• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Bramantyo Aryo

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Seberapa tinggi tingkat brand awareness di kalangan konsumen khususnya masyarakat Kota Surakarta yang menjadi subjek penelitian mengenai produk multivitamin merek “PROTECAL” ini. Konimex Surakarta khususnya produk multivitamin “PROTECAL” menjadi bahan penelitian untuk mengetahui sejauh mana kesadaran konsumen terhadap produk multivitamin jenis tablet effervescent merek “PROTECAL”.

Teknik Pengumpulan Data

Data tersebut kita peroleh dengan cara mempelajari literatur dari buku-buku atau perpustakaan yang memuat referensi-referensi yang diperlukan untuk penelitian, yaitu dengan mempelajari literatur-literatur dan referensi-referensi yang relevan dengan penelitian ini, sehingga kita memperoleh data-data yang dapat dijadikan pedoman dalam pembahasan penelitian. masalah yang sedang dipelajari.

Metode Analisis Data

Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan interpretasi hasil jawaban yang diperoleh responden dengan cara menyebarkan kuesioner berupa frekuensi, persentase dan tabel terkait (brand awareness).

Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Merek

  • Peranan Merek
  • Penentuan Strategi Merek
  • Pedoman Membangun Merek
  • Pengertian dan Peranan Brand Awareness a. Pengertian Brand Awareness
  • Cara Penciptaan Nilai oleh Brand Awareness
  • Mencapai Brand Awareness (Kesadaran Merek)
  • Mengukur Brand Awareness

Perluasan lini terjadi ketika perusahaan memperkenalkan unit produk tambahan dalam kategori produk yang sama dengan merek yang sama. Pernyataan fungsional dan emosional dari suatu merek yang disampaikan kepada pelanggan adalah proposisi nilai. Bagian dari suatu kategori produk harus ditonjolkan karena adanya hubungan yang kuat antara kategori produk dan merek yang terlibat.

Tingkat selanjutnya adalah merek yang disebutkan pertama kali pada saat peluncuran merek tanpa bantuan, yaitu top of mind.

Gambar II.1
Gambar II.1

Kerangka Pemikiran

Unaware of Brand merupakan tingkat kesadaran merek yang paling rendah dimana responden tidak menyadari keberadaan suatu merek yang dipasarkan oleh perusahaan.

Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan

  • Visi, Misi serta Falsafah dan Filosofi Perusahaan a. Visi
  • Mutu Produk
  • Mudah Diperoleh
  • Murah Harganya
  • Nilai-nilai Dasar PT. Konimex
  • Produk yang Dihasilkan

Sebelum sampai ke konsumen, produk Konimex telah melalui rantai pemasaran yang panjang. Seluruh elemen pemasaran mengacu pada filosofi bisnis 3MU Konimex, yaitu menghasilkan produk yang berkualitas, mudah diperoleh, dan relatif murah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Komitmen Konimex selanjutnya adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat seluas-luasnya untuk mendapatkan produk Konimex dimanapun berada.

Kedepannya jumlah cabang akan bertambah untuk menjangkau wilayah pasar yang lebih luas, sehingga produk Konimex dari Sanggrahan dapat lebih mudah dijangkau oleh konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, meskipun kualitas produk Konimex bertaraf internasional, namun kebijakan penetapan harga tetap mempertimbangkan kemampuan lokal. Dari sisi organisasi, Konimex mendukung inisiatif pegawai antara lain pembentukan Persatuan Keluarga Berencana (PKB), Satuan Kerja Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Koperasi Pegawai Mandiri “SEHAT.” Secara numerik, pada tahun 1967 kami memiliki 70 karyawan, dan kini pada tahun 2010 kami telah berkembang menjadi 1650 karyawan.

Konimex juga mengembangkan obat resep (secara etis) serta produk non kuratif, termasuk vitamin. Hingga saat ini Nimm's telah mengembangkan berbagai jenis confectionery antara lain permen keras, permen kunyah, permen celana, dan permen kompres. Inovasi dari segi rasa juga menghasilkan berbagai varian manisan unik yang sangat digemari masyarakat, antara lain Hexos, Nano-Nano, Eski dan Frozz.

Hingga saat ini telah dipasarkan sebanyak 23 produk berbahan dasar alami, antara lain Minyak Telon Konicare, Minyak Kayu Putih Konicare, Virugon, Ramuan Minuman Jahe Sari, Temulawak Sari dan Kunir Asam. Di antara produk Sobisco yang sudah dikenal masyarakat antara lain Snip Snaps, Choco Mania, Tini Wini Biti dan Diasweet Litebite.

Gambar III.2
Gambar III.2

Laporan Magang Kerja 1. Pengertian Magang Kerja

  • Tujuan Magang Kerja a. Tujuan Umum
  • Manfaat Magang Kerja a. Bagi Mahasiswa
  • Lokasi Magang Kerja
  • Waktu atau Periode Pelaksanaan Magang Kerja
  • Penempatan Magang Kerja
  • Kegiatan Magang Kerja

“Sampai saat ini telah diluncurkan 23 produk berbahan dasar alami, diantaranya Minyak Telon Konicare, Minyak Kayu Putih Konicare, Virugon, Ramuan Minuman Sari Jahe, Temulawak Sari dan Kunir Asam… yang berkontribusi menyehatkan tubuh bangsa” semakin dekat dengan realitas. Dalam melaksanakan penempatan kerja, penulis ditempatkan pada bagian pelayanan promosi, dimana bagian ini merupakan divisi yang menangani atau menjadi pelaksana (pelaksana) program promosi khususnya personal sales melalui peran sales Promotion Girl reguler dan event ( SPG) dan Sales Promotion Boy (SPB). Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, bagian dimana penulis magang adalah bagian pelaksana program promosi yang khusus menangani masalah personal sales melalui peran Regular dan Event Sales Promotion Girl (SPG) dan Sales Promotion Boy (SPB).

Oleh karena itu, kegiatan praktek kerja yang dilakukan penulis berkaitan dengan pelaksanaan program dan acara promosi berkala. Setelah dilakukan kunjungan Team Leader (TL) ke beberapa outlet yang ditempatkan SPG dibawahnya. Untuk program promosi acara, matprom harus dipersiapkan sesuai dengan program acara yang sedang diadakan saat itu.

Ataupun acara “Bone Clinic” yang dimana dalam acara ini terdapat program promosi produk “Protecal Solid dan Protecal Osteo” dengan mengadakan pemeriksaan kondisi tulang secara gratis di berbagai outlet. Protecal” untuk minuman tes beserta perlengkapan untuk persiapan tes berpikir itu sendiri, perlengkapan untuk memeriksa kondisi tulang, serta harga pembelian produk Protecal dalam jumlah tertentu oleh konsumen. Matprom yang harus disiapkan antara lain: peralatan pengontrol kolesterol, produk, dan berbagai brosur dan pamflet untuk edukasi konsumen.

Anlisis Data

Gambaran Umum Responden

Berdasarkan Tabel III.2 mengenai sebaran gender diketahui bahwa dari 100 responden yang mengisi kuesioner, responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan. Hal ini terlihat dari persentase hasil yang diperoleh: 58% dari 100 responden yang mengisi kuesioner adalah laki-laki. Berdasarkan Tabel III.3 sebaran rentang usia responden diketahui bahwa dari 100 responden yang mengisi kuesioner, responden dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun biasanya terdapat sebesar 50%.

Dalam penelitian ini responden dikelompokkan ke dalam lima wilayah pemukiman atau kelurahan di Surakarta, yaitu Kecamatan Jebres, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Serengan, dan Kecamatan Laweyan. Berdasarkan Tabel III.4 mengenai sebaran tempat tinggal responden menurut wilayah atau kecamatan diketahui bahwa dari 100 responden yang mengisi kuesioner, responden yang beralamat atau Dalam survei ini, responden dikategorikan ke dalam lima jenis pekerjaan, yaitu pelajar/mahasiswa, PNS/PNS, perorangan, wirausaha, dan lain-lain, untuk mengakomodasi jenis pekerjaan responden yang tidak termasuk dalam kategori di atas.

Sementara itu, 8% responden berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), 31% bekerja di swasta, dan 17% berwirausaha. Sedangkan pilihan lain diberikan peneliti untuk memfasilitasi responden yang mempunyai jenis pekerjaan lain selain pilihan yang diberikan, seperti: ibu rumah tangga; Dari tabel III.6 sebaran status responden diketahui bahwa dari 100 responden yang mengisi kuesioner, jumlah responden belum menikah lebih banyak dibandingkan responden yang berstatus menikah yaitu 59% berbanding 41%.

Tabel III.3
Tabel III.3

Analisis Deskriptif Brand Awareness

Dan peneliti juga meminta responden untuk mengisi alasan atau pertimbangan yang dijadikan acuan responden ketika menuliskan merek yang pertama kali muncul di benak responden. Berdasarkan Tabel III.8 dari hasil pengolahan data yang dilakukan terlihat bahwa produk multivitamin jenis tablet effervescent yang paling banyak diperhatikan adalah CDR dengan persentase sebesar 38%. Pada Tabel III.9 yang juga didukung oleh Diagram III.1 terlihat bahwa faktor manfaat yang diterima konsumen dari produk merupakan alasan atau pertimbangan terbesar yang muncul sebagai salah satu acuan dalam penyebutan pertama kali. merek. di benak konsumen yaitu sebesar 25%.

Berdasarkan Tabel III.10 dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat diketahui bahwa produk multivitamin jenis tablet effervescent yang menjadi brand recall adalah PROTECAL dengan persentase sebesar 53%. Pada Tabel III.11 juga didukung dengan Diagram III.2 terlihat bahwa faktor promosi menjadi alasan atau pertimbangan terbesar yang muncul yaitu salah satu acuan dalam penyebutan merek yang diingat berbeda dengan merek yang disebutkan. pada pertanyaan sebelumnya yaitu 49% atau berada pada urutan pertama. Berdasarkan Tabel III.12 dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk pilihan jawaban “a.

Dari tabel III.12 terlihat responden memilih pilihan jawaban. B." berjumlah 17 responden atau 17% dari 100 responden yang mengisi kuesioner. Untuk mengukur kesadaran merek, dilakukan observasi terhadap pertanyaan-pertanyaan kesadaran merek sebelumnya dengan melihat jawaban responden yang menjawab alternatif atau pilihan jawaban” c. Dari pengolahan data yang juga dapat dilihat pada Tabel III.12 terlihat bahwa responden yang memilih pilihan jawaban “c” adalah 5 responden atau 5% dari 100 responden yang mengisi kuesioner e.Pada Tabel III.13 dan didukung juga dengan Diagram III.3 terlihat bahwa media untuk pengenalan produk multivitamin berupa tablet effervescent merek PROTECAL paling banyak dipilih responden melalui iklan televisi atau majalah yaitu 57% dari 100 responden yang mengisi kuesioner.

Tabel III.7
Tabel III.7

Pembahasan

Atau dengan kata lain sebanyak 25 orang mencantumkan manfaat yang diterima dari suatu merek produk sebagai alasan atau pertimbangan dalam memilih merek produk multivitamin effervescent yang Top of Mind. . Selain itu alasan atau pertimbangan kemudahan memperoleh produk sebesar 9% dan faktor rasa sebesar 6%. Sedangkan tingkat Brand Recall produk multivitamin jenis tablet effervescent ditempati oleh merek PROTECAL dengan perolehan sebesar 53% dari 100 responden.

Atau dengan kata lain, 53 responden mencantumkan atau menandai merek PROTECAL pada item pertanyaan kedua, yang menganalisis ingatan atau kesadaran mereka terhadap merek produk multivitamin jenis tablet effervescent selain yang disebutkan pada pertanyaan sebelumnya. Sisanya 1% merupakan produk multivitamin seperti tablet effervescent merek FIT-UP, ENERVON-C, SUPRADYN dan VIPRO-G. Alasan atau pertimbangan yang paling sering muncul adalah faktor promosi suatu merek produk, dengan perolehan sebesar 49% dari 100 responden yang mengisi kuesioner.

Atau dengan kata lain, sebanyak 49 orang mencantumkan faktor promosi sebagai alasan atau pertimbangannya dalam memilih merek produk multivitamin jenis tablet effervescent yang menjadi brand recall (ingatan atau kesadaran terhadap suatu merek produk selain yang telah disebutkan sebelumnya). Sedangkan untuk analisis Unware of Brand, 5% dari 100 responden atau dengan kata lain 5 responden sama sekali tidak mengetahui tentang produk multivitamin jenis tablet effervescent merek PROTECAL, bahkan setelah mengisi kuesioner yang dibagikan. Media pengenalan produk multivitamin seperti tablet effervescent merek PROTECAL oleh responden adalah melalui iklan televisi atau majalah yang paling banyak dipilih oleh responden yaitu 57% dari 100 responden yang mengisi kuesioner.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

  • Bagi Perusahaan
  • Bagi Peneliti Lain

Gambar

Gambar II.1
Gambar III.2
Tabel III.1
Tabel III.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pengetahuan atau referensi bagi peneliti lain untuk dapat meneliti lebih lanjut atau memperluas cakupan

Dari ke 17 pertanyaan pra survey pendahuluan sebenarnya dari produk dan tempat dapat dijadikan suatu masalah dalam perusahaan dan dapat dijadikan variabel bagi peneliti

Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sebagi bukti mengenai bagaimana pengaruh ukuran

1) Penerapan Metode Pembelajaran Talking Stick ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi lembaga sekaligus sebagai acuan dalam mengembangkan hal-hal yang

Pengumpulan data berupa kuesioner adalah proses untuk memperoleh data melalui penyusunan beberapa daftar pertanyaan yang ditujukan untuk para responden dalam

Dapat digunakan sebagai acuan, bahan pertimbangan dan penilaian tingkat kesehatan atau prediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan, serta dapat dijadikan bahan

Hasil ujian nasional yang dijadikan sebagai salah satu acuan baku bagi standar kompetensi kelulusan pada siswa SMA khususnya di Provinsi Kepulauan Riau ini

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi rekan peneliti untuk dijadikan bahan atau acuan penelitian selanjutnya yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi