96. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” 41:33
Dan apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Kami beriman kepadanya, sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami.
Sungguh, sebelumnya kami adalah orang muslim.” 28:53
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek mo-yangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, agar Rasul (Mu-hammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.
Maka laksanakanlah shalat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah.
Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pe-lindung dan sebaik-baik penolong. 22:78 Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang Muslim, 27:91
Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim. 15:2
Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang Muslim (berserah diri).” 10:72
Dan Musa berkata, “Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri).” 10:84
97. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui. 33:34
اًريِبَخ اًفيِطَل َناَك َ للٱ لنِإ ِۚةَمْكِحْلٱَو ِ للٱ ِتَٰياَء ْنِم لنُكِتوُيُب ىِف ٰىَلْتُي اَم َنْرُكْذٱَو
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui.
Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. 24:34
24:36. (Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,
Nabi Muhammad Rasulullah:
o MEMBACAKAN AYAT-AYATNYA AL QUR'AN
o MENYUCIKAN/MENCERDASKAN KAMU
o MENGAJARKAN AL QUR'AN DAN HIKMAH
o MENGAJARKAN APA YG BELUM KAMU KETAHUI
2:151. "Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah, serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui."
3:164. Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah, meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
2:129. Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya.
Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (rasul).
Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zhalim. 10:39
Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang shalih) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 4:26
2:101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu. 2:13
24:48. Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak.
24:51. Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata,
“Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dijadikannya Rasul dari kalangan manusia itu agar dapat di ikuti/di contoh oleh manusia lainnya. Rasul mencontohkan secara langsung dlm kehidupannya, bagaimana seorang muslim menerjemahkan petunjuk Al Qur'an dlm kehidupannya sehari-hari (PRAKTEK/MELAKONI). Beliau bukan membuat petunjuk, beliau hanya menyampaikan petunjuk itu kepada manusia.
5:99. Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
Semua Rasul adalah USWATUNHASANAH, menjadi teladan bagi umat manusia untuk dicontoh. Seorang Rasul Diutus dimuka bumi tentunya menjadi Karunia terbesar bagi umat manusia,
33:21."Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
68:4. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.” 7:158
13:43. Dan orang-orang kafir berkata, “Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.”
Katakanlah, “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.”
Dalam mempelajari dan mengamalkannya maka rasul sudah mencontohkannya (USWATUN HASANAH)
oleh karena itulah,didalam Al qur'an diperintahkan untuk menapaki jalan orang orang sholeh terdahulu, jalan ORANG-ORANG yang diberi nikmat,
1:6-7. Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang orang yg telah Engkau anugerahkan Nikmat atas Mereka, bukan jalan yang di murkai atas mereka dan bukan pula mereka yang sesat.
MEREKA YANG DI ANUGERAHKAN NIKMAT itu?
4:69... orang-orang yang Allah BERI NIKMAT ATAS MEREKA dari NABI-NABI DAN SIDDIQIIN, DAN SYUHADA, DAN SHOLIKHIN (orang-orang sholeh). Sangat baik mereka dalam pergaulan.
NABI NABI itu?
19:58. 'Itulah orang-orang yang Allah beri nikmat atas mereka dari NABI NABI; DARI KETURUNAN ADAM, DAN DARI YANG KAMI BAWA BERSAMA NUH DAN DARI KETURUNAN IBRAHIM DAN ISRAIL DAN DARI YANG KAMI BERI PETUNJUK DAN YANG KAMI PILIH. ....
MEREKA YANG DIMURKAI DAN YANG SESAT?
19:59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang MENYIA-NYIAKAN SHALAT DAN MEMPERTURUTKAN HAWA NAFSUNYA MAKA MEREKA KELAK AKAN MENEMUI KESESATAN.
SEKIRANYA (DULU) AKU MENGAMBIL JALAN BERSAMA RASUL.. Qs. 25:26- 31
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zhalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! SEKIRANYA (DULU) AKU MENGAMBIL JALAN BERSAMA RASUL.
Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.”
Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.”
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa.
Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
Seorang Rasul adalah pemimpin bagi kaumnya yg beriman.
21:73. Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.
Dan bagi setiap kaum/Umat ada orang yang memberi petunjuk.
13:7. Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
98. Perbedaan orang yang beriman dgn orang munafik, 29:11.
Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang- orang yang munafik..
Orang beriman;
Allah mengetahui bahwa engkau (Muhammad) benar-benar Rasul-Nya;
Dan orang yang beriman sudah pasti mengakui bahwa Muhammad Rasul Allah (Rasulullah)
Kami bersumpah
“Kami mengakui, bahwa engkau (Muhammad) adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya;
Orang beriman pastinya Sholat.
Orang munafik;
24:47. Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul (Muhammad), dan kami menaati.” Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.
Orang munafik pun sama bersumpah; “Kami mengakui, bahwa engkau (Muhammad) adalah Rasul Allah.” TETAPI SUMPAHNYA ITU HANYA UNTUK PERISAI;
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang- halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti.
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yg sangat takut (kepadamu). 9:56
Orang munafik juga sama sholat, TETAPI Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. 4:142
9:54. .... mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir).
4:143
... dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan. 9:45 Al-Munafiqun 63:1
َنوُبِذ َٰكَل َنيِقِفَٰنُمْلٱ لنِإ ُدَهْشَي ُ للٱَو ۥُهُلوُسَرَل َكلنِإ ُمَلْعَي ُ للٱَو ِۗ للٱ ُلوُسَرَل َكلنِإ ُدَهْشَن ۟اوُلاَق َنوُقِفَٰنُمْلٱ َكَءاَج اَذِإ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar- benar pendusta.
Al-Munafiqun 63:2
َنوُلَمْعَي ۟اوُناَك اَم َءاَس ْمُهلنِإ ِۚ للٱ ِليِبَس نَع ۟اوّدَصَف ًةلنُج ْمُهَن َٰمْيَأ ۟آوُذَخلتٱ
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang- halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
Al-Munafiqun 63:3
َنوُهَقْفَي َل ْمُهَف ْمِهِبوُلُق ٰىَلَع َعِبُطَف ۟اوُرَفَك لمُث ۟اوُنَماَء ْمُهلنَأِب َكِل َٰذ
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti.
Golongan munafik adalah kawanan yang berbahaya. Bahaya yang mereka ciptakan lebih berbahaya dari bahaya yang diciptakan musuh yang memiliki wujud yang jelas.
Oleh sebab itu, Allah menyebut mereka dengan “MEREKA ADALAH MUSUH, MAKA BERHATI-HATILAH,” Allah tidak menyebut mereka dengan “Mereka adalah bagian dari musuh.”
Golongan munafik adalah segolongan manusia yang menyusup ke tengah barisan orang- orang beriman. Mereka memiliki banyak topeng palsu untuk melindungi wujud asli mereka demi menyukseskan misi penghancuran barisan kaum muslimin melalui jalur internal.
Golongan munafik yang berada dalam tubuh umat Islam menyimpan banyak strategi dan siasat yang begitu licik tanpa peduli halal-haram. mereka adalah mata-mata yang
menyesatkan. Mereka adalah mata orang-orang kafir dan musuh Islam yang sengaja ditanam. Mereka akan selalu mencari celah untuk merusak tatanan kehidupan, mental spiritual, dan persatuan kaum muslimin.
Golongan munafik adalah golongan penduduk bumi yang paling keji. Mereka sangat membahayakan Islam dan kaum muslimin.
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4)
Golongan munafik adalah musuh. Mereka adalah musuh nyata yang sangat membahayakan umat Islam. Oleh sebab itu, keberadaan mereka di tubuh umat ini harus segera diungkap. Identitas mereka harus segera diungkap. Strategi-strategi mereka dalam menghancurkan persatuan umat harus segera dibongkar.
Golongan munafik adalah segolongan manusia yang menampakkan wajah Islam namun menyembunyikan kekafiran. Golongan munafik pada aslinya bukanlah golongan orang- orang mukmin. Semua pencitraan yang dilakukan oleh orang-orang munafik membawa misi membuat kerusakan, fitnah, mengacaukan serta memperburuk citra Islam dan kaum muslimin.
“Allah menyebut golongan munafik di dalam al-Quran lebih banyak dari menyebut kaum Yahudi, sebab golongan munafik menggunakan perantara-perantara syar’i untuk menghancurkan prinsip dasar Islam. Keberadaan mereka tersamarkan dari khalayak.”
Golongan munafik adalah kawanan yang berbahaya. Bahaya yang mereka ciptakan lebih berbahaya dari bahaya yang diciptakan musuh yang memiliki wujud yang jelas.
Oleh sebab itu, Allah menyebut mereka dengan “Mereka adalah musuh, maka berhati- hatilah,” Allah tidak menyebut mereka dengan “Mereka adalah bagian dari musuh.”
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah: 9)
Allah telah mengungkap banyak sifat munafik di banyak tempat dalam al-Quran. Sifat- sifat munafik yang ditunjukkan oleh Allah inilah yang dapat dijadikan acuan bagi orang mukmin untuk mendeteksi keberadaan mereka di balik persembunyiannya di dalam tubuh barisan kaum muslimin
99. Kitab Diri (Al Qur'an yang hidup)
Pada saat diri beribadah kepada Allah yang ada adalah KETIADAAN DIRI, ketika diri ingkar kepada Allah yang ada adalah KEAKUAN DIRI.
Bagaimana kita menyatakan bahwa sejatinya diri manusia ada seutuhnya...? Bukankah manusia itu hanya mayat-mayat yang berjalan?
Dzohir bathin ini adalah milik Allah bahkan tidak ada lagi yang disebut DIRI DAN KEAKUAN DIRI bila kita telah memahami ANTA MAUTU QOBLA MAUTU.
Tangan ini milik Allah kaki inipun milik Allah mata, telinga bahkan semuanya adalah milik Allah Tuhan semesta alam. Lalu apa yang memberatkan kita mengembalikan semuanya kepada Allah?
Ingatlah...! Ketika kita datang kepada-Nya dengan rasa kaya maka kita akan pulang dengan kebangkrutan, ketika kita datang pada-Nya dengan rasa miskin maka kita akan pulang dengan kekayaan yang sesungguhnya.
Al Qur'an adalah penuntun jalan yang benar bukan hanya tulisan yang menuntun ke jalan yang benar! Dan pahamilah!
Didalam Al Qur'an ada ayat yang jelas-jelas menyebutkan bahwa Al Qur'an itu diturunkan oleh Allah didalam diri manusia dengan menggunakan istilah Hati atau Dada.
"Katakanlah! Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) kedalam hatimu dengan seijin Allah. Membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman".Qs 2:97
" Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkan Al Qur'an (di Dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya." Qs75:17
Al Qur'an yang dimaksudkan oleh Allah ini bukanlah berbentuk kitab yang berjilid, Al Qur'an yang kami maksud adalah berbentuk JAUHAR yang sulit untuk di lihat dengan mata kasar. Al Qur'an yang dimaksudkan tersebut adalah berbentuk DZAT, karena Basits itu adalah sebagian dari DZAT yang diwahyukan oleh Allah. dan sesuai dengan asma Allah yang ma'nawiyah.
Setiap apa yang dikatakan Al Qur'an itu adalah Qodim(kalam Qodim), hal ini berarti Al Qur'an itu bersifat Qidam. Jika Al Qur'an bersifat Qidam maka Al Qur'an bukanlah Muhadats(yang baru). Sebab yang baru itu adalah mahluk yang diciptakannya, dan yang diciptakan jika ia berbentuk Ruh maka jelas ia mahluk.
Pandangan sebagian Ulama menyatakan bahwa Al Qur'an itu adalah Qodim yaitu awal tidak ada permulaannya, artinya kalam yang Qodim yang menjadi hak Allah. Jika ia menjadi hak Allah maka ia tidak boleh bersifat ruh akan tetapi ia harus bersifat Dzat, yang bersifat Dzat itulah yang diturunkan oleh Allah didalam Dada atau Hati manusia.
Al Qur'an itu menjadi pedoman kepada ruh, akal, nafsu, dan tubuh yang terdiri dari tulang, daging, urat, darah, rambut dan seterusnya.
Tanpa Al Qur'an semua yang ada pada sebuah batang tubuh manusia menjadi tidak berarti samasekali.
Al Qur'an adalah imam, fungsinya sebagai imam atau pemimpin. Sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah kepada setiap Muslim.
Maka Al Qur'an adalah mahluk yang bertaraf Dzat di alam ruh. Ketika ruh itu ditanya oleh Allah (Qs. 17:85-86) maka yang menjawab pertanyaan tersebut ialah yang menjadi ketua atau imam kepada ruh, akal, dan nafsu.
Al Qur'an adalah Nur muhammad atau hakekat muhammadiyah atau dikenal sebagai nyawa atau nafs kepada sumber segala kehidupan (Al.Basits). Maka Al Qur'an juga dikenal sebagai mahluk LA YAHLUQU Dzat yang tidak menjadi sesuatu (Qs.16:17).
Al Qur'an yang di masukkan oleh Allah kedalam diri manusia itu ialah Nur muhammad atau hakekatul muhammadiyah atau Diri bathin manusia yang sebenarnya atau Diri yang sebenarnya diri.
Jika Al Qur'an yang engkau tangkap adalah tulisan-tulisan belaka maka selamanya engkau tak akan tertuntun ke jalan yang benar, jika Al Qur'an yang engkau tangkap sudah berwujud Cahaya maka engkau akan menuju tuntunan yang benar. Jadi semua akan tergantung pada dirimu sendiri! Mampukah dirimu mewujudkan Al Qur'an sebagai Cahaya Illahi ataukah hanya sebagai tulisan, semua kembali kepada diri Masing- masing.
Tidak satu ayat pun didalam Al Qur'an yang isinya saling bertentangan akan tetapi justru antara ayat yang satu dengan ayat lainnya saling menunjang saling berkaitan dan saling menjelaskan. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa Al Qur'an berasal dari Allah bukan buatan manusia.
"Lalu aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang, Dansesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui, Dan (ini) Sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Apakah kamu menganggap remeh berita ini. Qs. 56:75-81
IQRO KITABAKA, bacalah kitabmu, pada hari ini cukuplah dirimu sendiri penghisab atas dirimu sendiri. Engkaulah yang menghisab dirimu sendiri. Merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Engkaulah yang menciptakan nerakamu sendiri.
Keadilan Allah adalah dengan mewujudkan apa-apa yang engkau perbuat dari amaliahmu sendiri. Seumpama sebuah CERMIN ia yang setia memantulkan cahaya apapun yang engkau pancarkan keadaan di luar menandakan isi didalam diri. Yang terpenting bagimu adalah pancaran cahayamu yang terpancar dari dalam hatimu.
Tingginya Teori semuanya takkan berguna tanpa adanya praktek.
Hati yang tenang damai jernih adalah tanda bahwa engkau sedang bercahaya, jauh dari kekacauan hati dan kegalauan. Begitu indah dan ringan menerima hidup, tiada beban didalam dada. untuk itu IQRO KITABAKA.
100. Dalam suatu masyarakat, jika dikelompokkan maka terdiri dari 2 macam kategori orang (oversimplification).yaitu muslim dan mukmin
Kemudian diutuslah rasul ke kawasan dimana masyarakat tersebut berada dengan menggunakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di tempat tersebut:
14:4. Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul selain dengan lisan kaumnya supaya dia menjelaskan kepada mereka; kemudian Allah sesatkan barang siapa yang Dia kehendaki, dan Dia memberi petunjuk kepada barang siapa yang Dia kehendaki; dan Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
Rasul Allah ini menyampaikan dua macam pesan kepada masyarakat tersebut:
6:48. Kami tidak mengutus para utusan kecuali untuk membawa berita gembira, dan memberi peringatan. Maka barang siapa yang percaya, dan mengadakan perbaikan - tiadalah ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
Pesan pertama yaitu berita gembira, ditujukan kepada orang-orang yang berserah diri alias muslim
16:89. Dan pada hari Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri, dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka itu. Dan Kami menurunkan kepada kamu al-Kitab, penjelasan bagi segala sesuatu, dan petunjuk, dan rahmat, dan sebagai berita gembira, bagi orang-orang muslim.
Siapakah yang dimaksud sebagai orang yang berserah diri atau muslim:
41:33. Dan siapakah yang lebih baik ucapannya dari orang yang berseru kepada Allah, dan melakukan perbuatan baik, dan berkata, "Sesungguhnya aku adalah dari orang- orang yang muslim"?
Mereka yang berdoa kepada Allah saja + melakukan kebaikan = muslim
Selain kepada muslim, berita gembira ini, juga ditujukan kepada orang yang bertakwa.
Kepada siapa seorang rasul Allah memberikan peringatan? Salah satunya kepada orang yang suka membantah:
19:97. Sesungguhnya Kami memudahkannya dengan lisan kamu supaya kamu memberi berita gembira dengannya kepada orang-orang yang bertakwa, dan memberi peringatan kepada kaum yang membantah.
Orang yang suka membantah atau orang yang ngeyel, orang yang sering melakukan kesalahan dalam logika berpikir tetapi tidak menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan dalam logika berpikir.
Selain kepada orang yang ngeyel, peringatan juga ditujukan kepada orang zalim:
46:12. Dan sebelumnya Kitab Musa, untuk satu imam, dan satu rahmat; dan ini sebuah Kitab yang mengesahkan, dalam lidah (bahasa) Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang membuat kezaliman, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
Kepada mereka yang melakukan perbuatan syirik dengan menisbatkan bahwa Allah punya anak atau kekasih.
18:4. Dan untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, "Allah mengambil kepada-Nya seorang anak."
Padahal Allah itu:
112:3. Yang tidak beranak, dan tidak diberanakkan, 112:4. Dan yang setara dengan Dia, tiada barang siapa."
Sudah paham yah?
Sekarang kita masuk ke bagian berikut:
Seorang muslim belum tentu seorang mukmin tetapi seorang mukmin sudah pasti adalah seorang muslim. Paham kan? Kalau belum paham, gak bakal bisa memahami ayat-ayat berikutnya.
Mereka-mereka yang muslim ini hanya dapat menjadi mukmin dengan syarat mentaati Allah dan rasul.
49:14. Orang-orang Arab berkata, "Kami beriman." Katakanlah, "Kamu belum beriman;
tetapi katakanlah, 'Kami berserah diri'; karena iman belum lagi masuk ke dalam hati kamu. Jika kamu mentaati Allah dan rasul-Nya, Dia tidak akan menyusutkan kamu sedikit pun dari amalan-amalan kamu. Sesungguhnya Allah Pengampun, Pengasih."
Kamu masih berserah diri/muslim sampai kamu mentaati Allah dan rasulNya.
Mengapa mesti mentaati rasul Allah?
karena mentaati rasul adalah mentaati apa yang disampaikan oleh rasul dan apa yang disampaikan oleh rasul adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah kepada rasul dan wahyu tersebut dikenal dengan nama al-Qur’an, sehingga mentaati rasul = mentaati apa yang ada di kitabullah = mentaati Allah.
4:80. Barang siapa mentaati rasul, sesungguhnya dia mentaati Allah; dan barang siapa berpaling, maka Kami tidak mengutus kamu untuk menjadi penjaga kepada mereka.
Mereka yang memutuskan dari muslim menjadi mukmin ini akan melakukan perjanjian dengan rasul Allah:
48:18. Allah sangat berpuas hati terhadap orang-orang mukmin apabila mereka berjanji setia kepada kamu di bawah pohon, dan Dia mengetahui apa yang di dalam hati mereka, maka Dia menurunkan ketenangan kepada mereka dan mengganjari mereka dengan kemenangan yang dekat,
48:10. Orang-orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya berjanji setia kepada Allah; tangan Allah adalah di atas tangan-tangan mereka. Kemudian, barang siapa memungkiri sumpahnya, hanyalah memungkiri terhadap dirinya sendiri; dan barang siapa menepati perjanjiannya yang dibuat dengan Allah, Allah akan memberinya upah yang besar.
Sampai bagian sini, pertanyaan di bawah ini sudah dapat dijawab:
Mengapa dalam Islam yang ada amirul mukminin, bukan amirul muslimin? Apa perbedaan antara muslim dan mukmin?
Amirul mukminin itu eksis dengan rasul Allah sebagai pemimpin bagi orang-orang mukmin. Muslim melakukan perjanjian dengan rasul Allah sehingga terjadilah suatu hirarki organisasi dimana rasul Allah sebagai pemimpin bagi orang-orang mukmin.
Perbedaan muslim dengan mukmin ada di ayat ini:
49:15. Orang-orang yang mukmin ialah orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian tidak ragu-ragu, dan berjuang dengan harta mereka dan jiwa mereka di jalan Allah; merekalah orang-orang yang benar.
Sekarang kita lanjutkan ke bagian akhir dan bagian terpenting karena ini menyangkut kalimat syahadat kedua yang anda ucapkan setidaknya 5x sehari.
Tentu saja, diantara muslim yang melakukan perjanjian dengan rasul Allah itu tadi ada sebagian besar yang merasa sudah menjadi muslim, tetapi sebenarnya mereka masih berada dalam kondisi zalim, fasiq, kafir dan musyrik, sehingga kondisi mereka ketika melakukan perjanjian dengan rasul Allah disebut dengan istilah munafiq. Munafiq singkatnya adalah orang yang merasa sebagai mukmin, tetapi boro-boro mukmin, muslim aja kagak.
Semoga gambaran di bawah ini dapat membantu anda memahami keberadaan orang- orang munafiq di dalam sistem kemasyarakatan:
2:14. Apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
"Kami beriman", tetapi apabila mereka menyendiri kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata, "Kami bersama kamu; kami hanyalah orang-orang yang berolok-olok."
2:15. Allah akan memperolok-olok mereka, dan memandu mereka terombang-ambing dalam kelampauan batas mereka,
2:16. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka perdagangan mereka tidak menguntungkan mereka, dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapat petunjuk yang benar.
Sekarang anda paham kan, mengapa munafiq menempati posisi terbawah kelak di Neraka.
4:145. Sesungguhnya orang-orang munafik berada di dalam bagian yang paling bawah di Neraka, dan kamu tidak mendapati bagi mereka suatu penolong.
Mereka yang menjalani proses training atau pelatihan dari muslim menjadi mukmin ini disebut dengan orang-orang beriman. Ayat khusus bagi mereka di al-Qur’an biasanya diawali dengan seruan: “Wahai, orang-orang beriman……….”
Muhammad sendiri tidak mengetahui, siapa-siapa diantara mereka yang berada di dekat Muhammad yang termasuk dalam kategori orang-orang munafiq.
9:101. Dan antara orang-orang Arab yang di sekeliling kamu, mereka adalah orang- orang munafik; dan sebagian dari penduduk Kota menjadi berani dalam kemunafikan.
Kamu tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahui mereka, dan Kami akan mengazab mereka dua kali, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar.
Kemudian turun suatu ayat yang memberitahu Muhammad bahwa Allah akan memisahkan antara orang-orang mukmin yang baik vs yang buruk.
3:179. Allah tidak meninggalkan orang-orang mukmin dalam keadaan yang kamu sedang berada, sehingga Dia memisahkan yang buruk dari yang baik, dan Allah tidak akan memberitahu kamu yang ghaib; tetapi Allah memilih dari rasul-rasul-Nya siapa yang Dia kehendaki. Maka percayalah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan jika kamu percaya dan bertakwa, maka bagi kamu upah yang besar.
Hebohlah, orang-orang munafiq tersebut, sampai-sampai mereka khawatir.
Kekhawatiran ini dikisahkan di ayat berikut:
9:64. Orang-orang munafik takut jika sebuah Surat diturunkan terhadap mereka, yang memberitahu kamu apa yang di dalam hati mereka. Katakanlah, "Berolok-oloklah kamu; sesungguhnya Allah akan mengeluarkan apa yang kamu takuti."
Sementara itu, proses pelatihan dari muslim menjadi mukmin tetap berlangsung, fokus kepada ayat-ayat yang diawali dengan kalimat pembuka: “Wahai orang-orang beriman,
……..” sampai suatu hari, tidak ada hujan, tidak ada angin, tahu-tahu ada sebagian peserta pelatihan mengucapkan hal ini kepada Muhammad:
Kami mempersaksikan bahwa kamu benar-benar rasul Allah atau saya bersaksi bahwa engkau, Muhammad adalah rasul Allah.
Di ayat lain di al-Qur’an, Allah mewahyukan bahwa jika terkait kerasulan seseorang, maka cukuplah Allah yang menjadi saksi. Tidak diperlukan kesaksian dari manusia.
4:79. Apa saja yang baik menimpa kamu, ia adalah dari Allah; apa saja keburukan yang menimpa kamu adalah dari diri kamu sendiri. Dan Kami mengutus kamu kepada manusia sebagai rasul, dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Setelah peristiwa tersebut, maka turunlah suatu Surah yang memiliki tujuan untuk memisahkan peserta pelatihan yang baik vs yang buruk - 3:179. Ayat pertama surah tersebut berisi ucapan orang-orang munafik
63:1. Apabila orang-orang munafik datang kepada kamu, mereka berkata, “Kami mempersaksikan bahwa kamu benar-benar rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa kamu adalah benar-benar rasul-Nya, dan Allah mempersaksikan bahwa orang-orang munafik adalah benar-benar pendusta-pendusta.
Setelah anda selesai membaca tulisan di atas, apakah anda masih tetap mengucapkan kalimat syahadat yang kedua? Setelah anda mengetahui bahwa kalimat tersebut identik dengan orang-orang munafik.
101. SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN DARI MANUSIA BENAR- BENAR HENDAK MENYESATKAN ORANG LAIN DENGAN HAWA NAFSU MEREKA TANPA ILMU (PENGETAHUAN), Qs.6;119
…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, SEDANG MEREKA MENYANGKA BAHWA MEREKA MENDAPAT PETUNJUK. 43:37.
3:175. Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.
16:99. Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.
7:200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
7:201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
102. Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri ْمُكنّم ٌلُسُر
Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu ۙىِتَٰياَء ْمُكْيَلَع َن وّصُقَي ْمُكنّم ٌلُسُر (rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu) , maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. 7:35
Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mewafatkan mereka. Mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang musyrik) menjawab,
“Semuanya telah lenyap dari kami.” Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui.”
Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan,
“Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.
Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim. 7:35-41
103. Terciptalah Media FISIK,
dan media fisik ini terbagi dalam 2 bentuk (wujud) ; o Bentuk pertama adalah Media Fisik Halus;
inilah bentuk fisik cikal bakal media yang akan digunakan untuk tempat ber inkarnasi para Mahluk Halus yang kemudian ada yang menyebutnya Jin, Lelembut, Roh halus, Wong Samar dan sebagainya. Tergantung konteks penamaan di daerah mana kita berasal.
o Bentuk kedua adalah Media Fisik Kasar;
Inilah cikal bakal media yang akan digunakan untuk tempat ber inkarnasi Para Mahluk yang bernama Manusia dan mahluk lain yang non manusia (hewan, Serangga dan Tumbuhan).
Setelah Medianya jadi (Media Fisik Halus dan Kasar) maka siapakah yang ingin mencoba di masing-masing media tersebut...?
Yang akan mencobanya adalah Roh....
Roh sendiri itu apa...?
Singkatnya Roh itu unsur dasarnya adalah Energi, dan Energi itu adalah bagian dari unsur Tuhan, jadi Energi Yang Besar itu adalah Tuhan, Energi yang kecil itu disebut Roh.
Bentuknya sama, hanya beda dalam kapasitas besarannya.
Orang Hindu menyebut Energi Besar ini Sebagai Brahman dan Energi Kecil ini sebagai Atman. Atman inilah Roh, pecahan dari Energi Besar atau Energi Ilahi.
Nah untuk bisa masuk menemukan dan merasakan pengalaman "Rasa" atau merasakan, Roh perlu masuk ke Media yang sudah di ciptakan Tuhan tadi (Dunia Fisik Halus dan Kasar)
Untuk bisa masuk ke media tersebut harus melalui proses yang disebut dalam keyakinan Budism & Hinduism disebut Inkarnasi atau dalam bahasa Jawa disebut Nitis kedalam Tubuh.
Apa bila Roh ingin masuk ke Dunia Fisik Halus maka ia harus masuk kedalam Tubuh halus (inilah awal dari apa yang dikatakan sebagai mahluk Jin, Mahluk Halus, Wong Samar dsb)
Apa bila Roh ingin masuk atau bertualang ke dunia Fisik Kasar maka ia harus masuk/inkarnasi kedalam Tubuh Kasar (inilah awal dari apa yang dikatakan sebagai Mahluk Manusia, Hewan dan Tumbuhan)
Dalam dunia Fisik halus ataupun kasar kehidupannya serupa tapi tak sama.
Maksudnya serupa adalah mereka ada masyarakatnya, ada keluarganya, ada kehidupan ada berbagai profesi, ada Pemerintahan, ada pemimpin daerah dan ada pemimpin tertingginya.
Perbedaannya adalah mereka yang ada di dunia fisik halus terikat oleh hukum-hukum Dunia Halus, dimana mereka bisa melihat manusia tapi tidak bisa menyentuh kita secara langsung, dan hukum-hukum dunia fisik halus lainnya.
Biasanya para psychic atau paranormal lebih paham akan hukum-hukum di dunia Fisik Halus/Meta Fisik ini.
Didalam Dunia fisik kasar, juga ada keluarga, masyarakat ada ada profesi, ada pemdanya, pemimpin tertingginya, Hanya di dunia fisik pemimpinnya bisa disebut Presiden, Perdana Menteri atau Raja.
Lalu terbuat dari apakah Iblis, Jin dan Manusia...?
Semuanya sama unsur di dalamnya terbuat dari Roh...,
bahwa unsur dasar semua mahluk tersebut adalah Energi atau Roh yang ada di dalamnya.
Dan kita sudah tahu bahwa Roh itu ketika keluar dari tubuh fisik baik Halus maupun kasar akan kembali kepada bentuk aslinya yaitu CAHAYA.
Lalu kenapa Jin dibilang terbuat dari Api ?
Tubuh Fisik Jin adalah Fisik Halus, dan Fisik Halus itu mirip dengan zat Ether, seperti kabut tipis sekali dan hampir tak terlihat, Ether menurut ilmu fisika adalah semacam zan yang jadi bahan dasar untuk bisa munculnya api, ketika kita memantikan korek api.
Sedangkan Tubuh manusia itu berbentuk kasar dengan bahan dasarnya adalah Sel-sel yang membentuk organ-oragan tubuh manusia, dan bahan dasar sel-sel tersebut adalah diberi makan darivsari pati tumbuhan dan hewan, dan tumbuhan itu hidup dari sari pati yang diserap dari unsur Tanah.
Itulah awal pemahaman kalau manusia itu terbuat dari Tanah.,
Jadi tidak benar jika kita punya pemikiran bahwa manusia terbuat dari tanah itu seperti sebuah sulapan sim salabim, Tuhan mengambil Tanah lalu di sulap jadi manusia.
Sekali lagi semua yang ada di dunia fisik non pikiran segala sesuatu itu bisa tercipta melalui sebuah proses yang mengikuti hukum-hukum fisika dan kimia (atau hukum Ilmu Pasti Alam)
Jadi proses pembentukan Tubuh manusia itu melalui sebuah proses yang bahan dasarnya didapat adalah sel yang hidup dari makanan yang didapat dari sari pati tumbuhan yang di serap dari sari pati tanah tempat hidup tumbuhan.
Jadi jika ditanya Malaikat itu terbuat dari apa...?
Malaikat itu juga unsur dasarnya adalah Roh, Roh yang belum berikarnasi, jadi berbentuk Cahaya,
Jinpun jika ia mati atau keluar dari tubuh halusnya akan berubah menjadi energi murni yaitu Cahaya, hanya ketika Roh berinkarnasi ke dalam bentuk fisik halus, maka unsurnya lebih mirip seperti zat ether atau bahan untuk bisa terbentuknya api.
Manusia pun demikian jika sudah mati maka ketika Rohnya keluar ia akan berubah masuk ke dimensi Makluk Halus, dan setelah keluar dari tubuh halusnya (kata orang Bali KEMATIAN KE-2 maka rohnya akan berubah menjadi Cahaya.
Jadi pada dasarnya kita semua adalah mahluk Cahaya yang sedang berinkarnasi di media fisik yang berbeda-beda hingga tampak seperti berbeda-beda.
Jadi apakah itu Manusia, Jin, Malaikat, apa bila sudah kembali ke bentuk asalnya akan menjadi Cahaya, dan Ketika mereka sudah kembali ke Bentuk Cahaya, maka Cahaya ini akan bergabung kembali menyatu dengan Energi Cahaya Ilahi Sebagai asal usul dari semuanya. Sebagai Alpha dari Omega, Sebagai Awal dari semuanya. SANG SUMBER. Atau yang lebih dikenal sebagai TUHAN.
SEPERTI APA PENAMPAKAN JIN ?
Selama ini kita selalu disuguhi gambar kalau Jin itu bentuknya selalu menyeramkan;
dan aroma bau busuk
Berdasarkan referensi yang saya berhasil kumpulkan bentuk Jin itu tergantung Energi yang ada dalam tubuh Halusnya;
Jika Energi Roh Jin memancarkan energi/pikiran negatif maka itu langsung tercermin dari wujud penampakannya yang menyeramkan dan menimbulkan aroma bau busuk, Namun sebaliknya jika Energi Roh Jin tersebut memancarkan energi positif terwujud dalam penampakannya yang indah dan cantik.
Dalam dunia Fisik Halus, Energi Roh itu langsung mewujud dalam fisik halusnya secara nyata dan langsung.
Sebenarnya yang terjadi pada diri manusia juga hampir sama
Apa bila orang marah atau berpikir buruk maka energi tersebut akan mewujud di wajahnya jadi seram dan menakutkan meskipun tidak sejelas Jin.
Coba deh perhatikan orang yang energinya sedang marah, emosi dendam atau kalut pasti wajah dan penampilannyapun akan menyeramkan. Dan sebaliknya.
Semoga setelah membaca ini dengan seksama dan berulang-ulang kita bisa lebih paham dan gak bingung lagi ya.
Dan semoga kita tidak lagi bertanya-tanya apakah Jin itu ada atau tidak, lalu malaikat, jin dan manusia itu terbuat dari apa.
Nah pertanyaannya apa beda malaikat dan Jin. Malaikan dan Jin sama ya sama-sama Roh yang berbahan dasar Energi Cahaya.
Bedanya adalah Malaikat, Energi/Roh yang tidak sedang berinkarnasi pada Tubuh Halus sementara Jin adalah Energi atau Roh yang sedang berinkarnasi ke dalam tubuh Fisik Halus.
Jadi Malaikat itu tidak memiliki Ego atau Naff (Nafsu) sementara Jin sama seperti manusia memiliki Ego dan Naff (Nafsu)
Lalu pertanyaan terakhir apakah itu Khodam ?
Saya menemukan ciri-ciri yang mirip dengan Khodam adalah Roh Pembimbing dan Pelindung kita.
Jadi setiap manusia itu biasanya disertai dengan Roh Pembimbing atau Pelindung dari dunia Roh, dengan Dimensi berada di Dimensi Fisik Halus.