Tujuan
Sumber Data
Aspek Geografi
- Letak Geografis Dan Batas Administrasi Wilayah
Kabupaten Agam merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang beribukota di Kabupaten Lubuk Basung. Rasio ketergantungan Kabupaten Agam sebesar 60,53 yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif terdapat 61 penduduk usia tidak produktif.
Jumlah Penduduk Menurut Dokumen Kependudukan a. Kepemilikan KTP
Pada tahun 2017, Kabupaten Agam menunjukkan 30,26% penduduknya memiliki akta kelahiran, meningkat menjadi 42,04% pada tahun 2018. Berdasarkan jenis kelamin, persentase penduduk laki-laki yang memiliki akta kelahiran adalah sebesar 30,13% dari seluruh penduduk. penduduk pada tahun 2017 dan meningkat menjadi 42,10% pada tahun 2018.
Komposisi Menurut Status Perkawinan
Sedangkan laki-laki lajang lebih banyak 42,09 persen dibandingkan perempuan lajang masing-masing 31,04 persen. Di sisi lain, 15,96% lebih banyak perempuan yang bercerai, baik bercerai atau meninggal, dibandingkan laki-laki (3,27 persen).
Umur Perkawinan Pertama
Gambar diatas juga menunjukkan bahwa peserta KB baru masih didominasi oleh perempuan yaitu jumlah pesertanya), sedangkan pada tahun 2017 sebesar 89,24%. Gambar diatas juga menunjukkan peserta KB aktif masih didominasi oleh perempuan yaitu jumlah orang), sedangkan pada tahun 2017 sebesar 93,82%.
Partisipasi Sekolah
Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut kelompok umur dan 16-18 tahun) dan jenis kelamin per kecamatan di Kabupaten Agam tahun 2018. Jumlah Angka Partisipasi Kasar (GPR) menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin per kecamatan di Kabupaten Agam pada tahun 2018. 2018. Angka Partisipasi Murni Total (APM) menurut tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA serta gender menurut kecamatan di Kabupaten Agam tahun 2018.
Seperti halnya APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah pada setiap jenjang pendidikan. APM pada suatu jenjang pendidikan diperoleh dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan penduduk kelompok umur yang berkaitan dengan jenjang sekolah tersebut.
Rata-rata lama sekolah
Indikator ini dihitung berdasarkan variabel pendidikan terakhir yang diselesaikan dan jenjang pendidikan saat ini. Berdasarkan data Susenas tahun 2018, jenjang pendidikan tertinggi yang diselesaikan penduduk usia 15 tahun ke atas adalah SD ke bawah dengan persentase mencapai 43,65 persen. Jika dibandingkan antara laki-laki dan perempuan, terlihat bahwa pendidikan perempuan relatif lebih baik dibandingkan pendidikan laki-laki.
Proporsi perempuan yang berpendidikan SD ke bawah lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 46,53 persen berbanding 40,76 persen. Pada tingkat SMP, proporsi perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 20,94 persen berbanding 21,53 persen.
Sertifikasi Guru
Dari data di atas terlihat bahwa guru SD yang tidak mempunyai ijazah lebih banyak dibandingkan yang mempunyai ijazah. Dilihat dari jumlah guru SD bersertifikat, terlihat 13,23% guru SD dan 86,77% guru perempuan bersertifikat. Dari data di atas terlihat bahwa lebih banyak guru sekolah menengah yang memiliki sertifikat dibandingkan yang tidak memiliki sertifikat.
Dilihat dari jumlah guru SMA berizin, terlihat 20,34% guru SMA laki-laki bersertifikat dan 79,66% guru SMA perempuan bersertifikat. Dari data siswa Madrasah Aliyah Negeri/Swasta tahun 2018, jumlah siswa perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.
PENDAHULUAN
PELAYANAN KESEHATAN IBU
Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)
Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) dengan Kompetensi Kebidanan
Cakupan kelahiran yang ditolong oleh tenaga kesehatan (Linakes) di Kabupaten Agam pada tahun 2018 sebanyak 7.327 kelahiran atau 73,5%.
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (Ante Natal Care)
Dari tabel diatas terlihat cakupan K1 di Kabupaten Agam pada tahun 2018 sebanyak 8162 jiwa atau 78,2%. Sedangkan cakupan survei lengkap ibu hamil (K4) pada periode yang sama sebanyak 7.228 orang atau 69,2%.
Angka kematian Bayi (AKB) dan Anak Balita (AKABA) Selama Tahun 2018, secara normatif jumlah kematian
Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah kematian bayi laki-laki lebih besar dibandingkan bayi perempuan (62,3%). Begitu pula pada bayi, rasio kematian bayi laki-laki lebih besar dibandingkan bayi perempuan, yaitu 6 bayi laki-laki dan 1 bayi perempuan.
Bayi dengan ASI Eksklusif (0-6 Bulan)
Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi pasca melahirkan yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar dokter, bidan, dan perawat yang mempunyai kompetensi kesehatan klinis, minimal 4 kali dalam satu bidang kerja dalam jangka waktu tertentu. Selama tahun 2018, jumlah kunjungan bayi sebanyak 3.437 bayi laki-laki dan 3.491 bayi perempuan. Cakupan kunjungan bayi per kecamatan Kabupaten Agam tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut.
Cakupan kunjungan anak balita di Kabupaten Agam selama tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5.8. Pada tahun 2018, jumlah kunjungan anak balita sebanyak 12.268 anak laki-laki dan balita serta 11.737 anak perempuan dan balita.
Pelayanan Imunisasi lengkap pada bayi 0-11 bulan
Upaya Penanggulangan Gizi Buruk pada Balita
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa selama tahun 2018, bayi laki-laki sebanyak 2.816 bayi atau 61,5% mendapat imunisasi dasar lengkap dan bayi perempuan sebanyak 2.771 bayi atau 59,3%. Hasil pemantauan pertumbuhan balita di Kabupaten Agam tahun 2018 berdasarkan Laporan Gizi LB-3 23 Puskesmas menunjukkan jumlah balita BGM sebanyak 0,37% balita laki-laki dan 0,35% balita perempuan.
Penderita Tuberkulosis (TB Paru)
Dengan diagnosis HIV dini dan pengobatan yang efektif, pasien HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. Pengobatan terbaik untuk HIV adalah mencegah HIV dengan melakukan hubungan seks yang aman.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Dari tabel di atas, jumlah posyandu di Kabupaten Agam sebanyak 860 posyandu. Selain Puskesmas, di Kabupaten Agam juga terdapat RSUD Lubuk Basung, satu-satunya RS milik Pemerintah Daerah Kabupaten Agam yang diresmikan pada tanggal 13 Maret 1986. Fasilitas pelayanan khusus dokter spesialis di RSUD Lubuk Basung total 15 jenis pelayanan yaitu: dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis patologi klinik, dokter spesialis penyakit fisik dan rehabilitasi, dokter spesialis mata, dokter spesialis THT, dokter spesialis saraf, dokter spesialis kulit dan venereologi, spesialis paru, spesialis bedah tulang, dan spesialis konservasi gigi.
Saat ini, dokter spesialis di RSUD Lubuk Basung berjumlah 24 orang, dokter umum 10 orang, dan dokter gigi 2 orang. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, RSUD Lubuk Basung telah menerapkan sistem antrian yang memisahkan antrian sesuai kebutuhan pasien, seperti:
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KOPERASI
Dari data di atas terlihat bahwa partisipasi perempuan dan laki-laki sebagai anggota koperasi hampir berimbang, bahkan partisipasi perempuan lebih tinggi. Pada koperasi multiusaha, koperasi pasar, koperasi wanita, koperasi tentara, koperasi asrama Islam, koperasi karyawan dan koperasi lainnya, partisipasi perempuan lebih dari 50 orang. Salah satu jenis koperasi, yaitu Koperasi Wanita (Kopwan), memiliki 100% perempuan. anggota, hal ini menggambarkan bahwa perempuan cukup tertarik untuk bergabung dalam koperasi, diharapkan hal ini dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan perempuan dan dapat meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat.
Diharapkan kedepannya peran perempuan dalam berpartisipasi di koperasi terus meningkat sehingga perempuan semakin maju dan berdaya. Dari data di atas terlihat bahwa secara umum perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yang bekerja sebagai pegawai koperasi.
KIPRAH PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SENTRA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM)
Dari data di atas terlihat bahwa perempuan juga berperan dalam Industri Kecil Menengah Kabupaten Agam khususnya sentra industri makanan dan sandang. Hal ini terlihat dari jumlah manajer perempuan di pusat tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah manajer laki-laki. Pada sentra bordir dan makanan kering hampir seluruh pengelolanya adalah perempuan, begitu pula pada sentra biskuit ubi jalar, anyaman bambu, dan kembang gula jumlah pengelola perempuan hampir sama dengan jumlah pengelola laki-laki.
Namun di beberapa sentra, perempuan tidak banyak berpartisipasi, hal ini mungkin disebabkan karena beberapa sentra tersebut memerlukan kekuatan fisik, sehingga perempuan masih lebih cenderung memilih usaha yang sesuai dengan sifat dan kemampuan fisiknya. Namun tidak menutup kemungkinan perempuan juga dapat berpartisipasi dalam usaha yang didominasi oleh laki-laki, misalnya pada industri batu bata dan gula merah, banyak unit usaha yang juga dikelola oleh perempuan, namun dalam penunjukan pengelola sentra batu bata, biasanya pelaku usaha memilih manajer sesuai dengan kebutuhan mereka gender yang dominan dalam bisnis.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM SEKTOR KEHUTANAN 1. Kelompok Tani Kehutanan
Kecamatan Ampek Angkek belum mempunyai kelompok petani kehutanan karena kondisi wilayahnya yang tidak menawarkan potensi hutan. Dari jumlah tersebut, anggota kelompok tani tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 1.161 orang dan perempuan sebanyak 764 orang. Hal ini mengurangi peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kelompok tani, sekaligus mengurangi tujuan internal mereka.
Data penyuluh kehutanan di Kabupaten Agam menurut gender dapat dilihat pada Tabel 6.8. Kelompok tani pembuatan hutan rakyat pada UPTD 2018 KPHL Agam Raya dapat dilihat pada tabel berikut.
PERAN PEREMPUAN DALAM DUNIA KERJA 1. Angkatan Kerja
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Angka Pengangguran Terbuka (TPT) adalah persentase penduduk yang sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, dan yang tidak sedang mencari pekerjaan atau tidak sedang mempersiapkan usaha karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan dan karena tidak mempunyai pekerjaan. sudah mempunyai pekerjaan namun belum mulai bekerja. Semakin banyak orang yang bekerja maka akan semakin positif pula dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi suatu daerah. Dengan lebih banyak lapangan kerja dan lebih sedikit pengangguran, pemerintah akan lebih mudah menangani masalah penyerapan tenaga kerja dan bisa berkonsentrasi pada sektor lain, misalnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, banyaknya penduduk yang bekerja di suatu daerah juga menggambarkan potensi perekonomian daerah tersebut. Status ketenagakerjaan terendah adalah dunia usaha dengan didukung oleh pekerja tetap/gaji sebesar 2,84 persen.
Pekerja Sektor Informal
Dalam analisis ini, kegiatan-kegiatan informal didekati dengan menggunakan pendekatan status pekerjaan dan pekerjaan (jika data tersedia, seperti pada tahun 2000, maka kegiatan-kegiatan tersebut didasarkan pada status pekerjaan hanya karena variabel jenis pekerjaan tidak tersedia). Melalui pendekatan ini, seorang pekerja dikategorikan sebagai pekerja formal, diartikan sebagai pekerja yang berstatus “pengusaha dibantu pekerja tetap/pekerja bergaji”, “buruh/pegawai”, dan bukan pekerja informal. Dorongan dan keinginan perempuan untuk bekerja seringkali tidak didukung oleh tersedianya kesempatan kerja, sehingga mereka cenderung memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor informal.
Sektor informal merupakan bagian dari angkatan kerja di kota yang berada di luar pasar tenaga kerja terorganisir, yaitu tidak terpengaruh oleh kebijakan pemerintah dan mungkin mencakup kegiatan usaha marjinal dengan jam kerja tidak teratur (Stephani, 2008). Perempuan yang bekerja di sektor informal lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu 75,59 persen berbanding 69,96 persen.
Tenaga Kerja Per Perusahaan/Unit Usaha
Berdasarkan data di atas, terlihat jumlah pegawai perempuan masih kalah dengan jumlah pegawai laki-laki. Dilihat dari data di atas, terlihat adanya perbandingan yang cukup besar antara laki-laki dan perempuan yang berangkat menjadi TKI di luar negeri. Data di atas menunjukkan jumlah pegawai yang dilatih BLK Kabupaten Agam sebanyak 176 orang.
Agam 2019 Data di atas menunjukkan bahwa jumlah pencari kerja perempuan lebih sedikit dibandingkan jumlah pencari kerja laki-laki. Agam 2019 Data di atas menunjukkan adanya perbandingan jumlah pengangguran antara perempuan dan laki-laki yang cukup besar, dimana jumlah pengangguran laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengangguran perempuan.
BIDANG HUKUM
Jumlah narapidana di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung menurut jenis kelamin dan tingkat pendidikan di Kabupaten Agam tahun 2018. Jumlah narapidana di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung menurut jenis kelamin dan kelompok umur di Kabupaten Agam tahun 2018. Kebijakan pemerintah daerah yang mendukung program/kegiatan terkait perlindungan anak meningkat pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.
Peraturan bupati ini menjadi pedoman dalam penyusunan program/kegiatan terkait perlindungan anak periode 2018-2021. Kebijakan tambahan perlindungan anak pada tahun 2018 adalah pendirian puskesmas ramah anak dan sekolah ramah anak di kabupaten Agam melalui Keputusan Bupati Agam Nomor. 498 dan 499 tahun 2018.