• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI PT. SEMEN TONASA KAB. PANGKEP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DI PT. SEMEN TONASA KAB. PANGKEP "

Copied!
73
0
0

Teks penuh

Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program studi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Oleh karena itu dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Umar Katu, ST, MT., selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Zahir Zainuddin, M.Sc, selaku Pembimbing I dan Bpk. Umar Katu, ST, MT, selaku Pembimbing II yang banyak meluangkan waktunya membimbing kami. Hadirin sekalian, para dosen dan karyawan Fakultas Teknik yang selama ini telah mencurahkan seluruh waktunya untuk pendidikan dan pengabdian kepada penulis selama mengikuti proses belajar mengajar di Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak dan Ibu tercinta, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala limpahan kasih sayang, doa dan pengorbanannya, terutama dalam bentuk materi untuk penyelesaian kuliah.

Saudara-saudaraku dan mahasiswa teknik lainnya khususnya angkatan 2010 yang dengan persahabatan dan persaudaraannya banyak membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

Tabel 4.2 Hasil perhitungan tingkat keandalan komunikasi VSAT pada
Tabel 4.2 Hasil perhitungan tingkat keandalan komunikasi VSAT pada

Latar Belakang Masalah

SEMEN TONASA biayanya lebih ekonomis, penggunaan VSAT juga mempunyai kelemahan dan tidak lepas dari gangguan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja alat atau sistem lainnya. Semen Tonasa-Pangkep yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan maka perlu dilakukan pengecekan secara berkala terhadap peralatan VSAT. Macam-macam multiple access adalah Frekuensi Division Multiple Access (FDMA), Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA), namun metode yang digunakan di P.T Semen Tonasa- Pangkep adalah Frekuensi Division Multiple Access (FDMA). yaitu penggunaan bersama pita frekuensi transponder satelit oleh beberapa sinyal pembawa, dimana masing-masing pembawa menempati pita tertentu tanpa saling tumpang tindih.

SEMEN TONASA - PANGKEP dengan kantor perwakilan di Jakarta dapat langsung terhubung melalui sistem VSAT tanpa melalui stasiun hub P.T. Solid State Power Amplifier (SSPA) adalah jenis penguat daya frekuensi tinggi (HPA = High Power Amplifier) ​​​​yang digunakan dalam sistem komunikasi satelit. Hal yang menyebabkan terganggunya sistem komunikasi satelit VSAT yang disebabkan oleh alam adalah peristiwa Sun Outage.

Faktor Internal yang Dapat Mempengaruhi Keandalan Sistem Keandalan sistem komunikasi VSAT di PT Semen Tonasa – Pangkep dapat dipengaruhi oleh keandalan komponen yang digunakan. Semen Tonasa - Pangkep berhubungan dengan Perwakilan Jakarta, data yang digunakan adalah data gangguan sistem selama 3 tahun terhitung Januari 2011 sampai dengan Desember 2013. Semen Tonasa-Pangkep dengan Perwakilan Jakarta periode Januari 2011 ke Kantor Perwakilan Jakarta periode Januari 2011 sampai dengan Desember 2013.

Hasil perhitungan tingkat kesalahan komunikasi VSAT dari tahun 2011 hingga tahun 2013 mulai mengalami penurunan yang sangat kecil yaitu pada tahun 2011. Selain itu pada bagian ini juga disampaikan beberapa saran untuk meningkatkan keandalan sistem komunikasi VSAT. Kehandalan sistem yang dikaji adalah pada unit VSAT outdoor dan indoor untuk mendukung proses transmisi antara PT Semen Tonasa - Pangkep dan Kantor Perwakilan Jakarta.

Semen Tonasa - Pangkep melakukan perawatan berupa pemeriksaan rutin terhadap peralatan VSAT minimal 3 kali dalam setahun.

Gambar 2.1 Link Komunikasi Satelit
Gambar 2.1 Link Komunikasi Satelit

Maksud dan Tujuan

Batasan Masalah

Manfaat

Metode Pembahasan

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Satelit

Jangkauan layanan sistem satelit domestik terbatas pada negara yang memiliki sistem tersebut. Satelit berfungsi sebagai repeater, pada satelit sinyal uplink yang diterima dari stasiun bumi akan diproses, dimodulasi dan dikirimkan ke satelit melalui sinyal pembawa frekuensi radio (RF). Di satelit, sinyal yang diperkuat kemudian dikirim kembali ke stasiun bumi penerima melalui frekuensi downlink dalam area jangkauan satelit yang ditentukan oleh pola radiasi antena.

Keuntungan dan kerugian menggunakan Komunikasi Satelit

Alokasi Frekuensi

Dari seluruh frekuensi yang dialokasikan pada sistem komunikasi satelit komersial, pita 4/6/HHz dan 11/14 GHz saat ini sangat populer (banyak digunakan). Sistem komunikasi satelit pada pita frekuensi (3-14) GHz berada pada pita frekuensi super tinggi (SHF) dan frekuensi sangat tinggi (EHF), yang terbagi dalam spektrum frekuensi yang berbeda, seperti terlihat pada label 2.1 di bawah ini. Pengoperasian VSAT menggunakan frekuensi C-Band (4-8 GHz) atau Ku Band (12 - 18) untuk komunikasi sektor bisnis atau komersial.

VSAT yang menggunakan frekuensi C-band sangat baik untuk negara dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Tabel 2.1 Spektrum Frekuensi Komunikasi Satelit  Band frekuensi  Range (GHz)
Tabel 2.1 Spektrum Frekuensi Komunikasi Satelit Band frekuensi Range (GHz)

Penggunaan transponder Satelit

Metode Pengaksesan transponder pada Satelit

DAMA (Demand Assignment Multiple Access) dimana setiap operator tidak tetap atau mengubah okupasi band tertentu sesuai kebutuhan permintaan. Jika ada kebutuhan atau permintaan maka pengangkut akan menempati jalur tertentu, namun jika tidak ada permintaan atau permintaan maka pengangkut tidak akan menempati jalur tersebut.

Gambar 2.2 Konfigurasi sistem FDMA yang bersifat PAMA
Gambar 2.2 Konfigurasi sistem FDMA yang bersifat PAMA

Sistem Komunikasi VSAT

  • Pengertian VSAT
  • Komponen Penyusun VSAT
  • Stasiun Pengendali(HUB)
  • Stasiun Remote
  • Satelit Palapa

Stasiun kendali atau HUB merupakan stasiun kendali utama jaringan VSAT yang mempunyai daya keluaran dan antena lebih besar, kurang lebih 15 sampai 25 kaki, selain itu HUB juga memonitor seluruh transponder. SEMEN TONASA, fungsi stasiun kendali (HUB) ini bukan untuk mengontrol langsung perangkat-perangkat yang berhubungan dengan terminal pengguna VSAT, melainkan hanya sekedar mengontrol perangkat-perangkat yang berhubungan dengan terminal pengguna VSAT saja. Outgoing link (link yang menghubungkan HUB ke VSAT) UP link dari HUB ke satelit Down link dari satelit ke VSAT.

Inbound link (link yang menghubungkan VSAT ke HUB) Uplink dari VSAT ke satelit Downlink dari satelit ke HUB. Stasiun jarak jauh merupakan antena stasiun bumi dengan diameter 3,7 meter, dipasang pada pengguna (sistem host dan sistem jarak jauh) dan mampu mentransmisikan sinyal data dengan daya pancar 20 watt. Satelit Palapa merupakan satelit geostasioner yang terletak pada ketinggian 35.786 km di atas permukaan bumi pada 108 BT dan mengorbit bumi dengan periode yang sama dengan periode rotasi bumi pada porosnya.

Arah perputaran satelit sama dengan arah perputaran bumi melalui orbit yang terletak pada bidang ekuator bumi. Penataan antena satelit Palapa dibuat sedemikian rupa sehingga pancarannya mencakup seluruh wilayah nusantara dan negara tetangga. Cakupan wilayah satelit Palapa meliputi beberapa kantor, masing-masing kantor mewakili suatu wilayah yang menerima sinyal dari satelit berkekuatan sama apabila satelit tersebut memancarkan sinyal dengan EIRP tertentu.

Gambar 2.4Komponen Utama VSAT  3.  Stasiun Pengendali (HUB)
Gambar 2.4Komponen Utama VSAT 3. Stasiun Pengendali (HUB)

Perangkat Outdoor VSAT

  • Antena VSAT
  • SSPA (Solid State Power Amplifier)
  • Radio Frekuensi Transceiver (RFT)
  • Power Suply Unit (PSU)
  • Low Noise Amplifier (LAN)
  • Perangkat Indoor VSAT
    • Modem Comstream 701
    • Multiplekser PCSI CS8000

Rangkaian ini merupakan penguat terakhir pada rangkaian sisi pemancar yang merupakan penguat daya frekuensi tinggi dengan orde giga hertz. Tujuan penggunaan SSPA (Solid State Power Amplifier) ​​​​adalah untuk memperkuat sinyal RF yang ditransmisikan pada pita frekuensi GHz oleh Ground Communication Equipment (GCE) hingga tingkat tertentu yang bila digabungkan dengan penguatan antena akan menghasilkan transmisi yang diinginkan. daya ke satelit. RF Tuning merupakan konverter Dual Up yang mempunyai frekuensi lokal tetap pada osilator pertama sedangkan frekuensi lokal osilator kedua bersifat merdu, artinya frekuensi dapat diubah.

Penyetelan IF adalah konverter naik ganda yang frekuensi lokal osilator pertama dapat disesuaikan sedangkan frekuensi lokal osilator kedua tetap. Fungsinya untuk memperkuat sinyal yang berasal dari input horn (waveguide) dengan bandwidth yang lebar (500 MHz). LNA juga mampu memberikan penguatan yang cukup besar hingga 50dB untuk mengatasi redaman kabel dan splitter, sehingga menurunkan konversi IF converter dan receiver.

Untuk memberikan sensitivitas penerimaan yang baik, LNA harus memiliki temperatur yang rendah dan gain yang cukup tinggi yaitu 50 dB. Di sisi saluran transmisi, modem mengubah pulsa digital dari antarmuka serial menjadi sinyal analog, dan di sisi penerima, modem mengubah sinyal analog menjadi pulsa digital. Multiplexer adalah perangkat yang digunakan untuk melewatkan satu tautan komunikasi dan membaginya untuk fungsi atau kebutuhan yang berbeda.

PCSI CS8000 Clarity Series adalah jenis multiplexer dengan keandalan sangat tinggi yang dapat mengirimkan suara dan data. Sekitar 8 saluran audio analog - Sekitar 16 saluran data tambahan - Kombinasi saluran data dan audio. Dengan menggunakan teknik kompresi audio, CS8000 dapat mengirimkan audio atau sinyal analog lainnya dengan kecepatan penuh (9,6 kbps) ke dalam bentuk digital yang setara dan menggabungkannya dengan informasi digital dari saluran data dan sistem pemantauan data sehingga menghasilkan aliran data digital gabungan. .

Gambar 2.7 VSAT
Gambar 2.7 VSAT

Prinsip Kerja Perangkat VSAT

Gangguan cuaca yang disebabkan oleh kondisi cuaca biasanya berupa gangguan pada transmisi antena atau peralatan eksternal. Selain itu juga disebabkan oleh angin kencang atau badai yang menyebabkan antena berubah posisi atau roboh. Gangguan pada peralatan VSAT yang disebabkan oleh human error, termasuk throttling error, mempunyai akibat yang sangat fatal karena menyebabkan kegagalan link atau komunikasi.

Interferensi ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti kesalahan polarisasi silang antena VSAT lain yang berdekatan dengan antena VSAT perusahaan kami, frekuensi nyasar yang juga memancar pada frekuensi kami. Menurut dia, indeks reliabilitas merupakan hasil kerusakan pada peralatan VSAT outdoor yaitu power supply antena serta peralatan Rx dan Tx yang disebabkan oleh umur alat yang cukup lama sehingga dapat terjadi interferensi. Bab ini merupakan penutup dari tugas akhir yang berisi tentang kesimpulan analisis reliabilitas VSAT pada PT.

Gambar 2.10 Prinsip kerja Very Small Aperture terminal (VSAT)
Gambar 2.10 Prinsip kerja Very Small Aperture terminal (VSAT)

Trouble Shooting Sistem Komunikasi VSAT

  • Jenis gangguan atau kerusakan
  • Penyebab gangguan atau kerusakan

Pengertian Tingkat Keandalan

Hal ini berkaitan dengan pandangan teknis, yang memerlukan penyelidikan khusus terhadap malfungsi masing-masing komponen atau sistem itu sendiri. Dalam hal ini sudah menjadi bekal dalam perencanaan dan produksi komponen-komponen penyusun sistem. Modem dalam hal ini pergeseran pengaturan konfigurasinya biasanya disebabkan oleh arus listrik yang terkadang mati sendiri.

Berdasarkan data breakdown yang diperoleh terlihat bahwa breakdown yang paling sering terjadi pada periode tahun 2013 dan mempunyai waktu kegagalan yang paling lama yaitu 1 – 4 hari, hal ini menyebabkan indeks keandalan yang diperoleh paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu 97.31. Modem dalam hal ini pergeseran pengaturan konfigurasinya biasanya disebabkan oleh arus listrik yang terkadang mati dengan sendirinya sehingga perlu dikonfigurasi ulang tanpa mengganggu yang lain. Berdasarkan data interferensi yang diperoleh terlihat bahwa perangkat VSAT yang sering mengalami interferensi adalah modem, dalam hal ini terjadi perubahan pengaturan konfigurasi.

Gambar 3.1 Bagan Penelitian
Gambar 3.1 Bagan Penelitian

Waktu Perbaikan atau lama kegagalan

Waktu Dan Tempat

Metode Penulisan

Tugas akhir ini dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu Agustus 2014 sampai dengan Desember 2014 sesuai rencana. Setelah dilakukan penelitian dan analisa terhadap data gangguan diperoleh indeks keandalan yang memenuhi standar, kecuali periode tahun 2013 yang indeks keandalannya jauh dibawah standar.

Flowchard

Gambar Blok

Pengelolaan Data Keandalan VSAT

HASIL PENELITIAN

Perhitungan keandalan VSAT antara PT. Semen Tonasa Pangkep

Berdasarkan data operasional, terlihat bahwa pada bulan Maret hingga Juni 2013 terjadi kerusakan parah akibat rusaknya sinyal antena. Selain itu, kerusakan pada antena juga terjadi karena faktor usia peralatan.

Tabel  3.4  Periode  kegagalan  dan  laju  kegagalan  komunikasi  VSAT  PT.  Semen  Tonasa - Pangkep Periode 2011
Tabel 3.4 Periode kegagalan dan laju kegagalan komunikasi VSAT PT. Semen Tonasa - Pangkep Periode 2011

ANALISA DAN PERHITUNGAN

PENUTUP

Saran- saran

Peralatan yang sering mengalami masalah yaitu modem sebaiknya diganti dengan memperhatikan umur peralatan tersebut.

Gambar

Tabel 4.2 Hasil perhitungan tingkat keandalan komunikasi VSAT pada
Gambar 2.1 Link Komunikasi Satelit
Tabel 2.1 Spektrum Frekuensi Komunikasi Satelit  Band frekuensi  Range (GHz)
Gambar 2.3 Konfigurasi Sistem FDMA yang bersifat DAMA
+7

Referensi

Dokumen terkait

Proses pengujian metode nantinya dilakukan dengan menghitung nilai prediksi dari masing-masing metode dengan data training dari bulan Januari sampai dengan Desember 2019, kemudian