR
harus sedikit keluar dari cincin forsep.
18. Tempatkan AKDR kearah lengkungan dalam forsep Kelly dengan benang AKDR jauh dari forsep.
19. Tarik perlahan ringed forcep penjepit portio 20. Masukan forcep Kelly melalui vagina dan serviks 21. Lakukan pemasangan sambil duduk
Bila berdiri akan membuat ringed forcep terlalu banyak mengarah kebelakang
22. Lepaskan forsep penjepit serviks, gerakan forsep Kelly keatas menuju fundus sambil tetap duduk
23. Berdiri dengan tangan diperut untuk konfirmasi ujung forsep telah mencapai fundus
24. Setelah forsep mencapai fundus , putar 45o kekanan untuk menempatkan lengan horizontal di fundus
25. Buka forsep untuk melepaskan AKDR
26. Lepaskan forsep secara perlahan dari rongga rahim
27. Biarkan sedikit terbuka daran arah ke samping mengikuti dinding lateral Rahim saat menarik forsep keluar kearah yang berlawanan 28. Tarik perlahan introitus dengan dua jari dan visualisasikan bagian
dalam vagina.
29. Benang AKDR terlihat melalui serviks :
a. Jika uterus kecil dan berkontraksi dengan baik, jangan lakukan apapun.
b. jika uterus besar, berarti AKDR tidak mencapai fundus, lepas AKDR dan pasang baru, menggunakan forsep steril baru dan AKDR steril baru
c. jahit robekan vagina
TINDAKAN PEMASANGAN MENGGUNAKAN INSERTER PANJANG 30. Pasang speculum vagina dan jepit portio dengan ringed forcep
31. Masukkan lengan AKDR Cu T 380 A di dalam kemasan sterilnya :
a. Buka sebagian plastik penutupnya dan lipat ke belakang
b. Masukkan pendorong ke dalam tabung inserter tanpa menyentuh benda tidak steril
c. Letakkan kemasan pada tempat pada tempat yang datar d. Selipkan karton pengukur di bawah lengan AKDR
e. Pegang kedua ujung lengan AKDR dan dorong tabung inseter sampai ke pangkal lengan sehingga lengan akan melipat
f. Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung inserter, tarik tabung inserter dari bawah lipatan lengan
g. Angkat sedikit tabung inserter, dorong dan putar untuk memasukkan lengan AKDR yang sudah terlipat tersebut ke dalam tabung inserter
32. Pasang AKDR
33. Lepaskan Ringed Forcep
34. Tekan fundus uteri dan dorong inserter kearah fundus sp terasa tahanan 35. Tarik inserter
36. Potong benang
TINDAKAN PEMASANGAN MENGGUNAKAN TANGAN 37. Pakai sarung tangan steril panjang sampai siku
38. Pasang speculum vagina dan jepit portio dengan ringed forcep 39. Lepas speculum
40. Pegang AKDR dengan memegang batang vertical diantara jari telunjuk dan jari tengah tangan dominan
41. Masukan tangan yang memegang AKDR kedalam vagina sampai ke fundus
42. Lepaskan ringed forcep dan letakan tangan non dominan di perut untuk memastikan tangan yang memegang AKDR telah mencapai fundus 43. Putar 45o tangan pemegang AKDR ke kanan untuk memposisikan
AKDR secara horizontal di fundus 44. Lepas AKDR
45. Gerakan tangan mendekati dinding lateral Rahim sebelum mengeluarkan tangan dari fundus
TINDAKAN PASCA PEMASANGAN
46. Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai dalam larutan klorine 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi
47. Buang bahan-bahan yang sudah tidak dipakai lagi (kassa, sarung tangan sekali pakai) ke tempat yang sudah disediakan
48. Celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan klorine 0,5%, bersihkan cemaran pada sarung tangan, buka secara terbalik dan rendam dalam klorine 0,5%
49. Bereskan alas dan buka celemek 50. Cuci tangan dengan air dan sabun
51. Pastikan klien tidak mengalami kram hebat dan amati selama 15 menit sebelum memperbolehkan klien pulang.
KONSELING PASCA PEMASANGAN
52. Ajarkan klien bagaimana cara memeriksa sendiri benang AKDR dan kapan harus dilakukan
53. Jelaskan pada klien apa yang harus dilakukan bila mengalami efek samping
54. Beritahu kapan klien harus datang kembali ke klinik untuk kontrol 55. Ingatkan kembali masa pemakaian AKDR Cu T 380 A adalah 10 tahun 56. Yakinkan klien bahwa ia dapat datang ke klinik setiap saat bila
memerlukan konsultasi, pemeriksaan medik, atau bila menginginkan AKDR tersebut dicabut
57. Minta klien untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah diberikan.
58. Lengkapi rekam medik dan kartu AKDR untuk klien
Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1 2 3 4
5
Bandung, ………20…
Penguji,
(___________________________)
DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN PAP SMEAR
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN
1.
Lingkungan nyaman dan privacy Persiapan alat dan bahan : a. Handscoen 1 pasang
b. Spekulum cocor bebek 1 buah c. Serviks Bruss/spatula 1 buah d. Gelas objek 1 buah
e. Botol khusus berisi etil alcohol 95 % 1 buah f. Formulir pemeriksaan sitology 1 lembar g. Lampu sorot/senter 1 buah
h. Waskom berisi larutan klorin 0,5 % 1 buah i. Selimut 1 lembar
j. Meja gynekologi
2. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
3. Beri penjelasan pada ibu atas tindakan yang akan dilakukan. Lakukan informed consent
4. Cuci tangan 7 langkah dengan sabun dan bilas di bawah air mengalir kemudian keringkan
B. KONTEN
5. Persilahkan pasien menanggalkan celana dalam dan membuka pakaian bawah, kemudian atur posisi litotomi di meja gynekologi
6. Memasang alas bokong dan memakai celemek 7. Atur lampu sorot ke arah vagina ibu.
8. Gunakan handscoen steril
9. Masukkan spekulum ke dalam vagina
a. Tangan kiri membuka labia minora, spekulum dipegang oleh tangan kanan, dalam keadaan tertutup kemudian masukkan ujungnya ke dalam introitus vagina dengan posisi miring.
b. Putar kembali spekulum 45° kebawah sehingga menjadi melintang dalam vagina kemudian didorong masuk lebih dalam ke arah forniks posterior sampai ke puncak vagina
c. Buka spekulum pada tangkainya secara perlahan-lahan dan atur sampai porsio terlihat dengan jelas
d. Kunci spekulum dengan mengencangkan bautnya kemudian e. ganti dengan tangan kiri yang memegang speculum
10. Masukan spatula ke dalam mulut rahim, ambil bahan dengan memutar spatula ke forniks posterior, anterior dan lateral (360° )
11. Apuskan spesimen yang telah diperoleh pada objek glass secara merata dengan ketebalan tidak terlalu tebal atau terlalu tipis
12. Semprotkan alkohol 90% ke objek glass 13.
Buka kunci spekulum, keluarkan dalam keadaan miring secara perlahan- lahan Keluarkan spekulum dari vagina, kemudian rendam dalam larutan chlorin 0,5 %
14. Sediaan dikeringkan/ditiriskan diudara kemudian diberi identitas siap dikirim ke laboratorium sitology
15. Rapihkan Pasien dan Bereskan alat serta buka celemek 16. Cuci tangan
17. Dokumentasi tindakan
18. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1
2
3 4
5 6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN IVA
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku Peserta Ujian :
NO NIM NAMA PESERTA UJI PARAF
1 1.
2 2.
3 3.
4 4.
5 5.
6 6.
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. PERSIAPAN
1.
Menyiapkan alat yang diperlukan a. Sarung tangan / Handscoen b. Spekulum cocor bebek/graves c. Tampon tang
d. Kom kecil e. Lidi kapas
f. Asam asetat 3-5% dalam botol g. Kassa steril dalam kom
h. Waskom berisi larutan klorin 0,5%
i. Selimut j. Lampu sorot k. Alas bokong bersih
l. Tempat sampah medis dan non medis
2. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
3. Beri penjelasan pada ibu atas tindakan yang akan dilakukan. Lakukan informed consent
4. Cuci tangan 7 langkah dengan sabun dan bilas di bawah air mengalir kemudian keringkan
B. KONTEN
5. 4 Persilahkan pasien menanggalkan celana dalam dan membuka pakaian bawah, kemudian atur posisi litotomi di meja gynekologi
6. Memasang alas bokong dan memakai celemek 7. 5 Atur lampu sorot ke arah vagina ibu.
8. 6 Gunakan handscoen steril 9. 7
Masukkan spekulum ke dalam vagina
a. Tangan kiri membuka labia minora, spekulum dipegang oleh tangan kanan, dalam keadaan tertutup kemudian masukkan ujungnya ke dalam introitus vagina dengan posisi miring.
b. Putar kembali spekulum 45° kebawah sehingga menjadi melintang dalam vagina kemudian didorong masuk lebih dalam ke arah forniks posterior sampai ke puncak vagina
c. Buka spekulum pada tangkainya secara perlahan-lahan dan atur sampai porsio terlihat dengan jelas
d. Kunci spekulum dengan mengencangkan bautnya kemudian e. ganti dengan tangan kiri yang memegang spekulum
10. Memasukkan lidi kapas yang telah diberi asam asetat 3-5% ke dalam vagina sampai menyentuh porsio
11.
Mengoleskan lidi kapas ke seluruh permukaan porsio, lihat hasilnya : a. IVA negatif, artinya tidak ada tanda atau gejala kanker mulut rahim
atau serviks normal berbentuk licin, merah muda, bentuk porsio normal.
b. IVA radang, artinya serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya seperti polip serviks
c. IVA positif yaitu ditemukan bercak putih (aceto white epithelium).
Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan screening kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis serviks prakanker.
d. IVA kanker serviks, pertumbuhan seperti bunga kol, dan pertumbuhan mudah berdarah.
12. Membersihkan porsio dengan kasa steril menggunakan tampon tang 13. Mengeluarkan spekulum dari vagina dan Merendam alat dalam larutan
klorin 0,5%
14. Rapihkan Pasien dan Bereskan alat serta buka celemek 15. Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir
16. Beritahu hasilnya dan beritahu rencana selanjutnya dengan jelas dan lengkap
17. Dokumentasi tindakan
18. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI : CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1 2 3 4 5 6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________
DAFTAR TILIK
KONSELING KB DENGAN ABPK
Petunjuk Penilaian :
(Agar Tertib Administrasi, mohon data-data diisi lengkap dan berikan tanda tangan dan nama lengkap) 1. Isilah dengan lengkap semua data-data pada kolom yang tersedia dibawah ini.
2. Isilah penilaian dengan mengisi skor bobot yang sudah ditentukan pada kolom yang tidak diwarnai (kolom yang polos)
3. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan hasil pengamatan berdasarkan langkah kerja sesuai dengan daftar tilik.
Kriteria Penilaian (skor) :
0 : Langkah keria/ kegiatan tidak dilakukan atau dilakukan tetapi tidak tepat dan tidak benar 1 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
TB : Tidak Berlaku
NO LANGKAH KERJA PESERTA UJI
1 2 3 4 5 6
A. UNTUK SEMUA KLIEN
1. Membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan berdo’a sebelum melakukan tindakan
2. Menyambut kedatangan klien dengan hangat dan penuh hormat 3. Mengundang/mendorong klien untuk bebas bertanya selama interaksi 4. Bertanya dan menggali alasan kunjungan klien
5. Bila diperlukan merujuk pada halaman ”kebutuhan khusus”
B. UNTUK PASIEN KUNJUNGAN ULANG
6. Bertanya apakah klien puas dengan metode yang dipakai
7. Bertanya apakah klien mempunyai masalah dengan metode yang dipakai, misalnya merasa tidak nyaman dengan metode, kecemasan adanya efek samping, ataupun ketakutan-ketakutan karena pemakaian metode
8. Memeriksa ada tidaknya perubahan status kesehatan atau kebutuhan klien 9. Mengajak klien untuk memilih suatu tindakan
C. UNTUK KLIEN BARU, ATAU KLIEN YANG DATANG KEMBALI UNTUK MENGGANTI METODE BARU
10. Bertanya apakah klien telah mempunyai pemikiran tentang suatu metode 11. Mendiskusikan metode-metode yang sesuai dengan kebutuhan dan
keadaan klien
12. Menggugah perasaan klien (positif atau negative) tentang penggunaan suatu metode, seperti rumor yang pernah didengar, kecemasan dan ketakutan kemungkinan timbul efek samping
13. Mengajak klien untuk memilih suatu metode 14. Membahas tentang pilihan perlindungan ganda
15. Memeriksa apakah klien tetap pada pilihan perlindungan ganda 16. Mendiskusikan hal-hal penting dari metode terpilih
17. Memeriksa apakah secara medis klien memenuhi syarat penggunaan suatu metode
18. Membahas kemungkinan efek samping
19. Menjelaskan bagaimana cara menggunakan metode, termasuk apa yang dapat mereka harapkan, kapan mereka harus kembali.
20. Memeriksa apakah klien memahami informasi teknis
21. Menentukan bersama klien kapan akan mulai menggunakan metode 22. Menyampaiakan ke klien hal-hal yang harus diingat selama memakai
metode, termasuk penjelasan tentang tanda-tanda bahaya 23. Memeriksa apakah klien yakin dengan penggunaan metode
24. Menawarkan kondom untuk digunakan sebagai perlindungan ganda dan atau sebagai back up
25. Menggunakan halaman tambahan untuk membantu penjelasan metode D. SELAMA INTERAKSI (UNTUK SEMUA TIPE KLIEN)
26. Menjaga kontak mata dengan klien
27. Menanggapi semua pernyataan dan pertanyaan klien
28. Mendorong klien untuk kembali apabila mengalami masalah, mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran
29. Menjelaskan konsep teknis dengan bahasa yang dipahami klien 30. Mendorong klien untuk membuat suatu keputusan
31. Terlihat nyaman dlaam menggunakan flipchart 32. Menggunakan tab pada saat yang tepat
33. Bila perlu, meminta klien mengamati dan menunjuk pada hal tertentu dari halaman untuk klien pada flipchart
34. Menggunakan flipchart selama waktu konsultasi 35. Membaca “Alhamdulillah” setelah melakukan tindakan
JUMLAH SKOR : JUMLAH ITEM : NILAI = JUMLAH SKOR x 100
JUMLAH ITEM
NILAI :
CATATAN PERIHAL PESERTA UJI :
No Nama Peserta Uji Critical Point
1 2
3 4
5 6
Bandung, ………20…
Penguji,
____________________________