PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN
Berkembangbiakatau reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan baru. Keturunan hidup yang baru akan menjamin kelestarian jenisnya. Semua makhluk hidup memiliki kemampuan berkembangbiak untuk mempertahankan kelestariannya. Makhluk hidup yang mampu berkembangbiak adalah makhluk hidup yang telah dewasa.
A. Perkembangbiakan Tumbuhan
Tumbuhan merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang memiliki banyak sekali manfaat. Tumbuhan memiliki peran penting dalam keseimbangan kehidupan karena tumbuhan berperan sebagai penghasil makanan/produsen. Selain itu, tumbuhan juga berperan sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup di bumi. Tumbuhan menjadi dasar terjadinya kehidupan di bumi. Dalam urutan-urutan kehidupan, tumbuhan memiliki posisi yang paling tinggi. Salah satu manfaat tumbuhan sebagai sumber makanan terdapat di dalam Al- Qur’an surah Ibrahim: 32
ِر ْحَبْلٱ ىِف َىِر ْجَتِل َكْلُفْلٱ ُمُكَل َرّخَسَو ۖ ْمُكّل اًق ْزِر ِت َٰرَمّثلٱ َنِم ۦِهِب َجَر ْخَأَف ًٓءاَم ِٓءاَمّسلٱ َنِم َلَزنَأَو َض ْرَ ْلٱَو ِت َٰو َٰمّسلٱ َقَل َخ ىِذّلٱ ُ ّلٱ
َر َٰهْنَ ْلٱ ُمُكَل َرّخَسَو ۦِهِرْمَأِب Artinya: Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
Ayat ini menjelaskan penciptaan langit dan bumi dan penurunan hujan yang di antara fungsinya adalah untuk menyirami bumi sehingga menjadi subur dan dapat menumbuhkan tumbuhan. Tumbuhan kemudian menghasilkan buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup lain di sekitarnya.
Tumbuhan mengalami pertumbuhan mulai dari kecil menjadi besar dan berkembang dari embrio menjadi zigot, kemudian menjadi inividu yang mempunyai akar, batang, dan daun.
Semua hal ini telah dijelaskan dalam al-Qur’an surah al-An‘am ayat 95
َنوُكَف ْؤُت ٰىّنَأَف ۖ ُ ّلٱ ُمُكِلَٰذ ۚ ّىَحْلٱ َنِم ِتّيَمْلٱ ُجِرْخُمَو ِتّيَمْلٱ َنِم ّىَحْلٱ ُجِرْخُي ٰۖىَوّنلٱَو ّبَحْلٱ ُقِلاَف َ ّلٱ ّنِإ
Artinya: Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan.
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.
(Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
Allah menjelaskan bahwa semua kehidupan berasal dari sang pencipta kehidupan, yaitu Allah. Allah menumbuhkan segala jenis tumbuhan dari benih-benih kehidupan, baik yang berbentuk butiran-butiran ataupun biji-bijian. Jika berbicara tentang tanaman/tumbuhan ungkapan “memunculkan yang hidup dari yang mati” berarti tumbuh-tumbuhan (yang hidup)
itu timbul dari benih yang ditanam. Biji-biji ini dapat 'dianggap sesuatu yang mati. Sebab jika tidak menemukan kondisi yang sesuai, ia tetap merupakan benda 'mati. Sedangkan 'mengeluarkan yang mati dari yang hidup, mengisyaratkan bahwa biji-biji (yang mati itu) keluar atau dihasilkan oleh tanaman (yang hidup). Inilah yang merupakan kekuasaan atau ayat Allah.
Perkembangbiakan tumbuhan dibagi menjadi 2 yaitu secara generatif dan vegetatif. Ciri perkembangbiakan generatif pada tumbuhan ditandai dengan munculnya bunga. Allah menciptakan tumbuhan berpasang-pasangan. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Yasin: 36
َن ْوُمَلْعَي َل اّمِمَو ْمِهِسُفْنَا ْنِمَو ُض ْرَ ْلا ُتِبْۢنُت اّمِم اَهّلُك َجاَوْزَ ْلا َقَلَخ ْيِذّلا َن ٰحْبُس :Artinya Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Allah menciptakan bunga begitu indah. Bunga memiliki warna yang beranekaragam dan harum. Allah membuat bunga menarik tujuannya adalah untuk menarik serangga mendekat.
Bagian bunga antara lain:
Perkembangbiakan generatif pada tubuhan diawali dengan proses penyerbukan yaitu melekatnya serbuk sari pada kepala putik. Ada banyak jenis penyerbukan. Salah satunya melalui perantara serangga, air, ataupun dengan perantara angin yang biasanya disebut dengan
Ujung dari sebuah tangkai sari, tempat menampung serbuk sari
Alat reproduksi jantan Penyalur bakal dari biji agar dapat melalui proses penyerbukan secara sempurna.
Penyangga kepala putik
Putik
Alat reproduksi betina
Tempat menyimpan ovum (sel telur)
Menopang bunga dan menghubungkan bunga dengan ranting
Perhiasan bunga, menarik perhatian serangga untuk membantu penyerbukan
Melindungi mahkota saat kuncup dan akan terbuka jika telah mekar
Tempat melekatnya bunga
‘penyerbukan angin’. Penyerbukan dengan angin itu sendiri dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Hijr: 22
َنْيِنِز ٰخِب ٗهَل ْمُتْنَا اَمَو ُۚهْوُمُكٰنْيَقْسَاَف ًٓءۤاَم ِٓءۤاَمّسلا َنِم اَنْلَزْنَاَف َحِقاَوَل َحٰيّرلا اَنْلَسْرَاَو Artinya: Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
Allah subhannahu wa ta’ala mengembuskan angin yang menerbangkan serbuk sari berbagai bunga. Maka hinggaplah serbuk sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain.
B. Perkembangbiakan Hewan
Setidaknya ada 200 ayat dalam Al-Qur'an yang menyebutkan berbagai hewan yang memiliki peran sangat istimewa. Bahkan nama-nama hewan tersebut juga dijadikan sebagai nama-nama surah Al-Qur'an, seperti Surah Al-Baqarah, yang artinya sapi betina.
Hewan memegang peranan penting dalam Islam karena beberapa hewan sering masuk dalam kisah para nabi, bahkan ada hewan yang patut dijadikan contoh bagi umat Islam.
Ada banyak uraian dalam Al-Quran yang menjelaskan kehidupan hewan dari berbagai sudut pandang. Deskripsi tersebut mengingatkan orang untuk mempertimbangkan berbagai asal usul semua kehidupan di Bumi. Semua makhluk hidup berasal dari air, sebagaimana Firman Allah cantumkan dalam QS. An-Nur Ayat 45.
ُ ٰاا ُقُلْخَي ٍۗعَبْرَا ىٰٓلَع ْيِشْمّي ْنّم ْمُهْنِمَو ِۚنْيَلْجِر ىٰلَع ْيِشْمّي ْنّم ْمُهْنِمَو ٖۚهِنْطَب ىٰلَع ْيِشْمّي ْنّم ْمُهْنِمَف ٍۚٓءۤاّم ْنّم ٍةّبۤاَد ّلُك َقَلَخ ُ ٰااَو
ٌرْيِدَق ٍٓء ْيَش ّلُك ىٰلَع َ ٰاا ّنِا ُۗٓءۤاَشَي اَم Artinya: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki- Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kata ٍةّب ۤاَد pada Surah an- Nūr ini berarti makhluk hidup yang bergerak. Melalui ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa Allah subhannahu wa ta’ala menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak, mulai dari berbagai jenis ikan air tawar dan laut, hewan darat, hingga unggas yang beterbangan di udara, sebagai sumber makanan hewani bagi manusia.
Salah satu fenomena alam yang merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah subhannahu wa ta’ala adalah perkembangbiakan makhluk hidup. Reproduksi hewan merupakan bagian dari fenomena alam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai tanda-tanda adanya sang pencipta.
Dibalik penciptaan tersebut hanya dapat dipahami oleh mereka yang berpikir dan menerima serta mengikuti kebenaran tersebut jika telah datang kepadanya. Seperti dalam QS. As-Syura ayat 11.
ُرْيِصَبْلا ُعْيِمّسلا َوُهَوۚ ٌٓء ْيَش ٖهِلْثِمَك َسْيَل ِۗهْيِف ْمُكُؤَرْذَي ۚاًجاَو ْزَا ِماَعْنَ ْلا َنِمّو اًجاَو ْزَا ْمُكِسُفْنَا ْنّم ْمُكَل َلَع َج ِۗض ْرَ ْلاَو ِت ٰو ٰمّسلا ُرِطاَف
Artinya : (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri
pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan- Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.