DANA ALOKASI KHUSUS
Dosen Pengampu :
Dr. Hj. Erni Achmad, S.E., M.Si.
DISUSUN OLEH KELOMPOK 2
Putri Juliani (C0E023016) MONICA WINANDA P.S (C0E023010)
Nadila khoirunnisa(C0E023014) Rani L.B. Simanullang (C0E023012)
01
Dana Alokasi Khusus (DAK)
Adalah alokasi dari anggaran pendapatan dan belaja negara kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
02
Dasar Hukum
UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah; dan
PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan.
03
Jenis
Dana Alokasi Khusus dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu
Dana Alokasi Khusus Fisik
1. Dana Alokasi Khusus Non Fisik
2.
04
Mekanisme Pengalokasian
Usulan Kegiatan: Menteri teknis mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK.
1.
Penentuan Daerah Penerima: Daerah yang menerima DAK harus memenuhi kriteria umum, khusus, dan teknis.
2.
Penghitungan Alokasi: Setelah menerima usulan, Menteri Keuangan menghitung alokasi DAK berdasarkan kriteria yang ditetapkan
3.
05
Kriteria Pengalokasian DAK
Kriteria Umum, dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang tercermin dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja PNSD;
1.
Kriteria Khusus, dirumuskan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus dan karakteristik daerah; dan
2.
Kriteria Teknis, yang disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana, serta pencapaian teknis pelaksanaan kegiatan DAK di daerah.
3.
06
Fokus Bidang
Penggunaan DAK
DAK akan difokuskan pada beberapa bidang utama, termasuk:
Infrastruktur: Pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung layanan publik.
Pendidikan: Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah.
Kesehatan: Memperbaiki fasilitas kesehatan dan layanan kesehatan masyarakat.
Perhintungan
Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK harus memenuhi kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Sedangkan besaran alokasi DAK masing-masing daerah ditentukan dengan perhitungan indeks berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis.
07
Kriteria umum dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kemampuan keuangan daerah dihitung melalui indeks fiskal netto. Daerah yang memenuhi krietria umum merupakan daerah dengan indeks fiskal netto tertentu yang ditetapkan setiap tahun.
Kriteria khusus dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus dan karakteristik daerah.
Kriteria khusus dirumuskan melalui indeks kewilayahan oleh Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional danmenteri/pimpinan lembaga terkait.
Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK. Kriteria teknis dirumuskan melalui indeks teknis oleh menteri teknis terkait. Menteri teknis menyampaikan kriteria teknis dimaksud kepada Menteri Keuangan.