Jilid 5 Amtsilati 1. Fi’il Mudhori’
Adalah kata kerja yang menunjukkan masa sekarang dan yang akan datang. Fiil mudhori hukumnya mu’rob. Cara membuat mudhori adalah dengan
a. Penambahan nun, hamzah, ya’, ta’ dan dibaca fathah, kecuali pada mudhori yang mabni majhul, harokah fathah diganti dengan dhommah.
b. Penambahan huruf khusus : lam, lan, sa, dan saufa
c. Didahului dengan kalimat istifham seperti : hal,ma,man dan a.
2. Fa’il Dzohir
Pelaku yang tertulis setelah fi’il. Contoh ٌ دَّمَحُم َءاَج 3. Fail Dhomir
4. Bentuk mudhori yang fa’ fi’il nya wawu maka wawu nya dibuang Contoh ب ِجَي – َبَج َو
5. Mudlori’ yang ada 2 huruf hidup yang sama, yang bersandingan, maka diidghomkan.Bila ada huruf yang sama maka dijadikan satu /diidghomkan. Huruf mudloro'ah ya', ta' nun dan hamzah yang berada pada fi'il mudlori' dibaca dlomah, bila fi'il madlinya 4 (empat) huruf
atau fi'il mudlori tersebut dimajhulkan. Fi'il mudlori' tanda rafa'nya dengan dlomah atau dengan adanya nun bila berupa Af’al khomsah yaitu: fi'il mudlori yang diakhiri tambahan : نا,نو,ي
6. Wazan-Wazan Fi’il Mudlori’ Mazid
a. Yuf’ilu dan Yufa’ilu bermakna me...kan
b. Yastaf’ilu bermakna minta (amrih) dan Yufaa’ilu bermakna saling c. Yafta’ilu dan Yanfa’ilu bermakna ter....(dadi....)
d. Yatafa’alu bermakna ter....(dadi....) dan Yatafaa’alu bermakna saling 7. Hal-hal yang dapat menashobkan fiil mudhori
a. Mudlori’ yang didahului (an) bermakna : bahwasanya (yento), (lan) bermakna tidak akan (ora bakal), (kai) supaya (supoyo)
b. Af’alul Khomsah : Mudlori' yang akhirnya berupa (wawu sukun nun, alif nun, dan ya sukun nun) disebut afalul khomsah. Khusus yang diakhiri wawu nun, setelah nun dibuang, maka diberi alif. Fil mudlori yang diakhiri nun( ) muannats, hukumnya mabni artinya tidak terpengaruh dengan kata lain.
c. Mudlori’ nasab dengan menyimpan (an) bila terletak setelah (Li) : agar supaya dan (hattaa) :sehingga