• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dwi Yulianti 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Dwi Yulianti 1"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

Bagian ini membahas tentang hakikat penelitian, penelitian pendidikan, tahapan penelitian, dan unsur-unsur penelitian pendidikan. Setelah anda membaca Hakikat Penelitian, Penelitian Pendidikan, Tahapan Penelitian dan Unsur-unsur Penelitian Pendidikan.

MASALAH PENELITIAN

Permasalahan dalam pendidikan tergolong teoritis jika permasalahan yang ingin diteliti berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar. Siapapun yang mempunyai pengalaman di bidang pendidikan pasti mengetahui bahwa ada permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

HIPOTESIS PENELITIAN

Contoh rumusan hipotesis yang dapat diuji “ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran X dan Y pada mata pelajaran tumbuhan”. “Perolehan belajar siswa pada materi pokok tumbuhan yang menggunakan metode pembelajaran X lebih besar dibandingkan perolehan belajar yang menggunakan metode Y.”

BATASAN ISTILAH DAN KEGUNAANNYA

Batasan Istilah

Tingkat perkembangan intelektual siswa terdiri dari perubahan bertahap dan berturut-turut. Proses mental menjadi semakin kompleks dan canggih. Contoh keterbatasan operasional. Nilai yang diperoleh siswa pada tes kemampuan berpikir formal ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan intelektual siswa.

Guna Batasan Istilah

Selain sebuah kata dalam bahasa Indonesia bisa berbeda-beda maknanya, sebuah kata dalam ilmu pengetahuan juga bisa diartikan berbeda-beda oleh disiplin ilmu tertentu atau orang lain. Dengan kata lain, batasan konseptual berguna agar pembaca memperoleh pandangan yang sama dengan pandangan yang dimaksudkan peneliti.

KAJIAN PUSTAKA

Isi kajian dan literatur pembelajaran meliputi hakikat belajar dan belajar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan belajar. Isi tinjauan pustaka metode pembelajaran meliputi hakikat metode pembelajaran A dan B, kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran A dan B ditinjau dari perbedaan pendapat para ahli pendidikan, dan langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode pembelajaran A dan B. Dalam penelitian metode pembelajaran ini, peneliti hendaknya mengetahui hubungan antara pengaruh metode pembelajaran A dan B terhadap kinerja belajar siswa.

Isi tinjauan pustaka prestasi belajar meliputi hakikat prestasi belajar, prestasi belajar daerah yang dipelajari, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Dalam kajian prestasi belajar ini, peneliti perlu membuat hubungan antara prestasi belajar yang diperoleh siswa dengan metode pembelajaran A dan B. Isi tinjauan pustaka tentang tingkatan keterampilan berpikir kritis meliputi intisari tingkatan keterampilan berpikir kritis, tingkatan-tingkatan kemampuan berpikir kritis dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis.

Dengan demikian tinjauan pustaka meliputi variabel bebas yaitu metode pembelajaran, variabel terikat yaitu prestasi belajar, dan variabel atribut yaitu tingkat kemampuan berpikir kritis.

VARIABEL DAN VALIDITAS PENELITIAN

Variabel Penelitian

Macam-macam Variabel Penelitian

Variabel intervening merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, karena merupakan hubungan tidak langsung yang tidak dapat diamati dan diukur. Menurut Ary., dkk (2002), Tim LP IKIP Malang (1997), Sugiyono (2009) variabel bebas adalah variabel yang mendahului atau menyebabkan atau mempengaruhi variabel lain. Lebih lanjut Ary., et.al (2002), Faisal (1982) menyatakan bahwa dalam penelitian eksperimen, variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasi oleh peneliti.

Variabel bebas adalah variabel yang mendahului, menyebabkan, atau mempengaruhi variabel lain. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau diakibatkan oleh adanya variabel bebas (Faisal, 1982). Menurut Sugiyono (2009), variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan dependen.

Variabel afiks merupakan variabel yang tidak dapat dimanipulasi oleh peneliti sehingga dapat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Tabel 1.   Motivasi Berprestasi Siswa berdasarkan Jarak Sekolah  Jarak Sekolah <
Tabel 1. Motivasi Berprestasi Siswa berdasarkan Jarak Sekolah Jarak Sekolah <

Validitas Penelitian

Apabila penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri, maka diperlukan suatu instrumen yang dapat mendeteksi aktivitas belajar melalui aktivitas pembelajaran inkuiri. Contoh lain dari regresi statistik, misalnya penelitian bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode pengajaran dan praktik.

Dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar kimia antara siswa yang belajar dengan pembelajaran X dan Y, maka mata pelajaran di kelas A pembelajaran kimia menggunakan metode pembelajaran Y. menunjukkan adanya keterkaitan antara pematangan dan seleksi, sehingga jika peneliti ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran X dan Y pada tingkat kemampuan berpikir kritis yang berbeda, kemudian ada kesempatan bagi siswa untuk belajar berdasarkan seleksi yang diterimanya. Misalnya pada penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perolehan belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran A dan B pada tingkat kemampuan berpikir kritis yang berbeda.

Misalnya pada suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan perolehan belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran A dan B pada tingkat kemampuan berpikir kritis yang berbeda.

Tabel Contoh Kisi-kisi Aktivitas Belajar Siswa
Tabel Contoh Kisi-kisi Aktivitas Belajar Siswa

MACAM-MACAM PENELITIAN PENDIDIKAN

Penelitian Kuantitatif

Pemilihan subjek dan objek penelitian untuk dimasukkan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dapat dilakukan secara acak. Pemilihan subjek penelitian untuk ditempatkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan secara acak. Desain eksperimen sejati yang menggunakan posttest dengan subjek diacak menjadi dua kelompok memiliki dua kelemahan.

Keuntungan dari desain eksperimen sejati dengan menggunakan subjek yang diacak menjadi dua kelompok setelah pengujian adalah, jika pemilihan subjek dan objek penelitian untuk dimasukkan ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilakukan secara acak, beberapa faktor eksternal yang berpotensi menimbulkan bias. pada hasil post test dapat dikontrol oleh peneliti. Desain eksperimen sejati menggunakan posttest di mana subjek dicocokkan dan diacak; Penelitian menggunakan dua kelompok. Keuntungan dari desain eksperimen sejati dengan menggunakan posttest yang mana subjek dicocokkan dan diacak menjadi dua kelompok adalah sulitnya menetapkan subjek penelitian ke dalam kelompok eksperimen atau perlakuan dan kelompok kontrol dengan menggunakan metode acak apa pun.

Desain eksperimen sejati yang menggunakan pretest dan posttest dengan kelompok acak memiliki dua kelemahan.

Tabel Prestasi Belajar Siswa pada Matapelajaran Kimia kelas  X
Tabel Prestasi Belajar Siswa pada Matapelajaran Kimia kelas X

Desain faktorial

Kekurangan dari desain ini adalah pertama, desain ini memerlukan subjek dan/atau objek penelitian dalam jumlah besar. Dampak dari penggunaan subjek dan/atau subjek penelitian dalam jumlah besar adalah memerlukan tenaga, waktu, dan sumber daya yang lebih banyak dibandingkan model lainnya. Kedua, terkadang dalam populasi kecil, misalnya populasinya satu sekolah, jumlah mata pelajaran yang dibutuhkan dan/atau mata pelajaran penelitian tidak tersedia di sekolah tersebut.

Desain eksperimen semu

Desain rangkaian waktu

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian kelos kelas memiliki karakteristik 1) inquiry about practice from within, 2) cooperation between school teachers and teacher educators, day 3) reflective practice that is published.

Penelitian Kualitatif

Hakekat Penelitian Kualitatif

Para pendukung fenomenologis ingin memahami perilaku manusia dari pikiran pelakunya sendiri, bukan dari pikiran peneliti. Pemahaman tentang perilaku manusia tersebut tidak dapat dicapai jika topik penelitian ditafsirkan berdasarkan angka statistik. Menurut pandangan fenomenologis, sifat subjektif dari perilaku manusia akan hilang jika subjek dilihat dengan angka statistik.

Berdasarkan pandangan para ahli mengenai hakikat penelitian kualitatif, Moleong (2007) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian, misalnya perilaku mencuri, persepsi, motivasi, tindakan, konsep keindahan, kesakitan. . , keyakinan. , penderitaan, frustasi, harapan, kasih sayang, secara holistik dan melalui uraian dalam bentuk kata dan bahasa, dalam konteks alam yang khusus dan melalui penggunaan berbagai metode alam. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang mungkin hilang pada pendekatan penelitian lain. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian.

Karakteristik Penelitian Kualitatif 1. Latar Alamiah

Sebab, pengumpulan data bersifat emik, yakni berdasarkan pandangan sumber data, bukan pandangan peneliti. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat utama pengumpulan data. Meskipun peneliti tidak dapat menerima perspektif mereka sebagai kebenaran, peneliti membentuk empati yang memungkinkan dia melihat dunia dari sudut pandang mereka.

Hal ini dikarenakan hubungan antara bagian-bagian yang diperiksa akan jauh lebih jelas jika diamati dalam prosesnya. Penentuan fokus sebagai permasalahan utama penelitian kualitatif sangatlah penting, hal ini untuk memberikan batasan-batasan penelitian sehingga peneliti mempunyai “wilayah” penelitian yang ditentukan. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif seperti observasi partisipan, wawancara terbuka (wawancara tidak terstruktur) atau telaah dokumen pribadi.

Penelitian kualitatif menekankan makna, bukan generalisasi, dan upaya menemukan sebab akibat bukanlah penekanan penelitian kualitatif.

Pengamatan peserta

Banyak penelitian kualitatif yang berhasil dilakukan oleh peneliti yang menjadi partisipan dan akrab dengan lingkungan tempat mereka mempelajarinya.

Dokumen Pribadi

Pewawancaraan Terbuka

Sama seperti orang yang berbeda dapat menafsirkan hal yang sama secara berbeda, orang yang sama dapat mempunyai penafsiran berbeda terhadap hal yang sama pada waktu yang berbeda.

Penelitian Pengembangan R & D

Langkah-langkah Tahap Pertama

Langkah-langkah Tahap ke Dua

Langkah ke Tiga

Penelitian Evaluasi

Menggambar-

Menemu-

Instrumen yang tepat digunakan sebagai alat pengumpulan data adalah instrumen yang mempunyai validitas yang cukup. Pengujian dilakukan untuk melihat apakah masih terdapat pernyataan atau ungkapan kata yang masih meragukan bagi responden. Validitas kuesioner yang mengukur fakta dapat diperiksa dengan 1). berkonsultasi dengan ahli mengenai keabsahan isi kuesioner, 2) melakukan tes untuk memastikan kejelasan istilah, pernyataan dan cakupan isi, 3) menyediakan lembar khusus untuk saran dan komentar yang disertakan dalam setiap kuesioner percontohan.

Langkah 2, semak jenis isian data, jika format isian mendapati satu atau lebih item yang tidak diisi atau isian yang tidak diingini, maka item instrumen ini dibuang.

Tabel  Kriteri Penilaian  Dengan
Tabel Kriteri Penilaian Dengan

POPULASI DAN SAMPEL

Dengan kata lain sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang mewakili populasi, dan dipilih untuk tujuan analisis. Sama halnya dengan karakteristik populasi, sampel yang mewakili populasi adalah sampel yang benar-benar dipilih sesuai dengan karakteristik populasi tersebut. Semakin bervariasi atau heterogen suatu populasi maka semakin besar pula sampel yang diperlukan, karena untuk setiap variasi populasi pasti ada sampelnya.

Untuk memudahkan dalam memahami populasi dan sampel yang mewakili populasi, berikut gambar analog populasi dan sampel.

Teknik pengambilan sampel ini berupa penarikan sampel dengan mengambil setiap kasus ke-n dari daftar populasi. Pengambilan sampel sistematis berbeda dengan pengambilan sampel acak sederhana karena terdapat beberapa pilihan yang tidak bebas. Pengambilan sampel secara sistematis dari daftar yang disusun berdasarkan abjad dapat menghasilkan sampel yang tidak mewakili populasi.

Pengambilan sampel sistematis menghasilkan sampel yang secara statistik dapat dianggap sebagai pengganti sampel acak yang sesuai, jika daftar populasi disusun secara acak. Keuntungan dari pengambilan sampel bertingkat adalah pengambilan sampel ini memungkinkan peneliti untuk menentukan seberapa jauh setiap strata dalam populasi terwakili dalam sampel. Proses seleksi berdasarkan rasio ukuran strata dalam populasi dikenal dengan istilah proporsional stratified sampling.

Jika yang penting adalah karakteristik seluruh populasi, pengambilan sampel proporsional akan lebih tepat.

SISTIMATIKA PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian kuantitatif dan kualitatif yang dikemukakan oleh Sugiyono (2009) merupakan proposal yang diajukan untuk memperoleh hibah penelitian. Proposal penelitian kualitatif yang disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian pendidikan tinggi tidak memerlukan uraian biaya yang diperlukan.

Daftar Pustaka

Gambar

Tabel 1.   Motivasi Berprestasi Siswa berdasarkan Jarak Sekolah  Jarak Sekolah &lt;
Tabel  2.      Motivasi  Berprestasi  Siswa  berdasarkan  Jarak  Sekolah  dan Tingkat Pendidikan Orang Tua
Tabel  4.    Paradigma  Penyekolahkan  Anak  S1  Berdasarkan  Status  Sosial Ekonomi dan Pekerjaan Orang Tua
Tabel Contoh Kisi-kisi Aktivitas Belajar Siswa
+6

Referensi

Dokumen terkait

This effect leads to an increase in the magnitude of the magnetoelastic energy, but the value of the elastic modulus 𝑐′ does not change, which leads to an increase in the