• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN TENTANG BUKU FOTO MAKANAN

N/A
N/A
yohanes priyo

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN TENTANG BUKU FOTO MAKANAN"

Copied!
260
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU FOTO MAKANAN

oleh

Tim Survei Konsumsi Makanan Individu

Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kementerian Kesehatan Indonesia Tahun 2014

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkah, rahmat, dan ridhonya sehingga kami dapat menye- lesaikan penyusunan buku foto makanan.

Buku ini disusun sebagai salah satu alat bantu dalam survei konsumsi makanan untuk memperkirakan ukuran dan besar makanan/minuman yang dikonsumsi individu, terutama yang berdasarkan pada metode “mengin- gat makanan yang dikonsumsi selama 24 jam kemarin” atau 24-hour food consumption recall.

Kami menyadari bahwa buku foto makanan ini masih jauh dari sempurna dan masih belum lengkap, oleh kar- ena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan buku ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan buku foto makanan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Amin.

Bogor, 24 Februari 2014

Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinikvv Dr. Siswanto MHP. DTM

(3)

DAFTAR ISI :

Pendahuluan 2

Alur Estimasi Ukuran dan Berat Makanan 3

Langkah- langkah Estimasi Ukuran dan Berat makanan 4

Jenis jenis alat makan 9

A. Makanan Sumber karbohidrat 17

• Beras 18

• Jagung 26

• Sagu 29

• Umbi-umbian 30

• Terigu dan olahan 40

B. Makanan sumber Protein 48

• Daging Sapi/Kambing 49

• Daging Ayam 57

• Ikan Segar 66

• Ikan Pindang 94

• Ikan Asin 96

• Telur 105

• Kacang- kacangan 111

C. Sayuran 119

D. Buah buahan 140

E. Kue kue jajanan 179

F. Makanan Siap Santapi 229

G. Minuman 250

(4)

PENDAHULUAN

Prinsip dari metode recall 1x24 jam dalam pengumpulan data konsumsi makanan adalah menanyakan maka- nan/minuman yang dikonsumsi responden pada hari kemarin. Namun kendalanya adalah kesulitan menda- patkan makanan/minuman yang sudah di konsumsi pada hari kemarin, karena kemungkinan pada saat pe- wawancara datang sudah tidak ditemukan lagi jenis makanan yang sama, kecuali makanan yang setiap hari dikonsumsi di rumahtangga seperti makanan pokok. Oleh karena itu dibuat buku foto makanan yang bertujuan sebagai salah satu alat bantu pewawancara dalam memperkirakan besar/berat ukuran makanan/

minuman yang dikonsumsi responden.

Jenis makanan/minuman di dalam buku foto makanan terdiri dari makanan sumber karbohidrat (padi-padian, umbi-umbian, sagu, tergu dan olahan, protein hewani dan nabati (daging sapi, unggas, telur, kacang-kacan- gan), sayuran, buah, jajanan kue, makanan siap santap dan minuman. Dengan demikian terdapat sekitar 200 buah contoh foto makanan.

(5)

ALUR ESTIMASI UKURAN DAN BERAT MAKANAN

APAKAH ADA SISA/CONTOH MAKANAN DI RUMAH TANGGA?

ADA

TIMBANG

TIDAK ADA

APAKAH ADA DALAM BUKU FOTO MAKANAN?

DIPERKIRAKAN UKURAN DAN BERAT

MAKANAN

DIPERKIRAKAN UKURAN DAN BERAT

MAKANAN

ADA TIDAK ADA

(6)

Langkah- langkah estimasi ukuran dan berat makanan Langkah pertama

Tanyakan apakah masih ada sisa makanan yang dikonsumsi kemarin Bila masih ada, timbang makanan tersebut dan catat beratnya Langkah ke dua

Bila makanan sudah tidak ada di rumah, cek apakah makanan tersebut ada di dalam buku foto maka- nan. Bila ada, pewawancara memperkirakan berat makanan menggunakan buku foto makanan . Bila tidak ada di buku foto makanan lakukan langkah ketiga .

Cara Penggunaan Buku Foto Makanan

Pada buku foto makanan ini, setiap foto makanan dilengkapi dengan berat makanan matang (gram).

Pada beberapa makanan terdapat ukuran dimensinya (panjang atau lebar). Berat makanan yang dican- tumkan adalah berat makanan matang bersih yang sudah diperhitungkan berat yang dapat dimakan (BDD) nya. Untuk makanan yang mengandung tulang seperti jenis ikan, ayam , berat yang tercantum di dalam foto adalah berat bersih tanpa tulang. Demikian juga untuk buah buahan, berat yang tercantum adalah berat bersih tanpa kulit dan biji.

Bila makanan akan dikonversikan ke dalam bentuk mentah, maka berat makanan matang dikalikan dengan factor konversinya tanpa harus menghitung kembali BDD nya. (dapat dilihat pada buku Kon- versi )Untuk makanan komposit maupun makanan siap saji yang terdapat dalam buku foto makanan ini bukan merupakan komposisi yang sudah baku, karena komposisinya dapat berbeda di setiap rumah tangga atau di penjaja makanan di daerah.

(7)

A. Cara memperkirakan berat makanan tunggal/ bukan makanan komposit.

a. Tanyakan jenis makanan yang dikonsumsi.

b. Kemudian tanyakan besar makanan atau volume minumannya berdasarkan ukuran rumah tang- ga yang digunakan (1 mangkok, 1 piring, 1 centong, 1 ekor dsb).

c. Bila dalam foto makanan tertera dimensinya (panjang atau lebar), maka gunakan penggaris un- tuk memperkirakan besar ukurannya sesuai dengan dimensi yang tertera.

Contoh : ikan mas goreng. Pada buku foto terdapat 3 ukuran ikan mas goreng yaitu besar, sedang dan kecil dan ukuran dimensinya. Tunjukkan kepada responden, kira kira ukuran yang mana yang dikonsumsi .

Contoh : Ikan mas goreng ukuran sedang(22x7 cm) = 120 gr

Bila dikonsumsi hanya separuhnya maka berat ikan mas yang dikonsumsi = 1/2 x 120 gram = 60 gram .

B. Cara Memperkirakan berat makanan komposit/campuran.

Pewawancara harus menanyakan komposisi bahan makanannya. Sebab komposisi bahan maka- nan yang terdapat di dalam foto dapat berbeda jenisnya antar rumahtangga atau antar daerah.

Tuliskan rinciannya sesuai dengan yang dimakan responden dan tanyakan jumlah yang dikon- sumsi berdasarkan ukuran rumah tangga

(8)

Contoh : 1 mangkuk sayur sup = 250 gram

Contoh : Mie Bakso (makanan siap santap) = 400 gram

Rincian Komponen URT Berat Matang

Daging sapi 2 sdm 20

Kentang 5 pt 50

Wortel 5 sdm 50

Buncis 3 sdm 30

Air (kuah) - 100

Rincian Komponen URT Berat Matang

Mie basah 1/2 mangkok 100

Bakso sapi 4 bh kecil 20

Tahu 1 pt 40

Sawi hijau 3 sdm 40

Kecap 1 sdm 10

Saos tomat 1/2 sdt 2

Saos cabe 1/2 sdt 2

garam 1/2 sdt 2

kuah - 200

(9)

C. Cara memperkirakan berat makanan jenis kue / jajanan

Untuk jenis makanan berupa kue , pewawancara harus merinci berdasarkan bahan mentahnya. Berat yang tercantum pada buku foto ini adalah berat kue matang. Untuk jenis kue yang terdapat di buku foto ini , resep bahan mentahnya per potong/buah sudah tersedia dalam lampiran resep kue. Bila resep kue tidak terdapat pada lampiran resep kue maka pewawancara harus memperkirakan bahannya per buah/potong kue.

Contoh . Kue apem = 40 gram ( lihat lampiran resep kue)

Langkah ketiga

Bila makanan yang dikonsumsi tidak terdapat dalam buku foto makanan , maka pewawancara harus mencari atau membeli makanan tersebut di warung/penjual terdekat dan menimbangnya. Perhatikan bentuk makanan apakah dalam makanan tersebut mempunyai bagian yang tidak dimakan seperti kulit

Rincian Komponen Bahan Mentah

Kelapa parut 10 g

Telur 15 g

Gula pasir 15 g

Tepung terigu 15 g

Susu kental manis 10 g

(10)

buah, tulang ayam atau tulang ikan. Bila ada bagian makanan yang tidak dimakan maka harus diperhi- tungkan berat yang dapat dimakan (BDD). Daftar Berat yang dapat dimakan ( BDD) dapat dilihat pada buku daftar konversi.

Catatan : Untuk setiap makanan/bahan makanan yang dibeli oleh pewawancara harus dicatat seh- ingga dapat digunakan kembali bila ditemukan makanan yang sama di wilayah tersebut.

(11)

JENIS -JENIS ALAT MAKAN

(12)

Cangkir

Cangkir

(13)

Aneka Gelas

Gelas

(14)

Mangkok

Mangkok

(15)

Piring Bayi

Piring Bayi

(16)

Piring Makan

Piring Makan

(17)

Centong Nasi

Centong Nasi

(18)

Sendok Sayur

Sendok Sayur

(19)

Sendok

Sendok

(20)

A. SUMBER KARBOHIDRAT

(21)

Nasi Putih

(22)

Nasi Putih

(23)

Nasi Tim

(24)

Nasi Tim Ayam

(25)

Bubur Nasi Kental

(26)

Bubur Nasi Encer

(27)

Lontong Polos

(28)

Ketupat

(29)

Nasi Jagung

(30)

Jagung Rebus

(31)

Jagung Pop Corn

(32)

Papeda

(33)

Kentang Rebus

(34)

Perkedel Kentang

(35)

Kentang Balado

(36)

Kentang Goreng Stick

(37)

Talas Kukus

(38)

Talas Goreng

(39)

Talas Belitung

(40)

Ubi Jalar Putih Rebus

(41)

Ubi Jalar Merah Rebus

(42)

Singkong Rebus

(43)

Singkong Parut

(44)

Mie Basah Rebus

(45)

Mie Kering Rebus

(46)

Bihun Rebus

(47)

Mie Aci / Glosor Goreng

(48)

Roti Tawar / Gandum

(49)

Roti Manis

(50)

Roti Tawar

(51)

Pisang Kepok Rebus

(52)

B. SUMBER PROTEIN

(53)

Daging Sapi Goreng / Empal

(54)

Daging Sapi Rendang

(55)

Semur Daging Sapi

(56)

Tumis Sawi

(57)

Daging Burger

(58)

Bakso Rebus

(59)

Abon Sapi

(60)

Daging Rebus

(61)

Ayam Goreng Dada

(62)

Ayam Goreng Paha

(63)

Ayam Goreng Kepala

(64)

Ayam Ceker Rebus

(65)

Rempela Hati Ayam Goreng

(66)

Nugget Goreng

(67)

Sate Hati Ayam

(68)

Ayam Suir

(69)

Sate Usus Ayam

(70)

Ikan Mas Pepes

(71)

Ikan Mas Goreng

(72)

Ikan Kakap Goreng

(73)

Ikan Kakap Kuah

(74)

Ikan Bandeng Goreng

(75)

Ikan Bandeng Kuah

(76)

Ikan Kembung Goreng

(77)

Ikan Belut Goreng

(78)

Ikan Belut Goreng Kecil

(79)

Ikan Bilih Goreng

(80)

Ikan Nila / Mujair Goreng

(81)

Ikan Gurame Goreng

(82)

Ikan Tenggiri Goreng

(83)

Ikan Tenggiri Kuah

(84)

Ikan Lele Goreng

(85)

Ikan Tongkol Segar Goreng

(86)

Ikan Pari Segar Goreng

(87)

Cumi Kuah Sero / Panjang

(88)

Cumi Sotong Rebus

(89)

Udang Goreng

(90)

Ikan Baronang Bakar

(91)

Ikan Bawal Goreng

(92)

Ikan Patin Kuah

(93)

Ikan Teri Segar Goreng

(94)

Bandeng Presto

(95)

Ikan Tenggiri Bumbu Kuning

(96)

Cumi Gulai

(97)

Ikan Sarden Kalengan

(98)

Ikan Tongkol Pindang Goreng

(99)

Ikan Tongkol Pindang Balado

(100)

Ikan Asin Japuh Goreng

(101)

Ikan Asin Peda Goreng

(102)

Ikan Teri Padang Goreng

(103)

Ikan Asin Selar Goreng

(104)

Ikan Asin Sepat Goreng

(105)

Ikan Asin Gabus Goreng

(106)

Ikan Asin Pepetek Goreng

(107)

Ikan Asin Teri Goreng

(108)

Ikan Asin Gabus Goreng

(109)

Telur Ceplok Balado

(110)

Telur Dadar

(111)

Telur Rebus Balado

(112)

Telur Puyuh Rebus

(113)

Daging Kornet

(114)

Kikil Gulai

(115)

Tahu Goreng

(116)

Semur Tahu

(117)

Tempe Goreng

(118)

Tempe Orek

(119)

Bubur Kacang Hijau

(120)

Kacang Tanah Goreng

(121)

Kacang Tanah Rebus

(122)

Kacang Merah / Jogo

(123)

C. SAYURAN

(124)

Sayur Asem

(125)

Sayur Sop

(126)

Sayur Bayam Bening

(127)

Sayur Lodeh

(128)

Tumis Sawi

(129)

Tumis Kacang Panjang

(130)

Gulai Daun Singkong

(131)

Tumis Kangkung

(132)

Tumis Tauge

(133)

Balado Terong

(134)

Urap

(135)

Oyong Rebus

(136)

Wortel Rebus

(137)

Buncis Rebus

(138)

Nangka Muda Rebus

(139)

Labu Siam Rebus

(140)

Ketimun Mentah

(141)

Terong Ungu Bulat

(142)

Terong Bulat Hijau

(143)

D. BUAH

(144)

Alpukat

(145)

Anggur

(146)

Apel Manalagi

(147)

Apel Fuji

(148)

Apel Merah Royal Gala

(149)

Bengkuang

(150)

Belimbing

(151)

Duku

(152)

Durian Lokal

(153)

Durian Montong

(154)

Jambu Air

(155)

Jambu Biji

(156)

Jeruk Bali

(157)

Jeruk Mandarin

(158)

Jeruk Medan

(159)

Kedondong

(160)

Klengkeng

(161)

Kiwi

(162)

Mangga Gedong

(163)

Mangga Harum Manis

(164)

Mangga Indramayu

(165)

Melon

(166)

Naga

(167)

Nanas

(168)

Nangka

(169)

Pear

(170)

Pepaya

(171)

Pisang Ambon / Pisang Meja

(172)

Pisang Emas

(173)

Pisang Raja Sereh

(174)

Pisang Raja Bulu

(175)

Manggis

(176)

Rambutan

(177)

Salak

(178)

Sawo

(179)

Semangka

(180)

Sirsak

(181)

Strawberry

(182)

E. KUE JAJANAN

(183)

Kue Apem

(184)

Bacang

(185)

Bakpia

(186)

Bakwan Sayuran

(187)

Barongko

(188)

Kue Bika Ambon

(189)

Bolu Keju

(190)

Bolu Kukus

(191)

Brownies

(192)

Bubur Sumsum

(193)

Kue Carabikang

(194)

Rempeyek Kacang

(195)

Dadar Gulung

(196)

Donat

(197)

Getuk

(198)

Kue Ali

(199)

Kroket Kentang

(200)

Kue Lapis Pepe

Referensi

Dokumen terkait

Jenis makanan yang dikonsumsi ikan sidat pada fase glass eel , elver dan yellow eel sesuai dengan ukuran bukaan mulut, pertambahan panjang tubuh, perkembangan struktur

betina lebih berat pada ukuran panjang total yang sama dibandingltan ikan jantan... Judul Skripsi : Aspek Biologi Reproduksi, Makanan, dan Pola Pertumbuhan Ikan Biji Nangka

Jumlah makanan yang dikonsumsi satu individu lobster air tawar sampai pada ukuran yang ditangkap yang seharusnya menjadi makanan kompetitor yang kalah bersaing,

1 Sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh pasien menyebabkan adanya biaya yang hilang secara sia-sia dan akan berdampak terhadap anggaran yang digunakan untuk

Metode Kjeldahl, standar yang berterima secara internasional untuk penentuan kandungan nitrogen dan protein pada bahan makanan dan pakan, melibatkan 6 langkah dari sampel hingga

masing negara atau organisasi internasional. b) Penetapan jumlah maksimum makanan laut yang dapat dikonsumsi oleh orang dewasa (berat badan 60 kg) per minggu agar tidak