BAB II LANDASAN TEORI
2.3 Penelitian Terdahulu
Penelitian mengenai determinan audit delay dan pengaruhnya terhadap reaksi investor telah banyak dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Masing-masing peneliti telah mengujikan berbagai faktor yang dianggap memengaruhi jangka waktu audit delay dan pengaruhnya terhadap reaksi investor sesuai dengan populasi dan sampel penelitian yang telah dipilih masing-masing peneliti.
Pada tahun 2003, Ahmad dan Kamarudin melakukan sebuah penelitian Ukuran
Perusahaan Opini Auditor
Profitabilitas
Audit Delay
Ukuran Kantor Akuntan Publik
Reaksi Investor Audit Delay
meneliti delapan faktor yang dipercaya memengaruh audit delay, antara lain, ukuran perusahaan, klasifikasi industri, income, extraordinary item, opini audit, tahun berakhirnya pelaporan keuangan perusahaan, dan resiko perusahaan pada 100 perusahaan yang terdaftar pada Kuala Lumpur Stock Exchange selama tahun 1996 hingga tahun 2000. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa rentang waktu audit delay akan menjadi lebih panjang pada perusahaan dengan klasifikasi non-financial, perusahaan yang menerima opini selain unqualified opinion, laporan keuangan tahunannya berakhir selain pada tanggal 31 Desember, diaudit oleh Kantor Akuntan Publik non big-five, menghasilkan income yang negatif, dan memiliki resiko yang lebih tinggi.
Rachmawati (2008) melakukan penelitian mengenai pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap audit delay dan timeliness pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Jakarta Stock Exchange pada tahun 2003 hingga 2005.
Pemilihan sample pada penelitian tersebut menggunakan metode purposive sampling.
Variabel yang diteliti pada perusahaan tersebut dalah profitabilitas, solvabilitas, internal auditor, ukuran perusahaan, dan Kantor Akuntan Publik. Berdasarkan pengolahaan regresi berganda pada audit delay, dinyatakan bahwa variabel yang memengaruhi audit delay adalah ukuran perusahaan dan kantor akuntan publik, variabel yang mempunyai pengaruh terhadap timeliness adalah ukuran perusahaan dan solvabilitas. Faktor internal dan eksternal perusahaan seperti profitabilitas, solvabilitas, internal auditor, ukuran perusahaan, dan Kantor Akuntan Publik secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay dan timeliness.
Andi Kartika pada tahun 2009 telah melakukan penelitian mengenai faktor yang memengaruhi audit delay di Indonesia dengan menggunakanukuran perusahaan,
independennya. Populasi yang digunakan adalah perusahaan yang termasuk ke dalam kategori LQ45 dalam Bursa Efek Indonesia, dan setelah diolah menggunakan metode purposive sampling tersaring hingga menjadi 13 perusahaan. Teknik analisa data yang digunakan adalah multiple regression dengan hasil bahwa ukuran perusahaa, laba/rugi perusahaan, dan opini auditor berdampak secara signifikan terhadap audit delay, sedangkan profitabilitas dan reputasi auditor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay.
Pada tahun 2010, Ahmed dan Hossain melakukan sebuah penelitian mengenai audit report lag, atau yang popular diistilahkan sebagai audit delay. Populasi yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada Dhaka Stock Exchange selama tahun 2007, dan menggunakan 87 diantaranya sebagai sampel penelitian. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah tipe auditor, pergantian auditor, tipe laporan audit, klasifikasi industri, profitabilitas, extraordinary item, dan ukuran perusahaan, dan audit report lag sebagai variabel independen. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa audit report lag berhubungan secara positif dengan tipe auditor, perusahaan dengan klasifikasi finansial, profitabilitas, dan ukuran perusahaan, sedangkan audit report lag secara negatif dipengaruhi oleh leverage dan qualified opinion.
Pada tahun 2011, Febrianty melakukan sebuah penelitian mengenai faktor- faktor yang berpengaruh terhadap audit delay. Penelitian tersebut menggunakan empat faktor yang diestimasikan akan berpengaruh terhadap audit delay, antara lain, ukuran perusahaan, tingkat leverage, dan kualitas Kantor Akuntan Publik. Populasi yang digunakan merupakan laporan keuangan berbagai perusahaan perdagangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2007 hingga 2009, sedangkan teknik
perusahaan sebagai sample pada penelitian tersebut. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa variabel ukuran perusahaan dan kualitas KAP memiliki dampak yang signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel leverage tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay.
Bahman Banimahd, Mehdi Moradzadehfard, dan Mehdi Zeynali pada tahun 2012 melakukan sebuah penelitian mengenai audit report lag dan pergantian auditor pada perusahaan yang terdaftar pada Tehran Stock Exchange pada tahun 2002 hingga 2010 dan menentukan sampel perusahaan berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan sehingga pada akhirnya mendapatkan 243 perusahaan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan correlation method dan multiple regeression untuk menguji hipotesis, ditemukan bahwa variabel yang memengaruhi audit report lag adalah ukuran perusahaan dan tipe laporan audit,dalam suatu perusahaan, sedangkan variabel yang tidak memengaruhi audit report lag adalah leverage, profitabilitas, dan pergantian auditor.
Penelitian Rachyu Purbowati pada tahun 2008 membahas mengenai pengaruh variabel-variabel determinan terhadap audit delay dan dampaknya pada reaksi investor.
Populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur dan finansial yang listing pada Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, opini auditor, dan jenis industri memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel lainnya memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit delay. Hasil model penelitian ke dua menunjukan bahwa variabel audit delay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return dan trading volume activity.
Pada tahun 2013, Moch. Shulthoni melakukan penelitian mengenai determinan audit delay dan pengaruhnya terhadap reaksi investor. Penelitian tersebut dibagi menjadi dua model. Model pertama digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh ukuran perusahaan, jenis industri, kinerja keuangan, opini auditor, ukuran KAP terhadap audit delay. Model kedua digunakan untuk meneliti hubungan antara audit delay dengan reaksi investor. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan menghasilkan 486 perusahaan sebagai sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis industri, kinerja keuangan, opini auditor memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Hasil dari penelitian model kedua, yang menghubungkan antara audit delay dan reaksi investor adalah variabel audit delay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return dan trading volume activity.
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan untuk menguji determinan audit delay dan determinasinya terhadap reaksi investor dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu Penelitian Terkait
No Nama
Peneliti Sampel
Penelitian Variabel
Penelitian Kesimpulan
Perbedaan Variabel dengan
yang Diteliti Penulis 1 Banimahd,
Moradzadef ard, dan Zeynali, (2012)
243 perusahaan yang terdaftar pada Tehran Stock
Exchange tahun 2002-
Variabel independen:
ukuran
perusahaan, tipe laporan audit, perubahan
auditor, leverage, profitabilitas
Variabel ukuran perusahaan dan tipe laporan auditor memiliki pengaruh
signifikan terhadap audit delay,
sedangkan variabel
Variabel independen:
ukuran perusahaan.
Variabel
dependen: audit delay
dependen: audit
delay memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap audit delay
2 Febrianty
(2011) 24
perusahaan perdagangan yang
terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007 - 2009
Variabel Independen:
ukuran perusahaan, leverage, kualitas KAP Variabel
dependen: audit delay
Variabel ukuran perusahaan dan kualitas KAP memiliki dampak yang signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Variabel independen:
ukuran
perusahaan, dan profitabilitas.
Variabel
dependen: audit delay
3 Ahmed dan Hossain (2010)
87 perusahaan yang terdaftar pada Dhaka Stock Exchange pada tahun 2007
Variabel
Independen: tipe auditor,
pergantian auditor, tipe laporan audit, klasifikasi industri, profitabilitas, leverage, extraordinary item, ukuran perusahaan Variabel
dependen: audit delay
Variabel ukuran perusahaan, laba/rugi operasi, dan opini memiliki dampak yang signifikan terhadap audit delay,
sedangkan variabel profitabilitas dan reputasi KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Variabel independen:
ukuran
perusahaan, opini auditor,
profitabilias, reputasi auditor.
Variabel
dependen: audit delay
4 Kartika
(2009) Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2001- 2005
Variabel Independen:
ukuran perusahaan, laba/rugi operasi, opini auditor, tingkat profitabilitas, reputasi auditor Variabel
dependen: audit delay
Variabel ukuran perusahaan, laba/rugi operasi, dan opini memiliki dampak yang signifikan terhadap audit delay,
sedangkan variabel profitabilitas dan reputasi KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Variabel independen:
ukuran
perusahaan, opini auditor,
profitabilias, reputasi auditor Variabel
dependen: audit delay
Penelitian Acuan Utama
No Nama
Peneliti Sampel
Penelitian Variabel
Penelitian Kesimpulan
Perbedaan Variabel dengan yang Diteliti Penulis 6 Moch.
Shultoni (2013)
243 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007 hingga 2008
1. Variabel independen:
ukuran perusahaan, jenis industri, kinerja
keuangan, opini auditor, ukuran KAP.
Variabel
dependen: audit delay.
2. Variabel independen:
audit delay Variabel dependen:
abnormal return 3. Variabel independen:
audit delay Variabel dependen:
trading volume activity
1. Variabel jenis industri, kinerja
keuangan, opini auditor
memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay,
sedangkan variabel lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay.
2. Variabel audit delay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return.
3. Variabel audit delay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap trading volume activity
1. Variabel independen:
ukuran perusahaan, opini auditor, ukuran KAP Variabel
dependen: audit delay
2. Variabel independen:
audit delay Variabel dependen:
abnormal return
7 Agustina dan Kianto (2012)
Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2010
Variabel independen:
informasi laporan keuangan auditan Variabel dependen:
abnormal return
Variabel informasi laporan keuangan auditan berpengaruh secara signifikan terhadap abnormal
Variabel independen:
audit delay Variabel dependen:
abnormal return
return.
8 Rachmawati
(2008) Perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2005
Variabel Independen:
profitabilitas, solvabilitas, internal auditor, ukuran
perusahaan, dan Kantor Akuntan Publik
Variabel
dependen: audit delay
Variabel ukuran perusahaan dan kantor akuntan publik memiliki dampak yang signifikan terhadap audit delay,
sedangkan variabel profitabilitas, solvabilitas, dan internal auditor tidak
berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Variabel independen:
profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, kantor akuntan publik.
Variabel
dependen: audit delay
Sumber: Olahan Penulis