Seleksi pada fenotipe kuantitatif
Fenotipe kuantitatif : karakter produksi yang penting, seperti panjang, berat, konversi pakan, dan telur/kg betina.
kategori deskriptif yang tidak tumpang tindih seperti yang dilakukannya pada fenotipe kualitatif (misalnya, merah vs berpigmen normal).
setiap sifat merupakan fenotipe tunggal (misalnya panjang), dan perbedaan antar individu ditentukan dengan mengukur ikan.
Nilai numerik yang diberikan pada ikan ketika diukur adalah nilai fenotipik suatu individu.
Tujuan utama dari sebagian besar program pemuliaan selektif untuk meningkatkan fenotipe kuantitatif adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan yang juga akan meningkatkan hasil.
Program pembiakan selektif dirancang untuk meningkatkan produktivitas dari generasi ke generasi (satu generasi adalah penggantian induk ikan dengan keturunannya).
Hal ini dirancang untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan dan hasil secara
bertahap selama bertahun-tahun.
Ada dua pendekatan dasar untuk meningkatkan hasil:
1. Pertama adalah dengan menggunakan program
pemuliaan untuk
meningkatkan kualitas ikan yang dibudidayakan.
2. Cara lainnya adalah memperbaiki cara budidaya ikan. Program pemuliaan memerlukan biaya yang mahal, sedangkan perbaikan pengelolaan seringkali tidak mahal.
Fish Engine
Wartono Hadie dan Lies Emmawati Hadie. SISTEM PEMULIAAN BERBASIS PEMBUDIDAYA (COOPERATIF BREEDING SYSTEM ): STRATEGI PEMULIAAN IKAN TEPAT GUNA. Media Akuakultur Volume 3 Nomor 1 Tahun 2008
Sumber : https://aquagen.no/en/2013/06/12/selective-breeding-progress/
Past, present, and future of genetic improvement in salmon aquaculture. - ICES Journal of Marine Science, 54: 1009-1014
INDUK UNGGUL
Pemuliaan Ikan berkontribusi pada output dari sistem produksi Perikanan baik secara kualitas maupun kuantitas
melalui perbaikan Karakter/Sifat Penting, seperti:
• Laju Pertumbuhan untuk mencapai ukuran konsumsi maupun waktu pemeliharaan
• Kelangsungan Hidup
• Efisiensi Pakan
• Stress dan ketahanan penyakit
• Toleransi Lingkungan
• Kematangan Gonad
• Kualitas Produk
Pemuliaan :
Mengumpulkan gen-gen terbaik dalam populasi ikan yang menghasilkan ekspresi fenotipik terbaik pada karakter/sifat yang diharapkan.
Terakumulasi pada populasi di generasi ke sekian, yang telah stabil mengekspresikan Karakter/sifat tersebut.
Sumber : https://aquagen.no/en/2013/06/12/selective-breeding-progress/
Past, present, and future of genetic improvement in salmon aquaculture. - ICES Journal of Marine Science, 54: 1009-1014
Schematic diagram of individual selection to improve growth rate by
selecting for increased length.
Gain
Response
The effect of sexual dimorphism on selection for size. Graph a shows length distribution in a population of fish where males grow to a larger
size than females
Selseksi lebih dari satu fenotipe, ia dapat menggunakan 1. tandem selection,
2. independent culling, or 3. selection index.
Seleksi tandem: Dalam seleksi tandem, pertama-tama Anda
menghabiskan beberapa generasi untuk memilih satu fenotipe; Anda kemudian berhenti memilih sifat tersebut, dan memulai program pemuliaan baru dan memilih fenotipe kedua.
independent culling: menyeleksi dua atau lebih fenotipe secara bersamaan dengan menetapkan nilai batas untuk masing-masing fenotipe secara independen, dan setiap ikan harus mencapai atau melampaui semua nilai batas agar dapat dipilih.
selection index. : dua atau lebih fenotipe dievaluasi secara bersamaan dan nilai numerik keseluruhan diberikan pada setiap ikan. Ikan-ikan tersebut kemudian diberi peringkat berdasarkan nilai numerik
tersebut.
Seleksi Indeks
Misal koefisien Panjang ikan = 0,4 dan koefisien berat ikan = 0,6 Indeks = aX1 + bX2
X1 = Panjang Ikan X2 = Berat Ikan
a = koefisien Panjang Ikan b = koefisien Berat Ikan
Maka indeks masing-masing sapi dapat dihitung : I = 0,4X1 + 0,6X2
Seleksi Famili
Ada dua jenis utama seleksi Famili:
1. seleksi antar famili dan 2. seleksi dalam famili.
Seleksi Antar Famili,
nilai rata-rata untuk setiap keluarga ditentukan, dan nilai rata-rata kemudian diurutkan. Beberapa keluarga kemudian diselamatkan atau dimusnahkan. Saat menggunakan jenis seleksi ini, nilai batas minimum biasanya untuk mendapatkan 10, 15, atau 20 % famili terbaik.
Seleksi dalam Famili (Within-family selection) adalah setiap famili dianggap sebagai sub-populasi sementara, dan seleksi terjadi secara independen dalam setiap famili. Ketika ikan diukur untuk menentukan mana yang akan terseleksi dan tidak terseleksi, ikan di setiap famili diurutkan, dan ikan terbaik disimpan dari setiap famili.
cut off = 10 atau 15 atau 20 ikan terbaik
Jika ada dimorfisme seksual, seleksi harus dilakukan secara independen untuk setiap jenis kelamin
Seleksi dalam Famili (Within-family
selection)
Perbandingan strategi dasar dan beberapa kelebihan dan kekurangan individual selection, within-family selection,
and between-family selection.
Tipe Seleksi Strategi Kelebihan Kekurangan
Individual Pilih individu
terbaik; hubungan keluarga tidak
penting
Terbaik ketika h2≥0.25;
murahdan mudah digunakan untuk 2 atau 3 fenotip; mudah untuk mempertahankan
populasi dalam jumlah besar;
jumlah data yang dibutuhkan paling sedikit; jumlah
pencatatan yang paling sedikit.
Tidak efektif ketika h2≤0.15 sebagai VE menyulitkan
pemilihan ikan terbaik;
pemijahan asinkron dapat menyebabkan masalah.
Within-
family Pilih individu terbaik di setiap keluarga.
Paling baik bila h2≤:0.15 dan VE lebih memengaruhi family daripada individu; dapat
digunakan untuk pemijahan asinkron; cukup mudah dan murah dibandingkan antar keluarga.
Cukup mahal; memerlukan banyak kolam; sulit untuk memasukkan 2 atau 3
fenotipe; ikan kecil bisa
menjadi induk ikan terseleksi.
Membutuhkan banyak data dan banyak pencatatan.
Between-
family Pilih Family
terbaik ; nilai-nilai individu tidak
dipertimbangkan.
Paling baik jika h2≤0.15 dan VE lebih memengaruhi individu daripada keluarga; bisa karena saat itu ikan harus dibunuh.
Sangat mahal; membutuhkan banyak kolam; sulit untuk 2 atau 3 fenotipe; ikan kecil bisa menjadi induk ikan pilihan;
resiko tingkat perkawinan sedarah. Membutuhkan banyak data dan banyak pencatatan.
Respons Seleksi
Respon terhadap seleksi itulah yang menjadi tujuan seleksi, yaitu perubahan nilai rata-rata suatu sifat dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Seperti diferensial pemilihan, R dapat diukur dalam satuan
seperti berat
Diferensial seleksi (S)
Diferensial seleksi adalah perbedaan antara rata-rata hewan yang telah dipilih sebagai breeder, danrata-rata populasi umum.
Dengan kata lain, ukuran keunggulan induk atas ternak lain dalam generasi yang sama.
Besarnya S tergantung pada dua faktor, yaitu :
1. proporsi populasi yang dipilih sebagai breeder dan
2. jumlah variasi populasi.
Intensitas seleksi, I.
proporsi populasi yang dipilih sebagai calon induk untuk membentuk generasi selanjutnya .
seleksi semakin intensif, semakin cepat peningkatan Respons Seleksi
Heritabilitas adalah ukuran kemampuan suatu populasi untuk merespons intensitas seleksi tertentu.
Lebih khusus, itu adalah proporsi variasi dalam populasi yang dapat dianggap berasal dari jenis
variasi genetik yang dapat merespons seleksi dan mewakili sejauh mana variasi ditransmisikan dari satu generasi ke generasi lainnya.
h2 adalah konsep yang sangat penting karena :
jika h = 0 bahkan pemilihan yang paling intens tidak akan menghasilkan kemajuan, jika h2 = 1,0 (maksimum teoretisnya) perbaikan akan diamati secepat seseorang dapat
memilihnya.
Heritabilitas, h
2.
Differensial seleksi S = Xs – X
S : Differensial seleksi
X : Rerata fenotip populasi sebelum seleksi Xs : Rerata fenotip induk seleksi (10% top)
Respon seleksi R = h2 S
R : Respon seleksi
h2 : Angka pewarisan (heritability) sifat yang diseleksi S : Differensial seleksi
Tujuan program seleksi udang galah adalah :
mendapatkan strain udang galah unggul tumbuh cepat
dan bebas MrNV.
Metode seleksi Metode seleksi
PS
h2 = 0,35±0,15
h2 = 0,25±0,14
h2 = 0,26±0,13
Seleksi Individu
Seleksi Individu
2.1 Material Awal
Koleksi : 2006
Koleksi : 2007
Koleksi : 2007
Koleksi : 2007 Rilis : 2001
Strain-strain tersebut digunakan secara bersama-sama membentuk populasi gabungan (populasi komposit) melalui proses pembentukan populasi dasar sintetis (F0).
dari udang galah 5 strain :
1. strain GI Macro generasi ke-9, 2. strain Barito generasi ke-4, 3. strain Musi generasi ke-3,
4. strain Ciasem generasi ke-3 dan 5. strain Asahan generasi ke-3.
Populasi dasar sintetis
dibentuk melalui persilangan
dua arah (diallele cross)
protokol # 4 : Pembentukan populasi dasar sintetik udang galah (2010)
Protokol # 1 : Seleksi Individu untuk Karakter Pertumbuhan Udang Galah (2010)
Skema seleksi yang digunakan :
Seleksi Individu untuk karakter pertumbuhan
berdasarkan Panjang Standar
pada umur udang galah 6 bulan.
Skema seleksi yang digunakan :
Seleksi Individu untuk karakter pertumbuhan
berdasarkan Panjang Standar
pada umur udang galah 6 bulan.
X mm b mm a mm
40% s/d 60%
40% s/d 60%
10% top 10% top
Populasi kontrol
Populasi seleksi
Diferensial Seleksi Diferensial
Seleksi
Respon Seleksi Respon Seleksi
Heritabilitas = Respon Seleksi Diferensial Seleksi
Differensial seleksi S = Xs – X
S : Differensial seleksi
X : Rerata fenotip populasi sebelum seleksi Xs : Rerata fenotip induk seleksi (10% top)
Respon seleksi R = h2 S
R : Respon seleksi
h2 : Angka pewarisan (heritability) sifat yang diseleksi S : Differensial seleksi
(Doyle 1980;Hardjosubroto 1994;Tave 1995;
Gjedrem 2005;Lewer 2005;Malecha 2010).
Total respon seleksi berdasarkan karakter panjang standar selama empat generasi (F1 sampai F4) diperoleh sebesar 14,68 mm atau
setara dengan 16,78%
Respon Seleksi
Heritabilitas
Pembudidaya dan Pengguna Lainnya
- Market Driven - Market Driven - Product Driven - Product Driven Karakter
Metode
Estimasi Parameter Genetik
Produksi :Pertumbuhan, SR, Ketahanan, Kematangan Kelamin
Fungsional : Kualitas Daging Respons Seleksi Pergenerasi Heritabilitas
Sarana SDM Biaya
Breeding Program PEMULIA
F0 F1 F2 Fn
Koleksi dan karakterisasi
Parameter Genetik Nyata
Multilokasi
Multisistem
Respons Seleksi Pergenerasi Heritabilitas
Intensif - Ekstensif Bioflok – Greenwater
MINAPADI – KOLAM DERAS - KJA
Dataran Rendah-Sedang- Tinggi
uji fisik;
uji fisiologi;
uji genetik; dan
uji ketahanan penyakit.
NASKAH AKADEMIS/PE
LEPASAN STRAIN NASKAH AKADEMIS/PE
LEPASAN STRAIN
Keuntungan ekonomi dan Dampak Sosial
PERBANYAKAN INDUK/CALON INDUK PERBANYAKAN INDUK/CALON INDUK
ALUR PEMULIAAN
1. Konvensional 2. Modern
KANDIDAT UNGGUL KANDIDAT
UNGGUL
a. karakteristik pertumbuhan bobot dan panjang;
b. toleransi lingkungan;
c. analisis proksimat atau kualitas daging;
d. efisiensi pakan; rasio kebutuhan pakan dengan bobot tubuh (Feed Convertion Ratio/FCR); dan
e. sintasan (Survival Rate/SR).
INDUK UNGGUL & BENIH BERMUTU
Induk unggul adalah ikan yang memiliki sifat – sifat yang lebih baik dari pada yang lain, yang dihasilkan dari proses pemuliaan berdasarkan SOP dan telah dirilis.
Benih bermutu adalah benih yang dihasilkan dari induk unggul sehingga memiliki keunggulan baik dari segi pertumbuhan,
kelangsungan hidup, ketahanan terhadap penyaki t dan tahan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.
.
Jenis Ikan Baru yang Akan Dibudidayakan adalah Ikan yang berasal dari hasil :
1. domestikasi, 2. introduksi,
3. pemuliaan, dan
4. produk rekayasa genetik
Benih Sebar adalah Ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa, termasuk telur dan larva yang dibudidayakan untuk tujuan pembesaran dan bukan dijadikan induk.
Benih Bina adalah Ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa, termasuk telur dan larva yang dibudidayakan untuk dijadikan induk.
Calon Induk dan/atau Induk Ikan terdiri atas:
a. Calon Induk dan/atau Induk
Penjenis
;b. Calon Induk dan/atau Induk
Dasar
;c. Calon Induk dan/atau Induk
Pokok
.DAFTAR IKAN UNGGUL YANG TELAH DIRILIS BERDASARKAN SK MENTERI
15. Mas Sinyonya 16. Mas Majalaya 17. Mas Mantap 18. Mas Najawa
19. Mas Rajadanu Super RD 20. Mas Mustika
21. Mas Jayasakti 22. Mas Marwana 23. Lele Sangkuriang 24. Lele Sangkuriang II 25. Lele Mutiara
26. Lele Mandalika 27. Patin Pasupati 28. Patin Jambal 29. Patin Perkasa
II. PAYAU / LAUT : 6 Varietas
I. AIR TAWAR : 40 Varietas
1. Nila JICA 2. Nila Gesit 3. Nila Nirwana 4. Nila Nirwana II 5. Nila Nirwana III 6. Nila Sultana 7. Nilla Jatimbulan 8. Nila Larasati
9. Nila Pandu Dan Kunti 10. Nila Merah Nilasa 11. Nila Anjani
12. Nila Best 13. Nila Srikandi
30. Gabus Haruan 31. Papuyu
32. Kelabau
33. Udang Galah Siratu 34. Udang GI-Macro 35. Udang GI-Macro II
36. Lobster Huna Capit Biru 37. Lobster Huna Capit Merah 38. Gurame Batang Hari
39. Ikan Batak 40. Gurami BIMA
1. Udang Vanname
2. Udang Vanname Nusantara I 3. Udang Vanname Global Gen
4. Abalon
5. Udang Rostris
6. Kerapu Cantang Sarifin, 2016)
INDUK UNGGUL
https://jdih.kkp.go.id/
Terimakasih