DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN DI SEKOLAH
SMP ISLAM AL-AZHAR BSD@METLAND
Karya Tulis ini Disusun untuk
Memenuhi Salah Satu Kewajiban Siswa Kelas IX di SMP Islam Al-Azhar BSD@Metland
Oleh:
NATASHA ABIGAIL (212207045)
SMP ISLAM AL-AZHAR BSD@METLAND INSPIRING, BUILDING CHARACTER
DESEMBER-MARET 2023/2024
Jl. Boulevard Metland Cileungsi Sektor 4, Cipenjo, Kec. Cileungsi,
Kab. Bogor Provinsi. Jawa Barat Kode Pos 16820
LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis Berjudul
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN DI SEKOLAH SMP ISLAM AL-AZHAR BSD@METLAND
Telah Disetujui dan Disahkan oleh :
Pembimbing (Risna Arifiani, S.Pd)
Penguji I Penguji II
(nama lengkap dan gelar) (nama lengkap dan gelar)
Mengetahui,
Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD@Metland Wali Kelas
(Abdul Jawad, H.R.,M.Pd.) (Fachrurozi,S.Pd)
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamiin, Puji dan Syukur semata tercurahkan Kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya sehingga kami dapat menyusun program Karya Tulis Ilmiah tahun pelajaran 2023/2024. Program ini merupakan salah satu bagian dari langkah akhir pembelajaran berbasis STEAM dengan harapan siswa mampu berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW.
Program Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai pedoman untuk membina, melaksanakan, meningkatkan, dan menunjang keberhasilan kegiatan karya tulis yang
dilaksanakan di jenjang SMP. Pembina sebagai pembimbing dan pengarah peserta didik atau anggota di sekolah yang diberi tugas untuk mengawasi, membimbing, memotivasi dan mengarahkan dan menyelesaikan masalah peserta didik agar selalu memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat mempermudah pembimbing maupu siswa dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu pemenuhan syarat kelulusan.
Program karya tulis ilmiah ini dapat tersusun dengan berkat bantuan dan atensi dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:
• Kepala SMP Islam AL – Azhar BSD @Metland, Bapak Abdul Jawad H.R., M.Pd.
• Wakil Kepala SMP Islam AL – Azhar BSD @Metland, Dedi Suhandi S,Si.
• Guru-guru dan staf tata usaha.
Kami menyadari dengan tersusunnya program kerja ini masih banyak kekurangannya, sehingga kami mengharap kritik dan saran dari semua pihak agar program kerja ini sempurna sehingga dapat dijadikan sebagai acuan permanen di dalam upaya peningkatan
pengembangan diri peserta didik.
Bogor, 12 Desember 2023 Pembina,
Risna Arifiani, S.Pd
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN... I KATA PENGANTAR... II DAFTAR ISI...III
BAB I PENDAHULUAN...
1.1 Latar Belakang...
1.2 Rumusan Masalah...
1.3 Tujuan Penelitian...
1.4 Manfaat Penelitian...
BAB II LANDASAN TEORI...
2.1 Pengertian Covid 19...
2.2 Karakteristik Covid 19...
2.3 Macam-Macam Covid 19...
2.4 Manfaat Covid 19...
2.5 Dampak Covid 19 ...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN...
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian...
3.2 Metode Penelitian...
3.3 Objek Penelitian ...
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...
4.1 Hasil Penelitian...
BAB V PENUTUP...
5.1 Kesimpulan...
5.2 Saran-Saran...
DAFTAR PUSTAKA...
LAMPIRAN...
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid-19. Penyakit Corona virus 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut corona virus 2 (SARS-CoV-2). Sehingga berdampak kepada Masyarakat, Mahasiswa dan Siswa Siswi SMP Al-Azhar BSD@Metland, banyak mereka yang tidak bisa bertemu langsung di kampus, sekolah atau di tempat umum. Berdasarkan Riset Nielsen yang bertajuk “Race Against the Virus, Indonesian Consumer Response towards COVID-19” mengungkapkan bahwa sebanyak 50% masyarakat Indonesia mulai mengurangi aktivitas di luar rumah, dan 30% di antaranya mengatakan bahwa mereka berencana untuk lebih sering berbelanja online. Begitu juga kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan dari rumah bahkan bekerja pun dilakukan dari rumah dengan tujuan agar bisa mengurangi penularan Covid-19.
Sudah hampir dua tahun lebih stay at home (tinggal dirumah) dan Work From Home (bekerja dari rumah) , Study At Home (belajar di rumah) bagi para pelajar serta E-Learning bagi Mahasiswa sesuai dengan program pemerintah untuk memutus rantai pandemi covid-19 (Corona Virus Disease) yang sangat mematikan orang kalau sudah kena virus tersebut, Bukan hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia. Banyak menafsirkan bahwa Covid- 19 ini adalah sebagai teguran kepada umat manusia agar semua kembali peduli terhadap ciptaan Tuhan, Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid- 19. Penyakit Corona virus 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut corona virus 2 (SARS-CoV-2). Penyakitiini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, ibukota provinsi Hubei China, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemic korona virus 2019-20 yang sedang berlangsung.
Manusia merupakan mahluk sosial yang memungkinkan saling berinteraksi secara langsung sehingga tingkat penyebaran pandemi Covid-19 semakin pesat. Sehingga Pemerintah tengah menyiapkan aturan karantina kewilayahan atau lockdown untuk
memutuskan matarantai penyebaran virus corona atau COVID 19. Salah satu tujuan membatasi interaksi secara langsung. Bisa berawal dari batuk, demam, flu, pilek hingga menyebabkan sesak nafas dan meninggal.
Berbagai negara di dunia memberhentikan kegiatan pembelajaran baik itu di sekolah formal ataupun non formal guna mengurangi penyebaran Covid-19 termasuk Indonesia.
Sebagai gantinya, pemerintah solusi terhadap sistem pembelajaran dengan memberikan opsi untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar hanya dari rumah melalui bantuan koneksi internet, atau secara daring.
1. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ): Sejak pandemi, sekolah-sekolah di Indonesia beralih ke sistem PJJ. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, guru, dan orang tua. Tidak semua siswa memiliki akses ke internet atau perangkat yang memadai untuk belajar online.
2. Kesulitan dalam Mengajar dan Belajar: Guru harus menyesuaikan metode pengajaran mereka untuk format online, yang mungkin tidak seefektif pembelajaran tatap muka Siswa juga mungkin merasa sulit untuk fokus dan memahami materi secara online.
3. Kesejahteraan Psikologis: Isolasi dan tekanan dari belajar di rumah dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis siswa. Mereka mungkin merasa stres, cemas, atau kesepian
4. Kesenjangan Pendidikan: Pandemi juga memperjelas kesenjangan pendidikan di Indonesia. Siswa dari keluarga berpenghasilan rendah mungkin tidak memiliki akses ke sumber belajar online, yang dapat memperlebar kesenjangan pendidikan.
5. Pengurangan Interaksi Sosial: Dengan PJJ, siswa kehilangan banyak interaksi sosial yang biasanya mereka dapatkan di sekolah. Ini bisa mempengaruhi keterampilan sosial dan emosional mereka.
Hal ini sejalan dimana beberapa kebiasaan buruk siswa saat belajar terjadi akibat adanya ketidak mengertian peserta didik terhadap makna pembelajaran dan pendidikan. Situasi dan kondisi kebiasaan belajar yang buruk tersebut semestinya dapat diubah dan diperbaiki melalui bimbingan belajar yang efektif. Yaitu suatu bantuan kegiatan belajar yang diberikan pada peserta didik agar lebih memiliki pemahaman pada topik yang sedang dijelaskan oleh
guru dengan tujuan untuk mendapat hasil pembelajaran yang bermakna. Berbagai jenis layanan bimbingan dilaksanakan sebagai bentuk dari adanya bimbingan belajar. Namun masalah lainnya adalah keadaan ekonomi yang juga menjadi hambatan sehingga siswa dengan latar belakang ekonomi menengah kebawah bahkan mengalami pengalaman belajar yang tidak maksimal.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran di Sekolah Islam Al-Azhar BSD@Metland?
2. Apa saja tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19?
3. Bagaimana solusi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk memahami dampak pandemic Covid-19 terhadap proses belajar mengejar 2. Untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam
pembelajaran daring
3. Untuk mengetahui solusi yang dihadapi siswa dan guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
1.4 Manfaat Penelitian
1. Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
2. Dapat membantu mengidentifikasi masalah dan tantangan dalam lingkungan sekolah 3. Mendorong inovasi dan pengembangan solusi teknologi yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Covid 19
Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, jenis baru dari coronavirus. Nama 'Covid-19' merupakan singkatan dari 'Coronavirus Disease 2019', merujuk pada tahun virus ini pertama kali ditemukan. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di kota Wuhan, China. Sejak itu, virus ini telah menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan pandemi global.
Covid-19 bisa menyebar dari orang ke orang, biasanya melalui droplet ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Gejala umumnya termasuk demam, batuk kering, dan kelelahan. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan gejala yang lebih serius seperti kesulitan bernapas. Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak sosial. Vaksinasi juga telah menjadi alat penting dalam upaya mengendalikan penyebaran virus ini.
2.2 Karakteristik Covid-19
1. Pembatasan Fisik dan Pembelajaran Jarak Jauh: Salah satu dampak utama adalah adanya pembatasan fisik dan penutupan sekolah untuk mencegah penyebaran virus
2. Ketidaksetaraan Akses: Pandemi ini telah memperlihatkan ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap peralatan teknologi dan koneksi internet yang stabil.
3. Perubahan Kurikulum dan Metode Pengajaran: Pandemi ini juga memaksa perubahan dalam kurikulum dan metode pengajaran di sekolah. Guru dan sekolah harus menyesuaikan kurikulum dan mengembangkan metode pengajaran yang lebih cocok untuk pembelajaran
jarak jauh. Ini bisa melibatkan penggunaan platform online, rekaman video, atau materi pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri.
4. Keterlambatan Pembelajaran: Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi tantangan bagi beberapa siswa dalam hal memahami materi dan mempertahankan tingkat pembelajaran yang sama seperti ketika mereka berada di sekolah secara fisik. Beberapa siswa mungkin mengalami keterlambatan pembelajaran karena kurangnya interaksi langsung dengan guru dan teman sekelas.
2.3 Macam-Macam Covid-19
1. Virus Alfa (Alpha): Varian ini pertama kali diidentifikasi di Inggris pada bulan Desember 2020. Varian Alfa memiliki penyebaran yang lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya.
2. Virus Beta (Beta): Varian ini pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada bulan Desember 2020. Varian Beta juga memiliki penyebaran yang lebih cepat dan memiliki beberapa mutasi yang memengaruhi bagian virus yang terlibat dalam mengikat sel manusia.
3. Virus Gamma (Gamma): Varian ini pertama kali diidentifikasi di Brasil pada bulan November 2020. Varian Gamma juga memiliki penyebaran yang lebih cepat dan memiliki beberapa mutasi yang memengaruhi bagian virus yang terlibat dalam mengikat sel manusia.
4. Virus Delta (Delta): Varian ini pertama kali diidentifikasi di India pada bulan Oktober 2020. Varian Delta memiliki penyebaran yang sangat cepat dan telah menjadi varian dominan di banyak negara. Varian ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit yang lebih parah.
5. Virus Omicron adalah salah satu varian/turunan jenis baru dari virus Covid-19 yang dilaporkan pertama kali di Afrika Selatan. Virus ini memiliki sifat yang lebih menular dan mempengaruhi kekebalan tubuh (baik yang diperoleh oleh infeksi alami maupun vaksinasi).
2.4 Manfaat Covid-19
1. Meningkatkan Kesadaran Kesehatan: Pandemi telah membuat kita lebih sadar tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan. Kita menjadi lebih rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus.
2. Perkembangan Teknologi: Dengan adanya pembatasan sosial, banyak perusahaan dan individu yang beralih ke teknologi digital.
3. Menghargai Hubungan dan Kesejahteraan Mental: Kita menjadi lebih menghargai hubungan dengan orang lain dan lebih memperhatikan kesejahteraan mental kita sendiri dan orang lain.
4. Meningkatkan Keterampilan Baru: Banyak orang yang menggunakan waktu di rumah untuk belajar keterampilan baru atau mengembangkan hobi.
5. Meningkatkan Kebersihan Lingkungan: Dengan berkurangnya aktivitas manusia, banyak laporan yang menunjukkan peningkatan kualitas udara dan kebersihan lingkungan.
2.5 Dampak Covid-19
1. Dampak Kesehatan: Covid-19 telah menyebabkan jutaan orang terinfeksi dan
menyebabkan kematian di seluruh dunia. Banyak orang yang mengalami gejala ringan hingga parah, dan beberapa mengalami dampak jangka panjang seperti kelelahan kronis, gangguan pernapasan, dan masalah kesehatan lainnya.
2. Dampak Ekonomi: Pandemi ini telah menyebabkan resesi global dan dampak ekonomi yang signifikan.
3. Dampak Pendidikan: Sekolah di seluruh dunia ditutup atau beralih ke pembelajaran jarak jauh, yang mengakibatkan gangguan serius dalam proses belajar mengajar.
4. Dampak Sosial dan Mental: Pembatasan sosial dan isolasi yang diperlukan untuk mengendalikan penyebaran virus telah menyebabkan dampak sosial dan mental yang signifikan.
5. Dampak pada Perjalanan dan Pariwisata: Pandemi ini telah menghancurkan industri perjalanan dan pariwisata. Batasan perjalanan, penutupan perbatasan, dan penurunan permintaan telah menyebabkan penurunan drastis dalam jumlah wisatawan, kerugian ekonomi, dan kehilangan pekerjaan di sektor ini.
6. Dampak pada Lingkungan: Pembatasan aktivitas manusia selama pandemi telah memberikan beberapa manfaat bagi lingkungan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan di sekolah islam Al-Azhar BSD @Metland dan waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini selama empat (4) bulan yang terhitung sejak Desember hingga Maret 2023 dengan objek penelitian siswa kelas VII.
3.2 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis mengunakan metode kualitatif, dimana data penelitian ini dapat dari wawancara, dan survey secara sederhana. Adapun data diambil secara observasi artinya peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan terhadap objek penelitian dengan tujuan mendapatkan data yang objektif.
Selanjutnnya peneliti melakukan wawancara. Adapun tahapan sebelum peneliti melakukan wawancara adalah pertama, peneliti membuat instrument wawancara atau menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada informan penelitian. Kedua, setelah membuat instrument penelitian, peneliti melakukan tahap bimbingan kepada guru pembimbing terkait dengan instrument wawancara yang telah dibuat. Apabila guru pembimbing menyetujui instrument wawancara yang telah dibuat, maka penelitian melakukan wawancara dengan informan.
Selanjutnya adalah tahap melakukan survey. Adapun tahapannya adalah tidak jauh berbeda dengan tahapan membuat instrument wawancara. Namun yang membedakannya adalah survey dibuat sebagai pedoman dalam proses pengamatan langsung dilapangan dengan tujuan agar peneliti memiliki pedoman untuk mencari data dalam proses survey.
3.3 Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah peserta didik SMP Islam Al-Azhar BSD @Metland kelas IX sebanyak 3 orang per kelas untuk menjadi subjek wawancara dan 3 perwakilan guru dari guru IPS, PJOK dan Bahasa Indonesia.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Bedasarkan hasil wawancara dengan 3 murid dan 3 guru tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan di sekolah. Peneliti menyimpulkan jawaban dari banyaknya murid dan guru yang diwawancarai, berikut adalah kesimpulannya :
Jawaban Mr Bram :
1. Bagaimana kegiatan belajar mengajar ketika pandemi?
Jadi pandemi waktu itu banyak mengalami perubahan yang sangat besar, yang dari offline menjadi online, yang tadinya tatap muka menjadi ga tatap muka, sehingga perubahannya adalah bagaimana memantau murid dalam jangkauan yang terbatas sehingga beberapa kendalanya adalah yang pertama, kita gabisa mengatur secara penuh apakah peserta didik itu bener bener fokus atau tidak. Yang kedua materi yang disampaikan ada sedikit gangguan misalkan gangguan sinyal atau gangguan pada komponen-komponen laptop ataupun mengalami sedikit masalah. tapi hal itu bisa kita atasi karena kita menggunakan beberapa metode-metode seperti kita menggunakan share materi video atau yang lainnya.
2. Bagaimana sistem belajar mengajar ketika pandemi?
Media yang digunakan pada waktu itu kita menggunakan aplikasi Zoom berbayar, jadi dengan menggunakan Zoom berbayar kita bisa mendapatkan durasi yang lebih bisa melakukan durasi yang hampir seharian penuh sehingga proses pembelajaran itu tidak terpotong serta medianya juga kita menggunakan PPT menggunakan video menggunakan media digital lainnya untuk menunjang proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
3. Apa kesulitan mengajar ketika pandemic?
Terkait masalah jaringan kadang-kadang jaringan tersebut putus putus, terus guru tidak bisa memantau siswa secara penuh itu yang menyebabkan kendala-kendala dalam pembelajaran seperti itu.
4. Apakah gaya mengajar ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
Jelas berbeda, kalau untuk secara langsung kita bisa memfokuskan perhatian kita terhadap peserta didik dalam pandemi atau Secara daring jadi fokus kita terbatas, dan ada juga beberapa yang memang kesulitan sinyal sehingga untuk pembelajaran pada waktu pandemi ini kurang maksimal.
5. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
Jawaban Ms Ayu :
1. Bagimana kegiatan belajar mengajar ketika pandemic?
Kegiatan belajar mengajar Ketika pandemic menggunakan system PJJ atau secara online melalui aplikasi Zoom dan Google Classroom, saat pandemic sudah mulai mereda pembelajaran dilakukan melalui PTMT.
2. Bagaimana sistem belajar mengajar ketika pandemic?
Pembelajaran Ketika pandemic melalui video Conference Zoom dan siswa mengumpulkan tugas dalam Google Classroom.
3. Apa kesulitan mengajar ketika pandemic?
Kesulitan yang dihadapi adalah saat pengondisian siswa mulai dari awal masuk, dan saat control pembelajaran, karena guru tidak dapat 100% memperhatikan kondisi siswa yang berada di rumah. Kesulitan berikutnya berkenaan dengan jaringan internet dan kemampuan siswa dalam menggunakan IT yang beragam.
4. Apakah gaya mengajar ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
Tentu tidak seefektif saat belajar di kelas, karena kondisi siswa tidak dapat terkontrol secara keseluruhan.
5. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
6. Dampak Positif: namun ada juga dampak positifnya, seperti meningkatnya kepedulian terhadap Kesehatan dan hidup bersih.
Dampak Negatif : Covid membawa banyak dampak dari berbagai sisi, salah satunya Pendidikan. Bahkan sampai saat ini dampak covid masih sangat terasa, seperti kecanduan siswa terhadap gadget yang sulit dibendung, sulitnya siswa focus belajar, munculnya habit makan saat kegiatan pembelajaran, memudarnya kebiasaan salam dan sapa, dan kurangnya rasa percaya diri karena selama pandemi manusia menjadi lebih individualis.
Jawaban Mr Ozy :
1. Bagaimana kegiatan belajar mengajar ketika pandemic?
Ketika pandemic kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online melalui aplikasi Zoom. Jadi seluruh siswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan Zoom.
2. Bagaimana sistem belajar mengajar ketika pandemic?
Menggunakan platform aplikasi Zoom dan Google class.
3. Apa kesulitan mengajar ketika pandemic?
Kesulitannya, ketika interaksi ke siswa, ketika pandemi interaksi ke siswa itu sangat terbatas karna guru hanya bisa melihat atau memantau siswa dengan layar di Zoom.
4. Apakah gaya mengajar ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
Sebenernya untuk pembelajaran ketika pandemi itu kurang efektif, karena guru tidak bisa memantau secara keseluruhan apakah anak itu paham atau tidak ketika pembelajaran.
5. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
Dampak positif nya itu siswa dapat berkumpul bersama keluarga sepenuhnya.
Dampak negatif nya, proses pembelajaran terganggu dan interaksi sosial antar siswa dan siswa atau antar siswa dan guru berkurang karna terkendala dengan adanya pandemi tersebut.
Jawaban Sakura :
1. Bagaimana kegiatan belajar mengajar ketika pandemic?
Secara online dan belajar di rumah.
2. Bagaimana sistem belajar mengajar ketika pandemic?
Menggunakan google classroom, google form dan aplikasi zoom.
3. Apa kesulitan mengajar ketika pandemic?
Kesulitannya, kita saat menggunakan laptop, bisa jadi rumah mati lampu atau mungkin jaringan Wi-Fi nya menjadi lemot, Dll. Selain itu terkadang juga beberapa materi yang tidak bisa dipahami karena kita tidak bisa bertemu secara langsung dengan guru.
4. Apakah pembelajaran ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
Sebenarnya itu tergantung pembelajarannya, karena ada beberapa pelajaran yang efektif dilakukan secara online dan ada beberapa juga yang kalau bisa harus dilakukan secara offline.
5. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
Dampak Covid-19 tentu sangat banyak dalam kehidupan, Dampak positif : kita jadi lebih mengenal teknologi dan memotivasi agar lebih bersemangat untuk belajar dimanapun dan kapanpun.
Dampak Negatif : salah satunya bagi anak sekolah yaitu mulai belajar dirumah, yang secara offline, kita tidak bertemu guru dan harus menggunakan aplikasi aplikasi baru, seperti classroom Dll, dan harus lebih memahami guru ketika belajar secara online, karena kan terkadang bisa terputus putus jaringannya.
Jawaban Latifah :
1. Bagaimana kegiatan belajar ketika pandemic?
Belajar di rumah, kegiatan belajar mengajarnya dilakukan melalui online/daring.
2. Bagaimana sistem pembelajaran ketika pandemi?
Biasanya pake platform digital kayak google classroom, zoom, google meet atau aplikasi belajar lainnya.
3. Apa kesulitan belajar ketika pandemic?
Susah si belajar online, seperti kurangnya interaksi sama guru, temen sekelas dan sulit atur waktu kalo belajar sendiri serta sulit untuk memahami materi.
4. Apakah pembelajaran ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
Tidak efektif, karena, kita gak bisa ketemu langsung sama guru. Susah juga buat tetap semangat belajar sendiri di rumah. Guru juga gak bisa ngawasi kita dengan baik.
Selain itu, Beberapa pelajaran juga butuh praktik langsung, jadi gak bisa dilakukan online. Sering juga ada gangguan di rumah yang bikin kita gak bisa fokus entah itu jaringan atau suara.
5. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
Dampak Positif :
- Nyadarin pentingnya kesehatan, kebersihan - Berkurangnya polusi udara
- Peningkatan penggunaan teknologi jadi bisa belajar buat pake teknologi digital Dampak Negatif :
- Meningkatnya angka pengangguran dan kesenjangan sosial karena perusahaan ekonomi ngalamin kesulitan dan harus ngurangin jumlah karyawan.
Jawaban Aira :
1. Bagaimana kegiatan belajar ketika pandemic?
Belajarnya melalui online.
2. Bagaimana sistem pembelajaran ketika pandemic?
Menggunakan aplikasi zoom dan google classroom.
3. Apa kesulitan belajar ketika pandemic?
Lebih sulit dipahami, kadang juga laptopnya lemot, jadi suaranya putus-putus.
4. Apakah pembelajaran ketika pandemi efektif seperti pembelajaran secara langsung atau tidak?
5. Tidak, karena kalau pembelajaran secara langsung lebih paham . Kalau
pembelajaran lewat zoom guru guru nya kadang tidak ada internet atau jaringan nya lag.
6. Apa dampak Covid-19 dalam kehidupan?
Dampak Positif : Berkembang nya teknologi telekoferensi
Dampak Negatif : Kita jadi kesulitan buat belajar, terus kesulitan buat pergi pergi juga.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Setelah saya teliti, bagi guru-guru dan siswi AL-Azhar BSD@metland, pandemi Covid-19 telah menyebabkan dampak yang luas dan serius di seluruh dunia.
Penyebaran virus ini telah mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, seperti pariwisata, industri terutama pendidikan yang dapat menyebabkan diliburkannya sekolah, guru-guru dan siswi Al-Azhar hanya bisa mengajar dan belajar lewat online saja.
5.2 Saran-Saran
1. Tetap optimis dan berpikir positif. Meskipun situasinya sulit, kita dapat melewati masa ini dengan kekuatan dan ketahanan. Tetaplah bersyukur dan mencari sisi baik dalam setiap situasi.
2. Tetaplah di rumah sebanyak mungkin dan hanya keluar jika benar-benar diperlukan. Hindari kerumunan dan pertemuan yang tidak penting. Dengan membatasi interaksi sosial, kita dapat membantu memutus rantai penyebaran virus.
3. Dukung upaya vaksinasi. Jika memenuhi syarat, daftar dan dapatkan vaksin Covid-19. Vaksinasi adalah langkah penting dalam melindungi diri sendiri dan membantu mencapai kekebalan komunitas.