BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2010- 2013. Bursa Efek Indonesia dijadikan sebagai sumber data utama dalam penelitian ini dikarenakan oleh Bursa Efek Indonesia merupakan satu-satunya pasar saham di Indonesia. Pemilihan sektor pertambangan sebagai objek penelitian didasari oleh fenomena yang terjadi terkait rentang waktu audit delay yang dihasilkan dan keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan tahunan kepada publik. Pada saat ini terdapat 39 perusahaan pertambangan yang terdaftar secara aktif pada Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah daftar perusahaan pertambangan yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
Tabel 4.1
Daftar Populasi Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar pada BEI No. Kode Nama Perusahaan Tanggal IPO
1 ADRO Adaro Energy Tbk 16 Juli 2008
2 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 27 November 1997
3 ARII Atlas Resources Tbk 8 Novem ber 2011
4 ARTI Ratu Prabu Energi Tbk 30 Maret 2003
5 ATPK ATPK Resources Tbk 17 Maret 2002
6 BIPI Benakat Integra Tbk 11 Februari 2010 7 BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 26 November 2010 8 BRAU Berau Coal Energy Tbk 19 Agustus 2010 9 BSSR Baramulti Suksessarana Tbk 8 November 2012
10 BUMI Bumi Resources Tbk 30 Juli 1990
Sumber: www.idx.co.id
Tabel 4.1.1
Daftar Populasi Perusahaan Pertambanhan yang Terdaftar pada BEI
No. Kode Nama Perusahaan Tanggal IPO 11 BYAN Bayan Resources Tbk 12 Agustus 2008 12 CITA Cita Mineral Investindo Tbk 20 Maret 2002
13 CKRA Cakra Mineral Tbk. 19 Mei 1999
14 CTTH Citatah Tbk 3 Juli 1996
15 DEWA Darma Henwa Tbk 26 September 2007
16 DKFT Central Omega Resources Tbk 21 November 2007 17 DOID Delta Dunia Makmur Tbk 15 Juni 2001
18 ELSA Elnusa Tbk 6 Februari 2008
19 ENRG Energi Mega Persada Tbk 7 Juni 2004 20 ESSA Surya Esa Perkasa Tbk 1 Februari 2012 21 GEMS Golden Energy Mines Tbk 17 November 2011 22 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 9 September 2009
23 HRUM Harum Energy Tbk 6 Oktober 2010
24 INCO Vale Indonesia Tbk 16 Mei 1990
25 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 18 Desember 2007 26 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 1 Juli 1991
27 MBAP PT Mitrabara Adiperdana Tbk 10 Juli 2014 28 MEDC Medco Energi Internasional Tbk 12 Oktober 1994 29 MITI Mitra Investindo Tbk 16 Juli 1997 30 MYOH Samindo Resources Tbk 27 Juli 2000 31 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 11 Juli 2007 32 PSAB J Resources Asia Pasifik Tbk 1 Desember 2007 33 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 23 Desember 2002
34 PTRO Petrosea Tbk 21 Mei 1990
35 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 12 Juli 2006 36 SMMT Golden Eagle Energy Tbk 1 Desember 2007
37 SMRU SMR Utama Tbk 10 Oktober 2011
38 TINS Timah (Persero) Tbk 19 Oktober 1995 39 TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk 6 Juli 2012 Sumber: www.idx.co.id
Berdasarkan metode purposive sampling yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat beberapa kriteria yang telah ditetapkan sebagai persyaratan suatu data untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun kriteria pemilihan sampel perusahaan
Tabel 4.2
Kriteria Pemilihan Sampel Perusahaan Model 1
Kriteria Sampel Keterangan Jumlah
Observasi Sektor pertambangan yang terdaftar dan aktif di BEI sampai
dengan tahun 2013. 39 x 4 156
Perusahaan sektor pertambangan yang pernah mengalami delisting
dari BEI. 0 0
Perusahaan sektor pertambangan yang belum terdaftar di BEI
pada awal periode penelitian (2010). 7 x 4 (28)
Emiten yang tidak melaporkan laporan keuangan secara lengkap dengan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2010, 2011,
2012, 2013. 2 x 4 (8)
Outliers (Lampiran 2) (24)
Total seluruh sampel penelitian (Observasi) 96
Sumber: www.idx.co.id, website perusahaan terkait, olahan penulis
Tabel 4.2 menyatakan bahwa terdapat tujuh perusahaan yang baru terdaftar pada Bursa Efek Indonesia terhitung tahun 2010, yaitu Atlas Resource Tbk., Baramulti Suksessarana Tbk., Surya Esa Perkasa Tbk., Golden Energy Mines Tbk., Mitrabara Adiperdana Tbk., SMR Utama Tbk., dan Toba Bara Sejahtra Tbk. Berdasarkan kriterita kelengkapan laporan keuangan, terdapat dua perusahaan yang melaporkan laporan keuangan secara tidak lengkap terhitung tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2010, 2011, 2012, dan 2013, yaitu Vale Indonesia Tbk. dan J Resource Asia Pasifik Tbk.
Penelitian ini menggunakan 30 dari 39 perusahaan pertambangan yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun daftar perusahaan yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Daftar Sampel Penelitian Model 1
No. Kode Nama Tanggal IPO
1 ADRO Adaro Energy Tbk 16 Juli 2008
2 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 27 November 1997 3 ARTI Ratu Prabu Energi Tbk 30 Maret 2003
4 ATPK ATPK Resources Tbk 17 Maret 2002
5 BIPI Benakat Integra Tbk 11 Februari 2010 6 BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 26 November 2010 7 BRAU Berau Coal Energy Tbk 19 Agustus 2010
8 BUMI Bumi Resources Tbk 30 Juli 1990
9 BYAN Bayan Resources Tbk 12 Agustus 2008 10 CITA Cita Mineral Investindo Tbk 20 Maret 2002
11 CKRA Cakra Mineral Tbk. 19 Mei 1999
12 CTTH Citatah Tbk 3 Juli 1996
13 DEWA Darma Henwa Tbk 26 September 2007
14 DKFT Central Omega Resources Tbk 21 November 2007 15 DOID Delta Dunia Makmur Tbk 15 Juni 2001
16 ELSA Elnusa Tbk 6 Februari 2008
17 ENRG Energi Mega Persada Tbk 7 Juni 2004 18 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 9 September 2009
19 HRUM Harum Energy Tbk 6 Oktober 2010
20 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 18 Desember 2007 21 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 1 Juli 1991
22 MEDC Medco Energi Internasional Tbk 12 Oktober 1994 23 MITI Mitra Investindo Tbk 16 Juli 1997 24 MYOH Samindo Resources Tbk 27 Juli 2000 25 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 11 Juli 2007 26 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 23 Desember 2002
27 PTRO Petrosea Tbk 21 Mei 1990
28 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 12 Juli 2006 29 SMMT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk 1 Desember 2007 30 TINS Timah (Persero) Tbk 19 Oktober 1995
Sumber: www.idx.co.id, website perusahaan terkait, olahan penulis
Terkait dengan hasil uji normalitas terhadap seluruh observasi yang dilakukan pada model penelitian pertama, dihasilkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal sehingga harus dilakukan pengurangan terhadap outlier sampel penelitian. Berdasarkan
yang dikeluarkan, sehingga terpilih 96 observasi. Berikut merupakan daftar observasi yang menjadi outliers dalam model penelitian yang pertama.
Sama halnya seperti model penelitian pertama, metode purposive sampling juga digunakan pada model penelitian kedua sebagai penentuan sampel penelitian berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan sebagai persyaratan suatu data untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun kriteria pemilihan sampel perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4
Kriteria Pemilihan Sampel Perusahaan Model 2
Kriteria Sampel Keterangan Jumlah
Observasi Sektor pertambangan yang terdaftar dan aktif di BEI sampai
dengan tahun 2013. 39 x 4 156
Perusahaan sektor pertambangan yang pernah mengalami delisting
dari BEI. 0 0
Perusahaan sektor pertambangan yang belum terdaftar di BEI
pada awal periode penelitian (2010). 7 x 4 (28)
Emiten yang data publikasi laporan keuangannya tidak tersaji secara lengkap dengan tahun buku yang berakhir pada 31
Desember 2010, 2011, 2012, 2013. 2 x 4 (8)
Emiten yang data publikasi harga sahamnya tidak tersaji secara
lengkap. 2 x 4 (8)
Outliers (Lampiran 11) (37)
Total seluruh sampel penelitian (Observasi) 75
Sumber: Olahan Penulis
Berdasarkan tabel 4.4, terdapat tujuh perusahaan yang baru terdaftar pada Bursa Efek Indonesia terhitung tahun 2010, yaitu Atlas Resource Tbk., Baramulti Suksessarana Tbk., Surya Esa Perkasa Tbk., Golden Energy Mines Tbk., Mitrabara Adiperdana Tbk., SMR Utama Tbk., dan Toba Bara Sejahtra Tbk. Berdasarkan kriterita kelengkapan data publikasi laporan keuangan, terdapat empat perusahaan tidak memiliki kelengkapan data
2011, 2012, dan 2013, yaitu Bayan Resources Tbk., Elnusa Tbk., Vale Indonesia Tbk., dan J Resources Asia Pasifik Tbk. Penelitian ini menggunakan 28 dari 39 perusahaan pertambangan yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun daftar perusahaan yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Daftar Sampel Penelitian Model 2
No. Kode Nama Tanggal IPO
1 ADRO Adaro Energy Tbk 16 Juli 2008
2 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 27 November 1997
3 ARTI Ratu Prabu Energi Tbk 30 Maret 2003
4 ATPK ATPK Resources Tbk 17 Maret 2002
5 BIPI Benakat Integra Tbk 11 Februari 2010
6 BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 26 November 2010
7 BRAU Berau Coal Energy Tbk 19 Agustus 2010
8 BUMI Bumi Resources Tbk 30 Juli 1990
9 CITA Cita Mineral Investindo Tbk 20 Maret 2002
10 CKRA Cakra Mineral Tbk. 19 Mei 1999
11 CTTH Citatah Tbk 3 Juli 1996
12 DEWA Darma Henwa Tbk 26 September 2007
13 DKFT Central Omega Resources Tbk 21 November 2007 14 DOID Delta Dunia Makmur Tbk 15 Juni 2001 15 ENRG Energi Mega Persada Tbk 7 Juni 2004
16 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 9 September 2009
17 HRUM Harum Energy Tbk 6 Oktober 2010
18 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 18 Desember 2007 19 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 1 Juli 1991
20 MEDC Medco Energi Internasional Tbk 12 Oktober 1994
21 MITI Mitra Investindo Tbk 16 Juli 1997
22 MYOH Samindo Resources Tbk 27 Juli 2000
23 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 11 Juli 2007 24 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 23 Desember 2002
25 PTRO Petrosea Tbk 21 Mei 1990
26 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 12 Juli 2006 27 SMMT Golden Eagle Energy Tbk 1 Desember 2007
28 TINS Timah (Persero) Tbk 19 Oktober 1995
Sumber: Olahan Penulis
Terkait dengan hasil uji normalitas terhadap seluruh observasi yang dilakukan pada model penelitian kedua, dihasilkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal sehingga harus dilakukan pengurangan terhadap outlier sampel penelitian. Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan pada model penelitian kedua, terdapat 37 outliers yang dikeluarkan, sehingga terpilih 75 observasi.
4.2 Analisis Hasil Penelitian Model Pertama