• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG "

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PEMUDA OLAH RAGA BUDAYA DAN PARIWISATA

KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2019-2023

DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG

TAHUN 2019

(2)

iii

D A F T A R I S I

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Landasan Hukum ... 2

1.3. Maksud dan Tujuan ... 3

1.4. Sistematika Penulisan ... 3

BAB II GAMBARAN DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD ... 6

2.2 Sumber Daya SKPD ... 14

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD ... 17

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD ... 17

BAB III PERMASALAHAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS PEMUDA OLAHRAGA KLEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Fungsi Pelayanan SKPD ... 19

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah Terpilih ... 20

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi ... 22

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis 23 3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ... 23

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN 4.1 Visi dan Misi ... 27

4.2 Tujuan dan Sasaran ... 28

4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD... ... 29

(3)

iv

Revisi Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi dan Arah Kebijakan ... ... 32

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Rencana Program dan Kegiatan Serta Pendanaan ... 36

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAN BIDANG URUSAN

Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan ... ... 37

BAB VII PENUTUP

Penutup ... ... ... 39

D A F T A R T A B E L

TABEL Pohon Kinerja ... (Terlampir) TABEL 3.1 ... (Terlampir) TABEL 3.2 ... (Terlampir) TABEL 4.1 ... (Terlampir) TABEL 5.1 ... (Terlampir) TABEL 6.1 ... (Terlampir) TABEL 7.1 ... (Terlampir) TABEL Indikator Kinerja Utama ... (Terlampir)

(4)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan YME yang telah melimpahkan Rahmat dan Ridho-Nya, sehingga penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Periode Tahun 2019-2023 dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang secara filosofis bertolak dari cara pandang (Perspektif) terhadap realitas problematika bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Tangerang.

Kebijakan dasar Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang berpola sinergis dan sebisa mungkin memberikan peluang solusi yang lebih baik dan seirama dengan rentang permasalahan era globalisasi.

Bidang Kepemudaan dan Olahraga dalam Renstra Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, diposisikan pada upaya-upaya melakukan pemberdayaan olahraga, keserasian pemuda dalam dimensi yang lebih luas. Hal ini mengandung makna bahwa kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan yang dilahirkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata diarahkan untuk meningkatkan kualitas Keolahragaan dan Keserasian kepemudaan Kabupaten Tangerang yang dikaitkan dengan Pembangunan Daerah.

Sedangkan untuk bidang Kebudayaan dan Pariwisata lebih menitikberatkan pada Fasilitasi pembangunan sarana prasarana budaya dan pariwisata serta melakukan Pemberdayaan masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata melalui Fasilitasi promosi pariwisata, Fasilitasi Pengembangan dan Peningkatan SDM Masyarakat Kepariwisataan dan Masyarakat Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Kepariwisataan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar dapat menciptakan peluang masyarakat dalam usaha kepariwisataan yang berbudaya dan sadar wisata di Kabupaten Tangerang. Dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ODTW serta dapat mengurangi permasalahan krisis budaya akibat era globalisasi yang aktual, sekaligus secara proaktif mencari solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.

Secara fungsional, Renstra ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan selama lima tahun kedepan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tahunan untuk mencapai visi dan misi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang. Renstra ini juga dapat memberikan arah dalam pelaksanaan Disentralisasi dan Otonomi Daerah terutama dalam penyusunan kebijakan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan bidang Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata di Tingkat Kabupaten Tangerang.

(5)

ii

Revisi Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Semoga Rencana Strategis Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Periode 2019-2023 dapat bermanfaat bagi Masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya dan umumnya untuk Negara dan Bangsa Indonesia serta dapat dijadikan bahan untuk peningkatan kinerja di masa yang akan datang, Amin Ya Rabbal Alamin.

Tigaraksa, 2019 Kepala Dinas Pemuda Olahraga

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang

H. A. Surya Wijaya, S.IP. M.Si NIP. 196306111985031008

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-undang nomor 12 Tahun 2008, memberikan peluang bagi Pemerintah Daerah untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri sesuai dengan corak, sifat dan aspirasi masyarakat. Pemerintah Daerah dapat merencanakan dan mengambil keputusan mengenai kebijakan dan program pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan kewenangan yang menjadi lingkup dan urusan Pemerintah Daerah. Undang-undang tersebut juga memberikan kewenangan Kepala Daerah untuk melakukan koordinasi perencanaan dan pengawasan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemerintah Daerah dituntut untuk melaksanakan perencanaan pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek yang memberi arah Kebijakan Keuangan Daerah, Strategi Pembangunan Daerah, Arah Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2019 - 2023 disusun sebagai pedoman bagi SKPD dalam penyusunan program - program dan kegiatan yang berdasarkan visi, misi kepala daerah. Penyusunan RPJMD Kabupaten Tangerang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional dan RPJMD Propinsi yang di dalamnya memuat sasaran-sasaran pokok yang harus dicapai, arah kebijakan, program- program pembangunan dan kegiatan pokok pembangunan daerah kurun waktu lima tahun mendatang.

Dalam rangka menjamin adanya konsistensi dan sinkronisasi dengan RPJM Kabupaten Tangerang, maka Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan memperhatikan pada peraturan yang ada dan kondisi serta potensi daerah dan aspirasi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.sehingga nantinya akan ada keterkaitan dokumen perencanaan dengan lainnya, yang selanjutnya akan mempermudah pembangunan dan pengembangan potensi daerah bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata Daerah Kabupaten Tangerang.

Rencana Strategis Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023 merupakan pedoman pelaksanaan pembangunan di bidang Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata mengarah kepada tujuan yang akan dicapai selama tahun 2019-2023 serta landasan dalam menetapkan skala prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang selanjutnya akan menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBD.

(7)

2

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

1.2 Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut :

1. UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

3. UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4422);

4. UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4535);

5. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992, tentang Benda Cagar Budaya;

6. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tetang Kepariwisataan;

7. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007, tentang Penyelenggaraan Olahraga;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007, tentang Pekan dan Kejuaraan Olahraga;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2007, tentang Pendanaan Olahraga;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 44817);

13. Permendagri No 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 59 tahun 2007 dan Permendagri Nomor 55 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pentausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara serta Penyempurnaannya;

14. Permendagri No 6 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;

(8)

3

15. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perancanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS dan Mendagri Nomor 0008/M.PPN/01/2007/050/264A/SJ Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan MUSRENBANG;

16. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2007 Propinsi Banten Tentang Rencana Strategis Propinsi Banten;

17. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 10 Tahun 2014 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang;

18. Peraturan Bupati Tangerang Nomor 108 Tahun 2016 Tentang Rincian Tugas Fungsi Dan Tatakerja Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang.

1.3 Maksud dan Tujuan

Rencana Strategis (Rentstra) Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023 adalah Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Lima Tahun (sisa tahun berjalan) yang memberikan arah bagi kebijakan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dalam pembangunan daerah Kabupaten Tangerang secara komprehensif, terintegrasi dan harmonis antara berbagai komponen Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada berbagai bidang kehidupan dan sektor perekonomian dalam periode waktu lima tahunan, secara spesifik dokumen Rencana Strategis dimaksudkan untuk:

a. Sebagai dokumen induk perencanaan jangka menengah untuk periode tahun 2019 – 2023 pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang yang menjabarkan visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan serta program Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang dengan kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

b. Untuk memberikan acuan dasar dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Penetapan Kinerja (TAPKIN) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang.

c. Sebagai bahan evaluasi akan kinerja dinas dalam setiap tahunnya dan acuan dasar dalam pencapaian standar pelayanan minimum dinas.

1.4 Sistematika Penulisan

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

(9)

4

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisikan Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Landasan Hukum, serta sistematika penulisan.

BAB II Gambaran Umum Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata

Dalam bab ini berisikan struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, susunan organisasi dan tata kerja, kondisi kepegawaian dan asset Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, kinerja pelayanan, tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan PariwisataKabupaten Tangerang.

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

Pada bab ini diulas mengenai identifikasi permasalahan berdasarkan tugas fungsi pelayanan SKPD, telaahan visi misi Kabupaten Tangerang, telaahan renstra, telaahan rencana tata ruang, dan penentuan isu strategis.

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

Pada bab ini berisikan mengenai Visi, Misi dan Tujuan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, sasaran dan indikator sasaranserta strategi dan kebijakan yang akan diambildengan melihat berbagai faktor – faktor yang dapat mewujudkan keberhasilan dari Visi, Misi dan Tujuan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dalam lima tahun kedepan.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategis dan arah kebijakan Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata lima tahun kedepan BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif dalam periode lima tahun dan tahunan, dirinci menurut lokalitas SKPD.

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja Perangkat Daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VIII PENUTUP

Pada bab ini berisikan kesimpulan gambaran keseluruhan Renstra-SKPD secara ringkas untuk mendukung visi dan misi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, penguatan peran serta para stakeholders dalam pelaksanaan renstra

(10)

5

SKPD agar dapat memenuhi pencapaian visi dan misi Kepala Daerah, dan merupakan dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja tahunan dan lima tahunan serta catatan dan harapan Kepala SKPD.

(11)

6

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

BAB II

GAMBARAN UMUM

DINAS PEMUDA OLAH RAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 108 Tahun 2016, tentang Kedudukan, Susunan, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai salah satu Dinas di Kabupaten Tangerang dengan struktur organisasi sebagai berikut :

Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 108 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang. Mengacu kepada Peraturan Bupati tersebut, Disporabudpar Kabupaten Tangerang mempunyai tugas pokok membantu Bupati merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, mimbina dan mengendalikan urusan pemerintahan bidang

KEPALA DINAS

Subag Perencanaan dan Keuangan

Jabatan Fungsional Sekretariat

Subag Umum dan Kepegawaian

BIDANG PEMUDA

BIDANG OLAHRAGA

BIDANG BUDAYA &

PARIWISATA

UPT Seksi Organisasi

Pelajar Seksi Organisasi

Pemuda

Seksi Olahraga Pelajar dan

Prestasi

Seksi Olahraga Masyarakat dan

Rekreasi

Seksi Kebudayaan Seksi Pariwisata

(12)

7

Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Disporabudpar mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;

2. Pelaksanaan kebijakan dibidang Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata;

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;

4. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dengan susunan organisasi sebagai berikut :

1. Kepala Dinas ; 2. Sekretaris ;

a. Subag Perencanaan dan Keuangan;

b. Subag Umum dan Kepegawaian;

3. Bidang Pemuda ;

a. Seksi Organisasi Pelajar;

b. Seksi Organisasi Pemuda;

4. Bidang Olahraga;

a. Seksi Olahraga Pelajar dan Prestasi b. Seksi Olahraga Masyarakat dan Rekreasi 5. Bidang Kebudayaan dan Pariwisata;

a. Seksi Kebudayaan;

b. Seksi Pariwisata.

6. Unit Pelaksana Teknis ; 7. Kelompok Jabatan Fungsional.

Sedangkan tugas pokok dan fungsi dari masing-masing jabatan tersebut adalah sebagai berikut :

(13)

8

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

1. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai Kepala Dinas bertugas membantu Bupati merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, mimbina dan mengendalikan urusan pemerintahan bidang Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah.

Untuk melaksanakan rincian tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Dinas mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. Merumuskan program kerja Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata;

b. Mengkoordinasikan pelaksanaan program kegiatan dinas dalam rangka mendukung pelaksanaan fungsi dinas pemuda, olahraga, kebudayaan dan periwisata;

c. Membina pegawai dilingkungan dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Periwisata;

d. Mengarahkan dan merencanakan program kegiatan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan peraturan perundang-undangan;

e. Menyelenggarakan program kegiatan dinas dalam rangka pelaksanaan fungsi dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata;

f. Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dilingkungan dinas; dan g. Melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana kegiatan.

2. Sekretariat Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian sebagian tugas dinas dalam bidang perencanaan keuangan, umum dan kepegawaian.

Untuk melaksanakan rincian tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi:

a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis yang berkaitan dengan kesekretariatan meliputi perencanaan dan keuangan umum dan kepegawaian;

b. Penyiapan rencana dan program kerja sekretariat mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;

c. Penyiapan pengendalian pemantauan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang berkaitan dengan kesekretariatan : Perencanaan dan Keuangan serta Umum dan Kepegawaian;

d. Penyiapan bimbingan dan pembinaan kepada bawahannya di lingkup kesekretariatan meliputi perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian untuk meningkatkan kinerja pegawai ;

e. Penyiapan pelaporan dan evaluasi pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan kesekretariatan meliputi perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian untuk meningkatkan kinerja pegawai;

(14)

9

f. Pengelolaan administrasi dinas yang berkaitan dengan kesekretariatan meliputi perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

g. Pelaksanaan fasilitasi Pengelola Informasi dan Dokumen (PID);

h. Penyiapan dan pelaksanaan pengembangan e-governance;

Dalam melaksanakan fungsi dimaksud, sekretaris dinas mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. merencanakan perumusan kebijakan teknis yang berkaiatan dengan perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

b. membagi tugas dan program yang berkaitanm dengan perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

c. memberi petunjuk program yang berkaitan dengan perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

d. mengatur program dan kegiatan yang berkaitan yang berkaitan dengan perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

e. mengevaluasi kegiatan program bidang kesekretariatan yang berkaitan dengan perencanaan dan keuangan serta umum dan kepegawaian;

f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

Sekretariat dibantu oleh 2 Sub Bagian, yaitu :

 Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan ;

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan kegiatan perencanaan dan keuangan.

Untuk melaksanakan rincian tugas sebagaimana dimaksud,Sub Bagian Perencanaan dan keuangan mempunyai rincian tugas :

a. Merencanakan kegiatan perencanaan dan keuangan dinas;

b. Melaksanakan kegiatan bidang perencanaan meliputi : pengumpulan, pengelolaan, pengenalisaan data kegiatan dinas, membimbing pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi : RPJMD, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusuanan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

c. Melaksanakan kegiatan keuangan meliputi : Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, LS- Bendahara , LS- Pihak Ketiga dan Ganti Uang Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan, Cash Opname, Pembukuan serta Pelaporan Pertanggungjawaban Anggaran ;

(15)

10

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

d. Membimbing pelaksanaan kegiatan perencanaan pengumpulan, pengelolaan, penganalisaan data kegiatan dinas, membimbing pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi : RPJMD, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusunan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ;

e. Membimbing pelaksanaan kegiatan keuangan meliputi : Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, LS- Bendahara , LS- Pihak Ketiga dan Ganti Uang Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan, Cash Opname, Pembukuan serta Pelaporan Pertanggungjawaban Anggaran;

f. Membagi tugas pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi RPJMD, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusunan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ; g. Membagi tugas pelaksanaan kegiatan administrasi keuangan meliputi :

Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, LS- Bendahara , LS- Pihak Ketiga dan Ganti Uang Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan, Cash Opname, Pembukuan serta Pelaporan Pertanggungjawaban Anggaran;

h. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang terkait Perencanaan dan Keuangan;

i. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan e- governance;

j. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub bagian Perencanaan dan Keuangan meliputi : Monitoring dan Evaluasi, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Fasilitasi Prencanaan, e- Reporting, Riviu Penyerapan Anggaran, Data Pembangunan SKPD, Neraca, Laporan Realisasi (LRA), Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Cash Opname dan catatan atas laporan keuangan (CALK);

k. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

(2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan kegiatan umum dan kepegawaian.

Untuk melaksanakan Tugas sebagaimana dimaksud, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai rincian tugas :

a. Merencanakan kegioatan umum dan kepegawaian;

b. Membimbing pelaksanaan kegiatan umum meliputi : surat menyurat, penggandaan, pengiriman pengarsipan, tata naskah dinas, inventarisasi aset dan

(16)

11

persediaan, pengadaan, pendistribusian, perjalanan dinas, pemeliharaan barang- barang inventarisasi dinas, stock opname ;

c. Membimbing pelaksanaan kegiatan kepegawaian meliputi : mutasi, kenaikan pangkat, kenaikan jenjang jabatan fungsional tertentu, kenaikan gaji berkala, data pegawai, DUPAK, PAK, SKP, DUK, Bezzetting Pegawai, Kesejahtraan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Pendidikan dan pelatihan pegawai dan pensiun pegawai ;

d. Membagi tugas pelaksanaan kegiatan umum meliputi : surat menyurat, penggandaan, pengiriman pengarsipan, tata naskah dinas, inventarisasi aset dan persediaan, pengadaan, pendistribusian, perjalanan dinas, pemeliharaan barang- barang inventarisasi dinas, stock opname ;

e. Membagi tugas pelaksanaan kepegawaian meliputi : mutasi, kenaikan pangkat, kenaikan jenjang jabatan fungsional tertentu, kenaikan gaji berkala, data pegawai, DUPAK, PAK, SKP, DUK, Bezzetting Pegawai, Kesejahtraan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Pendidikan dan pelatihan pegawai dan pensiun pegawai ;

f. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; g. Melaksanakan fasilitasi pengelolaan informasi dan dokumen (PID);

h. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan umum dan kepegawaian;

i. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Bidang Pemuda mempunyai Tugas pokok melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian Bidang Pemuda.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Pemuda mempunyai fungsi : a. Penyiapan rumusan kebijakan teknis program kegiatan yang berkaitan dengan bidang

pemuda meliputi organsiasi pelajar, mahasiswa, pemuda, pramuka;

b. Penyiapan rencana dan program kegiatan yang berkaitan dengan bidang pemuda meliputi organsiasi pelajar, mahasiswa, pemuda, pramuka;

c. Penyiapan pengendalian dan pengkoordinasi kegiatan bidang pemuda dengan instansi/lembaga terkait lainnya;

d. Penyiapan bimbingan pelaksanaan program kegiatan bidang pemuda;

e. Pengelolaan administrasi dan pelaporan kegiatan bidang pemuda.

Dalam melaksanakan fungsi di maksud kepala bidang pemuda mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

(17)

12

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

a. Merencanakan perumusan kebijakan teknis program bidang pemuda meliputi : pembinaan, penghargaan kepemudaan dan pelajar berprestasi dan pelatihan penmdidikan kewirausahaan dalam rangka pembinaan organisasi pelajar, mahasiswa, pemuda dan pramuka;

b. Membagi tugas bidang pemuda meliputi penyusunan data dan informasi, penghargaan kepemudaan dan pelajar berprestasi dan kegiatan pembinaan pendidikan jiwa kemandirian organisasi pelajar, mahasiswa, pemuda dan pramuka;

c. Memberi petunjuk program bidang pemuda;

d. Mengatur program bidang pemuda dan melaksanakan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait pembinaan organisasi pelajar, mahasiswa, pemuda dan pramuka;

e. Mengevaluasi kegiatan program monitoring dan pelaporan kegiatan bidang pemuda;dan f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas

fungsinya.

Bidang Pemuda terdiri dari : a. Seksi Organisasi Pelajar;

b. Seksi Organisasi Pemuda.

Tiap seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

4. Bidang Olahraga mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian bidang olahraga.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Olahraga mempunyai fungsi : a. Penyiapan rumusan kebijakan teknis bidang olag raga;

b. Penyiapan rencana dan Program kegiatan yang mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Peraturan Perundang-undangan ;

c. Penyiapan pengendalian hal-hal yang terkait dengan bidang olah raga;

d. Penyiapan bimbingan pelaksanaan program bidang olah raga;

e. Pengelolaan administrasi kegiatan bidang olah raga.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud Kepala Bidang Olah Raga mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Merencanakan perumusan kebijakan program kegiatan bidang olah raga meliputi : olah raga pelajar berprestasi, mahasiswa, pegawai, penyandang cacat, olah raga masyarakat dan rekreasi;

b. Membagi tugas program kegiatan bidang olah raga;

c. Melaksanakan penyusunan data dan pembuatan profil data organisasi olag raga pelajat dan prestasi, olag raga masyarakat dan rekreasi;

(18)

13

d. Memberi petunjuk program kegiatan bidang olah raga meliputi olah raga pelajar berprestasi, mahasiswa, pegawai, penyandang cacat, olah raga masyarakat dan rekreasi;

e. Mengatur program bidang olah raga dan melaksanakan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait olah raga prestasi dikalangan pelajar, mahasiswa, pegawai, penyandang cacat dan masyarakat;

f. Mengevaluasi kegiatan pelaksanaan monitoring dan pelaporan kegiatan bidang olah raga;

g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Olahraga terdiri dari :

a. Seksi Olahraga Pelajar dan Prestasi;

b. Seksi Olahraga Masyarakat dan Rekreasi.

Tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab Kepada kepala Bidang.

5. Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan , koordinasi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai fungsi :

a. Penyiapan rumusan kebijakan teknis program bidang kebudayaan dan pariwisata;

b. Penyiapan rencana dan program kegiatan yang mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Perundang-undangan;

c. Penyiapan pengendalian hal-hal yang terkait dengan bidang kebudayaan dan pariwisata;

d. Penyiapan bimbingan pelaksanaan program bidang kebudayaan dan pariwisata;

e. Pengelolaan administrasi bidang kebudayaan dan pariwisata.

Dalam melaksanakan funsi sebagaimana di maksud Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Merencanakan perumusan kebijakan teknis program bidang kebudayaan dan pariwisata;

b. Membagi tugas program dan kegiatan bidang kebudayaan dan pariwisata meliputi : penyusunan , pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data dan informasi, pembinaan, pelestarian budaya, perijinan usaha, pengembangan kesenian, objek dan daya tarik wisata, promosi dan usaha pariwisata, sarana dan prasaranaserta tenaga kerja pariwisata daera;

c. Memberi petunjuk program dan kegiatan bidang kebudayaan dan pariwisata;

d. Mengatur program dan kegiatan bidang kebudayaan dan pariwisata;

(19)

14

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

e. Mengevaluasi program dan kegiatan melaksanakan monitoring, pelap[oran kegiatan bidang kebudayaan dan pariwisata;

f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Kebudayaan dan Pariwisata terdiri dari : a. Seksi Kebudayaan;

b. Seksi Pariwisata.

Tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.

6. Pada Dinas dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT);

(1) Untuk melaksanakan kegiatan teknis op[erasional dan / ataua kegiatan teknis penunjang dilingkungan Dinas dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis.

(2) Unit Pelaksana Teknis berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas.

(3) Unit Pelaksana Teknis dipimpin oleh seorang kepala

(4) Unit Pelaksana Teknis dibentuk berdasarkan kriteria adanya pekerjaan yang bersifat teknis operasional karena wilayah kerja atau karena jam tertentu.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan organisasi, tugas, fungsi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis diatur dengan Peraturan Bupati.

7. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan.

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang tugasnya.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional dalam Pelaksanaan tugas pokok berpedoman kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada kepala dinas.

(4) Kelompok Jabatan Fungsional dalam pelaksanaan tugas di koordinasikan oleh tenaga fungsional.

(5) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur berdasarkan ketentuan peraturan prundang-undangan yang berlaku.

2.2 Sumber Daya SKPD 2.2.1 Kondisi Kepegawaian

Distribusi pegawai pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang dapat dilihat pada tabel berikut:

(20)

15

Tabel 2.2.1.1 Kondisi Kepegawaian Disporabudpar KabupatenTangerang

No Kondisi Kepegawaian Jumlah

1 Kepala Dinas 1 Orang

2 Sekretaris 1 Orang

3 Kepala Bidang Pemuda 1 Orang

4 Kepala Bidang Olahraga 1 Orang

5 Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata 1 Orang

6 Kepala Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian 1 Orang

7 Kepala Sub. Bagian Perencanaan Keuangan 1 Orang

8 Kepala Seksi Organisasi Pemuda 1 Orang

9 Kepala Seksi Organisasi Pelajar 1 Orang

10 Kepala Seksi Olahraga Pelajar dan Prestasi 1 Orang 11 Kepala Seksi Olahraga Masyarakat dan Rekreasi 1 Orang

12 Kepala Seksi Kebudayaan 1 Orang

13 Kepala Seksi Pariwisata 1 Orang

14 Pelaksana pada Sekretariat 6 Orang

15 Pelaksana pada Bidang Pemuda 4 Orang

16 Pelaksana pada Bidang Olahraga 6 Orang

17 Pelaksana pada Bidang Kebudayaan dan Pariwisata 5 Orang

JUMLAH 34 Orang

Tabel 2.2.1.2 Distribusi SDM Disporabudpar Kabupaten Tangerang Berdasarkan Jenjang Pendidikan

NO PENDIDIKAN JUMLAH

Doktor (S3) -

Pasca Sarjana (S2) 6 Orang

Sarjana (S1) 12 Orang

Diploma III (D3) 1 Orang

SMU 15 Orang

SLTP -

JUMLAH 34 Orang

Tabel 2.2.1.3 Distribusi SDM Disporabudpar Kabupaten Tangerang Berdasarkan Golongan

GOLONGAN A B C D JUMLAH

I

II 1 2 12 - 15 Orang

III 1 3 2 6 12 Orang

IV 5 1 1 7 Orang

TOTAL 34 Orang

(21)

16

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Tabel 2.2.1.4 Distribusi SDM Disporabudpar Kabupaten Tangerang Berdasarkan Jabatan Tahun 2018

NO JABATAN JUMLAH

1 ESELON II 1 Orang

2 ESELON III 4 Orang

3 ESELON IV 8 Orang

4 PELAKSANA 21 Orang

TOTAL 34 Orang

Sumber: Bagian Umum Kepegawaian Disporabudpar 2018

2.2.2 Asset Pada Disporabudpar

Dalam rangka mendukung keberhasilan pencapaian tugas pokok dan fungsi, Diinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang diengkapi oleh beberapa sarana dan prasarana sebagai berikut:

a) Bangunan

Bangunan Gedung Disporabudpar yang terletak di lantai empat dan bertempat di pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang, terdiri dari enam ruangan yaitu:

I. Ruang Bagian Sekretariat terdiri dari:

 Ruang Kepala Dinas

 Ruang Sekertaris Dinas

 Ruang Kasubag Umum dan Kepegawaian

 Ruang Aula Rapat

 Ruang untuk Pelaksana

II. Ruang Ruang Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari:

 Ruang Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

 Ruang Bendahara Pengeluaran

 Ruang Pejabat Pengelola Keuangan (PPK)

 Ruang untuk Pelaksana

III. Ruang Bidang Pemuda terdiri dari:

 Ruang Kepala Bidang Pemuda

 Ruang Kepala Seksi Organisasi Pemuda

 Ruang Kepala Seksi Organisasi Pelajar

 Ruang untuk Pelaksana

IV. Ruang Bidang Olahraga terdiri dari

 Ruang Kepala Bidang Olahraga

 Ruang Kepala Seksi Olahraga Pelajar dan Prestasi

 Ruang Kepala Seksi Olahraga Masyarakat dan Rekreasi

(22)

17

 Ruang untuk Pelaksana

V. Ruang Bidang Kebudayaan dan Pariwisata terdiri dari:

 Ruang Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata

 Ruang Kepala Seksi Kebudayaan

 Ruang Kepala Seksi Pariwisata b) Kendaraan Dinas

Kendaraan dinas yang dimiliki per Desember 2018 sebanyak sebelas (11) buah terdiri dari delapan (8) buah kendaraan roda empat dan empat (3) buah kendaraan roda dua.

c) Inventaris / Peralatan Kantor

Inventaris dan peralatan kantor yang dimiliki terdiri dari meubelair, peralatankomputer serta peralatan kantor lainnya yang diperoleh dari pengadaananggaran rutin.

2.3 Kinerja SKPD

Seiring dengan perkembangan pembangunan dan perubahan paradigma Pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, maka setiap Instansi Pemerintah dituntut memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan senantiasa mengupayakan peningkatan kinerja.

Oleh karena itu diharapkan dapat terwujud sumber daya berkualitas di bidang Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisatadalam memberikan pelayanan.

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Melihat kondisi sekarang dimana era globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang, tentunya akan banyak tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program-program di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata.

Beberapa tantangan tersebut antara lain :

 Mengemas paket kesenian tradisional, agar dapat menarik simpati generasi muda;

 Membangun gedung kesenian sebagai sarana pagelaran seni;

 Meningkatkan kewirausahaan dikalangan generasi muda;

 Mengurangi penyebaran peredaran narkoba dikalangan masyarakat;

 Membangun fasilitas olahraga di beberapa wilayah Kecamatan agar masyarakat dapat hidup sehat dengan berolahraga;

 Mencipatakan Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) agar di Kabupaten Tangerang memiliki obyek wisata dan dapat meningkatkan Pendapatan Daerah melalui Retribusi maupun Peningkatan Pendapatan Masyarakat di sekitar Objek Wisata;

 Melakukan promosi pariwisata ke beberapa daerah untuk memperkenalkan kebudayaan dan potensi wisata Kabupaten Tangerang.

(23)

18

Revisi Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Selain tantangan terdapat juga peluang-peluang yang dapat mendorong pengembangan pelayanan SKPD, diantaranya adalah:

 Adanya anggaran dana;

 Lahan yang tersedia;

 Jumlah aparatur yang tersedia;

 Sarana dan prasarana SKPD yang mendukung;

 Program-program yang dapat memajukan pembangunan untuk masyarakat khususnya dalam bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata.

(24)

19

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

DINAS PEMUDA OLAH RAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Pembanguan disegala bidang pada Kabupaten Tangerang mendorong Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan daya saing masyarakat, maka dibutuhkan pendalaman yang serius tentang kondisi wilayah. Sebab pemahaman yang mendalam terhadap keadaan wilayah akan membantu dalam proses implementasi penyelenggaraan pemerintah, pembanguan dan sosial kemasyarakatan.

Melihat kondisi sekarang, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan masyarakat yang majemuk karena banyaknya warga pendatang dari luar daerah sehingga memiliki banyak budaya masyarakat yang beragam. Oleh karena itu maka diperlukan pendekatan pemerintah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing serta mempertahankan karakteristik dan ciri khas Kabupaten Tangerang itu sendiri agar tidak terpengaruh oleh culture (budaya)yangdibawa para pendatang dari luar daerah.

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Fungsi Pelayanan SKPD

Beberapa permasalahan pokok yang menghambat dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat antara lain:

a. Belum optimalnya pelestarian dan pemanfaatan nilai budaya daerah;

b. Belum optimalnya cabang olahraga berprestasi di tingkat nasional;

c. Masih rendahnya pembinaan organisasi kepemudaanl;

d. Belum optimalnya penataan potensi destinasi pariwisata.

Timbulnya beberapa permasalahan pokok diatas dikarenakan beberapa factor masalah, antara lain:

a. Terbatasnya kemampuan SDM yang ada dalam memfasilitasi pengelolaan seni budaya;

b. Sanggar seni yang ada di masyarakat belum dikelola secara optimal;

c. Masih kurang optimalnya pelestarian event masyarakat adat;

d. Banyaknya atlet pelajar yang pindah sekolah sehingga mengurangi kekuatan atlet kabupaten;

e. Masih kurangnya penyelenggaraan turnamen cabang olahraga secara keseluruhan;

f. Belum optimalnya keikutsertaan pada event nasional;

g. Belum adanya sarana dan prasarana kepemudaan;

h. Belum efektifnya pembinaan kelompok/organisasi kepemudaan dan kewirausahaan pemuda;

i. Kurangnya promosi kepariwisataan;

j. Rendahnya partisifasi masyarakat dan kelembagaan kepariwisataan;

k. Rendahnya keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan kepariwisataan.

(25)

20

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Adapun masalah diatas timbul karena adanya akar permasalahan yang mempengaruhi permasalahan tersebut, antara lain :

a. Masih kurangnya pemahaman pelaku seni tradisional terhadap perlindungan pengembangan dan pemanfaatan seni budaya;

b. Masih rendahnya animo dan peran serta masyarakat terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional;

c. Masih kurannya kompetensi pelatih pada cabang olah raga prestasi;

d. Peran serta lembaga kepemudaan belum menyentuh seluruh organisasi kepemudaan;

e. Kurangnya minat pengelola onjek wisata dalam penataan destinasi pariwisata;

f. Kurangnya pemahaman pengrajin dan pelaku usaha wisata dalam pengembangan usaha kepariwisataan;

g. Belum optimalnya peran serta pemerintah daerah dalam pengelolaan objek pariwisata.

Identifikasi permasalahan dapat tersaji di dalam tabel 3.1 3.2 Telaahan Visi dan Misi Kabupaten Tangerang

Beradasarkan Visi Kabupaten Tangerang 2019 – 2023 adalah “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tangerang Religius, Cerdas, Sehat dan Sejahtera” dengan Misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat yang religius;

2. Meningkatkan akses, mutu dan pemerataan pelayanan pendidikn dan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sehat;

3. Mengembangkan ekonomi daerah yang kompetitif dan inovatif;

4. Meningkatkan kulitas tata kelola pemerintahan yang propesional, transparan dan akuntabel;

5. Meningkatkan pemerataan pembangunan insfrastruktur yang berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah;

6. Mengembangkan inovasi daerah dalam rangka meningkatkan kualitas daya saing daerah, masyarakat dan pelaku pembangunan lainnya.

Berdasarkan Visi dan Misi Kabupaten diatas, terdapat beberapa tugas dan fungsi Disporabudpar untuk menunjang keberhasilan Visi dan Misi Kabupaten tersebut, yaitu:

1. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;

2. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;

3. Perencanaan pola operasional dalam penanganan pembinaan kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata;

4. Pelaksanaan kegiatan dibidang kepemudaan yang meliputi pemberdayaan, pengembangan dan sarana prasarana kepemudaan ;

5. Pelaksanaan dan pengaturan kegiatan dibidang keolahragaan yang meliputi penyuluhan, pelatihan ,pertandingan dan sarana prasarana olahraga;

(26)

21

6. Pelaksanaan dan pengaturan kegiatan dibidang Kebudayaan dan Pariwisata meliputi Kesenian sejarah nilai tradisional ,Pengelolaan obyek wisata, Perijinan dan Pengembangan promosi usaha Wisata;

7. Pelaksanaan dan pengaturan kegiatan dibidang meliputi pengembangan kesenian daerah, pelestarian Cagar Budaya;

8. Pemassalan, pembibitan dan peningkatan prestasi lahraga;

9. Pemberian bantuan terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang bersifat nasional, regional dan internasional serta kegiatan olahraga di sekolah perguruan tinggi masyarakat dan instansi;

10. Pemberianijin atau rekomendasi atas penyelenggaraan kegiatan serta pembangunan sarana dan prasarana kepemudaan, olahraga, pariwisata dan kebudayaan;

11. Pemberian bantuan sarana dan prasarana olahraga kepada sekolah, perguruan tinggi organisasi olahraga dan masyarakat;

Dilihat dari tugas pokok dan fungsi SKPD Disporabudpar diatas, dalam pelaksanaan mendukung Visi dan Misi Kabupaten Tangerang tentunya ada beberapa yang menjadi faktor penghambat untuk mencapai Visi dan Misi Kabupaten Tangerang. Faktor-faktor penghambat tersebut antara lain:

1. Masih rendahnya kemampuan pemuda dalam bidang kewirausahaan;

2. Minimnya pengelolaan sarana dan prasarana olahraga dan kebudayaan di Kab. Tangerang;

3. Masih rendahnya animo dan peran serta masyarakat terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional;

4. Belum adanya gedung kesenian di Kabupaten Tangerang;

5. Belum Optimalnya pengelolaan Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) di Kabupaten Tangerang;

6. Belum optimalnya promosi wisata.

Untuk mendorong faktor penghambat diatas SKPD Disporabudpar Kabupaten Tangerang memiliki faktor pendorong antara lain:

1. Banyaknya generasi muda memiliki potensi untuk digali dan dikembangkan untuk memiliki jiwa kewirausahaan;

2. Banyaknya pemuda Kabupaten Tangerang yang berpotensi menjadi atlet yang berprestasi;

3. Masyarakat yang majemuk (beragam) dapat menghasilkan kekayaan budaya lokal yang unik dan indah merupakan potensi yang besar untuk digali, dibina dan dilestarikan menjadi asset daerah sekaligus menjanjikan bagi perkembangan promosi pariwisata (Tourism Information Centre);

4. Semakin disadarinya manfaat seni dan budaya bagi sebagai salah satu upaya dalam pembentukan watak disiplin, produktivitas, prestasi, budaya kerja dan kepribadian bangsa serta bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat;

(27)

22

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

5. Majunya telekomunikasi, transportasi dan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi mengenai bidang kepemudaan dan olahraga, kebudayaan dan pariwisata baik sebagai hiburan, tantangan, sarana rekreasi dan wisata.

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra provinsi

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata masih memiliki faktor-faktor penghambat dalam Renstra ini, diantaranya adalah:

1. Masih tingginya peredaran narkoba dikalangan generasi muda;

2. Masih rendahnya kemampuan pemuda dalam bidang kewirausahaan;

3. Minimnya Pengelolaan prasarana olahraga di Kabupaten Tangerang;

4. Masihrendahnyaanimodanperansertamasyarakatterhadappelestariandanpengembangankese niantradisional;

5. Belum adanya gedung kesenian di Kabupaten Tangerang;

6. Belum adanya Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) di Kabupaten Tangerang;

7. Belum optimalnya promosi wisata;

Untuk mendorong faktor-faktor penghambat tersebut, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata memiliki faktor pendukung yaitu:

1. Banyaknya generasi muda memiliki potensi untuk digali dan dikembangkan;

2. Tersedianya lahan untuk pembangunan gedung olahraga dan gedung budaya;

3. Masyarakat yang majemuk (beragam) dapat menghasilkan kekayaan budaya lokal yang unik dan indah merupakan potensi yang besar untuk digali, dibina dan dilestarikan menjadi asset daerah sekaligus menjanjikan bagi perkembangan promosi pariwisata (Tourism Information Centre);

4. Semakin disadarinya manfaat seni dan budaya bagi sebagai salah satu upaya dalam pembentukan watak disiplin, produktivitas, prestasi, budaya kerja dan kepribadian bangsa serta bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat;

5. Majunya telekomunikasi, transportasi dan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi mengenai bidang kepemudaan dan olahraga, kebudayaan dan pariwisata baik sebagai hiburan, tantangan, sarana rekreasi dan wisata.

6. Adanya kawasan pantai yang berpotensi,seperti:

 Tanjung Pasir di Teluk Naga;

 Tanjung Kait di Kecamatan Mauk yang tidak hanya memiliki obyek wisata pantai tapi juga obyek wisata lainnya yaitu wisata budaya/sejarah, wisata kuliner, wisata olahraga rekreasi yaitu pemancingan;

 Dadap di Kecamatan Kosambi;

 Muara Ujung.

7. Pulau Cangkir yang mengedepankan unsur pedesaan di Kecamatan Kronjo.

(28)

23

8. Wisata Budaya/Sejarah yaitu di Desa Solear yang memiliki habitat kera ekor panjang.

9. Wisata Belanja yang berada wilayah Kabupaten Tangerang seperti Supermall Karawaci, Summarecon Mall Serpong dan lainnya;

10. Wisata lainnya yaitu berupa Situ – Situ yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Kabupaten Tangerang terletak di bagian Timur Propinsi Banten pada koordinat 106°20’- 106°43’ Bujur Timur dan 6°00’-6°00-6°20’ Lintang Selatan. Kabupaten Tangerang termasuk salah satu daerah tingkat dua yang menjadi bagian dari wilayah Propinsi Banten. Terletak pada posisi geografis cukup strategis dengan batas-batas.

 Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa (dengan garis pantai ± 50 Km),

 Sebelah timur berbatasan dengan DKI Jakarta,Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang,

 Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok

 Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Lebak

Kabupaten Tangerang berbatasan langsung dengan propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai pusat Pemerintahan Republik Indonesia. Jarak antara pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dengan Pusat Pemerintahan Republik Indonesia (DKI Jakarta) kurang lebih sekitar 30 km. Keduanya dihubungkan dengan lajur lalu lintas darat bebas hambatan Jakarta-Merak yang menjadi jalur utama lalu lintas perekonomian antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Letak geografis Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan Propinsi DKI Jakarta menjadi salah satu potensi Kabupaten Tangerang berkembang menjadi sentra industri, perniagaan, jasa serta kepariwisataan. Selain itu sebagai pintu gerbang lalu lintas perekonomian antar Propinsi.Sebagai pintu gerbang tersebut akan menimbulkan interaksi dan transaksi yang berdampak pada perkembangan perekonomian wilayah.

Luas wilayah Kabupaten Tangerang sebesar 959,6 Km2atau 9,93%dariseluruhluaswilayahProvinsiBanten. Luas terbesar berada di Kecamatan Rajeg yaitu sebesar 53,7Km2, sedangkan kecamatan yang memiliki luas terkecil yaitu Kecamatan Sepatan yaitu 17,32 Km2.Kabupaten Tangerang terbagi ke dalam 29 Kecamatan, 28 Kelurahandan 246 Desa dengan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tigaraksa.

3.5 Penentuan Isu Strategis

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dalam membangun Kabupaten Tangerang tentu saja mengacu kepada RPJM dari Kepala Daerah Kabupaten Tangerang serta Peraturan Menteri Dalam Negeri, MDG’S (Millenium Development Goals) dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) juga disesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada SKPD Disporabudpar.Hal ini bertujuan untuk memberikan acuan dan dasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(29)

24

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Akan tetapi dalam menunjang keberhasilan pelayanan kepada masyarakat masih terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan Utama antara lain :

1. Masih rendahnya pelestarian dan pemanfaatan nilai budaya daerah 2. Masih kurangnya cabang olahraga berprestasi tingkat nasional 3. Masih lemahnya pembinaan organisasi kepemudaan

4. Belum optimalnya penataan potensi destinasi pariwisata

Dengan adanya permasalahan utama tersebut dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor permasalahan yang mempengaruhinya yaitu :

a. Terbatasnya kemampuan memfasilitasi dalam pengelolaan seni budaya b. Sanggar seni yang ada di masyarakat belum dikelola secara optimal c. Masih kurangnya pelestarian event masyarakat adat

d. Kurangnya pembinaan organisasi kesenian (sanggar/kelompok seni dan budaya)

e. Banyaknya atlet pelajar yang pindah sekolah sehingga mengurangi kekuatan atlet kabupaten f. Masih kurangnya penyelenggaraan turnamen cabang olahraga secara keseluruhan

g. Kurangnya keikutsertaan pada event nasional dan internasional h. Belum adanya sarana dan prasarana pemuda

i. Belum efektifnya pembinaan kelompok/organisasi kepemudaan dan kewirausahaan pemuda j. Masih kurangnya promosi pariwisata

k. Masih kurangnya sosialisasi tentang kepariwisataan di kabupaten tangerang l. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dan kelembagaan kepariwisataan m. Belum optimalnya industri pariwisata/industri kreatis/ekonomi kreatif n. Rendahnya keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan kepariwisataan

Proses penentuan strategi pembangunan dilakukan dengan menganalisis isu-isu yang berkembang secara sistematis, dengan jalan melakukan identifikasi berbagai faktor dalam lingkungan internal maupun eksternal yang terdiri atas kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hal ini dikenal dengan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunies and Threats).Faktor internal merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian pelayanan publik yang berada/dimiliki oleh Disporbudpar sebagai Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weaknesses).Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian pelayananpublik yang keberadaannya dari luar Disporbudpar sebagai Peluang (Opportunities)dan Ancaman (Threats). Peluang (Opportunities) adalah manfaat yang mungkin diterima oleh Disporbudpar. Ancaman (Threats) adalah kondisi di luar pemerintah daerah yang keberadaannya dapat mengancam terhadap keberhasilan pelayanan publik.

1) Analisis Internal a. Kekuatan(Strength)

1. Potensi pada setiap urusan/bidang;

(30)

25 2. Adanya peraturan yang mendukung;

3. Sarana dan prasarana yang mendukung.

b. Kelemahan(Weaknesses)

1. Latar belakang pendidikan dan jumlah pegawai yang sesuai dengan bidang tugas masih terbatas;

2. Terbatasnya anggaran;

3. Belum adanya sistem database mengenai kepemudaan, oahraga kebudayaan dan pariwisata;

4. Belum optimalnya pemanfaatan website yang berfungsi sebagai sarana informasi kepada masyarakat;

5. Kurangnya koordinasi dengan SKPD lain yang ada hubungannya dengan kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;

2) Analisis Eksternal

a. Peluang(Opportunities)

1. Banyaknya generasi muda yang belum tergali dan belum dikembangkan potensinya;

2. Adanya cabang olahraga yang belum terbina;

3. Letak geografis yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta;

4. Potensi pariwisata layak untuk dikembangkan agar semakin produktif dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi;

5. Adanya lembaga/organisasi pendukung;

6. Adanya mitra kerja.

b. Ancaman(Threats)

1. Perkembangan ekonomi global;

2. Sarana dan prasarana kepemudaan dan kebudayaan yang belum memadai/kurang;

3. Kurangnya pengalaman atlet PPLP (Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar) pada kejuaraan nasional;

4. Tingginya peredaran narkoba dikalangan generasi muda;

5. Kurangnya animo masyarakat terhadap kesenian dan budaya lokal daerah;

6. Kurangnya minat pengelola obyek wisata dalam penataan destinasi pariwisata;

7. Kurangnya promosi pariwisata.

Dari hasil analisis tersebut terdapat beberapa faktor eksternal yang dapat mendukung terhadap pencapaian pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dengan demikian Dinas, Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang menetapkan program prioritas yaitu ;

A. Urusan Kebudayaan

(31)

26

Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

1. Program Pelestarian Kebudayaa.

B. Urusan Kepemudaan dan Olahraga

1. Program Penyadaran, Pemberdayaan, dan Pengembangan Potensi Kepemimpinan, Kewirausahaan serta Kepeloporan Pemuda;

2. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga Serta Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga;

3. Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen olah Raga.

C. Urusan Pariwisata

1. Program Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata.

Isu Strategis Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang :

 Tersedianya ruang publik untuk berkesenian dan dukungan terhadap pelestarian adat daerah

 Pembinaan dan pemusatan atlet-atlet daerah (PPLPD)

 Peningkatan fasilitas sarana prasarana kepemudaan untuk meningkatkan pelayanan kepemudaan

 Pengembangan potensi destinasi pariwisata

Pemetaan Permasalahan Organisasi Perangkat Daerah tersaji di dalam tabel 3.1 ;

(32)

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah 1 Belum Optimalnya Pelestarian dan Pemanfaatan

Nilai Budaya Daerah

- Terbatasnya kemampuan SDM yang ada dalam memfasilitasi pengelolaan seni budaya

- Masih kurangnya pemahaman pelaku seni tradisional

terhadap perlindungan pengembangan dan pemanfaatan seni budaya

- Sanggar seni yang ada di masyarakat belum dikelola secara optimal

- Masih rendahnya animo dan peran serta masyarakat terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional

- Masih kurangnya pelestarian event masyarakat adat 2 Belum Optimalnya Cabang Olahraga Berprestasi

Tingkat Nasional

- Banyaknya atlet pelajar yang pindah sekolah sehingga mengurangi kekuatan atlet kabupaten

- Masih Kurangnya Kompetensi pelatih pada cabang olahraga prestasi

- Masih Kurangnya penyelenggaraan turnamen cabang olahraga secara keseluruhan

- Belum Optimalnya keikutsertaan pada event nasional 3 Masih Lemahnya Pembinaan Organisasi

Kepemudaan

- Belum adanya sarana dan prasarana kepemudaan - peran serta lembaga kepemudaan belum menyentuh seluruh organisasi kepemudaan

- Belum Efektifnya pembinaan kelompok/organisasi kepemudaan dan kewirausahaan pemuda

4 Belum Optimalnya Penataan Potensi Destinasi Pariwisata

- Kurangnya promosi kepariwisataan - Kurangnya minat pengelola objek wisata dalam penataan destinasi pariwisata

- Rendahnya partisipasi masyarakat dan kelembagaan kepariwisataan

- Kurangnya pemahaman pengrajin dan pelaku usaha wisata dalam pengembangan usaha kepariwisataan

- Rendahnya keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan kepariwisataan

- Belum optimalnya peran serta Pemerintah Daerah dalam pengelolaan objek pariwisata

DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

(33)

27

Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

4.1 Visi dan Misi 4.1.1 Visi

Visi adalah cara pandang jauh ke depan yang mengarahkan organisasi harus dibawa kemana agar dapat eksis, antisipatif, dan inovatif. Visi merupakan suatu gambaran yang menantang untuk keadaan masa depan yang diinginkan oleh masyarakat. Visi ini mencerminkan apa yang hendak dicapai, memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis, memiliki orientasi yang jelas terhadap masa depan, mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran organisasi serta mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi. Visi ini perlu ditanamkan pada gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya yang ada.

Visi disusun dengan mempertimbangkan sintesa antara potensi dan kekuatan realistik yang dimiliki dengan permasalahan, tantangan, serta keterbatasan yang dihadapi, dan memperhatikan kesesuaiannya dengan kecenderungan pertumbuhan daerah. Visi tersebut juga disusun dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan fungsi dan peran daerah dalam konteks pembangunan wilayah. Di dalam fungsinya, kegiatan-kegiatan yang dibangun untuk mewujudkan visi dapat membuat kehidupan internal daerah berlangsung efektif. Kegiatan-kegiatan pembangunan itu juga diharapkan memiliki peran yang kuat sehingga memberikan pengaruh dan turut mendukung kemajuan daerah dalam konstelasi wilayah yang lebih luas. Selain itu, secara praktis visi haruslah mencerminkan kondisi yang realistik, dapat dicapai dan terukur.

Berdasarkan pendekatan di atas, dengan mempertimbangkan kondisi objektif seluruh sumber daya dan komitmen untuk meraih masa depan kabupaten yang lebih Gemilang dan lebih baik, maka ditetapkan Visi Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut :

“Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tangerang Yang Religius, Cerdas, Sehat dan Sejahtera.”

Makna visi tersebut adalah :

1. Cerdas yang mengandung makna memiliki wawasan, kemampuan, dan keterampilan yang cukup terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pencapaian tingkat pendidikan formal sehingga mendukung kualitas sumber daya masyarakat sebagai subyek pembangunan.

2. Makmur mengandung makna memiliki tingkat kesejahteraan tertentu yang didukung oleh terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan secara merata serta memiliki daya beli yang memadai sehingga mampu mewujudkan kemandirian.

3. Religius mengandung bahwa nilai-nilai agama mendasari sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan yang di anut.

(34)

28

4. Berwawasan lingkungan mengandung makna bahwa kelestarian, daya dukung dan keseimbangan lingkungan mendasari setiap kebijakan pemerintah dan aktifitas masyarakat sehingga terciptanya lingkungan yang sinergi guna keberlanjutan pembangunan.

Misi:

Misi Pertama : Peningkatan pemerataan akses dan fasilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat

Misi Kedua : Peningkatan pengembangan perekonomian daerah dan perekonomian masyarakat menuju peningkatan daya saing daerah dan daya saing masyarakat

Misi Ketiga : Peningkatan dan pengembangan nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat yang religius

Misi Keempat : Penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif yang didukung oleh peningkatan pembangunan infrastruktur dasar yang merujuk pada keseimbangan ruang dan lingkungan

Misi Kelima : Peningkatan pelayanan publik yang didukung oleh birokrasi yang bersih, profesional, berwibawa, transparan dan bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan serta menunjang Visi tersebut di atas Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan 4 (misi) misi yang memuat tujuan dan sasaran strategi pembangunan di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata yang bersinergi dengan visi dan misi Kabupaten Tangerang dalam periode 2019-2023 sebagai berikut :

1. Meningkatkan Akses Mutu dan Pemerataan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas dan Sehat.

2. Mengembangkan Ekonomi Daerah Yang Kompetitif dan Berbasis Kerakyatan.

3. Meningkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional, Transparan dan Akuntabel.

4. Mengembangkan Inovasi Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Daya Saing Daerah, Masyarakat dan Pelaku Pembangunan Lainnya.

4.1.3 Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan sasaran dari Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tangerang adalah :

Tujuan ;

1. Meningkatkan taraf kebugaran jasmani bagi generasi muda untuk mencapai prestasi olahraga yang optimal

2. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan kebudayaan 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dan generasi muda dalam pengembangan serta

peningkatan daya saing objek daerah tujuan wisata.

4. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah

5. Meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan daerah

(35)

29

Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang

Sasaran ;

1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dala berolahraga 2. Meningkatnya Kapasitas Lembaga Kebudayaan

3. Meningkatnya Kinerja Bidang Pariwisata

4. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah 5. Meningkatnya prestasi pemuda

4.2 Strategi dan Kebijakan SKPD

Penguatan pembangunan dalam bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata ditujukan kepada generasi muda sebagai generasi penerus., sehingga nantinya akan menjadi insan yang tangguh dan memiliki kemampuan dalam berbagai hal.

Pembangunan tersebut tentu saja dimaksudkan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan kondisi dan potensi daerah serta peluang yang ada melalui peningkatan peran serta kepemudaan, pembibitan dan pembinaan olahraga, peningkatan kegiatan investasi, mendorong dan memfasilitasi upaya-upaya peningkatan produktivitas dalam seni dan budaya serta pariwisata dan memberikan pembinaan kepada masyarkat terutama generasi muda.

Kebijakan Pembangunan dalam bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata diarahkan kepada penguatan jasmani dan rohani, pemberdayaan dan pembinaan budaya dan seni serta pengembangan obyek wisata. Sehingga orientasi kebijakan pembangunan bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata memiliki dampak yang luas terutama terhadap kreatifitas, apresiasi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dampak yang ada adalah dengan adanya peningkatan daya beli, lapangan pekerjaan, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan.

Arah Kebijakan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata sebagai berikut;

 Meningkatkan polaa kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan industri olahraga

 Peningkatan pelestarian kebudayaan dan pengembangan lembaga seni budaya

 Mengoptimalkan pengelolaaan pbjek wisata dengan peningkatan infrastruktur pendukung

 Mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan teknologo dan informasi sitem perencanaan dan penganggaran

 Meningkatkan Kinerja Perangkat Daerah

 Meningkatkan implementasi inovasi OPD

Beberapa strategi yang dilakukan dalam mencapai pembangunan dan pengembangan di bidang Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata adalah sebagai berikut :

Gambar

TABEL   Pohon Kinerja .........................................................................................
Tabel 2.2.1.1 Kondisi Kepegawaian Disporabudpar KabupatenTangerang
Tabel 2.2.1.4 Distribusi SDM Disporabudpar Kabupaten Tangerang  Berdasarkan Jabatan Tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

PEMERINTAH KOTA PAYAKUMBUH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH.. Urusan Pemerintahan

PEMERINTAH KOTA PAYAKUMBUH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH.. Urusan Pemerintahan

 Penjelasan Kepala Dinas tentang Arti penting dari Road map yang harus dilakukan untuk peningkatan reformasi birokrasi dalam lingkup Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang

RENCANA STRATEGIS DINAS PARIWISATA KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BLITAR 2016-2021 33 berbasis Koperasi dan UMKM, ekonomi kreatif, jiwa kewirausahaan, potensi lokal

100000000 115000000 Apakah usulan Sejalan dengan Rancangan Awal RKPD; Apakah Usulan Sejalan dengan Renstra SKPD;-. No Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu Pagu

Dapat diketahui sektor pariwisata dapat memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) rata-rata

[r]

Pemandian Air Panas Bayanan merupakan salah satu daerah tujuan wisata minat khusus yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen, dalam hal ini adalah untuk wisata kesehatan (