• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN TENTANG SURAT DAKWAAN

N/A
N/A
Panitera Muda Pidana

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN TENTANG SURAT DAKWAAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA

KEJAKSAAN NEGERI DAIRI

Jl. Sisingamangaraja No. 162 Sidikalang Kabupaten Dairi

“Demi Keadilan dan Kebenaran Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”

P-29

SURAT DAKWAAN

No. Reg. Perk : PDM-94/L.2.20/Eoh.2/08/2023 A. IDENTITAS TERDAKWA :

Nama Lengkap : Ucok Sansardi Tamba

Tempat Lahir : P. Siantar

Umur / Tgl Lahir : 41 Tahun / 04 Juni 1982

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia

Alamat : Dusun Napan Belang Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi

Agama : Kristen

Pekerjaan : Wiraswasta

Pendidikan : SMP (Tidak Tamat)

B. PENAHANAN :

Ditahan Penyidik : Rutan, sejak tanggal 20-06-2023 s/d 09-07-2023 Perpanjangan Penahanan PU : Rutan, sejak tanggal 10-07-2023 s/d 18-08-2023 Ditahan PU : Rutan, sejak tanggal 16-08-2023 s/d 04-09-2023 C. DAKWAAN :

PRIMAIR :

--- Bahwa Terdakwa Ucok Sansardi Tamba pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 sekira pukul 09.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni tahun 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam tahun 2023, bertempat di Jalan Perladangan Dusun Napan Belang Soban Desa Soban Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi atau setidak-tidaknya pada suatu tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sidikalang, melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, terhadap Saksi Korban Bernandus Tamba, yang dilakukan Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut: --- --- Bahwa berawal Pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 sekira pukul 09.00 WIB di Jalan Perladangan Soban Dusun Napan Belang Desa Soban Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi tepatnya di perladangan milik Terdakwa, Terdakwa sedang memotong dahan batang pohon alpukat dilokasi perbatasan perladangan milik Terdakwa dengan saksi korban Bernandus Tamba dengan menggunakan sebilah kampak dan sebilah besi bulat Panjang. Pohon alpukat yang Terdakwa potong dahan batangnya merupakan milik saksi korban yang mana dahan batang pohon alpukat tersebut berada diatas lahan perladangan milik Terdakwa. Setelah Terdakwa selesai memotong dahan batang pohon alpukat tersebut, lalu datang saksi korban menemui Terdakwa dan berkata : “mananya pengetua desa yang kamu maksud itu?” lalu Terdakwa menjawab : “untuk apa lagi itu, karena sudah selesai masalah” kemudian saksi korban berkata “tidak usah banyak kali gayamu, kau pun masih barunya datang kekampung ini” lalu terdakwa menjawab “apa rupanya bedanya itu”, kemudian Terdakwa melihat saksi korban mengambil sebatang kayu yang berada diatas tanah lalu saksi korban menghampiri Terdakwa hingga posisi Terdakwa dan saksi korban berdiri berhadapan diatas tanah perbatasan perladangan antara Terdakwa dengan saksi korban. Selanjutnya saksi korban langsung memukulkan sebatang kayu tersebut kearah kepala Terdakwa, namun saat itu tangan sebelah kiri Terdakwa yang memegang sebilah besi langsung menangkis pukulan dari saksi korban tersebut, sambil tangan sebelah kanan Terdakwa yang memegang sebilah kampak langsung membacokkan dengan cara menganyunkan sebilah kampak kearah bagian perut saksi korban sehingga membuat saksi korban langsung terjatuh keatas tanah. Lalu saksi korban berkata kepada Terdakwa “kau bacok aku diladangku ya, kau tunggu

Hal. 1 dari 4

(2)

ya”. Setelah itu saksi korban bangkit berdiri dan berlari meninggalkan Terdakwa sambil berteriak

“amang boru tolong”, lalu Terdakwa langsung berlari mengejar saksi korban dari belakang. Setelah itu saksi korban tiba-tiba berhenti dan memutarkan tubuhnya menghadap kearah Terdakwa, lalu Terdakwa langsung memukul saksi korban dengan cara menganyunkan sebilah besi panjang yang Terdakwa pegang ditangan sebelah kiri Terdakwa kearah bahu saksi korban, namun saksi korban dapat menangkis pukulan tersebut dengan menggunakan kedua tangannya, sehingga terjadi saling tarik menarik terhadap sebilah besi panjang tersebut. Pada saat saling tarik menarik kemudian Terdakwa memeluk tubuh saksi korban sembari Terdakwa membacok saksi korban dengan cara Terdakwa mengayunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang ditangan sebelah kanan Terdakwa kearah bagian punggung tubuh belakang saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Lalu Terdakwa langsung melepaskan sebilah besi panjang tersebut dari tangan sebelah kiri Terdakwa hingga membuat saksi korban langsung terjatuh kebelakang. Setelah itu saksi korban kembali bangkit berdiri lalu Terdakwa langsung menendang kearah alat kelamin saksi korban dengan cara menggunakan kaki sebelah kanan Terdakwa sebanyak 3 (tiga) kali hingga membuat saksi korban kembali terjatuh dengan posisi tersungkur menghadap ketanah. Setelah itu Terdakwa kembali hendak membacokan sebilah kampak yang Terdakwa pegang kearah saksi korban, namun tiba- tiba saksi korban yang masih terbaring diatas tanah langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah Terdakwa dan kemudian saksi korban langsung memukulkan kepala Terdakwa dengan menggunakan sebilah besi panjang milik Terdakwa yang sebelumnya tadi ditarik oleh saksi korban.

Setelah itu saksi korban berusaha bangkit berdiri kemudian Terdakwa langsung membacok saksi korban dengan cara menganyunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang pada tangan kanan Terdakwa kearah bagian kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali, namun saksi korban tetap berusaha untuk bangkit berdiri dengan posisi saksi korban merangkak diatas tanah. Setelah itu Terdakwa langsung menendang saksi korban dengan cara menganyunkan kaki kanan Terdakwa kearah perut saski korban sebanyak 1 (satu) kali, hingga membuat saksi korban kembali terbaring diatas tanah. Lalu dengan posisi saksi korban dalam posisi berbaring miring diatas tanah, kemudian Terdakwa kembali lagi membacok saksi korban dengan cara Terdakwa mengayunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang pada tangan kanan Terdakwa kearah bagian tubuh belakang dibawah ketiak tangan sebelah kiri saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Setelah itu Terdakwa juga langsung membacokan sebilah kampak tersebut kearah ketiak lengan tangan sebelah kiri saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Setelah itu saksi korban merayap diatas tanah sambil berteriak “amang boru tolong” sambil pergi meninggalkan Terdakwa. Setelah itu Terdakwa pergi ke Kantor Polres Dairi untuk menyerahkan diri.--- ---Bahwa akibat perbuatan Terdakwa maka saksi korban mengalami luka berdasarkan Surat Visum Et RePertum Nomor : 2304/RSUD/VII/Rhs/VER/2023, tanggal 03 Juli 2023 yang ditanda tangani oleh Dokter Pemerintah antas nama dr. Kiki Maria Mahdalena Hasibuan dengan Hasil Pemeriksaan sebagai berikut :

- Luka robek pada kepala depan atas kanan dengan ukuran + 3,5cm x 0,3cm x 0,5cm.

- Luka robek pada kepala atas kanan dengan ukuran + 4cm x 0,3cm x 0,3cm.

- Luka lecet pada leher kanan dengan ukuran + 0,5cm x 0,5cm.

- Bengkak menonjol pada kepala kanan belakang dengan ukuran + 3,5cm x 3,5cm x 0,7cm.

- Luka robek pada daerah bawah ketiak kiri dengan ukuran + 7cm × 4cm x 3cm.

- Luka robek pada punggung kiri luar tengah dengan ukuran + 2cm × 1cm x 0,5cm.

- Luka robek pada perut kiri atas dengan ukuran + 4cm x 0,5cm x 0,3cm.

- Luka lecet pada daerah punggung kiri sampai perut kiri tengah dengan ukuran + 18cm x 0,3cm..

Kesimpulan : Perubahan – perubahan tersebut diatas diduga disebabkan oleh karena persentuhan dengan benda

tajam.--- --- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (2) KUHP. --- SUBSIDIAIR :

--- Bahwa Terdakwa Ucok Sansardi Tamba pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 sekira pukul 09.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni tahun 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam tahun 2023, bertempat di Jalan Perladangan Dusun Napan Belang Soban Desa Soban Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi atau setidak-tidaknya pada suatu tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sidikalang, melakukan penganiayaan, terhadap

Hal. 2 dari 4

(3)

Saksi Korban Bernandus Tamba, yang dilakukan Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

---

--- Bahwa berawal Pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 sekira pukul 09.00 WIB di Jalan Perladangan Soban Dusun Napan Belang Desa Soban Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi tepatnya di perladangan milik Terdakwa, Terdakwa sedang memotong dahan batang pohon alpukat dilokasi perbatasan perladangan milik Terdakwa dengan saksi korban Bernandus Tamba dengan menggunakan sebilah kampak dan sebilah besi bulat Panjang. Pohon alpukat yang Terdakwa potong dahan batangnya merupakan milik saksi korban yang mana dahan batang pohon alpukat tersebut berada diatas lahan perladangan milik Terdakwa. Setelah Terdakwa selesai memotong dahan batang pohon alpukat tersebut, lalu datang saksi korban menemui Terdakwa dan berkata : “mananya pengetua desa yang kamu maksud itu?” lalu Terdakwa menjawab : “untuk apa lagi itu, karena sudah selesai masalah” kemudian saksi korban berkata “tidak usah banyak kali gayamu, kau pun masih barunya datang kekampung ini” lalu terdakwa menjawab “apa rupanya bedanya itu”, kemudian Terdakwa melihat saksi korban mengambil sebatang kayu yang berada diatas tanah lalu saksi korban menghampiri Terdakwa hingga posisi Terdakwa dan saksi korban berdiri berhadapan diatas tanah perbatasan perladangan antara Terdakwa dengan saksi korban. Selanjutnya saksi korban langsung memukulkan sebatang kayu tersebut kearah kepala Terdakwa, namun saat itu tangan sebelah kiri Terdakwa yang memegang sebilah besi langsung menangkis pukulan dari saksi korban tersebut, sambil tangan sebelah kanan Terdakwa yang memegang sebilah kampak langsung membacokkan dengan cara menganyunkan sebilah kampak kearah bagian perut saksi korban sehingga membuat saksi korban langsung terjatuh keatas tanah. Lalu saksi korban berkata kepada Terdakwa “kau bacok aku diladangku ya, kau tunggu ya”. Setelah itu saksi korban bangkit berdiri dan berlari meninggalkan Terdakwa sambil berteriak

“amang boru tolong”, lalu Terdakwa langsung berlari mengejar saksi korban dari belakang. Setelah itu saksi korban tiba-tiba berhenti dan memutarkan tubuhnya menghadap kearah Terdakwa, lalu Terdakwa langsung memukul saksi korban dengan cara menganyunkan sebilah besi panjang yang Terdakwa pegang ditangan sebelah kiri Terdakwa kearah bahu saksi korban, namun saksi korban dapat menangkis pukulan tersebut dengan menggunakan kedua tangannya, sehingga terjadi saling tarik menarik terhadap sebilah besi panjang tersebut. Pada saat saling tarik menarik kemudian Terdakwa memeluk tubuh saksi korban sembari Terdakwa membacok saksi korban dengan cara Terdakwa mengayunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang ditangan sebelah kanan Terdakwa kearah bagian punggung tubuh belakang saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Lalu Terdakwa langsung melepaskan sebilah besi panjang tersebut dari tangan sebelah kiri Terdakwa hingga membuat saksi korban langsung terjatuh kebelakang. Setelah itu saksi korban kembali bangkit berdiri lalu Terdakwa langsung menendang kearah alat kelamin saksi korban dengan cara menggunakan kaki sebelah kanan Terdakwa sebanyak 3 (tiga) kali hingga membuat saksi korban kembali terjatuh dengan posisi tersungkur menghadap ketanah. Setelah itu Terdakwa kembali hendak membacokan sebilah kampak yang Terdakwa pegang kearah saksi korban, namun tiba- tiba saksi korban yang masih terbaring diatas tanah langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah Terdakwa dan kemudian saksi korban langsung memukulkan kepala Terdakwa dengan menggunakan sebilah besi panjang milik Terdakwa yang sebelumnya tadi ditarik oleh saksi korban.

Setelah itu saksi korban berusaha bangkit berdiri kemudian Terdakwa langsung membacok saksi korban dengan cara menganyunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang pada tangan kanan Terdakwa kearah bagian kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali, namun saksi korban tetap berusaha untuk bangkit berdiri dengan posisi saksi korban merangkak diatas tanah. Setelah itu Terdakwa langsung menendang saksi korban dengan cara menganyunkan kaki kanan Terdakwa kearah perut saski korban sebanyak 1 (satu) kali, hingga membuat saksi korban kembali terbaring diatas tanah. Lalu dengan posisi saksi korban dalam posisi berbaring miring diatas tanah, kemudian Terdakwa kembali lagi membacok saksi korban dengan cara Terdakwa mengayunkan sebilah kampak yang Terdakwa pegang pada tangan kanan Terdakwa kearah bagian tubuh belakang dibawah ketiak tangan sebelah kiri saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Setelah itu Terdakwa juga langsung membacokan sebilah kampak tersebut kearah ketiak lengan tangan sebelah kiri saksi korban sebanyak 1 (satu) kali. Setelah itu saksi korban merayap diatas tanah sambil berteriak “amang boru tolong” sambil pergi meninggalkan Terdakwa. Setelah itu Terdakwa pergi ke Kantor Polres Dairi untuk menyerahkan diri.--- ---Bahwa akibat perbuatan Terdakwa maka saksi korban mengalami luka berdasarkan Surat Visum Et RePertum Nomor : 2304/RSUD/VII/Rhs/VER/2023, tanggal 03 Juli 2023 yang ditanda tangani oleh Dokter Pemerintah antas nama dr. Kiki Maria Mahdalena Hasibuan dengan Hasil Pemeriksaan sebagai berikut :

Hal. 3 dari 4

(4)

- Luka robek pada kepala depan atas kanan dengan ukuran + 3,5cm x 0,3cm x 0,5cm.

- Luka robek pada kepala atas kanan dengan ukuran + 4cm x 0,3cm x 0,3cm.

- Luka lecet pada leher kanan dengan ukuran + 0,5cm x 0,5cm.

- Bengkak menonjol pada kepala kanan belakang dengan ukuran + 3,5cm x 3,5cm x 0,7cm.

- Luka robek pada daerah bawah ketiak kiri dengan ukuran + 7cm × 4cm x 3cm.

- Luka robek pada punggung kiri luar tengah dengan ukuran + 2cm × 1cm x 0,5cm.

- Luka robek pada perut kiri atas dengan ukuran + 4cm x 0,5cm x 0,3cm.

- Luka lecet pada daerah punggung kiri sampai perut kiri tengah dengan ukuran + 18cm x 0,3 cm.

Kesimpulan : Perubahan – perubahan tersebut diatas diduga disebabkan oleh karena persentuhan dengan benda

tajam.--- --- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP. ---

Sidikalang, 16 Agustus 2023 Penuntut Umum

Junjung Simbolon, S.H.

Ajun Jaksa Madya NIP. 19971021 202012 1 007

Hal. 4 dari 4

Referensi

Dokumen terkait

Roy Hitler Manalu turun dari sepeda Motor, yang kemudian terdakwa langsung meninju pelipis bawah mata kiri saksi Roy Hitler Manalu sebanyak 2 (dua) kali, dan memukul

Bahwa akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban Nursiah Purba mengalami luka memar warna kemerahan di atas pergelangan tangan kiri, luka memar kemerahan di

Bahwa benar atas jawaban tersebut, Terdakwa emosi dan langsung memukul Saksi-1 menggunakan tangan kanan mengepal mengenai pipi kiri sebanyak 1 (satu) kali, menggunakan

Karena Saksi- 1 hanya diam dan tidak menjawab Terdakwa menjadi emosi dan langsung memukul menggunakan tangan kanan dan tangan kiri mengepal menggunakan sarung

Setelah be~asil mendapatkan uang dan buku tabungan milik Jap Kiong Jun (korban 1), Terdakwa dan saksi Eko Sentosa anak Bong Kim Siong langsung melarikan diri melalui

Pada saat seluruh saksi dan juga Korban sudah pada posisi berdiri, kemudian Terdakwa ARIS langsung memukul perut Korban Zidan Muhammad Faza sebanyak 1 Satu kali menggunakan tangan kanan