• Tidak ada hasil yang ditemukan

digilib.iain-jember.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "digilib.iain-jember.ac.id"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Menurut Moleong, “dengan menetapkan fokus yang jelas dan tegas, seorang peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai data yang akan dikumpulkan dan data mana yang tidak boleh disentuh atau data mana yang akan dibuang.”9.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru Aqidah Akhlak dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa, khususnya siswa yang berlatar belakang keluarga berantakan. Hasil penelitian ini dapat menambah temuan penelitian yang sudah ada sebagai khazanah perpustakaan khususnya mengenai peran guru Aqidah Akhlak dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran guru Aqidah Akhlak dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home.

Definisi Istilah

Hasil penelitian ini menjadi bahan pertimbangan atau masukan yang membangun mengenai peran guru dalam upaya pengembangan kemandirian belajar siswa Broken Homeschooling. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kemandirian belajar adalah sikap yang timbul untuk belajar tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Peranan Guru Aqidah Akhlak dalam Pengembangan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home yang dimaksud dalam penelitian ini adalah serangkaian perilaku yang dilakukan oleh Guru Aqidah Akhlak dalam pengembangan kemandirian belajar siswa Broken Home yang meliputi.

Sistematika Pembahasan

Sebagai suatu karya ilmiah, skripsi ini juga memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran untuk melengkapi suatu karya ilmiah, misalnya pernyataan keaslian, instrumen penelitian dan lampiran-lampiran lainnya.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

  • Peran Guru Akidah Akhlak
  • Kajian tentang Kemandirian Belajar Siswa Broken home
  • Peran Guru Akidah Akhlak dalam Mengembangkan Kemandirian

Seperti yang dikatakan Asmani, “banyak peran guru yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, begitu pula dengan guru Aqidah Akhlak…peran tersebut antara lain guru sebagai guru, pembimbing, motivator, pelatih, perencana pembelajaran, pelatih dan lain sebagainya.19 Sebagai seorang guru, guru Aqidah Akhlak mempunyai tugas menyelenggarakan proses belajar mengajar. Secara umum tugas yang mengisi sebagian besar profesi guru meliputi empat hal pokok, yaitu: 1) menguasai bahan ajar; Tugas menguasai bahan ajar; Guru sebagai seorang pendidik merupakan suatu tugas yang lebih sulit dijabarkan dan diteorikan mengingat dalam melaksanakan tugasnya, guru di satu sisi harus menerima anak apa adanya, dan mampu memahami pikiran, kemampuan, keinginan anak. dan emosi.

Guru sebagai guru tidak hanya sekedar menularkan seluruh ilmunya, tetapi juga mendidik seseorang yang berkepribadian baik dan utuh. Sementara itu, pengayaan materi pembelajaran lainnya bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan guru, sehingga pelaksanaan proses interaksi belajar mengajar menjadi lebih stabil dan dinamis. 24 c) Penerapan metodologi pengajaran. Kesesuaian penggunaan metode pengajaran ini sangat tergantung pada tujuan, isi, proses belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar.

Tujuan ini selain sebagai indikator tingkat keberhasilan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, juga dapat dijadikan kriteria dan bahan evaluasi bagi seluruh peserta proses belajar mengajar. Peran guru sebagai pembimbing harus lebih diutamakan, karena kehadiran guru di sekolah akan membimbing siswa menjadi orang dewasa yang cakap dan bermoral. Guru sebagai pelatih dalam hal ini adalah guru yang mempunyai keterampilan, khususnya keterampilan untuk menjadi guru yang profesional.

Suasana pembelajaran menyenangkan, pembelajaran menarik, penuh tantangan dan tidak rutin, sehingga guru sebagai pelatih mampu menciptakan dan membangkitkan motivasi belajar dan mampu. menjaga kebersihan, keindahan, dan penataan ruangan yang kondusif dan teratur. Peranan Moral Akidah Guru dalam Pengembangan Kemandirian Belajar Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Belajar Kemandirian Belajar Siswa Broken Home. Peran tersebut antara lain guru sebagai pendidik dan guru sebagai pembimbing. Sehingga dengan adanya peran tersebut guru Aqidah Akhlak mampu mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home khususnya pada saat siswa berada di sekolah.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data
  • Keabsahan Data
  • Tahap-tahap Penelitian

Belajar Kemandirian Siswa Broken Home di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Kegiatan Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Peran guru sebagai pengajar, pembimbing dan pelatih di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

Belajar Kemandirian Siswa Broken Home di Medresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Peran Guru Aqidah Akhlak Sebagai Guru Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Peran Guru Aqidah Akhlak Sebagai Pemandu Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

Peran Guru Aqidah Akhlak Sebagai Pembina Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Peran Guru Aqidah Akhlak Sebagai Guru Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Peran Guru Aqidah Akhlak Sebagai Pembina Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home Di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

Semangat Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Broken Home di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penyajian Data

Seluruh guru dan lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember khususnya guru Aqidah Akhlak sangat berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur agama dan ilmu pengetahuan pada diri siswa dan juga dengan ilmu yang dimilikinya. dimungkinkan untuk mencapai kinerja pembelajaran yang baik yang diharapkan oleh semua pihak. Termasuk peran guru Aqidah Akhlak sebagai pengajar, pembimbing dan pelatih, serta kemandirian belajar siswa Broken Home. Untuk melihat seberapa baik guru Aqidah Akhlak menguasai materi pelajaran, peneliti melakukan wawancara kepada siswa.

Samsul Arifin dan Bagus Candra mengatakan bahwa guru Aqidah Akhlak sangat menguasai materi yang akan disampaikan sehingga membuat siswa sangat menyukai pelajaran Aqidah Akhlak.87. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diatas dapat dikatakan bahwa guru Aqidah Akhlak sudah menguasai dengan baik bahan ajar Aqidah Akhlak untuk dibagikan kepada siswa. Terlebih lagi, Tuan. Nasirudin, selaku guru Aqidah Akhlak di Madresah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, melihat ada kecenderungan siswanya belajar keras dan tekun, hanya menginginkan rapornya bagus dan bagus.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai motivasi yang diberikan guru kepada siswa, peneliti melakukan wawancara kepada kepala madrasah selaku guru Aqidah Akhlak dan beberapa guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Seperti yang disampaikan oleh Pak Nasirudin sebagai guru Aqidah Akhlak, tugas guru adalah menularkan nilai-nilai atau norma-norma kepada peserta didik. Berdasarkan beberapa wawancara di atas terlihat bahwa guru Aqidah Akhlak selalu memberikan motivasi kepada siswanya, terutama siswa yang berada di rumah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Kepada siswa yang putus asa di rumah, guru Aqidah Akhlak lebih memberikan perhatian dan motivasi dibandingkan motivasi yang diberikan kepada siswa yang mempunyai orang tua yang utuh.100. Bagi siswa yang lambat memahami pelajaran, guru Aqidah Akhlak memberikan pelajaran tambahan setelah jam sekolah.101. Nur Awwalin, Samsul Arifin dan Bahrul Ulum serta siswa kelas VI Nurul Diana mengatakan bahwa guru Aqidah Akhlak dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Silo Kecamatan selalu memberikan bimbingan kepada siswa dengan sabar, beliau menjelaskan kembali pelajaran jika ada siswa yang masih do' Untuk memahami materi pelajaran yang diberikan guru, guru bahkan tidak segan-segan menjelaskan pelajaran dengan cara mengulanginya agar semua siswa memahami pelajaran dari guru. 102.

Pembahasan Temuan Penelitian

Berdasarkan temuan penelitian yang dikumpulkan dari teknik observasi dan wawancara, Peran guru Aqidah Akhlak sebagai guru dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home kelas IV, V dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan adalah merencanakan pendidikan sebaik-baiknya, penguasaan materi. materi yang ingin diajarkan kepada siswa, dengan menerapkan metodologi pengajaran yang relevan dengan materi pelajaran, dengan mempraktikkan pengelolaan kelas yang baik dan berupaya menciptakan iklim kelas yang kondusif, serta dengan melakukan penilaian terhadap keberhasilan siswa, sehingga melalui peran seorang guru sebagai seorang pendidik dan guru, kemandirian siswa Broken Home di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Silo Kabupaten Jember dapat berkembang untuk tahun ajaran 2018/2019. Keluarga yang berantakan tidak lagi merasa minder atau putus asa karena tidak ada orang tua yang membimbing atau mendidik mereka dalam menempuh pendidikan. Peran guru sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan serta memberikan motivasi dan bimbingan agar siswa yang Broken Home dapat mempunyai sikap mandiri seperti siswa lainnya.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa peran guru Aqidah Akhlak yang baik sebagai guru dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember telah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran, penguasaan materi, penerapan metodologi pengajaran, manajemen kelas dan evaluasi. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa teori yang menyatakan bahwa peran guru sebagai pembimbing adalah guru memotivasi siswa, membimbing dan membina siswa dengan baik dari keluarga yang berantakan, dan terbukti mampu mengembangkan siswa. sedang belajar. kemerdekaan. Berdasarkan teori penelitian dan temuan di lapangan, maka dapat dikatakan bahwa peran guru Aqidah Akhlak dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa Broken Home di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

Berdasarkan hasil penelitian, Guru Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Kecamatan Garahan Silo telah berperan dalam mengembangkan kemandirian belajar bagi siswa tunawisma melalui guru yang terlatih menyiapkan materi pembelajaran, terlatih menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, terampil dalam mediasi pengetahuan hingga siswa, terampil dalam mendorong semangat belajar siswa dan terampil menggunakan bahasa yang baik dan benar. Peran guru Aqidah Akhlak sebagai guru dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa tunarungu di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember dilakukan melalui perencanaan pengajaran, penguasaan materi, penggunaan metodologi pengajaran, pengelolaan kelas dan evaluasi. Peran guru Aqidah Akhlak sebagai pembimbing dalam mengembangkan kemandirian belajar bagi siswa tunarungu di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember dilaksanakan melalui guru yang memberikan motivasi kepada siswa, guru yang memberi bimbingan dan guru yang memberikan bimbingan kepada siswa. 3.

Pengaruh keluarga Broken Home terhadap Aktivitas Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 1 Paleran Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Jember Tahun Pelajaran: IAIN Jember, Skripsi tidak diterbitkan.

PENUTUP

Saran

Kepala madrasah dan guru diharapkan memberikan perhatian lebih terhadap siswa yang berasal dari keluarga berantakan karena mereka cenderung menuntut perhatian lebih yang mungkin tidak mereka dapatkan dari keluarga. Bagi keluarga atau wali siswa yang mengalami patah rumah diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik sebagai orang tua pengganti, yaitu mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang sangat dibutuhkan oleh anak, terutama mengawasi aktivitas anak, termasuk aktivitas belajarnya khususnya. saat anak-anak berada di rumah. Bagi pelajar yang berlatar belakang keluarga berantakan, jangan berkecil hati dengan kondisi keluarga yang tidak seutuh keluarga lainnya dan tetaplah semangat dalam meraih cita-cita.

Dampak Keluarga Broken Home terhadap Praktik Keagamaan Siswa di SMPN 3 Jember, Jember: IAIN Jember, skripsi tidak diterbitkan. Dampak Boken Home Terhadap Aktivitas Belajar Siswa di Madrasah Aliyah Al-Muslihun Desa Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Jember Tahun Ajaran: IAIN Jember, Skripsi Tidak Diterbitkan.

Referensi

Dokumen terkait