1. Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan, setidaknya jika dilihat dari perspektif landasan: (a) kurikulum dan pembelajaran, (b) adversitas dan spiritualitas, (c) kognitif dan afektif, (d) profesionalitas, serta (e) manajerial dan
administratif? Uraikan analisis kritis Anda secara ringkas tetapi detil dan jelas untuk setiap perspektif.
Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utama yaitu rendahnya
kualitas guru dan prestasi siswa serta sarana dan prasarana yang kurang memadai.kurikulum dan pembelajaran kurikulum pendidikan yang buruk, Kurikulum pendidikan di Indonesia juga masih belum relevan dengan kebutuhan dunia kerja, pengembangan kemampuan peserta didik melalui kurikulum pendidikan di Indonesia masih kurang baik dan tidak sesuai yang dibutuhkan pada dunia kerja. Perlu adanya perbaikan dan perluasan kurikulum pendidikan yang lebih baik dan merata sesuai dengan standar pendidikan internasional agar mutu pendidikan di Indonesia.
Adapun beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, terutama melalui solusi teknis. Salah satu caranya adalah dengan mengupayakan peningkatan profesionalisme guru atau tenaga pengajar di institusi pendidikan. Solusi teknis selanjutnya yaitu dengan membenahi kurikulum yang digunakan pada pendidikan di Indonesia.
Karena kurikulum adalah instrumen pendidikan yang sangat penting dalam meletakkan landasan- landasan pengetahuan dan pembentukan karakter anak didik. Dalam kurikulum harus dibentuk proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Diperlukan tenaga pengajar yang profesional dan diberlakukannya kurikulum yang baik dan mempunyai keserasian dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Karena dua elemen itu merupakan elemen kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan. penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, yaitu:
1.Pengunaan Buku Paket Sebagai Buku “Acuan”
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
Jenis Ujian : UTS/UAS/UPM *)(UNINDRA)
Nama : DIO FANI ERDOFAKULTAS PASCASARJANA
NPM : 20227379062 SEMESTER GENAP T.A. 2022/2023 Program Studi : Il Pendidikan IPS Jl. Nangka No.58C Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta SelatanTlp.: (021) 78835283 – 7818718 ex .: 104
Mata Kuliah : Landasan Pendidikan Kelas/Semester : RA/1a/1b/1c/2n/2o *)/Semester I Dosen : Dr. Widodo, S.Psi., M.Pd
Indonesia sudah beberapa kali mengganti kurikulum yang digunakan tetapi setiap terjadinya perubahan tersebut tidak menimbulkan kemajuan dari hal tersebut. Meskipun kurikulum diubah, tetapi sistem pengunaan buku acuan atau buku paket tetap saja digunakan dalam proses pembelajaran, guru-guru pun mengunakan buku tersebut menjadi acuan utama untuk mengajar tanpa ada referensi dari buku yang lainnya.
2. Sistem Pengajaran yang Monoton
Sistem pembelajaran yang sama selalu di terapkan para guru untuk muridnya, dengan memberi peraturan bahwa selama guru menyampaikan materi, murid tidak di perbolehkan bertanya. Hal tersebut malah menjadikan anak murid malas bertanya dan justru tidak memperhatikan materi yang di sampaikan, tidak ada komunikasi yang aktif antara anak murid dengan guru.
3. Kualitas Guru yang Rendah
Bukan rahasia lagi bahwa para guru di Indonesia itu memiliki kualitas yang rendah, mereka lebih mementingkan mutu mereka sendiri dari pada keberhasilan para muridnya. Tuntutan dari pemerintah yang juga meminta sertifikasi lebih mendorong mereka untuk memanipulasi data, dan mementingkan adminitrasi sekolah, bagaimna cara pempertahankan murid, cara menarik murid- murid baru, agar ingin mendaftar ke sekolah tersebut.
4. Budaya Mencontek yang Semakin Menjadi
Budaya mencontek, sebenarnya bukanlah salah dari anaknya malas belajar, tetapi dari gurunya tidak dapat mengontrol kebiasaan anak seperti itu, yang lebih parahnya lagi, ada beberapa guru yang mengajarkan anak-anaknya untuk mencontek, seperti yang sering terdengar sekarang bahwa, setiap anak-anak kelas akhir di tingkat SMP maupun SMA, yang ingin ujian nasional di berikan bocoran kunci jawaban dari sekolah.
Dari beberapa faktor tersebut dapat terlihat sekali bahwa pendidikan di Indonesia sangat susah jika ingin diperbaiki, jika tidak ada perubahan yang benar-benar dilakukan untuk pendidikan di
Indonesia. Dalam suatu website ada mengatakan bahwa Indonesia bukan lah negara pendidikan.
Karena Indonesia tidak pernah memandang pendidikan adalah sesuatu yang penting di Indonesia.
Dalam hal ini indonesia harus mengubah pandangan terhadap pendidikan di indonesia, karena dengan pendidikan,indonesia akan lebih bisa bersaing di dunia global pada saat ini. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.
2. Apa strategi (pada setiap perspektif/landasan) yang tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut agar bangsa Indonesia dapat bersaing di kancah internasional dengan berbekal pengetahuan, keterampilan, kompetensi, profesionalitas dan integritas yang tinggi?
Indonesia membutuhkan generasi unggul yang dapat memajukan dan menaikkan derajat bangsa.
Salah satu upaya untuk menghasilkan generasi yang unggul adalah dengan adanya pendidikan berkarakter. Di samping itu, Indonesia telah mencetuskan 5 pilar pemersatu bangsa yang hendaknya dipahami oleh seluruh generasi penerus bangsa melalui pendidikan di sekolah.
Sekolah sebagai salah satu solusi dalam membentuk siswa berkarakter. Salah satu caranya adalah melakukan kiat-kiat pencerdasan generasi penerus bangsa, tentu salah satunya melalui jalur sekolah. Oleh karena itu pemerintah membuat kebijakan melalui Undang-undang RI NO 20 Tahun 2003 pasal yang menyebutkan fungsi dari pendidikan Nasional untuk mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa. Empat nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter adalah:
nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Indonesia sebagai negara beragama tentunya menganut faedah yang mereka percaya dari agamanya.
ntuk menghasilkan generasi emas yang berkarakter tentu harus mengetahui apa tuntutan dunia dan apa yang dibutukan oleh masyarakat. Pada abad modern ini perkembangan ilmu, teknologi dan komunikasi bergerak sangat cepat. Perkembangan ini menjadi kebutuhan bagi dunia untuk berkembang. Hal ini harus seiring dengan sikap masyarakat yang terbuka, beretika, dan toleran.
Karena perkembangan ini berkaitan dengan kesehatan, budaya, lingkungan, ekonomi, dan lainnya. Dengan adanya sikap ini masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Solusi dari masalah yang muncul dalam proses
pendidikan karakter adalah memiliki guru yang professional. Guru yang professional akan meningkatkan hal belajar siswa lebih baik daripada guru yang belum professional. Guru professional memiliki tugas yang lebih banyak daripada gru biasa yaitu (1) membuat pembelajaran yang bermutu, (2) pembelajaran yang bermanfaat untuk lulusan, dan (3) pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja. Dan kompetensi yang harus dimilki oleh guru professional adalah (1) basis pengetahuan, (2) pedagogi, (3) personal atribut, dan (4) kepemimpinan. Disamping itu guru professional harus terintegrai dan mempunyai kemampuan kolaborasi, teknologi, komunikasi dan evaluasi. Dengan adanya kompetensi yang dimiliki oleh guru professional maka peserta didik dapat mengecam pendidikan berkarakter sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Model pendidikan pada abad 21 memiliki hal penting yaitu berfikir kritis, menyelesaikan masalah, kreatif, inovatif, komunikasi, dan kolaborasi. Kemudian dituntut untuk memiliki kesadaran akan kesehatan dan kebugaran, rasa naionalime yang tinggi, finansial, ekonomi, bisnis, enterpeuner, dan kesadaran global.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter penting untuk peserta didik dalam mengembangkan nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan karakter adalah agar generasi Indonesia dapat menunjukan jati dirinya untuk bersaing di dunia industry. Sekolah dan guru professional mempunyai peran penting dalam mewujudkan pendidikan karakter disamping adanya peran pemerintah, orang tua dan masyarakat. Cara mewujudkannya adalah dengan menyesuaikan dengan tuntutan pengetahuan dan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik dan pemerintah telah memberlakukan dengan kurikulum 2013.
Dapat disadari bahwa perkembangan ilmu teknologi dan komunikasi berkembang pesat sehingga kebutuhan pendidikan harus disertakan dengan kemampuan ICT. Ada beberapa kendala dalam melaksanakan pendidikan pada abad 21 ini sehingga dengan adanya pendidikan karakter ini mampu mengatasi hal negatif dari dampak perkembangan pengetahuan.