Efek Perubahan Iklim terhadap Kesehatan
PENDAHULUAN
⚫ Iklim dunia secara menyeluruh sedang mengalami kerusakan sebagai konsekuensin dari aktivitas
manusia.
⚫ Hal ini disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas-gas yang menghalangi pantulan energi sinar matahari dari bumi yang menyebabkan peningkatan
efek rumah kaca dan mengakibatkan bumi, planet
yang kita huni menjadi lebih panas.
PENDAHULUAN
Laporan intergovermental panel on climate change atau IPCC (AR5)
1. pada akhir abad ini suhu rata-rata permukaan bumi akan meningkat sebesar 3°C-5°C dibandingkan dengan era pra-industri,
2. meningkatnya permukaaan laut global 0,19 m selama periode 1901-2010,
3. meningkatnya suhu air laut (sebagai akibat meningkatnya
penyerapan CO2) (IPCC, 2014).
Pada laporan tsb, jika tanpa tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sampai dengan tahun 2100, maka:
1. Perubahan suhu global dapat lebih dari 4°C di atas
suhu sebelum revolusi industry 🡪 sangat mungkin tjd gel panas yg lebih sering dan bertahan lebih lama
2. Curah hujan akan mengalami peningkatan (baik intensitas maupun frekuensinya)
🡪 curah hujan yg ekstrem akan lebih intens,
🡪 lautan akan terus menghangat dan lebih bersifat asam, serta rata2 permukaan laut
global akan naik
GAMBARAN PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA
Kondisi Iklim di Indonesia
Indonesia diklasifikasikan menjadi tiga wilayah iklim yaitu:
1. Monsunal 🡪 memiliki satu puncak curah hujan yang terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari, pada bulan Juni, Juli dan Agustus terjadi musim kering dan enam bulan sisanya merupakan periode peralihan musim atau pancaroba
2. Ekuatorial 🡪 memiliki dua puncak curah hujan yang terjadi pada bulan Maret dan Oktober
3. Lokal 🡪 memiliki pola hujan yang berbeda dengan tipe monsunal maupun ekuatorial. Terjadi di daerah Sulawesi, Maluku dan sebagian Papua
INDIKASI PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA
1. Curah hujan ekstrem dengan kriteria curah hujan di atas 50 mm dalam satu hari
2. peningkatan pengurangan tutupan dan
ketebalan salju di Pegunungan Jaya Wijaya
FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM
✔United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
mendefinisikan perubahan iklim sbg perubahan thd kondisi iklim berupa perubh komposisi atmosfer global dan variabilitas iklim (variasi iklim) alami pada
periode waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial).
1. Perubh iklim 🡪 Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi CO₂ / GRK Komposisi material atmosfer termasuk Gas Rumah Kaca (GRK), yg terdiri atas Karbon Dioksida (CO₂), Metana (CH₄), Nitrogen (N), dsb.
Konsentrasi GRK yang semakin meningkat menyebabkan penebalan pada lapisan atmosfer, sehingga menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer semakin banyak dan mengakibatkan peningkatan suhu bumi yang disebut pemanasan global
SEBAGAI AKIBAT EFEK RUMAH KACA,
SUHU PERMUKAAN BUMI DAN TROPOSFIR MENINGKAT
PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM
✔ 1. Global warming (pemanasan global) 🡪 peningkatan suhu bumi scr bertahap krn rusaknya lapisan ozon yg tercemar
oleh polusi udara (CO dan CO2).
✔ Lapisan ozon yg berada di atmosfer terluar bertugas untuk mengatur suhu di bumi. Sehingga, sinar matahari yg masuk
akan diseleksi dan diambil sebagiannya kemudian dipantulkan kembali ke luar bumi.
✔ Karena lapisan ozon tersebut sudah rusak bahkan ada yang sampai bolong menganga, akhirnya panas di bumi tidak bisa
dipantulkan kembali
2. VARIASI MATAHARI
1. meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer
2. Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah
memberikan efek pemanasan
3. ENERGI
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pokok dan sekunder manusia maka meningkat pula kebutuhan mereka terhadap energi yang paling
utama adalah BBM, yang hampir digunakan di eluruh lini kehidupan. Sumber energi ini
memberi kontribusi besar tehadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon
dioksida
4. KERUSAKAN HUTAN
Keberadaan hutan sebagai paru-paru dunia memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah pemanasan global. Hutan
yang lebat dan subur bisa mengubah karbondoksida menjadi O2 yang
merupakan bagian penting dari hidupnya suatu mahluk. Jadi tumbuhan memang
sangat diperlukan
5. SAMPAH
Sudah tak ada cara untuk mengelak lagi bahwa
keberadaan sampah telah menjadi salah satu problem terbesar masyarakat dunia.
Jika setiap orang membuang hingga 2 kg sampah organik atau bukan di setiap harinya maka dengan jumlah penduduk minimal 10 juta jiwa, maka akan terkumpul 20.000 ton sehari sampah
🡪 Menjadi kontributor besar bagi gas metan yg bisa
mjd emisi gas rumah kaca
EMISI KARBON DIOKSIDA DAN GAS
RUMAH KACA
BEBERAPA GANGGUAN KESEHATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERUBAHAN IKLIM
1. Penyakit infeksi
2. Penyakit saluran pernapasan
3. Penyebaran penyakit DBD dan malaria
4. Penyakit akibat penipisan lapisan Ozon 🡪
meningkatnya intensitas sinar ultra violet: kanker kulit,
katarak, penurunan daya tahan tubuh, pertumbuhan
mutasi genetik, dan memperburuk penyakit-penyakit
umum asma dan alergi.
KEJADIAN CUACA EKSTRIM DIKAITKAN DENGAN GANGGUAN
KESEHATAN
JALUR DIMANA PERUBAHAN IKLIM DAPAT
BERPENGARUH TERHADAP KESEHATAN MANUSIA
Pemanas an Global
dan Perubah
an Iklim
Perubahan Iklim
Regional :
- Gelombang panas - Cuaca ekstrim - Temperatur naik - Presipitasi
Tingkat Penc Udara Jalur
Kontaminasi Dinamika Penularan
Efek Kesehatan Kematian dan Kesakitan yang berhub dgn temp Efek Kes berhub dgn badai dan banjir Efek pencemaran Lingkungan
Penyakit dibawa oleh makanan dan minuman
Pengaruh moderat
Usaha Adaptasi
Sumber : Patz JA and Kovats RS (2002) Hot spots in climate change and human health, British Medical Journal 325: 1094-1098
KEJADIAN CUACA EKSTRIM DIKAITKAN DENGAN
GANGGUAN KESEHATAN
1. Water-Borne Diseases 2. Food-Borne Diseases 3. Vector-Borne Diseases.
(UNFCC. Climate Change: Impact, Vulnerabilitiues and Adaptation in Developing Countries. Climate Change Secretariat: Bonn,
Germany.,2007)
PENCEMARAN UDARA DAN GANGGUAN KESEHATAN
Bahan pencemar udara dapat dibagi dalam dua bagian: bahan pencemar primer dan bahan pencemar sekunder (Roger W. Findley dan Daniel A. Farber)
Bahan pencemar primer: Carbon Monoxide (CO), Sulfur Oxides (SOx), Nitrogen Oxides (NOx),
Hydrocarbons (HC) dan Particulate.
Bahan pencemar sekunder antara lain: Paroxy Acyl Nitrat (PAN), Formaldehid, Aldehydes, Acrolein dan
Ozon (O3)
PENCEMARAN UDARA DAN GANGGUAN KESEHATAN
Hasil studi epidemiologi 🡪 ada hubungan yg erat antara tingkat pencemaran udara perkotaan dgn angka kejadian (prevalensi) peny pernapasan
36% ISPA di Dunia dipicu oleh faktor risiko lingkungan berupa Pencemaran udara
Di negara sedang berkembang kondisi ini diperparah oleh
kebiasaan merokok, kes lingkungan perumahan dan penggunaan bahan bakar biomass pd skala rumah tangga
Data WHO, setiap tahun sekitar 3 juta orang meninggal karena polusi udara atau sekitar 5 % dari 55 juta orang (Dunia).
1.500 juta orang yg meninggal sebelum waktunya tjd di
kota-kota Asia
PENCEMARAN UDARA DAN GANGGUAN KESEHATAN
Beban Kanker Paru adalah 15% dari total beban kanker di Dunia.
Faktor risiko
66% kebiasaan merokok, 9% di tempat kerja,
5% disebabkan oleh Pencemaran Udara 1% disebabkan asap bahan bakar Biomass
Tuberculosis (TBC), astma, chronic obstructive
pulmonary disease(COPD) dan pneumonia
PENYAKIT YANG BISA DITULARKAN DAN DISEBARKAN MELALUI MEDIA AIR DAN MAKANAN (WATER AND FOOD-BORNE
DISEASES)
PENYAKIT YANG BISA DITULARKAN DAN
DISEBARKAN MELALUI MEDIA AIR DAN MAKANAN (WATER AND FOOD-BORNE DISEASES)
Beberapa jenis kuman dan virus merupakan agent atau penyebab terjadinya gangguan kesehatan, yang dimediasi oleh makanan, dan juga oleh air..
Water-Borne Diseases 🡪 penyakit pada individu atau kelompok penduduk yg peka, disebabkan oleh
kuman patogen, yang berada di media air, dengan pola penularan melalui saluran pencernaan,
pernapasan, absorbsi kulit dari organisme mikroba,
ataupun algae yg beracun, semua tersebut akibat
kualitas air
PENYAKIT NON-WABAH
⚫ Penggunaan teknologi pengindraan jarak jauh Geographical Information System (GIS)
memungkinkan peningkatan pemetaan risiko (geographical risk mapping) beberapa penyakit non-wabah yang berhubungan dengan perubahan iklim, misal peny cacing perut, schistizomiasis dan filariasis
⚫ Terdapat sedikit variasi musim thd kejadian penyakit infeksi cacing, tetapi terdapat beberapa bukti bahwa kelembaban tanah adalah sangat penting yang
sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, presipitasi
air hujan dan vegetasi (WHO, 2004)
PENYAKIT DIARE
⚫ Dua juta anak-anak meninggal setiap tahunnya di negara-negara
berpenghasilan menengah kebawah walaupun sudah ada peningkatan penggunaan oralit untuk terapinya
⚫ Kesakitan dan kematian tersebut berhubungan dengan pemakaian air tidak memenuhi syarat kesehatan serta higiene dan sanitasi lingkungan yang tidak memadai.
⚫ Walaupun demikian, diare juga masih menjadi masalah di negara-negara dengan penduduk berpenghasilan menengah keatas, karena diare tidak hanya berhubungan dengan higiene dan sanitasi lingkungan, tetapi juga berhubungan dengan praktek higiene dan keamanan pangan.
VARIASI MUSIMAN
⚫ Terdapat variasi musiman dalam penyakit diare, dimana pada peningkatan temperatur berhubungan dengan peningkatan jml penderita diare yang masuk rumah sakit
⚫ Studi terhadap orang Peru menunjukkan bahwa penderita diare yang masuk rumah sakit meningkat sebanyak 4 % untuk setiap peningkatan temperatur 1 0C di musim kemarau, dan meningkat 12 % untuk setiap peningkatan temperatur 1 0C di musim penghujan.
⚫ Di Fiji studi pada hal yang sama menunjukkan adanya peningkatan kasus bulanan 3 % untuk setiap peningkatan temperatur per 1 0C (Singh et al., 2001).
DAMPAK TERHADAP
PENYAKIT TYPHUS, CHOLERA DAN DISENTRI
⚫ Perubahan iklim diprediksi berdampak terhadap penyakit diare seperti kholera, karena perubahan curah hujan menyebabkan banjir di musim penghujan yang berakibat epidemi dan sebaliknya terjadi kekeringan di musim kemarau.
⚫ Perubahan ini juga berdampak terhadap penyediaan air bersih dan sanitasi yang adekuat, serta juga tersedianya makanan yang higienis dan kemampuan menerapkan praktek higiene yang baik
KERACUNAN MAKANAN OLEH SALMONELLA
⚫ Salmonella adalah penyebab kedua terbanyak pada kasus keracunan makanan di England dan Wales dimusim panas dengan jumlah 30-40.000 kasus/tahun yg telah dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium
⚫ Bakteria Salmonella tumbuh pada makanan pada
temperatur ambien dan menunjukkan hubungan linier sampai temperatur diatas 7-8
0C
⚫ Penyimpanan makanan yang sempurna meliputi
pendinginan yang adekuat akan memperlambat dan bahkan
menghentikan pertumbuhan bakteri Salmonella
ADAPTASI NYAMUK
⚫ Pemanasan global yang terjadi menyebabkan perubahan iklim dan cuaca di seluruh dunia, dimana sebagian belahan dunia
menjadi lebih kering, sebagian menjadi lebih basah
⚫ Sebagian dunia ada yang menjadi lebih panas dan sebagian lagi menjadi lebih dingin, semua itu mempengaruhi spesies yang
hidup didalamnya, khususnya nyamuk yang sangat peka terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat
⚫ Perubahan iklim secara tidak langsung mempengaruhi distribusi, populasi, serta kemampuan nyamuk dalam beradaptasi (Patz,
2006).
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
⚫ Nyamuk Aedes sebagai vektor penyakit DBD hanya berkembang biak pd daerah tropis yang suhunya > 16 oC dan pada
ketinggian < 1.000 m dpl
⚫ Sekarang nyamuk tsb banyak ditemukan pd ketinggian 1.000–2.195 m dpl
⚫ Pemanasan global menyebabkan suhu beberapa wilayah cocok untuk berbiak
nyamuk Aedes, dimana nyamuk ini dpt hidup optimal pd suhu antara 24-28 oC
⚫ Mudah difahami bahwa perubahan iklim krn pemanasan global memperluas ruang gerak nyamuk Aedes shg persebaran
daerahnya menjadi lebih luas
PERLUASAN
PERSEBARAN DBD
⚫ Perluasan persebaran daerah ini akan meningkatkan risiko terjangkitnya penyakit DBD di suatu daerah yang
sebelumnya belum pernah terjangkit.
⚫ Secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan iklim meningkatkan curah hujan yang meningkatkan habitat larva nyamuk shg meningkatkan kepadatan populasi nyamuk.
⚫ Peningkatan kelembaban juga meningkatkan agresivitas dan kemampuan nyamuk menghisap darah dan
berkembang biak lebih cepat.
PENYAKIT MALARIA
⚫ Nyamuk Anopheles betina sebagai vektor penyakit Malaria menyebarkan Plasmodium dari satu orang ke orang lainnya menyebabkan demam akut yang dapat berulang
⚫ Terdapat 1,1 juta kematian karena malaria setiap thn terutama pada anak dan bertanggung jawab terhadap 40 juta kecacatan (disability adjusted life years = DALYs) setiap tahunnya
⚫ Telah terdapat munculnya kembali malaria di sejumlah area krn resistensi terhadap obat dan insektisida
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP MALARIA
⚫ Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit malaria dengan cara :
(1) peningkatan distribusi penyakit malaria, dimana saat ini epidemi malaria dibatasi oleh temperatur, sekarang mungkin terjadi di area yang baru;
(2) atau sebaliknya menurunkan distribusi karena daerah ini menjadi terlalu kering untuk nyamuk untuk secara cukup
jumlahnya menularkan penyakit;
(3) peningkatan atau penurunan bulan-bulan penularan;
(4) meningkatkan risiko wabah lokal di daerah dimana penyakit malaria diberantas tetapi vektor masih terdapat, seperti di Inggris atau Amerika Serikat.
SEKIAN
Terima kasih atas
perhatian Anda