• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

terhadap variabel dependen atau elektabilitas (Y) calon kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.

Dari hasil output tersebut berada pada tingkatan sangat baik.

Sedangkan sisanya (100% – 90.8% = 9,2%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Melihat masih terdapat angka 9.2% yang merupakan variabel diluar penelitian, maka untuk dilakukan penelitian lanjutan oleh peneliti selanjutnya untuk mengetahui variabel yang belum masuk pada penelitian kali ini.

rakyat yang dipimpin. Jika kekuasaan berarti kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber yang memengaruhi proses politik, kewenangan adalah hak moral untuk menggunakan sumber yang membuat keputusan politik dan melaksanakannya (Surbakti, 2010).

Legitimasi identitas, yaitu identitas yang dibangun oleh institusi (penguasa) yang dominan ada dalam kehidupan sosial. Institusi ini menunjukkan dominasinya dengan melekatkan sebuah identitas tertentu pada seseorang atau kelompok calon kepala desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada dampak antara indikator identitas legitimasi (X1) terhadap elektabilitas (Y), sebesar 49.9% dampak yang diberikan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Antoro (2014) Identitas legitimasi mengukuhkan setidaknya dua hal:1) hubungan sosiokultural dengan sumberdaya agraria yang ditunjukkan dengan klaim sejarah; asal- usul; dan tradisi pengelolaan sumberdaya dengan model tertentu, 2) hubungan kekuasaan dengan sumberdaya agrariayang ditunjukkan dengan pengakuan negara ataseksistensi adat sebagai kelembagaan sumberdaya agraria. Identitas adat di era kontemporer dibangkitkan kembali dengan cara-cara di luar imajinasi masyarakat hukum adat, yaitu menggunakanalat modernitas untuk memperoleh legitimasinya sebagai lembaga yang berbeda dengan negara, termasuk dalam hal pengelolaan hakatas sumberdaya agrarian.

b. Damapak Identitas Resistensi (X2) terhadap Elektabilitas (Y).

Identitas resistensi ini muncul sebagai reaksi terhadap kondisi kehidupan yang semakin tidak menentu (uncertainty) akibat globalisasi.

Identitas semacam ini di (re)konstruksi dari identitas primer mereka seperti agama, etnis, maupun ikatan wilayah/teritorial. Dengan identitas baru tersebut, mereka membangun resistensi berdasar pada prinsip yang berbeda, dan bahkan berlawanan, dengan prinsip yang dianut aktor dominan (Surbakti, 2010).

Resistensi identitas, yaitu identitas yang dilekatkan oleh aktor-aktor sosial tertentu dimana pemberian identitas tersebut dilakukan dalam kondisi tertekan karena adanya dominasi hingga memunculkan satu resistensi dan membentuk identitas baru yang berbeda dari kebanyakan anggota komunitas sosial yang lain, konstruksi identitas inilah yang dimaknai sebagai politik identitas. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada dampak antara indikator identitas resistensi (X2) terhadap elektabilitas (Y) yaitu sebesar 64.2%.

Para pemimpin sering menggunakan politik identitas dalam wacana politik mereka untuk membedakan penduduk asli yang menginginkan kekuasaan dengan imigran yang harus menyerahkan otoritas itu. Oleh karena itu, politik identitas seharusnya hanya digunakan sebagai senjata manipulatif untuk mengatur politik untuk melayani tujuan ekonomi dan politik (Al-Farisi, 2020).

c. Dampak Identitas Proyek (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Poyek identitas merupakan gagasan identitas sebagai proyek yang mengacu kepada penciptaan naratif identitas-diri, yang berlangsung terus menerus menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Meskipun teori kebudayaan menegaskan identitas terpecah dan berganda, dalam kehidupan sehari-hari diri terus menerus dijabarkan dalam pengertian naratif atas diri. Dengan runtuhnya bentuk tradisional atas identitas sebagai akibat modernitas, tetapi yang berarti juga meningkatkan banyaknya sumber bagi konstruksi identitas, maka tugas membangun identitas menjadi sebuah proyek. Dengan ini identitas menjadi sesuatu yang diciptakan, sesuatu yang selalu berada dalam proses.

Proyek identitas pada model ini dilakukan oleh aktor sosial dari kelompok tertentu dengan tujuan membentuk identitas baru untuk bisa mencapai posisi-posisi tertentu dalam masyarakat, hal ini bisa terjadi sebagai implikasi dari gerakan sosial yang bisa merubah struktur sosial secara keseluruhan. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu tidak ada dampak antara indikator identitas proyek (X3) terhadap elektabilitas (Y) yaitu sebesar 66.2%.

Pemaknaan politik identitas proyek sebagai alat politik diungkapkan oleh Kemala Chandakirana yang menyatakan bahwa politik identitas digunakan oleh para pemimpin sebagai retorika politik dengan sebutan kami bagi “orang asli” yang menghendaki kekuasaan dan mereka bagi “orang

pendatang” yang harus melepaskan kekuasaan (Muhtar Haboddin, 2012).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa politik identitas hanyalah alat yang digunakan penguasa untuk memanipulasi dan menggalang kekuasaan bagi pemenuhan kepentingan ekonomi dan politiknya. Hal tersebut tidak lain merupakan suatu kecenderungan yang mutlak bagi pemimpin yang berkuasa.

2. Pengaruh Secara Simultan Dampak Politik Identitas terhadap Elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.

Politik identitas merupakan konstruksi yang menentukan posisi kepentingan subjek di dalam ikatan suatu komunitas politik sedangkan political of identity mengacu pada mekanisme politik pengorganisasian identitas (baik identitas politik maupun identitas sosial) sebagai sumber dan sarana politik (Haboddin, 2012). Pemaknaan bahwa politik identitas sebagai sumber dan sarana politik dalam pertarungan perebutan kekuasaan politik sangat dimungkinkan dan kian mengemuka dalam praktek politik sehari-hari. Karena itu para ilmuwan yang bergelut dalam wacana politik identitas berusaha sekuat mungkin untuk mencoba menafsirkan kembali dalam logika yang sangat sederhana dan lebih operasional (Haboddin, 2015).

Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektablitas bisa diterapkan kepada barang, jasa maupun orang, badan atau partai. Elektabilitas sering dibicarakan menjelang pemilihan umum.

Elektabilitas calon kepala desa berarti tingkat keterpilihan calon kepala desa di publik. Elektabilitas calon tinggi berarti calon tersebut memiliki daya pilih

tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas maka objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga popular (Jasmariyadi, 2011).

Istilah popularitas dan elektabilitas dalam masyarakat memang sering disamaartikan, padahal keduanya mempunyai makna dan konotasi yang berbeda meskipun keduanya mempunyai kedekatan dan korelasi yang besar.

Popularitas lebih banyak berhubungan dengan dikenalnya seseorang, baik dalam arti positif ataupun negatif. Sementara elektabilitas berarti kesediaan orang memilihnya untuk jabatan tertentu. Artinya, elektabilitas berkaitan dengan jenis jabatan yang ingin diraih (Hapsari, 2010).

Demokrasi mendorong equitas atau kesamaan kesempatan bagi seluruh masyarakat. Namun yang terjadi di desa Layoa tersebut dengan ditemukannya fakta bahwa bangsawan yang mendominasi masyarakat yang masuk dalam pemilihan kepala desa Layoa sejak diadakannya pemilihan langsung yakni hanya mereka yang bergelar Andi atau Karaeng saja, sangat jarang atau bahkan tidak ada calon kandidat yang berasal dari rakyat biasa atau yang bukan keturunan Andi maupun Karaeng. Sehingga melihat fenomena ini, penulis ingin menelusuri mengapa ini dapat terjadi turun temurun selama lebih dari 20 (Dua Puluh) tahun hingga sekarang dan dimana letak kekuatan politik keturunan bangsawan tersebut dalam masyarakat desa Layoa. Untuk mengetahui dampak politik identitas terhedapa elektabilitas calon kepala Desa Layoa peneliti menggunakan pengukuran politik identitas dengan indikator yang dikemukakan oleh Castells (Buchari, 2014) yaitu identitas legitimasi, identitas resisten, dan identitas proyek. Sedangkan elektabilitas menggunakan

indikator yang dikemukakan oleh (Ahmad, 2012) yakni Popularitas dan Kompetensi.

Berdasarkan persamaan regresi diatas maka dapat diinterprestasikan bahwa Constanta (a) sebesar 1,605. Sedangkan nilai koefisien regresi (b) sebesar 0,619 yang menyatakan bahwa variabel independen atau Politik Identitas (X) berpengaruh positif terhadap variabel dependen atau Elektabilitas (Y). Persamaan tersebut dapat diterjemahkan nilai Constanta sebesar 1,605 yang mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Elektabilitas adalah sebesar 1,605 dan nilai koefisien regresi Politik Identitas sebesar 0,619 yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Politik Identitas, maka nilai Elektabilitas bertambah sebesar 1,605. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah dampak variabel X terhadap Y adalah positif.

Besar dampak variabel independen atau politik identitas terhadap variabel dependen atau elektabilitas ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,908 artinya 90,8% besar dampak variabel independen atau politik identitas (X) terhadap variabel dependen atau elektabilitas (Y) calon kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Dari hasil output tersebut berada pada tingkatan sangat baik. Sedangkan sisanya (100% – 90.8% = 9,2%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Melihat masih terdapat angka 9.2% yang merupakan variabel diluar penelitian, maka untuk dilakukan penelitian lanjutan oleh peneliti selanjutnya untuk mengetahui variabel yang belum masuk pada penelitian kali ini.

Hasil penelitian ini selaras dengan Penelitian yang dilakukan oleh (Kalembang, 2019) dengan judul “Analisis Politik Identitas dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kepala desa Wederok ada kepentingan politik lokal. Terlihat dari intervensi dan pengarahan masa untuk memilih pasangan yang merupakan “titipan” dari kepentingan kelompok partai politik tertentu. Tingkat intensitas isu etnisitas dalam pemilihan Kepala Desa Wederok berkaitan dengan dua hal yaitu hakekat adat dan tuan tanah. Intensitas isu dilakukan pada acara-acara suka dan duka. Produk Isu Etnisitas berasal dari kelompok-kelompok kepentingan. Politik identitas berdampak perpecahan dalam suku. Peneliti menyarankan Perlunya pendidikan politk yang baik bagi masyarakat desa Wederok, revitalisasi Adat sesuai dengan kebiasaan nenek moyang turun-temurun dan rekonsiliasi antara anggota Suku Ikumuan.

59

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya tentang Dampak Politik Identitas terhadap Elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengaruh secara parsial Dampak Politik Identitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa ada dampak antara indikator identitas legitimasi (X1) terhadap elektabilitas (Y), sebesar 49.9% dampak yang diberikan. Kemudian indikator identitas resistensi (X2) juga memiliki dampak terhadap elektabilitas (Y) yaitu sebesar 64.2%.

serta indikator identitas proyek (X3) memberikan dampak terhadap elektabilitas (Y) yaitu sebesar 66.2%.

2. Pengaruh secara simultan Dampak Politik Identitas terhadap elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng berdasarkan pengambilan keputusan dalam menentukan model persamaan regresi linear sederhana yang diketahui bahwa nilai Fhitung = 916.773 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil ≤ dari 0,05 maka variabel politik identitas (X) memiliki dampak terhadap variabel elektabilitas (Y). Besar dampak variabel ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,908 artinya 90,8%

berada pada tingkatan sangat baik. Sedangkan sisanya (100% – 90.8% = 9,2%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa politik identitas memberikan dampak terhadap elektabilitas calon pada pemilihan kepala desa.

Dengan adanya hasil tersebut maka elektabilitas para calon harus dipertahankan dengan cara menjaga agar isu-isu lokal jangan sampai ada dan terangkat. Adanya isu lokal tersebut secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi elektabilitas calon.

2. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan faktor-faktor lain yang dapat berpenggruh terhadap elektabilitas seperti variabel perilaku pemilih masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi elektabilitas selain variabel politik identitas dalam pemilihan kepala desa.

61

Al-Farisi, L. S. (2020). Politik Identitas: Ancaman Terhadap Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Dalam Negara Pancasila. Aspirasi, 10(2), 77-90.

Antoro, K. S. (2014). Legitimasi Identitas Adat dalam Dinamika Politik Agraria (Studi Kasus Lembaga Swapraja di Yogyakarta). BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, (39), 427-441

Arvinda, H. (2015). Pengaruh Faktor-Faktor Komunikasi Terhadap Elektabilitas Widya Kandi Susanti pada Pilkada Kabupaten Kendal Tahun 2015.

Postgraduate Program in Communication Studies.

Buchari, S. A. (2014). Kebangkitan etnis menuju politik identitas. Jakarta:

Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Destifani, I. (2013). Pelaksanaan Kewenangan Desa Dalam Rangka Mewujudkan Otonomi Desa (Studi Pada Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora). Jurnal Administrasi Publik, 1(6), 1239-1246.

Eldina, N. (2017). Pengaruh Elektabilitas Kepala Desa Terhadap Perilaku Pemilih Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2016 (Studi Kasus Desa Dogang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat). Unimed.

Firdaus, K. (2020). Pemilu dan Demokrasi: Sebuah Bunga Rampai. CV. Pilar Nusantara.

Firmansyah, D. (2010). Peran Politik Etnis Dalam Pilkada; Studi Atas Pilgub Provinsi Bengkulu Tahun 2005. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Haboddin, M. (2012). Menguatnya politik identitas di ranah lokal. Jurnal Studi Pemerintahan, 3(1).

Haboddin, M. (2015). Politik primordialisme dalam pemilu di Indonesia.

Universitas Brawijaya Press.

Hapsari, T. N. (2010). Seluk Beluk Promosi dan berbisnis. Yogyakarta: A Plus Books.

Herdiana, D. (2019). Konstruksi Politik Identitas melalui Nilai-nilai Islam dalam Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Tapis: Jurnal

Teropong Aspirasi Politik Islam, 15(2), 253–274.

Ishomuddin. (2013). Pemahaman Politik Islam Studi Tentang Wawasan Pengurus dan Simpatisan Partai Politik Berasas Islam Di Malang Raya. Humanity, 8(ISSN 0216-8995).

Jasmariyadi. (2011). Gejala politik Sosial. Bandung: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Kalembang, E. (2019). Analisis Politik Identitas Dalam Pemilhan Kepala Desa.

Jurnal Poros Politik, 1(1), 23–26.

Lestari, Y. S. (2018). Politik Identitas Di Indonesia: Antara Nasionalisme Dan Agama. Journal of Politics and Policy, 1(1), 19–30.

Maarif, A. S. (2012). Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita. Jakarta:

Democracy Project.

Nasrudin, J. (2018). Politik identitas dan representasi politik (Studi kasus pada Pilkada DKI periode 2018-2022). Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 34–47.

Natakusuma, G. P. (2015). Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Pasca Pembentukan Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal S-1 Ilmu Pemerintahan, 4(4).

Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan & penyelenggaraan pemerintahan desa.

Jakarta: Erlangga.

Paramita, P. D. (2017). Keterkaitan Antara Politik dan Kekuasaan dalam Organisasi. Bandung: PT Refika Adhitama.

Putra, T. M. (2020). Pengaruh isu lokal terhadap elektabilitas calon pada pemilihan kepala desa di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro tahun 2019. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sajangbati, Y. C. (2015). Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Lex Administratum, 3(2).

Sitepu, P. A. (2012). Teori-teori Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soenjoto, W. P. P. (2019). Eksploitasi Isu Politik Identitas terhadap Identitas Politik pada Generasi Milineal Indonesia di Era 4.0. Journal of Islamic Studies and Humanities., 4(2), 187–217.

Sugiharto, U., Eldo, D. H. A. P., & Artiningrum, A. (2020). Elektabilitas Calon Kepala Desa Dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak Di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Tahun 2018. Indonesian Governance Journal: Kajian

Politik-Pemerintahan, 3(1), 1-13.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukarno, B. (2016). Pendidikan Politik dalam Konteks Demokrasi. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Taqririah, E. (2017). Penyelesaian Sengketa Pilkades Tahun 2015 Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum PositiF (Studi Kasus Di Desa Pejaten Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang). Universitas Islam Negeri"

Sultan Maulana Hasanuddin" Banten.

Widjaja, H. A. W. (2008). Otonomi desa merupakan otonomi yang asli dan utuh.

Jakarta: Rajawali Pers.

64

LAMPIRAN

LAMPIRAN I. KUESIONER PENELITIAN

INSTRUMEN PENELITIAN KepadaYth,

Responden/Masyarakat Desa Layoa Kec. Gantarang Keke, Kab. Bantaeng Dengan Hormat,

Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir, saya bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Dampak Politik Identitas terhadap Elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng”.

Berkaitan dengan hal tersebut saya meminta kerelaan dan kesediaan bapak/ibu/saudara/i untuk mengisi angket ini dengan memberikan jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Data yang bapak/ibu/saudara/i berikan saya jaga kerahasiaannya. Untuk itu saya mengharap bapak/ibu/saudara/i dapat memberikan jawaban dengan jujur, sesuai dengan keadaan diri bapak/ibu/saudara/i.

Atas kesediaan dan partisipasi bapak/ibu/saudara/i dalam mengisi kuesioner ini saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Misbahuddin

ANGKET INSTRUMEN PENELITIAN A. Identitas Responden

1. Nama : ...

2. Alamat : ...

3. Jenis Kelamin : ...

4. Umur : ...

5. Pendidikan Terakhir : ...

6. Pekerjaan : ...

B. Petunjuk Pengisian Angket

a. Bapak/Ibu yang terhormat, maksud dari tujuan pengisian angket (Instrumen Penelitian) ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang Dampak Politik Identitas terhadap Elektabilitas Calon Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng.

b. Dalam menjawab setiap pertanyaan sangat dibutuhkan kejujuran dari Bapak/Ibu dan saudara/i sebagaimana yang telah dirasakan atau dialami karena kejujuran yang Bapak/Ibu berikan akan memberi masukan yang bermanfaat bagi penelitian ini.

c. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti, kemudian pilihlah salah satu jawaban yang tersedia.

d. Berilah tanda centang (√) pada bobot nilai alternatif jawaban yang paling merefleksi persepsi Bapak/Ibu pada setiap pernyataan.

Keterangan :

1. Jawaban Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5 2. Jawaban Setuju (S) : diberi skor 4 3. Jawaban Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3 4. Jawaban Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 5. Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1

1. Politik Identitas (X)

No Pernyataan SS

(5)

S (4)

KS (3)

TS (2)

STS (1) Identitas Legitimasi

1.

Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena keturunan darah biru (karaeng/andi) yang dipercaya harus memimpin masyarakat.

2.

Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena memiliki kualitas pribadi berupa karisma maupun prestasi yang cemerlang.

3.

Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan kepada calon kepala desa karena menjanjikan atau menjamin kesejahteraan materiil atau instrumental kepada masyarakat.

Identitas Resistensi 4. Memberikan dukungan kepada calon

kepala desa karena memiliki kesamaan etnis (andi/karaeng).

5. Mempercayai hanya berketurunan bangsawan yang mampu memimpin.

6. Hanya kuturunan bangsawan yang memiliki kemampuan finansial dan potensi menajadi kepala desa.

Identitas Proyek 7.

Calon Kepala Desa sering mensponsori kegiatan-kegiatan sosial masyarakat, kegiatan olahraga atau kegiatan keagaamaan

8.

Calon Kepala Desa sering terlibat dan sukses dalam penyelenggaraan kegiatan besar yang menarik minat publik.

9.

Calon Kepala Desa selalu respon cepat dan sigap pada kejadian- kejadian luar biasa, misalnya bencana alam atau masalah lain yang merugikan orang banyak.

2. Elektabilitas (Y)

No Pernyataan SS

(5)

S (4)

KS (3)

TS (2)

STS (1) Popularitas

1. Calon Kepala Desa dikenal baik oleh masyarakat karena memiliki kemampuan personal, empati, berprestasi dan memiliki reputasi baik.

2. Calon Kepala Desa selalu tampil didepan umum dan terlibat dalam persoalan-persoalan publik.

3. Calon kepala Desa Layoa memiliki reputasi yang baik, juga trak record yang baik sehingga populer.

Kompetensi 4. Calon Kepala Desa selalu

menyediakan solusi solutif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak

5. Calon Kepala Desa menyediakan program kerja yang detail, terukur dan terencana sebagai bentuk kesiapan diri dalam merebut hati publik

6. Calon kepala Desa Layoa memiliki kemampuan, juga banyak pengalaman sebagai bekal menjadi kepala desa

LAMPIRAN II. TABULASI DATA

Variabel X (Politik Identitas)

RSPN JAWABAN

P1 P2 P3 SKR P4 P5 P6 SKR P7 P8 P9 SKR

1 5 4 5 14 4 4 4 12 4 5 4 13

2 5 5 5 15 5 4 4 13 5 5 5 15

3 3 4 3 10 2 3 2 7 4 4 3 11

4 5 4 5 14 4 5 5 14 4 4 5 13

5 4 4 4 12 4 4 4 12 5 4 4 13

6 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15

7 4 4 4 12 3 4 5 12 4 4 2 10

8 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12

9 2 3 2 7 3 3 3 9 4 3 3 10

10 5 5 5 15 5 3 5 13 5 5 5 15

11 3 4 3 10 3 4 3 10 4 3 3 10

12 4 5 4 13 5 5 5 15 5 3 2 10

13 4 4 4 12 5 5 5 15 5 4 3 12

14 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12

15 3 3 3 9 3 3 3 9 4 4 3 11

16 4 4 4 12 5 4 4 13 4 5 3 12

17 4 4 4 12 3 4 3 10 4 3 4 11

18 4 3 4 11 3 4 3 10 3 3 4 10

19 3 5 3 11 5 5 3 13 5 5 5 15

20 5 5 5 15 5 4 5 14 4 5 4 13

21 5 1 5 11 3 5 2 10 3 5 5 13

22 5 5 1 11 3 5 2 10 5 5 5 15

23 4 4 4 12 4 4 4 12 3 2 5 10

24 5 5 4 14 5 4 4 13 5 4 5 14

25 5 4 4 13 5 5 4 14 4 4 4 12

26 5 5 4 14 4 4 4 12 4 3 3 10

27 4 4 5 13 4 4 4 12 4 5 4 13

28 3 4 3 10 4 3 3 10 4 3 3 10

29 5 5 5 15 5 5 4 14 5 5 5 15

30 5 5 5 15 4 5 4 13 5 5 4 14

31 5 5 5 15 5 4 4 13 4 5 5 14

32 3 4 4 11 4 4 4 12 4 2 3 9

33 3 2 4 9 4 4 4 12 4 4 4 12

34 5 5 5 15 5 5 5 15 5 4 5 14

35 5 5 5 15 4 5 4 13 3 4 4 11

36 5 5 5 15 3 5 4 12 5 5 5 15

37 4 4 3 11 5 5 5 15 5 3 4 12

38 5 5 2 12 5 5 4 14 5 2 3 10

39 3 5 5 13 5 5 5 15 5 4 5 14

40 4 5 4 13 4 4 5 13 3 3 5 11

41 5 5 5 15 5 4 5 14 4 5 4 13

42 5 1 5 11 3 5 2 10 3 5 5 13

43 5 5 1 11 3 5 2 10 5 5 5 15

44 4 4 4 12 4 4 4 12 3 2 5 10

45 5 5 4 14 5 4 4 13 5 4 5 14

46 5 4 4 13 5 5 4 14 4 4 4 12

47 5 5 4 14 4 4 4 12 4 3 3 10

48 4 4 5 13 4 4 4 12 4 5 4 13

49 3 4 3 10 4 3 3 10 4 3 3 10

50 5 5 5 15 5 5 4 14 5 5 5 15

51 4 4 4 12 4 4 4 12 5 4 4 13

52 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15

53 4 4 4 12 3 4 5 12 4 4 2 10

54 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12

55 2 3 2 7 3 3 3 9 4 3 3 10

56 5 5 5 15 5 3 5 13 5 5 5 15

57 3 4 3 10 3 4 3 10 4 3 3 10

58 4 5 4 13 5 5 5 15 5 3 2 10

59 4 4 4 12 5 5 5 15 5 4 3 12

60 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12

61 3 3 3 9 3 3 3 9 4 4 3 11

62 4 4 4 12 5 4 4 13 4 5 3 12

63 4 4 4 12 3 4 3 10 4 3 4 11

64 4 3 4 11 3 4 3 10 3 3 4 10

65 3 5 3 11 5 5 3 13 5 5 5 15

66 5 5 5 15 5 4 5 14 4 5 4 13

67 5 1 5 11 3 5 2 10 3 5 5 13

68 5 5 1 11 3 5 2 10 5 5 5 15

69 4 4 4 12 4 4 4 12 3 2 5 10

70 5 5 4 14 5 4 4 13 5 4 5 14

71 5 4 4 13 5 5 4 14 4 4 4 12

72 5 5 4 14 4 4 4 12 4 3 3 10

73 4 4 5 13 4 4 4 12 4 5 4 13

74 3 4 3 10 4 3 3 10 4 3 3 10

75 5 5 5 15 5 5 4 14 5 5 5 15

76 5 5 5 15 4 5 4 13 5 5 4 14

77 5 5 5 15 5 4 4 13 4 5 5 14

78 3 4 4 11 4 4 4 12 4 2 3 9

79 3 2 4 9 4 4 4 12 4 4 4 12

80 5 5 5 15 5 5 5 15 5 4 5 14

81 5 5 5 15 4 5 4 13 3 4 4 11

82 5 5 5 15 3 5 4 12 5 5 5 15

83 4 4 3 11 5 5 5 15 5 3 4 12

84 5 5 2 12 5 5 4 14 5 2 3 10

85 3 5 5 13 5 5 5 15 5 4 5 14

86 4 5 4 13 4 4 5 13 3 3 5 11

87 5 5 5 15 5 4 5 14 4 5 4 13

88 5 1 5 11 3 5 2 10 3 5 5 13

89 5 5 1 11 3 5 2 10 5 5 5 15

90 4 4 4 12 4 4 4 12 3 2 5 10

91 5 5 4 14 5 4 4 13 5 4 5 14

92 5 4 4 13 5 5 4 14 4 4 4 12

93 5 5 4 14 4 4 4 12 4 3 3 10

94 4 4 5 13 4 4 4 12 4 5 4 13

95 3 4 3 10 4 3 3 10 4 3 3 10

Variabel Y (Elektabilitas)

RSPN JAWABAN

P1 P2 P3 P4 P5 P6 SKOR

1 4 4 4 4 5 4 25

2 5 4 4 5 5 5 28

3 2 3 2 4 4 3 18

4 4 5 5 4 4 5 27

5 4 4 4 5 4 4 25

6 5 5 5 5 5 5 30

7 3 4 5 4 4 2 22

8 4 4 4 4 4 4 24

9 3 3 3 4 3 3 19

10 5 3 5 5 5 5 28

11 3 4 3 4 3 3 20

12 5 5 5 5 3 2 25

13 5 5 5 5 4 3 27

14 4 4 4 4 4 4 24

15 3 3 3 4 4 3 20

16 5 4 4 4 5 3 25

17 3 4 3 4 3 4 21

18 3 4 3 3 3 4 20

19 5 5 3 5 5 5 28

20 5 4 5 4 5 4 27

21 3 5 2 3 5 5 23

22 3 5 2 5 5 5 25

23 4 4 4 3 2 5 22

24 5 4 4 5 4 5 27

25 5 5 4 4 4 4 26

26 4 4 4 4 3 3 22

27 4 4 4 4 5 4 25

28 4 3 3 4 3 3 20

29 5 5 4 5 5 5 29

30 4 5 4 5 5 4 27

31 5 4 4 4 5 5 27

32 4 4 4 4 2 3 21

33 4 4 4 4 4 4 24

34 5 5 5 5 4 5 29

35 4 5 4 3 4 4 24

36 3 5 4 5 5 5 27

37 5 5 5 5 3 4 27

38 5 5 4 5 2 3 24

39 5 5 5 5 4 5 29

40 4 4 5 3 3 5 24

41 5 4 5 4 5 4 27

42 3 5 2 3 5 5 23

43 3 5 2 5 5 5 25

44 4 4 4 3 2 5 22

45 5 4 4 5 4 5 27

46 5 5 4 4 4 4 26

47 4 4 4 4 3 3 22

48 4 4 4 4 5 4 25

49 4 3 3 4 3 3 20

50 5 5 4 5 5 5 29

51 4 4 4 5 4 4 25

52 5 5 5 5 5 5 30

53 3 4 5 4 4 2 22

54 4 4 4 4 4 4 24

55 3 3 3 4 3 3 19

56 5 3 5 5 5 5 28

57 3 4 3 4 3 3 20

58 5 5 5 5 3 2 25

59 5 5 5 5 4 3 27

60 4 4 4 4 4 4 24

61 3 3 3 4 4 3 20

62 5 4 4 4 5 3 25

63 3 4 3 4 3 4 21

64 3 4 3 3 3 4 20

65 5 5 3 5 5 5 28

66 5 4 5 4 5 4 27

67 3 5 2 3 5 5 23

68 3 5 2 5 5 5 25

69 4 4 4 3 2 5 22

70 5 4 4 5 4 5 27

71 5 5 4 4 4 4 26

72 4 4 4 4 3 3 22

73 4 4 4 4 5 4 25

74 4 3 3 4 3 3 20

75 5 5 4 5 5 5 29

76 4 5 4 5 5 4 27

77 5 4 4 4 5 5 27

78 4 4 4 4 2 3 21

79 4 4 4 4 4 4 24

80 5 5 5 5 4 5 29

81 4 5 4 3 4 4 24

82 3 5 4 5 5 5 27

83 5 5 5 5 3 4 27

84 5 5 4 5 2 3 24

85 5 5 5 5 4 5 29

86 4 4 5 3 3 5 24

87 5 4 5 4 5 4 27

88 3 5 2 3 5 5 23

89 3 5 2 5 5 5 25

90 4 4 4 3 2 5 22

91 5 4 4 5 4 5 27

92 5 5 4 4 4 4 26

93 4 4 4 4 3 3 22

94 4 4 4 4 5 4 25

95 4 3 3 4 3 3 20

76 Correlations

P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 SKOR

P1 Pearson Correlation

1 .548* 1.000** .567** .357 .714** .215 .545* .507* .848**

Sig. (2-tailed) .012 .000 .009 .122 .000 .363 .013 .022 .000

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P2 Pearson Correlation

.548* 1 .548* .725** .440 .511* .700** .567** .386 .798**

Sig. (2-tailed) .012 .012 .000 .052 .021 .001 .009 .093 .000

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P3 Pearson Correlation

1.000** .548* 1 .567** .357 .714** .215 .545* .507* .848**

Sig. (2-tailed) .000 .012 .009 .122 .000 .363 .013 .022 .000

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P4 Pearson Correlation

.567** .725** .567** 1 .552* .687** .663** .618** .392 .868**

Sig. (2-tailed) .009 .000 .009 .012 .001 .001 .004 .088 .000

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P5 Pearson Correlation

.357 .440 .357 .552* 1 .491* .362 .088 .179 .562**

Sig. (2-tailed) .122 .052 .122 .012 .028 .116 .714 .451 .010

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P6 Pearson Correlation

.714** .511* .714** .687** .491* 1 .419 .361 .101 .764**

Sig. (2-tailed) .000 .021 .000 .001 .028 .066 .118 .672 .000

Correlation

Sig. (2-tailed) .363 .001 .363 .001 .116 .066 .083 .312 .005

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P8 Pearson Correlation

.545* .567** .545* .618** .088 .361 .398 1 .518* .707**

Sig. (2-tailed) .013 .009 .013 .004 .714 .118 .083 .019 .000

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

P9 Pearson Correlation

.507* .386 .507* .392 .179 .101 .238 .518* 1 .598**

Sig. (2-tailed) .022 .093 .022 .088 .451 .672 .312 .019 .005

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

SKO R

Pearson Correlation

.848** .798** .848** .868** .562** .764** .598** .707** .598** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .010 .000 .005 .000 .005

N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Tabel hasil uji validitas diatas menyajikan data bahwa instrumen penelitian pada variabel (x) Politik Identas semuanya valid.

Hal ini terlihat dari nilai koefisien korelasi product moment yang melebihi rtabel 0,444 sebagaimana ketentuan nilai R-Standar untuk dapat mengatakan validnya suatu item pernyataan dengan dasar rhitung ≥ rtabel = valid dan ketika . rhitung ≤ rtabel = tidak valid

78

Uji Reabilitas Variabel X Politik Identitas

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.891 9

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

P1 32.30 22.221 .793 .866

P2 32.15 24.029 .745 .873

P3 32.30 22.221 .793 .866

P4 32.30 21.168 .811 .864

P5 32.25 25.671 .465 .892

P6 32.35 22.450 .674 .877

P7 32.00 26.000 .524 .888

P8 32.20 23.958 .622 .881

P9 32.55 24.050 .464 .897

Hasil uji reliabilitas dengan dasar alpha ≥ rtabel = konsisten dan ketika alpha ≤ rtabel = tidak konsisten. Berdasarkan rusmus tersebut menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai Cronbach Alpha yang lebih besar dari 0,444 sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan dari kuesioner variabel politik identitas dinyatakan reliabel atau teruji kehandalannya yang berarti bahwa kuesioner layak digunakan sebagai alat ukur.

Uji Validitas Variabel Y Elektabilitas Correlations

P1 P2 P3 P4 P5 P6 SKOR

P1 Pearson Correlation 1 .552* .687** .663** .618** .392 .920**

Sig. (2-tailed) .012 .001 .001 .004 .088 .000

N 20 20 20 20 20 20 20

P2 Pearson Correlation .552* 1 .491* .362 .088 .179 .605**

Sig. (2-tailed) .012 .028 .116 .714 .451 .005

N 20 20 20 20 20 20 20

P3 Pearson Correlation .687** .491* 1 .419 .361 .101 .729**

Sig. (2-tailed) .001 .028 .066 .118 .672 .000

N 20 20 20 20 20 20 20

P4 Pearson Correlation .663** .362 .419 1 .398 .238 .682**

Sig. (2-tailed) .001 .116 .066 .083 .312 .001

N 20 20 20 20 20 20 20

P5 Pearson Correlation .618** .088 .361 .398 1 .518* .714**

Sig. (2-tailed) .004 .714 .118 .083 .019 .000

N 20 20 20 20 20 20 20

P6 Pearson Correlation .392 .179 .101 .238 .518* 1 .598**

Sig. (2-tailed) .088 .451 .672 .312 .019 .005

N 20 20 20 20 20 20 20

SKOR Pearson Correlation .920** .605** .729** .682** .714** .598** 1 Sig. (2-tailed) .000 .005 .000 .001 .000 .005

N 20 20 20 20 20 20 20

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Tabel hasil uji validitas diatas menyajikan data bahwa instrumen penelitian pada variabel (Y) elektabilitas semuanya valid. Hal ini terlihat dari nilai koefisien korelasi product moment yang melebihi 0,444 sebagaimana ketentuan nilai R- Standar untuk dapat mengatakan validnya suatu item pernyataan dengan dasar rhitung ≥ rtabel = valid dan ketika . rhitung ≤ rtabel = tidak valid

Uji Reabilitas Variabel Y Elektabilitas Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.796 6

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

P1 20.15 7.082 .853 .677

P2 20.10 9.989 .459 .784

P3 20.20 8.484 .559 .764

P4 19.85 10.029 .579 .768

P5 20.05 9.103 .573 .760

P6 20.40 9.305 .375 .812

Hasil uji reliabilitas dengan dasar alpha ≥ rtabel = konsisten dan ketika alpha ≤ rtabel = tidak konsisten. Berdasarkan rusmus tersebut menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai Cronbach Alpha yang lebih besar dari 0,444 sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan dari kuesioner variabel elektabilitas dinyatakan reliabel atau teruji kehandalannya yang berarti bahwa kuesioner layak digunakan sebagai alat ukur

LAMPIRAN IV. OUTPUT UJI REGRESI LINIER SEDERHANA

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 Politik_Identitasb . Enter

a. Dependent Variable: Elektabilitas b. All requested variables entered.

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .953a .908 .907 .903

a. Predictors: (Constant), Politik_Identitas

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 747.345 1 747.345 916.773 .000b

Residual 75.813 93 .815

Total 823.158 94

a. Dependent Variable: Elektabilitas b. Predictors: (Constant), Politik_Identitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.605 .764 2.100 .038

Politik_Identitas .619 .020 .953 30.278 .000

a. Dependent Variable: Elektabilitas

Dokumen terkait