• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN TENTANG FILSAFAT PRAGMATISME

N/A
N/A
Nisa U

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN TENTANG FILSAFAT PRAGMATISME"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Filsafat pragmatisme merupakan gerakan filsafat Amerika yang memakai akibat-akibat praktis dari pikiran dan kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai-nilai kebenaran. Filsafat ini berusaha menengahi tradisi empiris dan tradisi idealis serta menghubungkan hal yang sangat berarti dalam keduanya.

Menurut William James, filsafat pragmatisme adalah sikap memandang jauh terhadap benda-benda pertama, prinsip-prinsip dan kategori-kategori yang dianggap sangat penting, serta melihat ke depan kepada benda-benda yang terakhir, buah akibat dan fakta-fakta.

Pragmatisme lebih menekankan kepada metode dan pendirian daripada kepada doktrin filsafat yang sistematis. Pragmatisme memakai metode ilmiah modern sebagai dasar suatu filsafat. Ia sangat dekat kepada sains, khususnya biologi dan ilmu-ilmu kemasyarakatan, untuk menghadapi berbagai masalah manusia.

Kelompok pragmatis bersikap kritis terhadap sistem-sistem filsafat sebelumnya seperti bentuk- bentuk aliran materialisme, idealisme, dan realisme. Mereka mengatakan bahwa pada masa lalu, filsafat telah keliru karena mencari hal-hal yang mutlak dan prinsip yang tetap. Kita tidak dapat mengabaikan dunia dan alam yang berubah serta problema-problemanya. Bagi John Dewey, pengalaman adalah pokok. Pengalaman adalah hasil dari pengaruh timbal balik antara organisme dan lingkungannya.

67-71 72-76 77-82

Kemauan untuk Percaya

Dapat juga dinamakan 'hak untuk percaya' bahwa empirisme radikal menekankan aliran kesadaran dan tidak lagi mencari kebutuhan manusia melalui pengalaman. Kesadaran menunjukkan minat dan yang menentukan adalah kemauan, bukan akal. Kemauan menetapkan bagaimana dan apa yang akan kita alami, dengan begitu maka berpikir itu nomor dua sesudah 'mau'. Dunia yang kita alami sebagian besar adalah bikinan kita sendiri.

Ide-ide yang menarik minat perhatian kita cenderung untuk menjauhkan ide-ide yang lain dan menguasai lapangan. Mereka cenderung menemukan ekspresi dalam tindakan-tindakan kita.

Tindakan tersebut menghasilkan keputusan. Bagaimana mereka harus bertindak untuk mengambil keputusan tersebut dan memformulasikan keyakinan mereka? Terdapat situasi di mana orang-orang menghadapi permasalahan yang krusial dan mereka harus mengambil pilihan dan bertindak, karena kegagalan mengambil pilihan berarti telah memihak kepada salah satu alternatif. Jika masalahnya adalah kehidupan dan harus segera dilakukan, orang harus bertindak walaupun tidak mempunyai kejelasan yang dapat dipakai dasar untuk mengambil keputusan.

Itulah yang dibahas dalam doktrin James bahwa orang punya kehendak untuk percaya, di mana suatu pengambilan keputusan diharuskan oleh situasi. Jika kemauan untuk percaya mendorong kepada pengambilan keputusan dan bertindak, kemauan tersebut membawa kita kepada penemuan dan keyakinan.

(2)

Menurut James, dalam bermacam-macam pengalaman kehidupan, manusia mempunyai hubungan dengan suatu zat yang lebih (the 'more'). Mereka menunjukkan sikap bersandarnya kepada zat tersebut dalam sembahyang dan doa yang membawakan ketenangan, kebahagiaan, dan ketenteraman. Dalam arti keagamaan, Tuhan adalah pendukung yang murah hati dalam pengalaman manusia.

James terpengaruh oleh hal-hal yang baru, kemerdekaan, kemauan individualitas, dan ketidakseragaman. Ia menekankan pendapat bahwa Tuhan itu terbatas. Terdapat kemungkinan- kemungkinan yang riil, baik kejahatan maupun kebaikan. Menurut James, tak mungkin ada Tuhan yang maha baik dan maha kuasa. Walaupun demikian, Tuhan itu bermoral dan bersahabat sehingga manusia dapat bekerja sama dengan Tuhan dalam menciptakan dunia yang lebih baik.

JOHN DEWEY

Makin besar dan kuatnya pragmatisme secara terus menerus adalah berkat tulisan-tulisan John Dewey. Bagi Dewey, istilah instrumentalisme dianggap lebih tepat dari istilah pragmatisme, akan tetapi keduanya tetap dipakai. Dewey bersikap kritis terhadap filsafat klasik dan tradisional yang mencari zat yang tetap (immutable). Filsafat semacam itu telah memperkecil atau menganggap rendah pengalaman manusia.

Dewey mengatakan bahwa manusia telah memakai dua metode untuk menghindari bahaya dan mencapai keamanan. Metode pertama adalah dengan melunakkan atau minta damai kepada kekuatan-kekuatan di sekitarnya dengan upacara-upacara keagamaan, kurban, berdoa, dan lain-lain.

Metode kedua adalah dengan menciptakan alat untuk mengontrol kekuatan-kekuatan alam bagi maslahat manusia. Ini adalah jalannya sains, industri, dan seni. Cara inilah yang disetujui Dewey.

Tujuan filsafat adalah untuk mengatur kehidupan dan aktivitas manusia secara lebih baik, untuk di dunia, dan sekarang. Metoda yang diperlukan adalah penyelidikan eksperimental yang diarahkan oleh penyelidikan empiris.

A. Pengalaman dan Dunia yang Berubah

Experience (pengalaman) adalah salah satu dari kata kunci dalam filsafat instrumentalisme.

Dewey mengatakan bahwa pengalaman bukannya suatu tabir yang menutupi manusia sehingga tidak melihat alam; pengalaman adalah satu-satunya jalan bagi manusia untuk memasuki rahasia-rahasia alam. Dewey menganggap persoalan evolusi, relativitas, dan proses waktu secara sangat serius. Dunia ini masing-masing tetap dalam penciptaan dan selalu bergerak ke muka. Pandangan tentang dunia tersebut sangat bertentangan dengan gambaran realitas yang tetap dan permanen yang ditemukan pada filsuf Yunani dan Abad Pertengahan.

Menurut Dewey, kita ini hidup dalam dunia yang belum selesai penciptaannya. Sikap Dewey dapat dipahami dengan sebaik-baiknya dengan meneliti tiga aspek dari filsafat instrumentalismenya. Pertama, temporalisme berarti bahwa ada gerak dan kemajuan yang riil dalam waktu. Kedua, futurisme mendorong kita untuk melihat hari esok dan tidak kepada hari kemarin. Ketiga, meliorisme, berarti bahwa dunia dapat dibuat lebih baik dengan tenaga kita.

B. Metode Kecerdasan

Semua pemikiran dan semua konsep, doktrin, logika, dan filsafat merupakan alat pertahanan bagi manusia dalam perjuangan untuk kehidupan. Intelegensi adalah alat untuk mencapai tujuan yang dicari oleh masyarakat. Ide adalah rencana tindakan yang harus dilakukan.

(3)

Tujuan dan pemikiran adalah untuk membentuk kembali realitas yang telah dialami dengan teknik eksperimen.

C. Kemerdekaan Kemauan dan Kebudayaan

Manusia dan alam selalu saling bersandar. Alam dapat dipikirkan dan dipahami, alam tidak hanya sesuatu yang harus diterima dan dimanfaatkan, tetapi sesuatu yang harus diubah dan dikontrol dengan eksperimen. Dewey dengan kelompok instrumentalis modern adalah pembela yang gigih dari kemerdekaan dan demokrasi. Ia juga pembela hak-hak sipil dan politik, seperti kemerdekaan berbicara, berserikat, dan pers.

D. Suatu Kepercayaan Umum

Dewey dan banyak pengikutnya menolak supernaturalisme dan mendasarkan nilai-nilai moral dan agama atas dasar hubungan duniawi dari manusia. Dewey mengecam lembaga- lembaga gereja tradisional, dengan tekanannya kepada ritus yang tak berubah dan dogma yang otoriter. Ia memakai kata sifat religious untuk melukiskan nilai-nilai yang menyempurnakan dan memperkaya kepribadian seseorang. Dengan begitu, maka segala tindakan yang diambil demi suatu cita-cita karena keyakinan atas nilai-nilai yang benar, adalah tindakan yang bersifat religious. Istilah Tuhan dapat dipakai untuk menunjukkan kesatuan segala maksud yang ideal, dalam kecondongannya untuk membangkitkan kemauan dan tindakan.

GEORGE HERBERT MEAD

Di kalangan sosiolog Amerika Klasik, George Herbert Mead (1863- 1931) adalah orang yang paling banyak melanjutkan warisan kaum pragmatis. Selama menempuh pendidikannya di Universitas Chicago, Mead banyak belajar dan mendapat pengaruh dari William James tentang konsep diri dan John Dewey tentang konsep isyarat. John Dewey merupakan teman dan koleganya, sedangkan William James merupakan sahabat dari John Dewey.

Mead juga belajar di Jerman, ia bekerja dengan seorang filsuf neo-Kantian terkemuka, Wilhelm Diltthey, dan berusaha menghasilkan pemikiran sosial Jerman dengan pragmatisme Amerika. Hal ini menjadi dasar interaksionisme simbolik yang berusaha menawarkan pemahaman yang baru tentang subjektivitas sebagai suatu yang terbentuk secara sosial. Mead memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan pragmatisme dalam hubungannya dengan psikologi dan pengetahuan kemasyarakatan. Ia mengatakan bahwa, “jiwa dan akal individual berkembang dalam lingkungan sosial dimana komunikasi dan interaksi sangat penting”.

Referensi

Dokumen terkait

hal umum dalam berbagai bidang pengalaman manusia, filsafat lebih bersifat sintetis dan kalaupun analitis maka analisanya memasuki dimensi kehidupan secara

Disini penulis mencoba untuk membuka tabir yang menutupi rahasia Allah tentang melalui ruh ku Allah mengetahui bahwa manusia tidak dapat menahan dorongan hawa nafsu, dari

Sains sekuler melihat sumber ilmu itu dari manusia diperoleh dengan jalan mengendalikan rasio dan pengalaman yang dilaluinya, untuk sempurnanya pendapat ini menurut

Di sini penulis mencoba membuka tabir yang menutupi rahasia tentang sebesar apa sebenarnya wujud Allah, ketika Allah masuk ke dalam tubuh manusia, berdasarkan kepada

Di sini penulis mencoba membuka tabir yang menutupi rahasia tentang dalam masalah kalau Allah hidup kekal, apakah manusia juga akan kekal, karena didalam wujud Allah dan didalam

Di sini penulis mencoba membuka tabir yang menutupi rahasia tentang sudah kita bertemu, berbicara dan melihat Allah langsung, atau hanya sebagai pekerjaan rutin saja, dari

Rasa ingin tahu thp rahasia alam ---pengamatan dan pengalaman ---tidak menjawab semua masalah3.

Bidang utama dalam ilmu filsafat, seperti filsafat manusia, alam dunia, pengetahuan, kehutanan, moral dan sosial, kemudian disusunlah uraian