Strategi Pengembangan Koperasi
Sawitania Christiany Situmorang, S.P., M.Si., CIQnR, C.HTc.
KOPERASI
(bukan hanya badan usaha tapi lembaga)
VALUE ADDED/
COMPETITIVE ADVANTAGES
NILAI EKONOMI PARTISIPASI DAN
KEADILAN BAGI SELURUH ANGGOTA
PERMASALAHAN YANG SERING DITEMUI DALAM KOPERASI TANI:
Faktor Penyebab Rendahnya Nilai Ekonomi dan Daya Saing:
a. Penggunaan sumber daya produksi yang sederhana;
b. Ketersediaan sumber daya kapital swadaya yang sedikit;
c. Pada umumnya anggota merupakan petani kecil (marjinal);
d. Ketersediaan SDM pertanian profesional yang kurang dan mengakibatkan penguasaan terhadap penggunaan teknologi dan inovasi yang minim;
e. Tujuan pendirian koperasi serta kemampuan manajerial yang rendah yang mengakibatkan core business menjadi tidak jelas;
f. Akses informasi yang terbatas;
g. Risk averter;
h. Kelompok tani hanya difungsikan sebatas untuk media penerima bantuan;
i. Kurangnya pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi yang dapat dilakukan oleh pihak yang kompeten di bidangnya;
j. Distorsi pasar (produk ekspor dengan kuantitas yang besar dan kualitas yang lebih baik).
3
Faktor Penyebab Rendahnya Partisipasi Anggota dan Ketimpangan:
a. Kesadaran berpartisipasi dan kemampuan manajerial yang kurang (struktur organisasi, kriteria keanggotaan, pembagian hak dan kewajiban, serta tupoksi belum jelas, kegiatan (termasuk RAT) belum terencana dan terorganisir dengan baik), cashflow belum tersusun dengan baik;
b. Kepemimpinan, tata kelola, dan pelaksanaan masih bersifat top-down, anggota tidak diberikan hal dalam menyatakan pendapat, hak memilih yang bebas, dan hak mengawasi yang seringkali didominasi oleh pengurus;
c. Rata-rata koperasi belum terdaftar sebagai badan usaha (PT atau firma) yang memiliki kekuatan hukum mengikat;
d. Kebijakan pemerintah yang kurang berpihak (sumber modal, aturan wilayah kerja, proses pembentukan, dll., terutama dalam penyediaan iklim usaha yang mendukung koperasi;
e. Rendahnya minat investor swasta untuk berinvestasi pada koperasi.
Inpres No.4 tahun 1984
Pemantapan dan peningkatan pembinaan serta pengembangan teknis perkoperasian bagi
Koperasi Unit Desa (KUD).
5
big concept
Lalu solusi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi
permasalahan tersebut?
1. PERKUAT MODAL DAN AKSES TERHADAP PERMODALAN
7
a. Memberikan pendampingan dan penyuluhan penyusunan pembukuan terhadap pengurus koperasi dan anggota,
b. Mendaftarkan koperasi sebagai badan usaha untuk meningkatkan “trust”,
c. Pemanfaatan media sosial sebagai media branding dan intensifikasi promosi untuk memperkukuh peran dan posisi koperasi di dalam perekonomian nasional,
d. Memperbaiki dan melengkapi undang-undang yang lebih berpihak kepada petani kecil yang menjadi pengurus dan anggota koperasi, serta
e. Menyusun dan mengimplementasikan program (yang bersifat WIN-WIN
SOLUTION) yang dapat memperkuat jalinan kerjasama dengan pemerintah dan pengusaha swasta.
Sebagian dibelikan tanah dan bangunan Sebagian dibelikan persediaan bahan Sebagian dibelikan mesin dan peralatan
Sebagian disimpan dalam bentuk uang tunai (cash)
Saran Penggunaan Modal:
2. PERBAIKI KUALITAS SDM
a. Memberikan pelatihan dalam berbagai aspek kegiatan (yang berkaitan dengan operasional dan pengembangan usaha maupun pengelolaan kelembagaan termasuk hukum) secara berkala terhadap pengurus koperasi dan anggota yang sesuai dengan perkembangan zaman,
b. Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
3. TINGKATKAN PARTISIPASI ANGGOTA DENGAN RASA SALING MEMILIKI
a. Aktif melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait peran penting dan manfaat koperasi bagi anggota,
b. Melibatkan anggota dalam penyusunan rencana kegiatan dalam Rapat Anggota, c. Tanggap dalam mendengar keluhan dan saran/ masukan dari anggota,
d. Memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran (terutama yang berkaitan dengan pinjaman) untuk menjaga kesehatan keuangan koperasi.
MOTIVASI ANGGOTA BERPARTISIPASI
Members Benefit
Members Satisfaction
Members Motivation
Members Participation
Tabel : Matrik Partisipasi Anggota, Profesionalisme Manajemen dan Perkembangan Koperasi
Profesionalisme Manajemen Partisipasi
Anggota
Profesionalisme Manajemen
Tinggi
Profesionalis me
Manajemen Rendah Partisipasi anggota tinggi
Koperasi berkembang
pesat (1)
Koperasi berkembang
lambat (3) Partisipasi anggota
Koperasi tidak akan
Selamat meninggal
13
MENGAPA PERLU PENDIDIKAN TENTANG PERKOPERASIAN?
Lembaga Pendidikan Formal tidak menyediakan program studi perkoperasian. Ilmu perkoperasian hanya sub topik dalam pendidikan formal (juga tidak di semua jurusan)
SEMENTARA ITU, DALAM PRAKTIKNYA:
1. Koperasi merupakan organisasi bisnis.
2. Bisnis koperasi merupakan sistem yang memiliki unsur2 esensial yang terintegrasi (anggota, pengurus dan pengawas).
3. Anggota koperasi bersifat heterogen (lintas suku, agama, ras, pendidikan, dll)
a. membentuk sikap (+)
b. mengetahui prinsip, azas dan nilai dasar koperasi sebagai organisasi bisnis
c. mengelola dan mengembangkan koperasi sebagai badan usaha
MENGAPA PERLU PENDIDIKAN TENTANG
PERKOPERASIAN?
15
1. Membangkitkan aspirasi dan pemahaman anggota tentang konsep, prinsip, metode, dan praktik serta pelaksanaan usaha koperasi.
2. Mengubah perilaku dan kepercayaan serta menumbuhkan kesadaran pada masyarakat, khususnya anggota koperasi tentang arti penting dan manfaat bergabung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha dan pengambilan keputusan koperasi sebagai upaya perbaikan taraf hidup anggota.
3. Mengembangkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kesetiakawanan sosial antar anggota serta pemahaman tentang kewajiban, tugas, dan hak-hak anggota.
4. Meningkatkan kompetisi anggota, pengurus, badan pengawas, dan karyawan untuk memperbaiki manajemen dan kinerja usaha anggota dan koperasinya.
5. Menjamin kesinambungan kepemimpinan di berbagai tingkatan organisasi koperasi.
6. Mendorong dan menopang kebijakan pemerintah serta gerakan koperasi dalam rangka pembangunan sosial ekonomi.
TUJUAN LAINNYA:
SISTEM KOPERASI
MANAGEMEN ORGANISASI
MANAGEMEN BISNIS
MANAGEMEN ASSET
MANAGEMEN KEUANGAN
SISTEM PEMBUKUAN DAN INVENTARIS
PENYUSUNAN RENSTRA & RENOP KOPERASI
SOP DAN SOM KOPERASI
KEMITRAAN
PENGEMBANGAN USAHA
DLL
RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KOPERASI:
LANDASAN HUKUM KOPERASI
SEJARAH BERDIRINYA KOPERASI
TATACARA PENDIRIAN KOPERASI
PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
AZAS KOPERASI
NILAI-NILAI DASAR KOPERASI
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA
PERAN DAN FUNGSI ANGGOTA
IDENTITAS GANDA ANGGOTA (PEMILIK & PELANGGAN)
METODE PENGAWASAN KEBIJAKAN KOPERASI
METODE PENGAWASAN OPERASIONAL
PELAKSANAAN MONEV
ASPEK PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI
PENYUSUNAN LAPORAN PENGAWASAN
DLL
Sebagai Anggota: Sebagai Pengurus: Sebagai Pengawas:
17
1. Kurangnya tindakan kelompok yang didasarkan pada semangat kemandirian dan menolong diri sendiri (self help).
2. Anggota kurang peduli terhadap prosedur kerja dan sistem koperasi sehingga cenderung apatis.
3. Cara kerja manajemen pendidikan kurang efisien.
4. Ada motivasi khusus dari beberapa oknum pelaksana kegiatan.
5. Sikap tertutup manajer dan pengawas koperasi.
6. Keterbatasan anggota dalam hal waktu, modal, dan pengertian.
7. Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
8. Sistem pendidikan yang ada masih mempunyai banyak kelemahan.
KENDALA DALAM PENDIDIKAN ANGGOTA:
▹ Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi
▹ Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar koperasi.
▹ Keputusan penting rapat anggota menetapkan:
1. Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga Koperasi
2. Kebijakan umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi
3. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas
4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan
5. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam
Rapat Anggota
▹ Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam RA
▹ Pengurus merupakan pemegang kuasa RA
▹ Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun,
▹ Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus diatur dalam AD ART
▹ Pengurus bertugas:
1. mengelola koperasi dan usahanya,
2. mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (RAPBK),
3. menyelenggarakan rapat anggota,
4. mengajukan laporan keuangan dan
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas,
5. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib,
6. memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
PENGURUS
Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam RA
Pengawas bertanggung jawab kepada RA
Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat
sebagai anggota Pengawas ditetapkan dalam AD ART
Pengawas bertugas:
1. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi,
PENGAWAS
KARAKTERISTIK ORGANISASI KOPERASI
1. PEMILIK ADALAH ANGGOTA SEKALIGUS JUGA PELANGGAN 2. KEKUASAAN TERTINGGI BERADA PADA RAPAT ANGGOTA 3. SATU ANGGOTA ADALAH SATU SUARA
4. ORGANISASI DIURUS SECARA DEMOKRASI
5. TUJUAN YANG INGIN DICAPAI MENSEJAHTERAKAN ANGGOTA
(MEMBER PROMOTION)
6. KEUNTUNGAN DIBAGI BERDASARKAN BESARNYA JASA MASING-MASING ANGGOTA KEPADA KOPERASI
7. KOPERASI MERUPAKAN SEKUMPULAN ORANG ATAU BADAN HUKUM YANG BERUSAHA MENSEJAHTERAKAN ANGGOTA DAN MASYARAKAT
8. KOPERASI MERUPAKAN ALAT PERJUANGAN EKONOMI 9. KOPERASI MERUPAKAN SISTEM EKONOMI
10. UNIT USAHA DIADAKAN DENGAN ORIENTASI MELAYANI ANGGOTA
Organisasi Koperasi Dalam Sistem Sosio Ekonomi:
O O O O
KELOMPOKKOPERASIPERUSAHAAN KOPERASI
HUBUNGAN KEPEMILIKAN
PASAR
HUBUNGAN PASAR HUBUNGAN USAHA
YANG BERSIFAT MENUNJANG KEGIATAN EKONOMI
ANGGOTA ANGGOTA
PERORANGAN
▹Berbicara dan bertindak atau disebut Voice;
▹Memberikan hak suara pada proses pengambilan keputusan atau disebut Vote; dan
▹Menyatakan ke luar dari keanggotaan koperasi atau disebut exit.
Bentuk-bentuk partisipasi anggota koperasi menurut
Röpke (1987) terdiri dari:
7 ASPEK PENILAIAN KOPERASI: Jatidiri Koperasi 10%
Permodalan 15%
Kualitas aktiva Produktif 25%
Manajemen 15%
Efisiensi 10%
Likuiditas 15%
Kemandirian dan Pertumbuhan 10%
TUGAS TERSTRUKTUR:
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah gencar menjalin kerjasama dengan negara asing untuk mengembangkan dan memperkuat peran koperasi di Indonesia.
TUGAS ANDA:
Identifikasi jenis kerjasama yang telah dilakukan dan jelaskan bagaimana implementasinya serta dampak yang ditimbulkan dari kerjasama tersebut (apakah menguntungkan/ tidak
berdampak/ merugikan?). Kaitkan pembahasan dengan ekspor produk pertanian.
Tugas dikirimkan dalam bentuk *pdf dengan format Tugas P-13_Nama_NIM dan dikirimkan paling lambat seminggu setelah penugasan.