• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen aktif Prinsip Penyembuhan Luka

N/A
N/A
ANNISA HASNA N T

Academic year: 2023

Membagikan "Dokumen aktif Prinsip Penyembuhan Luka"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

7. Prinsip Penyembuhan Luka

Sebelum menutup daerah operasi, operator harus memastikan bahwa operasi telah selesai dengan sempurna, perdarahan telah teratasi dan semua instrument pembedahan lengkap. Penutupan daerah luka dilakukan dengan cara penjahitan

1. Needle holder

a. Kilner needle holder 2. Jarum

a. Dapat memiliki penampang bulat atau segitiga (cutting needles)

b. Bentuknya bervariasi, tapi bentuk setengah lingkaran biasa digunakan untuk mukosa dan permukaan kulit wajah.

c. Ukuran jarum harus dapat melewati flap tanpa merobek jaringan 3. Bahan penjahitan

a. Silk

i. Paling ekonomis

ii. Dipilih untuk digunakan dalam rongga mulut jika memerlukan kekuatan selama beberapa saat

b. Benang yang dapat diserap (resorbable)

i. Catgut : bahan dapat diserap, hanya bertahan selama beberapa hari lebih dalam dari menggunakan Vicryl

ii. Vicryl : bertahan kuat beberapa minggu

(2)

Penjahitan

Untuk melakukan penjahitan tepi mucoperiosteum dari luka, harus dipastikan bahwa daerah operasi dapat ditutup tanpa tegang atau tertarik. Ketika berada di sisi penjahitan yang melekat pada tulang, bebaskan margin sebesar 3mm supaya jarum dapat masuk dengan mudah. Flap diangkat dan ditahan dengan menggunakan forceps jaringan dengan sudut yang tepat untuk membebaskan tepi flap (7.8). Jarum dengan penampang cutting (22mm) dan benang silk (3/0) dilewatkan dari permukaan luar mucoperiosteum dekat dengan forceps jaringan. Jahitan harus menembus periosteum dan diletakkan 3mm dari tepi bebas untuk mencegah robek saat pengikatan. Sisi lainnya juga diletakkan dengan posisi yang sama sebelum disatukan dengan menggunakan surgeon’s knot. (7.9). Pengikatan jahitan tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan tepi menjadi timpang tindih dan menyebabkan iskemia pada tepi luka. Jumlah jahitan harus cukup untuk mencegah adanya celah.

Tipe Penjahitan

1. Simple interrupted a. Universal

b. Insersi jarum dari tiap sisi luka dan diikat menggunakan surgeon’s knot (7.9) c. Membutuhkan beberapa jahitan dengan jarak 4-8 mm untuk menutup luka besar

supaya tegangan terbagi dan tidak terfokus pada satu titik.

d. Apabila ada satu jahitan yang terlepas, hanya jahitan tersebut yang perlu diganti e. Luka terbebas antar jahitan dan mudah dibersihkan

2. Matras Horizontal

a. Memiliki kemampuan untuk menyatukan tepi mukosa atau kulit

(3)

b. Menutup luka diatas tulang yang rusak seperti oro-antral fistulae atau kista 3. Matras Vertikal

a. Di desain khusus untuk penggunaan di kulit

b. Teknik matras vertical melewati dua tingkat kedalaman kulit, yang paling dalam untuk memberikan support dan yang di permukaan superfisial untuk menyatukan kedua tepi luka

4. Continuous

a. Satu kali mengikat,jika lepas satu simpul maka jahitan akan lepas semua b. Keuntungan : hanya terdapat 2 simpul untuk satu luka

c. Simple continuous : mudah namun arah penarikannya oblique d. Continuous blanket stitch : lebih stabil dan kuat penarikannya e. Purse string suture : untuk penjahitan

5. Knots

a. Reef-knot b. Surgeon’s knot

c. Dapat disimpul dengan menggunakan jari tetapi untuk IO sulit d. Simpul harus terletak pada salah satu sisi luka

6. Pelepasan Jahitan

a. Jahitan dilepas setelah 5-7 hari untuk mukosa b. Pada kulit, jahitan biasa dilepas pada hari ke 3-5 c. Jahitan dapat mulai dilepas ketika simpul mulai kendur

8. Prinsip Kontrol dan Pencegahan Infeksi

(4)

Insidensi terjadi infeksi post operasi dapat berkurang dengan dilakukannya persiapan pre operative, tindakan aseptic, trauma minimal, dan drainase yang cukup. Setelah operasi, jaringan dapat dilindungi dengan penggunaan dressing. Dalam rongga mulut, insisi tidak menggunakan dressing kecuali jika terdapat kehilangan membran mukosa diatas tulang. Insisi kulit dengan ukuran kecil biasanya ditutup dengan menggunakan gauze kering, sampai eksudat hilang dan gauze dapat dibuka. Luka dan abrasi yang lebih luas dapat ditutup dengan menggunakan tulle- gras dan gauze kering. Packs digunakan untuk melindungi tulang yang terbuka atau mencegah kulit dan membrane mukosa tertutup lebih dulu dari dasar luka, tapi packs tidak bersifat sebagai drain

Terapi Antibiotik

Pandangan setiap orang terhadap pentingnya penggunaan antibiotic profilaksis bervariasi, tapi antibiotic profilaksis tidak dapat digunakan dalam teknik aseptic. Dalam bidang bedah mulut, tidak mungkin untuk menjaga ruangan tetap steril karena pasien datang dengan keluhan inflamasi akut maupun kronis seperti penyakit periodontal, pericoronitis, atau fraktur terkontaminasi. Atas dasar ini, banyak dokter gigi spesialis bedah mulut yang lebih memilih untuk melakukan tindakan setelah memberikan antibiotic, tetapi antibiotic tidak boleh diresepkan secara rutin. Setiap kasus harus di analisis masing-masing dan dilakukan tes kultur bakteri dan tes sensitivitas antibiotic.

9. Prinsip Support of the Pasien 1. Surgical Patients

(5)

Managemen pasien dapat dipertimbangkan dalam tiga kelompok, yang pertama pre operasi, intra operasi, dan post operasi. Setelah itu dipertimbangkan apakah pasien harus masuk ke ruamh sakit atau tidak. Indikasi rawat inap pasien dibagi menjadi 3 yaitu

1. Pembedahan : mrlihat risiko komplikasi 2. Medik : membutuhkan perawatan khusus

3. Status social : kurang social ekonomi, tinggla sendiri

2. In Patient Care

Pasien mengisi data dan penatalaksanaan pemasukan pasien ke dalam ruangan dilakukan saat konsultasi untuk menghidndari ternajinya kemacaetan.

1. Emergency : kondisi infeksi akut atau trauma

2. Segera : dapat berubah mejadi darurat jika tidakdiamhao

3. Rutin : tidak darurat, dapat membantu mencari tentang lab darah pasien

Surat persetujuan (informed consent)

Dijelaskan secara rinci kepada pasien mengenai informasi tentang yang berhubungan dengan muda juga.

Syarat utama

1. Anak-anak <== 18 tahun

2. Pasien yang akan menjalani GA atau sedasi 3. Dijelaskan secara perlahan dan rinci

4. Komplikasi yang rumit dan tidak dapat kita kerjaan dihapus saja

5. Pasien harus paham dan mengingat mengenai informasi yang diberikan

(6)

Diet

Nutrisi adalah hal penting yang dibutuhkan oleh tubuh pasien 1. Cairan

a. Air yang dibutuhkan oleh tubuh nilainya kurang lebih sama dengan jumlah cairan dan makanan yang dikonsumsi per harinya

b. Air 2.5L

c. Air di sekresi sebanyak kurang lebih 400mL, dengan estimasi yang menguap dan jasdi keringat kurang kebih 500-1000mL, urin 1200mL, yang sebagiannya di tending 3 hari sekali oleh bayi

d. Pasien yang kesusahan untuk konsumsi air karena trismus harus diimbangi jika mau dibelikanan makanan atau minuman

e. Cairan tubuh dapat diberikan melalui berbagai cara yaitu i. Oral

ii. Intravena 2. Makanan padat

a. Diet yang seimbang meliputi i. Karbohidrat

ii. Lemak iii. Pritein iv. Vitamin

v. Gram mineral

b. Lemak sulit dicerna oleh pasien yang sedang menjalani perawatan

(7)

c. Makanan harus diperhatikan, dapat diberikan melalui oral atau NGT (nasogastric / Ryle’s tube)

d. Preoperative diet

i. Jika pasien belum makan, berikan injeksi IV e. Postoperative diet

Ekskresi

1. Micturition

a. Tekanan di kantung kemih meningkat dan menyebabkan splinfter atau susukan.

2. Keingat

a. Ketika pasien berkeringat >= 10 g NaCl 3. Defaecation

a. 10 g NaCl bisa hilang dalam 1 jam 4. Kebersihan

a. Kebersihan rongga mulut dapat dibantu dipantau oleh dental prodilaksis dan instruksi OHI

5. Arch Bars

a. Sedang dibersihkan, oasien seharusnua sudah mau

b. Setelah 10 hari, syringe dimasukan ke dalam graft dan bibir yang diberikan perlahan, dan dilakukan pembersihan dead space

Komplikasi Post operative 1. Demam

(8)

a. 2-3 hari post operasi ketika masih terdapat hematoma b. Penanganan utama : perawat yang terbukri

2. Muntah

a. Terjadi biasanya karena menelann sisa anastesi dan atau darah 3. Konjungtitis

a. Terjadi karena sisa uap anastesi, antiseptic

b. Dicek dengan cara pengan kepala pasien ditahan posisi kedepannya 4. Sakit tenggorokan

5. Komplikasi post operative

a. Tanda vital (temperature, bein pressure, nlood

b. Dietary quipments (dikorom kedua analegsik, antibotik, medikasi normal)

Intensive care unit

1. Cairan intravenous 2. Intravenous flash

a. Cairan yang diersihkan adalah a. Whole blood

b. Plasma dan cairan saline

Output care 1. Day cases

2. Pre assessment clinis 3. Instruksi post op

(9)

4. Pre opeative downtown aumber

a. Makananya ringan dan mudah ditelan

Pre operative dental treatment

1. Sebelum memulangkan pasien, harus dipulnagin sesuai jam mulainya.

2. Sebelum memulangkan pasien, beri instruksi yang jelas untuk perawatan di rumah dapat berupa lisan atau terarik, meliputi

a. Diet

b. Oral hygiene instuscion c. Analgesi

d. Surat sakit

e. Surat control disertai tanggal dan lokasi jelas untuk kontrol

Referensi

Dokumen terkait