Gurita globalisasi yang semakin mengencang di abad 20
menempatkan demokrasi sebagai pilihan tunggal dalam sistem
politik dan sosial di hampir seluruh dunia.
Bersama isu-isu penting yang diusung globalisasi, semua
negara di muka bumi menjadikan demokrasi sebagai simbul,
identitas, sekaligus parameter pergaulan global.
Arti secara Etimologis
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “demos” yang berarti rakyat dan “kratos/cratein” yang berarti kekuasaan atau pemerintahan.
Arti secara terminologis
Demokrasi adalah negara dalam sistem pemerintahannya
kedaulatan di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, pemerintahan rakyat dan
kekuasaan oleh rakyat, atau pemerintahan negara rakyat yang berkuasa.
Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
(government of the people, by the people and for the people)
Sejarah demokrasi klasik terdapat di Yunani kuno pada abad ke-6 sampai ke-3 SM dalam bentuk negara kota ( city state; polis ). Demokrasi pada masa ini bersifat langsung.
Demokrasi modern mulai berkembang di Eropa Barat pada abad ke-15 dan abad ke-16, namun mencapai puncaknya pada abad ke-19. Demokrasi modern menonjolkan asas kebebasan manusia (hak asasi manusia) dari semua bentuk pengekangan dan
penindasan, baik oleh agama, pemikiran atau politik.
Dulu demokrasi hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan, pada era sekarang ini demokrasi
juga meliputi sistem politik.
Bahkan, karena demokrasi tak bisa dielakkan dan
menjadi standar global
maka demokrasi juga
sebagai sikap hidup
Bentuk Pemegang Untuk Kategori Nilai
Monarki Satu orang Rakyat Baik
Tirani Satu orang Pribadi Buruk
Aristokrasi Kelompok Rakyat Baik
Oligarki Kelompok Kelompok Buruk
Demokrasi Rakyat Rakyat Baik
Mobokrasi Rakyat awam Rakyat Buruk
Sementara di jaman modern menurut Machiavelli klasfifikasi bentuk
pemerintahan didasarkan pada cara pengangkatan pemimpin negara, yakni:
Monarki atau Republik.
Henry B. Mayo menyatakan demokrasi sebagai sistem politik jika kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secera efektif oleh rakyat dalam pemilihan secara berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan
diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik.
Samuel Huntington menyatakan sistem politik dikatakan
demokratis jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil, jujur, dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara.
Demorasi merupakan keyakinan, suatu prinsip pertama dan utama yang dijabarkan dan dilaksanakan secara sistematis dalam bentuk aturan sosial. Demokrasi adalah pandangan hidup yang mewarnai sikap sehari-hari dalam kehidupan bersama sebagai budaya
demokrasi.
Nilai-nilai demokrasi dan budaya demokrasi inilah yang menjadi landasan dalam tumbuh kembangnya bentuk pemerintahan dan sistem politik yang demokratis.
Bagaimana dengan nilai dan budaya demokrasi yang ada dalam sistem keyakinan dan kehidupan masyarakat Indonesia? Carilah contohnya!
Demokratisasi juga meliputi upaya
menegakkan nilai-nilai demokrasi dalam
lembaga demokrasi itu sendiri. Karena itu
demokrasi harus
didukung oleh 2 aspek, yakni kultur demokrasi dan lembaga
demokrasi
Demokrasi lebih sebagai kata sifat dan bersifat das
sollen/ide-ide daripada das sein/fakta karena tidak ada
bentuk demokrasi di negara manapun di dunia ini yang
betul-betul sempurna mewujudkan nilai-nilai demokrasi
itu sendiri, bahkan negara Amerika sekalipun.
Demokrasi walaupun terdapat nilai-nilai
universal (seperti dalam nilai-nilai dalam sejarah demokrasi Perancis: liberte, egalite, fraternite ) namun dalam penerapannya berbeda-beda
antara negara satu dengan lainnya. Contoh sebagai berikut :
Demokrasi Amerika Serikat menekankan pada liberalisme
Demokrasi di Indonesia terdapat tiga macam demokrasi :
Demokrasi Parlementer Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila
Demokrasi ...??? (era reformasi)
1.
2.3.
Demokrasi di Bidang:
Politik Eonomi Sosial
1.
2.
3.
4.
Perkembangan demokrasi di Indonesia dibagi dalam empat periode sebagai berikut :
Periode 1945 – 1959 : Demokrasi Parlementer
Dominasi peran parlemen dan partai-partai politik Politik aliran
Periode 1959 – 1965 : Demokrasi Terpimpin
Dominasi peran Presiden
Terbatasnya peran partai politik Pengaruh komunisme
Periode 1966 – 1998 : Demokrasi Pancasila
Menonjolkan sistem presidensial
Dominasi Suharto terhadap lembaga-lembaga negara Distorsi dan reduksi tafsir ideologi negara: Pancasila
Periode 1999 – sekarang : era reformasi
Sistem multi partai Era otonomi daerah
Pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung Memungkinkan adanya perkembangan
???
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Ide kedaulatan rakyat
Negara berdasarkan hukum Bentuk republik
Pemerintah berdasar konstitusi
Pemerintah yang bertanggung jawab Sistem perwakilan
Sistem pemerintahan presidensial
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Merupakan bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas Bentuk pemerintah republik, sedangkan sistem pemerintahan presidensial Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan
Kabiner atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden
Parlemen terdiri dari dua kamar (bikameral); DPR dan DPD
Pemilu diselenggarakan untuk memilih presiden dan wakil presiden, angota DPR, anggota DPD, angota DPRD Propinsi, angota DPRD Kabupaten/Kota, Kepala
Daerah
Sistem multi partai
Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung dan baan peradilan di bawahnya, yaitu pengadilan tinggi dan pengadilan negeri serta sebuah
Mahkamah Konstitusi.
Rakyat
INSPEKTIF
(BPK) YUDIKATIF
(MA) EKSEKUTIF
Presiden LEGISLATIF DPR & DPD
Kebijakan
Peraturan Pemerintah (PP) Keputusan Presiden (Kepres)
MPR
UU
UUD
Pilihan langsung melalui pemilu 5 tahunan Garis kontrol
Garis impeachment dan pengawasan Garis pembuatan Undang-undang