• Tidak ada hasil yang ditemukan

DETIK DALAM INGAT oleh yusaba

N/A
N/A
Yuli Saiful Bahri

Academic year: 2024

Membagikan "DETIK DALAM INGAT oleh yusaba"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DETIK DALAM INGAT Oleh: Yusaba Ya Allah

Waktu bergulir Masa mengalir

Jengkal waktu terus bergulir Detik demi detik akhir

Tinggalkan segala yang mengalir Menjadi sebuah memoir

Akankah menjadi luka terkilir

Atau akankah menjadi hikmah terfikir Duhai Sang Bashir

Jangan jadikan aku sosok mutakabbir Karena Engkaulah Sang Mutakabbir Namun akulah fakir

Ilmu amal iman islam ihsan masihlah fakir Mohon lindungi aku dari perbuatan mungkir Yang kan membawaku ke arah kafir

Kebenaran-kebenaran selalu mangkir Hingga terjatuhlah dalam cela haqiir

Maka mohon berikanlah aku petunjuk duhai Sang Khobir Ya Allah

Pertumbuhan Perkembangan Pergerakan Tetap berjalan

Meski banyak berlawanan Ya antara pegangan Ilmu keagamaan Ilmu kehidupan Ilmu pengetahuan Ilmu keterampilan Ya antara keadaan Adanya kebutuhan Adanya perencanaan Adanya keinginan

(2)

Adanya kejadian Adanya permasalahan Adanya penyelesaian Adanya kenyataan Acapkali bertumburan Acapkali berbenturan

Acapkali tidak menyenangkan Acapkali menggembirakan Ya Allah

Syukurku

Engkau karuniakan umur Syukurku

Engkau berikan ilmu Syukurku

Engkau berikan tahu Syukurku

Engkau berikan malu

Hingga apa yang ada dalam qolbun Tidak menjadi kalbun

Yang membawa racun

Bak susu sebelanga rusak karena nila setitik pun Antara rojaaun

Dan haqqun

Milik Sang Hayyun Namun diri ada nafsun

Sulit sekali berjihad membawa dzikrun Seiring fikrun

Terwujud dalam amalun shoolihun Menjadi iimaanun kaamilun

Karena itu bukan pilihan pun

Satu paket dalam shirootun mustaqiimun Duhai Robbun Ghofuurun

Lindungilah aku dari perbuatan mal’uunun Agar fakta mata insanun

Tak terperosok dalam kejahatan fitnatun Tak tersesat dalam amal dzoolimun

(3)

Tak tertipu dalam fakhurun ghoruurun Ya Robbana

Ya Ilaahana

Mohon istighfar dapat kudawamkan Atas rasa

Atas asa Atas fikiran Atas perhatian Atas perkataan Atas amalan Atas perbuatan

Agar selalu ada perbaikan Jauh dari kesesatan

Karena tak ada keberimbangan

Antara dzikiran, fikiran dan perbuatan Hingga bila mengambil keputusan Melukai banyak perasaan

Ya itu adalah kebohongan

Kutakutkan karena itu kejahatan Ya Allah

Usia bukanlah satu-satunya jadi Penentu kematian diri

Banyak yang tua mati Banyak yang muda mati Tapi kata Imam Ghozali Manusia bak zombi Hidup tapi mati Karena tak kenal diri Tertipulah hati Fikiran merajai Nafsu menguasai Guru hanya alibi

Tuntunan hanya kata teruntai Tak dikaji

Apalagi dilalui

Dengan langkah kaki Seiring hati

(4)

Udkhuluu fis silmi kaaffati

Masuklah kalian dalam tali keselamatanKU secara purna pasti Ya Allah

Rambutku pun Engkau ubah

Hitam legam menjadi putih sudah Jenggot pun menyerah

Kumis pun telah Putih merekah Sunah

Fisik semakin melemah Nafas terengah-engah

Pendek jarak kaki melangkah Kecepatan menurun sudah Ya Allah

Usia semakin mendekati garis finish Dengan tanda alami

Surya menjalani rotasi Purnama malam berganti Mengerut kulit

Pandangan memudar jeli Gerakan tubuh terbatasi Ya Allah

Kisah terjalani

Suka dan duka silih berganti Menjalani hitam putih

Hadapi fakta terjalani Ada golak hebat dalam hati Imbangkan jati diri

Kenali pasti nafsu hati

Dengan pertimbangan akal ilmu sejati Ya Allah

Jalanku berliku Terjal berlaku Curam memaku

Banyak kelok terpaku Jalan indah memukau lurus

(5)

Tanaman menghijau Bening air mengalir sejuk Bang sepoi sang bayu Ya Allah

Riak gerak saudara berbeda Ada alim ikuti aturan

Ada alim ikuti niatan Ada alim tak mau ikutan Ada jahil tak mau ketertiban Ada jahil tak mau perubahan Ada jahil tak mau aliran Ada alim hilangkan ilmu

Ikuti tuntunan gelombang trend baru Pertimbangan syariah tak berlaku Sungguh malu

Karena Rasululah saw tak begitu Fanatisme menjadi acu

Hilangkan jati syariah berlaku Rasa ekslusif seperti yang bermutu Adab budi pekerti tak berlaku

Nashoihul ibaad seperti tak bermutu Taklimul muta’allim bak tak bermutu Bicara yang hanya mau

Bukan dengan ilmu Keputusan dari nafsu Penuh ego dungu

Hidup ya hidup yang terbelenggu Bukanlah pilihan bermutu

Ya Allah

Ampunilah diri ini

Atas hari-hari berganti Yang masih ribet mengurusi Padahal tak bermanfaat bagi diri Dunia adalah sijnul mukmin

Untuk dinikmati Bukan hanya dikuasai

Namun harus sesuai ridlo Ilahi Dalam alur selalu perbaiki kualiti

(6)

Always do the better of the best thing Quu anfusakum wa ahliikum naaro

Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka Awal menjaga diri

Lalu keluarga Sujud syukurku

Adalah butuhku padaNYA Sholat berjamaah wajib

Adabul karimah unggulnya budi pekerti Shiyam Senin dan Kamis

Tahajjud solat Lail Qur’an tartili

Shodaqoh infaq zakat beri Umroh dan haji

Menikah

Masih banyak lagi

Adalah bukan pilihan sesuai hati Yang berdekatan dengan nafsu diri Jauh dari suci

Tahapan tahapan pasti

Berburu ridlo Sang Ilahi Robbi Ingat mati

Bersama sang Izroil menjemput diri Amalan tak berarti

Bila di banding nikmat tak terperi Dunia oh dunia

Berpijak di atas bumi Indah terasa

Tak tersadari

Dialah perhiasan fana Semu tak berarti

Dibanding balasan akhirat Yang pasti tak terganti Duhai diri

Wahai sosok Bila kau tak peduli

(7)

kepadaNYA

bahkan demi semu kau rajakan syahwat

Status sosial Status pangkat Status pundi Status derajat Lalu

Hinakan Sang Pencipta Rendahkan Sang Kekasih Injakkan lembaran suci Belum lagi

Jatuhkan yang lain Lukai rasa yang lain Dinakan yang lain Bahkan mungkin Singkirkan yang lain Kuburkan yang lain Ya Allah ampunilah

Lindungilah Tunjukilah Mudahkanlah Berkahilah

Kiblat ditentukan

Qur’an hadits diwariskan Sejarah diungkapkan

Kisah akan diulang Dalam versi baru Cerita bersambung Dari dongeng lama Belum lagi sinyal kebangkitan Belum lagi sinyal kehancuran Sudah dijejakkan

Adakah kearifan Adakah kebijakan Adakah kehalusan Adakah kebaktian Adakah kerataan

Bila keadilan tak bisa

(8)

Ya Allah Usia Umur

Adalah batas jihad kebaikan Adalah batas ikhtiyar kebenaran Tunggu

Dalam titian sabar Lakukan inovasi Tunggu

Dalam titian sabar Lakukan kreasi Golak hati Gejolak rasa

Harus tenggelam dalam

Nikmati gelombang pembuka nyata Naik turunnya

Tujuh naik Tujuh turun Allah sampaikan

Tiga khusus untukNYA

Satu berbagi untukNYA dan untuknya Tiga khusus untuknya

Samudera fakta realita Esensi syaria

Esensi fiqhiya Esensi tariqa Esensi hakikat Esensi ma’rifat Jalan terang Kutunggu tarji’

Setelah

Kutunggu tasbih Kutunggu tahmid Kutunggu takbir Dan kutunggu tahlil Black hole terbuka Nabi Isa ada

(9)

Imam mahdi dijaga Hancurkan Dajjal berada Ya Allah

Masukkan ke dalam barisan sholihiin MU

Referensi

Dokumen terkait

Penulis menyadari bahwa penulis tesis ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis menyampaikan rasa hormat dan terima

mengatakan dalam dunia pendidikan kisah merupakan salah satu media untuk menembus relung jiwa manusia dalam menyampaikan nilai tanpa menimbulkan rasa jenuh, kesal

Seiring dengan rasa syukur, penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama penelitian dan penulisan Penghargaanserta rasa

Nada adalah cara pengarang menyampaikan isi puisinya yang erat kaitannya dengan rasa dan tema, nada yang digunakan pada puisi yaitu cenderung lirih dengan emosi

Maka dari itu pula, pada kesempatan ini dengan penuh rasa hormat penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis tercinta, Ummi

Rasa syukur yang tiada henti keluar dari nafas dan lafaz kepada Allah sang penguasa jiwa-jiwa yang tenang, berkat hidayah dan rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi

Rasa syukur yang tiada henti keluar dari nafas dan lafaz kepada Allah sang penguasa jiwa-jiwa yang tenang, berkat hidayah dan rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi

Nilai Pangan = x Faktor Keamanan Aman Jasmani Faktor Mutu Aman rohani DLL Ukuran Gizi Pilihan Fungsionalitas Sensori Etika Lingkungan Kinerja Rasa. Harga “Waktu” Persiapan