Skripsi oleh: Ika Novita Yuningsih, NIM berjudul, DISKRIMINASI TERHADAP MANTAN TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF FEMINIS (STUDI KASUS DI DESA ONGKO KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA BESAR), memenuhi persyaratan untuk diuji. Judul: Diskriminasi terhadap mantan pegawai perempuan dalam perspektif feminis (studi kasus di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar). DISKRIMINASI TENAGA KERJA WANITA DALAM PERSPEKTIF FEMINIS (STUDI KASUS DI DUSUN ONGKO, KECAMATAN EMPANG, KABUPATEN SUMBAWA BESAR), dipertahankan di hadapan Majelis Ujian Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Agama UIN Mataram 2019 pada 17 Oktober.
DISKRIMINASI MANTAN KARYAWAN WANITA DALAM PERSPEKTIF FEMINIS (STUDI KASUS DI KECAMATAN ONGKO KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA BESAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diskriminasi terhadap mantan pegawai perempuan dalam perspektif feminis (studi kasus di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar.
LATAR BELAKANG
Di Indonesia, usia minimal TKW adalah 18 tahun ke atas dalam UU No. Berdasarkan hasil observasi survey, dapat dilihat dan diperoleh informasi terkait perlakuan diskriminatif yang dialami mantan TKW di lingkungan tempat tinggalnya yaitu di Ongko Desa, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar dan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal dalam masyarakat kita bebas untuk berkreasi, berpartisipasi dan mengeluarkan pendapat tanpa memandang perbedaan status sosial atau latar belakang keluarga mereka dan bagaimana pekerjaan mereka tidak sebanding bahkan untuk tarifnya.
Perempuan dalam masyarakat, tanpa sepengetahuan perempuan, seringkali perempuan mendapat perlakuan tidak adil dengan laki-laki dalam keluarganya, perempuan tidak diperbolehkan untuk berkontribusi dalam hal pekerjaan (karir) perempuan dalam keluarga diharuskan mengurus rumah, mengurus anak dan menjaga suami. Peneliti memilih lokasi ini karena Desa Ongko merupakan tempat diskriminasi terhadap mantan TKW dari perspektif feminis.
RUMUSAN MASALAH
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Untuk mengetahui bentuk-bentuk diskriminasi yang diterima mantan buruh migran perempuan dalam perspektif feminis di Dusun Ongko Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Besar. Mengetahui upaya pembelaan terhadap tindakan diskriminasi terhadap mantan buruh migran perempuan dalam perspektif feminis di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar.
KAJIAN PUSTAKA
Skripsi Suster Sri Hartati mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2011 berjudul “Persepsi Tenaga Kerja Wanita Terhadap Peran Pelaksana Praktek Kerja Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)”7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada hampir semua kasus, seperti sampel penelitian, peran dan tanggung jawab PPTKIS terhadap TKI pada masa pra-penempatan, penempatan, dan pasca-pekerjaan tidak dilaksanakan secara optimal. 7 Sri Hartati, “Persepsi TKW tentang Peran Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) di Kabupaten Brebes”, Skirpi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2011, hlm. 9-10. Adapun fenomena perempuan bekerja di luar negeri di Kabupaten Kroya, didorong oleh tuntutan ekonomi, gaya hidup, dan peluang yang seakan 'segera' bisa diselesaikan.
Kesamaan penelitian ini dengan peneliti sebelumnya adalah sama-sama membahas tentang TKW dan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaannya dengan penelitian ini adalah peneliti membahas tentang diskriminasi mantan TKW dari perspektif feminis.
KERANGKA TEORI
Hal ini justru menimbulkan ketidakadilan karena pada dasarnya selalu ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tuhan menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah melahirkan banyak laki-laki dan perempuan. Hal ini dapat diubah dengan kondisi yang adil dan menempatkan pola hubungan yang berimbang antara perempuan dan laki-laki.
Melalui proses budaya dan kebijakan yang responsif gender yang menghilangkan hambatan untuk bertindak sebagai perempuan dan laki-laki. Di dalam rumah tangga, terjadi marginalisasi perempuan dalam bentuk diskriminasi terhadap anggota keluarga laki-laki dan perempuan.
METODE PENELITIAN
31 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian Eksplorasi, Enterpretif, Interaktif dan Konstruktif (Bandung: ALFABETA, 2017), h. Rincian informan yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama penelitian adalah memperoleh data tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, sehingga peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan.
33 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian Eksplorasi, Wirausaha, Interaktif dan Konstruktif (Bandung: ALFABETA, 2017), hlm. 106-107. 35 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian Eksplorasi, Wirausaha, Interaktif dan Konstruktif (Bandung: ALFABETA, 2017), p.115-116. Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi sosial. Metode ini digunakan untuk menelusuri data historis, sehingga penelitian dokumentasi memegang peranan penting36 dalam penelitian.
Peneliti juga mencatat beberapa hal yang dianggap penting terkait dengan rumusan masalah dan dokumen terkait data yang dibutuhkan. Tujuan dari reduksi data ini adalah untuk mempermudah data yang didapatkan pada saat data mining di lapangan. Hal ini dilakukan atas dasar bahwa data yang diperoleh selama proses penelitian kualitatif biasanya berbentuk naratif, sehingga memerlukan penyederhanaan tanpa memecah isi.
Analisis data yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah; setelah data diperoleh melalui teknik pengumpulan data, data yang diperoleh terlebih dahulu direduksi, kemudian disajikan dan terakhir dibuat kesimpulan atau verifikasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sumber lain di luar data itu untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding dengan data lain. Dalam hal ini, data yang diperoleh peneliti melalui observasi kemudian akan dicocokkan dengan hasil wawancara dan dokumentasi.
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
GAMBAR UMUM LOKASI PENELITIAN
PEMBAHASAN
Apa yang melatarbelakangi terjadinya diskriminasi pada
Bagaimana bentuk diskriminasi yang di terima oleh mantan
Hal ini dapat diubah dengan kondisi yang adil dan dengan menempatkan pola hubungan yang seimbang antara laki-laki dan perempuan 13 Melalui proses budaya dan kebijakan yang reaktif gender yang menghilangkan hambatan untuk bertindak sebagai perempuan dan laki-laki. Ada beberapa masyarakat yang membatasi peran dan pekerjaan yang pantas bagi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, jika laki-laki tidak hanya bergerak ke ranah publik, maka semua peran dimainkan oleh perempuan.
Dan kemudian wacana feminisme muncul untuk bersaing dengan wacana yang didominasi pemikiran laki-laki. Membangun rasa saling menghargai dan saling menghormati Kesetaraan bukan berarti perempuan dan laki-laki adalah setara, tetapi dapat digunakan untuk membangun kesetaraan. Dari data yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah perempuan lebih sedikit dibandingkan jumlah laki-laki di desa Ongko.
Informasi yang dapat disajikan di atas adalah bahwa jumlah penduduk dilihat dari jenis kelamin lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan jumlah perempuan di setiap dusun. Latar Belakang: Diskriminasi mantan TKW dalam perspektif feminis di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar. Diskriminasi terjadi karena pada hakekatnya selalu ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki memiliki keunggulan atas perempuan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Madian dapat disimpulkan dari hasil wawancaranya bahwa perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja sangat mengkhawatirkan perempuan karena pekerjaan yang dilakukan hampir sama, sedangkan upah diterima per pria dan wanita berbeda. Latar belakang diskriminasi terhadap mantan TKW dalam perspektif feminis di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar. Menurut teori feminis, diskriminasi terjadi karena pada dasarnya selalu ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki lebih diutamakan daripada perempuan.
Dilihat dari penjelasannya, Feminisme merupakan gerakan yang menuntut pembebasan atau persamaan hak dan keadilan dengan laki-laki. Bila melihat kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan pencapaian hak-hak perempuan masih lebih berpihak pada laki-laki, hal itu terjadi karena budaya. Latar belakang terjadinya diskriminasi mantan TKW dalam perspektif feminis di Dusun Ongko Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Besar adalah selalu adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Upaya pembelaan diskriminasi terhadap mantan TKW dalam perspektif feminis di Dusun Ongko Kecamatan Empang.
Upaya pembelaan terhadap tindakan diskriminasi pada
PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di desa Ongko, dimana peneliti mengambil 6 orang mantan TKW atau orang yang pernah bekerja di luar negeri dan keluarga mantan TKW untuk dijadikan responden. Diskriminasi yang terjadi terhadap mantan TKW dikarenakan kurangnya penghargaan dan perhatian terhadap upaya mantan TKW oleh pemerintah desa dan masyarakat sekitar di desa Ongko. Hal tersebut menimbulkan diskriminasi baik secara fisik maupun psikis, khususnya di kalangan mantan TKI.
Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu keluarga mantan TKI di lingkungan desa Ongko. Bentuk Diskriminasi yang Diterima Mantan TKW Perspektif Feminis di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar. Upaya pembelaan diskriminasi terhadap mantan TKW dalam perspektif feminis di Dusun Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Besar.
Jika melihat permasalahan yang dialami oleh mereka, seharusnya pemerintah berperan aktif dan lebih aktif lagi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Saprudin, dapat digali inti permasalahan yang dialami oleh berbagai pihak, khususnya mantan TKI yang merasa terdiskriminasi di lingkungan tempat tinggalnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Tina, dapat disimpulkan bahwa upaya perlindungan dari tindakan diskriminasi dilakukan dengan pendekatan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya bagi mantan TKI yang merasa terdiskriminasi di lingkungan tempat tinggalnya. .
Secara umum, diskriminasi yang dialami sebagian mantan TKI disebabkan oleh budaya patriarki yang mengakar kuat di masyarakat. Hal ini tentunya merupakan indikasi adanya bentuk diskriminasi yang masih melekat pada perempuan, khususnya mantan pekerja migran. Dalam permasalahan yang dialami oleh berbagai pihak khususnya mantan TKI yang merasa mendapat perlakuan diskriminatif di lingkungan tempat tinggalnya.
Dimana mantan TKW diperlakukan tidak adil dan kurang dihargai atas usaha mantan TKW. Hal ini dikarenakan peneliti menemukan data yang tersedia dengan realita yang dialami warga khususnya mantan TKW di Desa Ongko Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Besar.