PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Seberapa besar pengaruh politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng? Untuk mengetahui secara parsial dampak politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui dampak politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng secara simultan. Teknik analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel (X) terhadap variabel (Y) calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Variabel yang dimaksud adalah variabel Politik Identitas sebagai variabel bebas (X) dan variabel Elektabilitas sebagai variabel terkait (Y) calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.
Hasil uji regresi linier sederhana pengaruh politik identitas secara parsial terhadap kelayakan calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Hasil simultan uji regresi linier sederhana pengaruh politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Untuk melihat hasil dampak politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.
Pengaruh parsial dampak politik identitas terhadap kelayakan calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Pengaruh Bersamaan Dampak Politik Identitas Terhadap Kelayakan Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya mengenai dampak politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Pengaruh secara parsial dampak politik terhadap identitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara indikator identitas legitimasi (X1) terhadap elektabilitas (Y) yaitu sebesar 49,9% dari dampak yang diberikan. Konstruksi Politik Identitas Melalui Nilai-Nilai Islami Dalam Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bandung Barat. Untuk menyelesaikan tugas akhir saya, saya bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Dampak Politik Identitas Terhadap Elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng”.
Yang terhormat Bapak/Ibu, Tujuan pengisian kuesioner (Instrumen Penelitian) ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai dampak politik identitas terhadap pemilihan calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep dan Teori
- Konsep Politik
- Konsep Politik Identitas
- Konsep Elektabilitas
- Konsep Pemilihan Kepala Desa
Kerangka Pikir
Pemilihan kepala desa dengan pendekatan politik identitas merupakan instrumen baru dalam konteks pemilu tingkat presiden. Dengan menggunakan pendekatan politik identitas, kami ingin melihat apakah hal ini mempengaruhi kelayakan calon dalam konteks pemilihan kepala desa.
Defenisi Operasional
Hipotesis
Setelah seluruh data diperoleh dalam penelitian ini, tahap selanjutnya adalah melakukan uji regresi linier sederhana parsial terhadap variabel identitas politik terhadap variabel elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Lembaga ini menunjukkan dominasinya dengan melekatkan identitas tertentu pada seseorang atau sekelompok calon kepala desa di Desa Layoa, Kecamatan Gantarang Keke, Kabupaten Bantaeng.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif karena penelitian kuantitatif mempunyai dua variabel yang ingin diketahui hipotesisnya dengan melakukan penelitian pada populasi dan sampel yang telah ditentukan. Oleh karena itu peneliti ini menggunakan penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel X “Politik Identitas” terhadap variabel Y. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena merupakan penelitian deskriptif Secara kuantitatif mencari data pada sampel populasi dan kemudian menganalisis penelitian yang sesuai.
Begitu pula pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan cara menyebarkan kuesioner kepada setiap populasi yaitu pemilih di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng, setelah itu akan dianalisis hasil dari kuesioner tersebut.
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner penelitian yang dibuat oleh peneliti ini akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dan sesudah penelitian. Uji validitas dilakukan untuk menguji keakuratan/validitas kuesioner penelitian sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji reliabilitas/konsistensi kuesioner penelitian. Uji t ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara individu atau melakukan uji satu lawan satu terhadap variabel dependen.
Apabila hipotesis ditolak maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dan jika nilai probabilitas signifikansi <0,05 maka hipotesis diterima.
Teknik Analisis Data
Teknik Pengabsahan Data
Untuk mengetahui dampak politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa Layoa, peneliti menggunakan pengukuran politik identitas dengan indikator yang dikemukakan oleh Castells (Buchari, 2014) yaitu identitas sah, identitas resisten. dan identitas proyek. Besarnya pengaruh variabel independen atau politik identitas terhadap variabel dependen atau elektabilitas ditunjukkan dengan nilai R-squared sebesar 0,908 yang berarti sebesar 90,8% pengaruh variabel independen atau politik identitas (X) terhadap variabel dependen atau elektabilitas (Y ) calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Kabupaten Keke Bantaeng. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kalembang, 2019) dengan judul “Analisis Politik Identitas Dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka”.
Pengaruh simultan pengaruh politik identitas terhadap elektabilitas calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng berdasarkan pengambilan keputusan dalam penentuan model persamaan regresi linier sederhana menunjukkan Fhitung = 916,773 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka variabel Politik Identitas (X) berpengaruh terhadap variabel elektabilitas (Y). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, politik identitas berdampak terhadap elektabilitas calon pada pemilihan kepala desa. Dengan demikian, dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor apa saja, selain variabel politik identitas, yang mempengaruhi elektabilitas dalam pemilihan kepala desa.
Pengaruh isu lokal terhadap elektabilitas calon kepala desa pada pemilihan kepala desa di desa Margomulyo kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro tahun 2019. Terpilihnya calon kepala desa pada pemilihan kepala desa serentak di kecamatan Taman kabupaten Pemalang tahun 2018. Kepala desa Calon Desa Layoa mempunyai reputasi yang baik serta sejarah yang baik sehingga populer.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Responden Penelitian
Berdasarkan Tabel 4.3 terlihat frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang paling rendah terdapat pada interval jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 37 orang dengan persentase sebesar 39%. Berdasarkan tabel 4.4 terlihat frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur yang paling tinggi terdapat pada rentang umur 19 sampai dengan 32 tahun yaitu sebanyak 49 orang dengan persentase sebesar 51,5%. Berdasarkan tabel 4.6 terlihat frekuensi terendah karakteristik responden berdasarkan pendidikan berada pada interval Magister sebanyak 3 orang dengan persentase 3,5%.
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana pada Tabel 4.6 di atas, rangkuman model menjelaskan besarnya nilai korelasi atau rasio (R) sebesar 0,706. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana pada Tabel 4.7 di atas, rangkuman model menjelaskan besarnya nilai korelasi atau rasio (R) sebesar 0,802. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana pada Tabel 4.8 di atas, rangkuman model menjelaskan besarnya nilai korelasi atau rasio (R) sebesar 0,814.
Persamaan tersebut dapat diterjemahkan dengan nilai Constanta sebesar 1,605 yang berarti nilai konsistensi variabel Electorability sebesar 1,605 dan nilai koefisien regresi Politik Identitas sebesar 0,619 yang menyatakan setiap penambahan sebesar 1%. Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana didasarkan pada nilai signifikansi sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Politik Identitas (X) mempunyai pengaruh terhadap variabel Elektorabilitas (Y). Uji F digunakan dengan tujuan untuk melihat apakah politik identitas atau variabel (X) secara bersama-sama merupakan variabel independen. secara simultan) mempengaruhi selektivitas atau variabel (Y) sebagai variabel terikat.
Untuk melihat simultanitasnya maka dapat menggunakan rumus jika nilai Fhitung ≥ nilai Ftabel maka berarti variabel bebas yaitu politik identitas atau variabel (X) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu kelayakan. atau variabel (Y). Uji koefisien determinan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui total persentase variasi variabel elektabilitas sebagai variabel terikat yang dijelaskan oleh variabel politik identitas sebagai variabel bebas. Besarnya pengaruh variabel independen atau politik identitas terhadap variabel terikat atau elektabilitas ditunjukkan dengan nilai R-squared sebesar 0,908 yang mewakili 90,8% dampak variabel independen atau politik identitas (X).
Pembahasan
Besarnya intensitas persoalan etnis dalam pemilihan Kepala Desa Wederok berkaitan dengan dua hal, yaitu sifat adat istiadat dan penguasaan tanah. Pengaruh elektabilitas kepala desa terhadap perilaku pemilih masyarakat pada pemilihan kepala desa tahun 2016 (studi kasus Desa Dogang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat). Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Pasca Terbentuknya Desa Sungai Raya di Kotapraja Sungai Raya Kecamatan Kubu Raya.
Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena diyakini sebagai keturunan darah biru (karaeng/andi) yang seharusnya memimpin masyarakat. Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena memiliki kualitas pribadi berupa kharisma dan kinerja cemerlang. Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena ia menjanjikan atau menjamin kesejahteraan materil maupun instrumental bagi masyarakat.
Calon Kepala Desa kerap terlibat dan sukses menyelenggarakan kegiatan-kegiatan besar yang menarik minat masyarakat. Calon Kepala Desa dikenal baik oleh masyarakat setempat karena mempunyai kemampuan personal, empati, prestasi dan mempunyai reputasi yang baik. Calon Kepala Desa memberikan program kerja yang rinci, terukur dan terencana sebagai bentuk kesiapan untuk merebut hati masyarakat.
PENUTUP
Saran
Peneliti selanjutnya mungkin akan mengembangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi elektabilitas, seperti variabel perilaku memilih masyarakat dan sebagainya. Sehubungan dengan hal tersebut saya mohon kesediaan dan kesediaannya untuk mengisi kuesioner ini dengan memberikan jawaban sesuai dengan keadaan sebenarnya. Untuk itu saya harap Anda dapat memberikan jawaban yang jujur, sesuai dengan keadaan pribadi Anda.
Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan partisipasi Anda dalam mengisi kuesioner ini. Untuk menjawab setiap pertanyaan sangat dibutuhkan kejujuran dari anda dan saudara anda seperti yang pernah mereka rasakan atau alami, karena kejujuran yang anda berikan akan memberikan data yang berguna untuk penelitian ini. Beri tanda centang (√) pada bobot nilai alternatif jawaban yang paling mencerminkan persepsi Anda terhadap setiap pernyataan.
Calon walikota selalu menyikapi kejadian luar biasa dengan cepat dan sigap, misalnya bencana alam atau permasalahan lain yang merugikan banyak orang. Hal ini terlihat dari nilai koefisien korelasi product moment yang melebihi rtabel 0,444 yang didefinisikan dalam nilai R-Standar untuk dapat mengatakan validitas suatu item pernyataan berdasarkan hitungan putaran ≥ rtabel = valid dan kapan. Berdasarkan rumus tersebut ternyata seluruh variabel mempunyai nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,444, sehingga dapat disimpulkan bahwa item pernyataan dari kuesioner variabel politik identitas dinyatakan reliabel atau terbukti reliabel, yaitu artinya kuesioner tersebut layak digunakan sebagai alat pengukuran.
Hal ini terlihat dari nilai koefisien korelasi product moment yang melebihi 0,444 yang tertuang dalam nilai R-Standar untuk dapat mengatakan validitas suatu item pernyataan berdasarkan rscore ≥ rtabel = valid dan kapan. Berdasarkan rumus tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel mempunyai nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,444, sehingga dapat disimpulkan bahwa item pernyataan dari kuesioner selektivitas variabel telah dinyatakan reliabel atau terbukti reliabel yang berarti kuesioner tersebut sesuai. untuk digunakan sebagai alat pengukuran.