Apakah ukuran kantor akuntan publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan sektor pertambangan? Apakah ukuran perusahaan, profitabilitas, opini auditor, dan ukuran kantor akuntan publik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan sektor pertambangan?
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan saran yang bermanfaat bagi penulis untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan mengenai laporan keuangan, audit dan investasi. Sistematika penulisan penelitian ini meliputi penjelasan singkat isi setiap bab dengan rincian sebagai berikut :.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Teori Keagenan (Agency Theory)
- Signalling Theory
- Laporan Keuangan
- Komponen Laporan Keuangan
- Peraturan Pelaporan Keuangan
- Audit Laporan Keuangan
- Standar Audit
- Audit Delay
- Determinan Audit Delay
- Reaksi Investor
Dilakukan untuk menentukan apakah laporan tahunan (informasi terverifikasi) telah disusun sesuai dengan kriteria khusus yang berlaku padanya. Agustina dan Kianto (2012) menyelidiki pengaruh rilis laporan keuangan terhadap abnormal return saham.
Kerangka Pemikiran
Hal ini dapat ditunjukkan oleh Agustina dan Kianto (2012) serta Hussain dan Hasan (2012) yang menggunakan abnormal return sebagai proksi untuk menghitung reaksi pasar dalam penelitiannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara publikasi laporan keuangan terhadap abnormal return saham perusahaan.
Penelitian Terdahulu
Faktor internal dan eksternal perusahaan seperti profitabilitas, solvabilitas, auditor internal, ukuran perusahaan dan kantor akuntan publik secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay dan ketepatan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan dan kualitas KAP mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel leverage tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, opini auditor dan jenis industri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel lainnya mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit delay.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis industri, kinerja keuangan, opini auditor mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel lainnya tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay. Variabel yang mempengaruhi adalah ukuran perusahaan dan jenis laporan auditor. yang penting untuk penundaan audit. ukuran perusahaan, financial leverage, variabel kualitas KAP. Variabel ukuran perusahaan dan kualitas KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Variabel audit delay mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas volume perdagangan. ukuran perusahaan, opini auditor, ukuran KAP Variabel.
Perumusan Hipotesis
H01 : Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013 Ha1 : Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 - Periode 2013. H02 : Opini auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013.
H03 : Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Ha3: Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Berbeda dengan kedua penelitian tersebut, penelitian Kartika (2009) dan Al-Ghanem dan Hegazy (2011) menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay suatu perusahaan.
Berbeda dengan kedua penelitian tersebut, penelitian Octavia (2010) dan Kastutisari (2014) menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay suatu perusahaan.
METODOLOGI PENELITIAN
Objek Penelitian
Populasi dan Sampel
Jenis dan Sumber Data
Operasionalisasi Variabel
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
- Variabel Kontrol
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
- Teknik Pengolahan Data
- Uji Normalitas
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Berganda
- Teknik Pengujian Hipotesis
- Koefisien Determinasi
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2013. Berdasarkan metode purposive sampling yang digunakan dalam penelitian ini, ditetapkan beberapa kriteria sebagai persyaratan data yang akan digunakan. sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil uji normalitas terhadap seluruh observasi yang dilakukan pada model penelitian pertama, diketahui bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga outlier pada sampel penelitian harus dikurangi.
Seperti model penelitian pertama, metode purposive sampling juga digunakan pada model penelitian kedua untuk menentukan sampel penelitian berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan sebagai persyaratan data yang akan dijadikan sampel penelitian. Berdasarkan Tabel 4.4, terdapat tujuh perusahaan baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2010, yaitu Atlas Resource Tbk., Baramulti Sussərana Tbk., Surya Esa Perkasa Tbk., Golden Energy Mines Tbk., Mitrabara Adiperdana Tbk., SMR Utama Tbk. ., dan Toba Bara Sejahtra Tbk. Berdasarkan hasil uji normalitas terhadap seluruh observasi yang dilakukan pada model penelitian kedua, ditemukan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga outlier pada sampel penelitian harus dikurangi.
Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan pada model penelitian kedua, terdapat 37 outlier yang dikeluarkan sehingga terpilih 75 observasi.
Analisis Hasil Penelitian Model Pertama
- Statistik Deskriptif
- Penentuan Regresi Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Koefisien Determinasi
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Hipotesis
Hasil tersebut menjelaskan bahwa ukuran perusahaan mempunyai hubungan negatif secara parsial yang berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Indonesia periode 2010–2013. Ha2 : Opini auditor berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan Indonesia yang terdaftar selama tahun 2010-2013. Hasil tersebut menjelaskan bahwa opini auditor memiliki hubungan negatif secara parsial yang tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan terdaftar di Indonesia periode 2010–2013.
H03: Ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010-2013. Ha3: Ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010-2013. H04: Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010-2013.
Ha4: Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013.
Analisis Hasil Penelitian Model Kedua
- Statistik Deskriptif
- Penentuan Regresi Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Koefisien Determinasi
- Uji Asumsi Klasik
Hal ini menunjukkan bahwa audit delay mempunyai hubungan negatif terhadap reaksi investor yang didekati dengan kumulatif abnormal return sektor pertambangan di pasar saham Indonesia periode 2010-2013. H06 : Audit delay tidak berpengaruh signifikan terhadap respon investor pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Ha6 : Audit delay berpengaruh signifikan terhadap respon investor pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Indonesia periode 2010-2013.
Hasil tersebut menjelaskan bahwa secara parsial audit lag mempunyai hubungan negatif yang tidak signifikan mempengaruhi reaksi investor pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010–2013. H08: Audit delay dan return on equity secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Ha8: Audit delay dan Return on secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013.
Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil uji F Ho tidak dapat ditolak yang menjelaskan bahwa variabel audit delay dan return on equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel reaksi investor.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay
- Pengaruh OpiniAuditor terhadap Audit Delay
- Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap Audit Delay
- Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay
- Pengaruh Audit Delay terhadap Reaksi Investor
- Pengaruh Return on Equity terhadap Reaksi Investor
Adanya pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan terhadap audit delay menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dapat dijadikan sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan rentang waktu audit delay pada perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Berdasarkan uji hipotesis kedua pada penelitian ini ditemukan bahwa opini auditor mempunyai hubungan negatif yang tidak signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Pengaruh yang tidak signifikan antara opini auditor terhadap Audit delay menunjukkan bahwa opini auditor tidak dapat dijadikan sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan rentang waktu audit delay pada perusahaan yang dijadikan sampel penelitian.
Berdasarkan hipotesis keempat penelitian ini menyatakan bahwa profitabilitas mempunyai hubungan positif yang tidak signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2013. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas suatu perusahaan maka periode audit lag yang dihasilkan juga akan semakin besar. Pengaruh yang tidak signifikan antara tingkat profitabilitas terhadap audit delay menunjukkan bahwa profitabilitas tidak dapat dijadikan sebagai faktor pertimbangan dalam menentukan rentang waktu audit delay pada perusahaan yang dijadikan sampel penelitian.
Hasil uji hipotesis keenam pada penelitian ini bertentangan dengan penelitian Purbowati (2008) dan Shultoni (2013) yang menyatakan bahwa audit delay berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor.
Implikasi Manajerial
Ukuran perusahaan yang dinyatakan dalam total aset perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan negatif dengan audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010–2013. Opini auditor mempunyai pengaruh tidak signifikan dan berhubungan negatif terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Hubungan negatif berarti akan ada konsekuensi periode penundaan audit jika perusahaan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian.
Ukuran Kantor Akuntan Publik mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan positif terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit dan ukuran KAP secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Audit delay mempunyai pengaruh yang tidak signifikan dan berhubungan negatif terhadap reaksi investor yang ditentukan oleh kumulatif abnormal return perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010-2013.
Faktor penentu audit delay dan pengaruhnya terhadap reaksi investor (Studi Empiris pada perusahaan tercatat di BEI tahun 2007-2008).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hubungan negatif menunjukkan bahwa dengan bertambahnya total aset yang dimiliki perusahaan, maka periode audit lag yang ditimbulkan oleh proses audit akan berkurang dengan asumsi variabel lain ceteris paribus. Profitabilitas perusahaan yang tercermin pada Return on Assets Ratio tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan positif terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Hubungan positif menunjukkan bahwa dengan meningkatnya tingkat profitabilitas suatu perusahaan, maka periode audit lag yang ditimbulkan oleh proses audit juga akan meningkat, dengan asumsi variabel lain ceteris paribus.
Hubungan positif menunjukkan bahwa jika suatu perusahaan diaudit oleh KAP yang terafiliasi dengan KAP Big Four, maka periode audit lag yang ditimbulkan oleh proses audit akan semakin meningkat dengan asumsi variabel lain ceteris paribus. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel ukuran perusahaan, opini audit, kualitas KAP dan profitabilitas dimaksimalkan secara bersama-sama untuk mendukung aktivitas perusahaan maka periode audit lag yang dihasilkan akan semakin rendah. Hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin lama rentang waktu audit delay suatu perusahaan, maka kumulatif abnormal return suatu perusahaan akan menurun dengan asumsi variabel lain ceteris paribus.
Hubungan yang bersifat negatif menunjukkan bahwa jika return on equity suatu perusahaan meningkat, maka kumulatif abnormal return suatu perusahaan akan menurun dengan asumsi variabel lain ceteris paribus.
Saran
Analisis Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Pergantian Auditor dan Ukuran KAP Terhadap Audit Delay Pada Sektor Perbankan Di BEI Periode 2009-2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay pada perusahaan sektor perdagangan yang terdaftar di BEI periode 2007-2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay di Indonesia (studi empiris pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
The Timeline of Corporate Financial Reporting in the Emerging Capital Market: Empirical Evidence from the Zimbabwe Stock Exchange. CONSOLIDATED BALANCE SHEET AS OF 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, excluding nominal value and share data). CONSOLIDATED BALANCE SHEET AS OF 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, excluding nominal value and share data).
September – November 2014: PT Siemens Indonesia – Healthcare Sector, Commercial Intern January 2015 – present: PT Siemens Indonesia – Healthcare Sector, Project Management.