PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Dalam penelitian yang dilakukan Husnul Khotiah, subjek penelitiannya adalah remaja di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan subjek penelitian ini adalah anak-anak atau remaja di Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Penelitian kedua adalah tesis “Pengaruh Gadget Dampak Kurangnya Komunikasi Tatap Muka Dalam Kehidupan Sehari-Hari (Studi Optimalisasi Pengguna Gadget Remaja Di Desa Way Urang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan)” yang diteliti oleh Muhammad Faris Kamil, mahasiswa UIN Raden Intan Lampung .7.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Muhammad Faris Kamil adalah penelitian di atas mengkaji dampak gawai terhadap kurangnya komunikasi tatap muka dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan penelitian ini merupakan penelitian lengkap tentang dampak gawai pada lima hari sehari. . doa remaja. Mengenai tempat dan lokasi penelitian diatas yaitu di kecamatan Way Urang kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan sedangkan tempat atau lokasi yang peneliti teliti adalah di desa Negara Saka kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran . 7Muhammad Faris Kamil, Pengaruh gadget berdampak pada minimnya komunikasi tatap muka dalam kehidupan sehari-hari (Studi optimalisasi remaja pengguna gadget di Desa Way Urang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan), (Lampung, UIN Raden Intan Lampung, 2016).
LANDASAN TEO RI
Pengertian Gadget
Dalam kehidupan masyarakat dunia, gawai merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Komunikasi menggunakan gawai tidak hanya digunakan untuk keperluan pribadi tetapi juga untuk keperluan bisnis dan pemerintahan.
Penggunaan Gadget Bagi Masyarakat
Gadget segala jenis dan aplikasinya sudah menjadi kebutuhan masyarakat dari kalangan atas, menengah dan bawah, kota, desa, orang tua, remaja dan anak-anak. Gadget tidak hanya dapat digunakan untuk menerima dan menelepon, tetapi juga untuk mengirim SMS, mengirim dan menerima gambar, mengirim dan menerima nada dering. Teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan jarak jauh atau sering disebut dengan e-learning.
E-learning dapat memungkinkan pembelajaran jarak jauh sehingga dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara negara maju dan negara berkembang. Nama-nama situs perdagangan di Internet seperti Google, Yahoo, Amazon, eBay, lelang.com, indoexchange.com, klikbca dll telah menjadi nama rumah tangga di kalangan perusahaan dan pengguna TIK. Sejak tahun 1999 hingga akhir tahun 2000, dunia bisnis mengalami booming dotcom, model bisnis baru yang berkembang dengan menggunakan internet sebagai sarana dan media untuk bertransaksi.
Efek positif dari ponsel pertama adalah penggunaan ponsel meningkatkan koneksi, baik jarak pendek maupun jarak jauh, dan mengurangi waktu ketika kita tidak bisa. Dulu hadir secara fisik dengan seseorang di era pra-mobile itu perlu, tetapi hari ini kita dapat berbicara dengan seseorang di mana saja sambil berjalan atau duduk di kafe.
Dampak Gadget Bagi Masyarakat
Secara umum dampak dari penggunaan teknologi informasi adalah kecanduan handphone yang digunakan pada seseorang. Salah satu hal yang membuat seseorang menjadi kecanduan dalam penggunaan teknologi informasi adalah mudahnya akses telepon seluler yang fasilitasnya semakin berkembang membuat orang semakin penasaran untuk menggali kecanggihan fasilitas yang ada pada ponsel tersebut. Kemajuan TIK telah mendorong masuknya nilai-nilai budaya asing yang bersifat negatif, seperti cara berpakaian yang tidak sesuai dengan norma dan etika, dorongan pergaulan bebas di kalangan pemuda tanpa memperhatikan etika pergaulan, kurang harmonisnya hubungan antar anak dan orang tua, karena anak cenderung memberontak dan ingin berperilaku bebas tanpa mengikat aturan orang tua, dan sebagainya.. kondisi ini terjadi karena TIK menyediakan berbagai informasi yang mudah diakses terutama di kalangan generasi muda atau remaja.
Meskipun, . nilai-nilai budaya asing yang bersifat negatif, yang dapat melunturkan nilai-nilai budaya yang kita anut. Hal ini menunjukkan bahwa telah banyak sekali dampak negatif atau kerugian yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan TIK telah memudahkan penciptaan, penyebaran dan penggunaan pornografi sehingga menyebabkan pergeseran nilai dan moral masyarakat.
Teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, televisi dan radio menawarkan berbagai barang atau produk untuk kebutuhan masyarakat. Tayangan televisi yang cenderung bengis dan sadis dapat mempengaruhi penontonnya menjadi lebih agresif, terutama bagi anak-anak.
Remaja
- Pengertian Remaja
- Batas Usia Remaja
- Penggunaan Gadget Pada Remaja
Penelitian Berjudul Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Remaja Dalam Pelaksanaan Shalat Lima Waktu Studi kasus ini di Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran akan dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengkaji latar belakang dan kondisi terkini, insentif dan interaksi lingkungan yang terjadi dalam suatu unit sosial33. Penelitian deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan fakta dengan cara bertanya kepada masyarakat desa Negara Saka kemudian mendeskripsikan apa peran orang tua dalam mencegah kecanduan remaja terhadap gaya hidup gadget dan media sosial. Sumber data primer ini diperoleh dari survey yang dilakukan peneliti terhadap 3 orang tua, 3 anak dan 3 remaja yang sudah memiliki gawai dan seorang kepala desa Negara Saka.
Responden yang diwawancarai adalah 3 orang tua dan 3 anak/remaja (1 anak SD, 1 anak SMP, 1 siswa SMA) di desa Negara Saka yang sudah memiliki gadget. Berpikir, memahami kategori data, mencari dan menemukan pola dan hubungan, dan membuat temuan umum. dikumpulkan dari Desa Negara Saka, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, kemudian diambil kesimpulan secara umum tentang bagaimana dampak penggunaan gadget di kalangan Remaja dalam pelaksanaan sholat lima waktu. Masyarakat Desa Negara Saka sebagian besar adalah penduduk yang berasal dari Pulau Jawa dan sebagian kecil merupakan penduduk asli dari daerah Lampung. , dan kedamaian serta di antara orang-orang yang berbeda.
Berdasarkan tabel di atas, jumlah penduduk desa Negara Saka pada tahun 2017 sebanyak 2729 jiwa dengan rincian laki-laki 1441 orang dan perempuan 1288 orang. Negara Saka selain berprofesi sebagai petani, juga berprofesi sebagai pedagang, masing-masing 167 orang dan 129 buruh. Terwujudnya Masyarakat Desa Negara Saka yang Berbudi Luhur, Sehat, Cerdas dan Sejahtera” Pernyataan Visi tersebut merupakan ungkapan niat mulia untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Desa Negara Saka baik secara individu maupun kelembagaan. bahwa dalam kurun waktu 5 (enam) tahun mendatang Desa Negara Saka telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi yang dilandasi semangat gotong royong dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Penggunaan alat di kalangan remaja dalam melaksanakan sholat lima waktu di Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Menurut informasi yang peneliti dapatkan dari beberapa informan, sebagian besar remaja di desa Negara Saka sudah memiliki gawai sendiri, orang tua mereka yang membelikan gawai saat masih duduk di bangku SMA, namun ada beberapa anak usia SD yang membelikan gawai untuk mereka. .dari orang tua mereka. Sebelum aparat desa memasang Wi-Fi di Balai Desa, tidak ada anak atau pemuda desa Negara Saka yang biasa berkumpul di balai desa hingga larut malam, namun setelah ada Wi-Fi di Komune Desa, banyak .
Analisis dampak penggunaan gadget pada remaja terhadap pelaksanaan sholat lima waktu di Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa pemuda di desa Negara Saka terlihat banyak pemuda desa yang lalai dalam beribadah. Faktor lingkungan juga mempengaruhi perilaku remaja, meskipun sudah berdiri organisasi atau kegiatan kepemudaan (RISMA) di Desa Negara Saka, namun beberapa pemuda setempat kurang antusias dalam melakukan kegiatan.
Sebagian besar remaja di Desa Negara Saka terkena dampak negatif dari penggunaan gadget, khususnya sholat lima waktu. DAMPAK PENGGUNAAN GADGET DI KALANGAN REMAJA DALAM PELAKSANAAN IBADAH SHOLAT LIMA WAKTU (Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran.
Pelaksanaan Sholat 5 Waktu
- Pengertian Ibadah Sholat
- Pelaksanaan Ibadah Sholat Lima Waktu
- Sifat Penelitian
Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Sekunder
Sumber data primer adalah sumber yang diperoleh peneliti dari sumber asli.35 Sumber data ini merupakan sumber pertama dimana data dihasilkan dari hasil wawancara antara penulis dengan individu yang meliputi subjek penelitian. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain atau sekunder dengan data yang diperlukan36. Data ini diperoleh dari pihak-pihak yang tidak terkait langsung dengan penelitian, melainkan terkait dengan objek penelitian.
Seperti buku, majalah, surat kabar, surat kabar, artikel dan lain sebagainya sebagai data pendukung terkait perkembangan gawai dan media sosial serta peran orang tua dalam menyikapi adiksi remaja terhadap gawai dan media sosial.
Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
- Dokumentasi
Teknik Analisis Data
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penggunaan Gadget Di Kalangan Remaja Dalm Pelaksanaan Ibada Sholat
Analisis Dampak Penggunaan Gadget Di Kalangan Remaja Dalm