Perubahan Iklim dan
Sumber Energi Terbarukan
KU1284 – Pengenalan Ilmu dan
Teknologi Kebumian
OUTLINE
• Pendahuluan: Apa perubahan iklim itu?
• Kontribusi GRK terhadap Perubahan Iklim
• Proyeksi Temperatur Global
• Dampak Perubahan Iklim
• Adaptasi Perubahan Iklim
• Mitigasi Perubahan Iklim (Bidang Energi
Terbarukan)
Definisi Iklim
• Secara “awam” : kondisi cuaca rata-rata dalam
kurun waktu yang panjang
• Secara operasional (WMO) : deskripsi statistik
(rerata dan variansi) dari unsur-unsur iklim seperti
presipitasi (hujan), temperatur, kelembaban, dsb.,
untuk kurun waktu
30 tahun
• Secara luas (
scientific
) : keadaan (
state
) dari sistem
iklim (terdiri dari atmosfer, hidrosfer, litosfer,
kriyosfer, dan biosfer)
Deteksi Perubahan Iklim
(Diadaptasi dari : Meehl, 2000)
Perubahan rerata (mean)
Perubahan variansi Perubahan rerata &variansi
30 thn
30 thn
Peningkatan
peluang kejadian ekstrim
• Berdasarkan definisi ini, perubahan pola cuaca dengan
periode 30 tahun dikatakan sebagai variabilitas iklim
• Secara alamiah, perubahan iklim telah terjadi di masa lalu
dan terus terjadi secara regional maupun global
Isu perubahan iklim dan
pemanasan global (
global
warming
)
• Terjadinya perubahan iklim yang
disebabkan oleh disebabkan pengaruh
suhu atmosfer global yang semakin
meningkat (saat ini).
Kenaikan Konsentrasi Gas Rumah
Kaca Karena Faktor Antropogenic
Kenaikan konsentrasi
CO
2
kaca secara alamiah
Temperature
Change
(degree C)
CO
2
Concentration
(degree C)
15
10
5
0
-5
-10
Temperature Change
CO
2
Concentration
Current Level
1700AD Level
Thousand Years Before Present
Sumber: PA Government Services Inc., 2000
160
140
120
100
80
60
40
20
0
360
340
320
300
280
260
240
220
200
180
160
140
Korelasi CO
2
dan Temperatur
• Temperatur atmosfer berfluktuasi dalam skala waktu
yang panjang (ribuan tahun).
Perubahan Temperatur Global
Kontribusi Gas-Gas terhadap
Pemanasan Global
Waktu Tinggal Gas Rumah Kaca
di Atmosfer
Gas rumah kaca
Waktu tinggal di atmosfer
(tahun)
karbon dioksida (CO
2
)
50-200
metana (CH
4
)
10
ozon (O
3
)
0,1
dinitrogen oksida
Proyeksi Perubahan
Temperatur Global
Proyeksi Perubahan
Figure 11.8
Model Iklim Global
Sumber : Susandi, 2007
Sumber : Susandi, 2007
Sumber : Susandi, 2007
Daerah Potensi Badai Tropis
Sumber : Susandi, 2007
DAMPAK
Kenaikan Muka Laut Global
PROYEKSI KENAIKAN MUKA LAUT
INDONESIA
Year
Luas Area yang Hilang
(km
2
)
Kenaikan Muka Laut
(m)
2010
7,408
0.4
2050
30,120
0.56
2100
90,260
1.1
> Menggenangnya Air Laut
> Rusaknya Ekosistem Pantai
> Gangguan terhadap Jaringan
Jalan Lintas dan Kereta Api
• Peningkatan Jumlah Pengungsi
• Hilangnya Habitat dan Spesies
• Hilangnya lahan-lahan budidaya
• Berkurangnya Produktivitas Lahan
• Berkurangnya Produktivitas Pertanian
• Berkurangnya Produktivitas
Perikanan
• Masalah Sumber Daya Air
Sumatera Utara
: Pulau Batu
Sumatera Barat
: Pulau Sipora, Pulau Bagai Utara, Pulau Bagai Selatan
Kepulauan Riau
: Pulau Singkep, Pulau Sebangka, Pulau Lingga, Pulau Abang Besar, Pulau Panuba, Pulau
Benuwa, Pulau Tambelan, Pulau Pinangseribu
Bangka Belitung
: Pulau Belitung
Kalimantan Barat
: Pulau Karimata ;
Kalimantan Selatan
: Pulau Laut, Pulau Sebuku
Jawa Timur
: Pulau Giliraya, Pulau Gili-genteng, Pulau Puteran, Pulau Sapudi, Pulau Raas, Pulau Kangean
Bali
: Pulau Nusa Penida ;
NTB
: Pulau Giligede,Sangeang;
NTT
: Pulau Solor, Pulau Pantar, Pulau Adonara
Sulawesi Selatan
: Pulau Selayar, Pulau Tanah Pulau Jampea, Pulau Bonerate, Pulau Kaloatoa
Sulawesi Tenggara
: Pulau Tukang Besi ;
Sulawesi Tengah
: Pulau Banggai
Maluku Utara
: Pulau Mangole, Pulau Tubulai, Pulau Obi, Pulau Obilatu, Pulau Damar, Pulau Gebe
Maluku
: Pulau Watubela, Pulau Wetar, Pulau Tanibar, Pulau Babar, Pulau Kai
West Papua
: Pulau Rumberpon, Pulau Gag
Hilangnya Pulau-Pulau Sedang pada 2100
115 pulau
PROYEKSI KENAIKAN
200
5
Sumber: Hadi, Susandi et al., 2007
201
0
Tanjung
Priok
Cilincing
Utara
201
5
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Utara
202
0
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Utara
202
5
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Utara
203
0
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Utara
203
5
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Utara
204
0
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Utara
204
5
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Utara
205
0
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Utara
205
0
Penjaringan
Pademangan
Tanjung
Priok
Koja
Cilincing
Bandar Udara
Soekarno-Hatta
Monumen Nasional?
(2080?)
Utara
Kenaikan Muka Laut
akan membanjiri daerah
Jakarta seluas
±
160,4
km
2
(24,3% Luas Jakarta)
pada 2050
Dampak Perubahan Iklim
pada Kesehatan
• Cuaca yang lebih hangat akan
mengubah habitat dan siklus
hidup berbagai hama penyebab
penyakit.
• Air laut yang lebih hangat
memperbesar peluang timbulnya
penyakit tifus di sekitar pantai.
• Cuaca yang hangat & lembab
memperluas penyebaran nyamuk
pembawa malaria.
Dampak Perubahan Iklim
pada Pemukiman
• Wilayah yang paling rentan terhadap dampak
kenaikan muka air laut adalah pulau-pulau
dan delta di muara sungai besar.
• Meningkatnya bencana tanah longsor.
• Badai di daerah pantai mengancam 200 juta
orang pada 2080.
• Perkiraan kerugian akibat kerusakan
Dampak Perubahan Iklim
pada Pengairan
• Dampak pada sektor pengairan
akan bergantung pada perubahan
curah hujan masing-masing
wilayah.
• Saat ini 1.7 milyar orang tinggal di
daerah yang rawan bencana
karena air dan akan terus
bertambah.
• Perubahan iklim akan
menurunkan suplai air di
Dampak Perubahan Iklim
di Bidang Energi & Industri
• Cuaca yang hangat dan musim panas yang
panjang dapat mengurangi suplai air untuk
mesin-mesin yang menggunakan tenaga air.
(Contoh : Berkurangnya pasokan listrik di Indonesia)
Dampak Perubahan Iklim
di Bidang Pertanian
• Dampak yang terjadi kompleks dan bervariasi terhadap
wilayah dan tingkat perubahan iklim.
• Faktor yang mempengaruhi adalah perubahan temperatur
regional, curah hujan, dan adaptasi oleh petani.
• Umumnya, peningkatan suhu akan mempengaruhi kondisi
pertanian di wilayah lintang tengah.
Dampak Perubahan Iklim
di Bidang Pertanian
(lanjutan)
• Peningkatan temperatur akan
menyebabkan pergeseran musim
dan mengubah pola musim
tanam di beberapa daerah.
• Petani di daerah tadah hujan
akan mengubah pola panen atau
membiarkan lahan mereka jika
curah hujan regional dan
limpasan berkurang atau
bertambah.
• Pada beberapa wilayah,
berkurangnya produktivitas
lahan akan memaksa petani
Dampak Perubahan Iklim
pada Bidang Kehutanan
• Perubahan pola cuaca dan ketersediaan air di
kawasan hutan dapat mengancam kelangsungan hidup
pohon dan flora & fauna yang di hidup di dalamnya.
• Peningkatan temperatur akan menyebabkan
Beberapa Contoh Kepunahan dan
Perubahan Spesies (NaturalNews.com)
• Kira-kira 400 tanaman obat terjadi resiko punah,
termasuk magnolia (obat penyakit jantung).
• Terjadinya migrasi hewan secara besar-besaran.
a) 30 Spesies reptil dan amfibi berpindah ke tempat
yang lebih tinggi (lebih dingin).
b) 2 spesies (katak dan tokek) berada pada bahaya
punah.
c) 10 spesies burung Australia sudah punah dan tinggal
60 spesies lainnya dalam kondisi bahaya.
d) Anjing laut sudah sekitar 50 tahun tidak terlihat lagi,
yang sedianya melimpah di laut Karibia, Teluk Meksiko,
dan sebelah barat Atlantik.
ADAPTASI
Adaptasi Perubahan Iklim
• Adaptasi adalah berbagai
tindakan penyesuaian diri
terhadap kondisi perubahan
iklim yang terjadi.
• Menyesuaikan kegiatan
ekonomi pada sektor-sektor
yang rentan sehingga
Pelaku Adaptasi
Pemerintah :
Mendorong pemangku
kepentingan untuk
melakukan kajian
kerentanan dan
adaptasi;
Menyusun strategi dan
kebijakan nasional
untuk kegiatan adaptasi
perubahan iklim
Masyarakat :
Mengurangi konsumsi air
bersih;
Membiasakan diri dengan
makanan pokok lain (selain
beras);
Merelokasi industri yang
Adaptasi di Daerah Pantai
KEGIATAN ADAPTASI :
Pembangunan tanggul-tanggul di daerah pantai
Perlindungan terhadap pelabuhan, bangunan atau
infrastruktur lainnya yang rentan terhadap
kenaikan air laut
Konservasi air a.l . melalui kampanye publik
untuk mencegah kontaminasi oleh air laut
Penerapan teknologi untuk memperoleh air
bersih dari air yang telah tercemar
Perubahan pola penangkapan ikan oleh nelayan
Adaptasi di
Sektor Pertanian
KEGIATAN ADAPTASI :
Konservasi air dan tanah
Aforestasi melalui
agroforestry
dengan tanaman
pengikat nitrogen
Penyesuaian waktu tanam yang dilakukan oleh
petani
Penanaman jenis tanaman yang lebih tahan
terhadap perubahan iklim
Dampak Perubahan Iklim:
Adaptasi di Sektor Kesehatan
KEGIATAN ADAPTASI :
Pemusnahan tempat perkembangbiakan nyamuk
Peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap lokasi-lokasi
perkembangbiakan nyamuk
Peningkatan akses terhadap air bersih
Peningkatan imunisasi dan kampanye ASI
Peningkatan kebersihan diri dan sanitasi perorangan
Peningkatan system drainase dan pengelolaan banjir
Dampak Perubahan Iklim:
Peningkatan kasus-kasus akibat
Malaria
Demam berdarah
Pemetaan pola dan proyeksi
perubahan iklim
• Peta Rawan banjir
• Peta Rawan longsor
(Dairaku, 2008)
Mitigasi Perubahan Iklim
Apa yang dimaksud dengan
Mitigasi ?
Mitigasi
:
berbagai tindakan aktif untuk
mencegah/ memperlambat terjadinya
perubahan iklim/ pemanasan global &
mengurangi dampak perubahan
iklim/pemanasan global (melalui upaya
penurunan emisi GRK, peningkatan
TRANSPORTASI
RUMAH
TANGGA &
KOMERSIAL
PEMBANGKIT
LISTRIK
Upaya Penurunan Emisi CO
2
Sumber: Stern’s
Slide
Emisi global per
sektornya
Energi terkait
lainnya 5%
Transportasi 14%
Pembangkit listrik
24%
Industri 14%
Perubahan Lahan
18%
Pertanian 14%
Sampah 3%
Gedung/
bangunan 8%
Emisi non-energi
Emisi energi
emisi total tahun 2000 =
42GtCO
2
e
sumber: slide Stern
Disebut juga
LULUCF
(
landuse,
Energi Angin
Energi Angin
Energi Matahari
Energi Angin
Energi Matahari
Energi Biodiesel
Energi Angin
Energi Matahari
Energi Biodiesel
Energi Panas Bumi
Energi Angin
Energi Matahari
Energi Biodiesel
Energi Panas Bumi
Energi Angin
Energi Matahari
Energi Biodiesel
Energi Panas Bumi
Potensi energi angin secara rata-rata
Perlu diketahui
–
Kecepatan angin rata-rata secara
bulanan, musiman, dan tahunan
–
Durasi, yakni prosentasi kejadian
angin di atas suatu nilai ambang yang
dikehendaki
–
Presistensi, yakni angin kontinu
dengan kecepatan di atas nilai ambang
Metoda standar
Wind rose, model distribusi, analisis
spektral
3
2
1
A
V
Pengukuran insitu
Penginderaan jauh
Meteorological tower, Tethered & moored balloon, Kite borne- & rawin-sonde
Wind Profiler Radar Sodar (Acoustic Sounder ) Satelit
8
7
7
6
7
8
9
9
8
7
6
7
7
6
6
6
7
8
8
8
9
9
9
6
5
4
5
6
7
7
7
5
4
4
4
4
4
3
4
5
5
5
6
7
7
7
3
3
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
3
3
4
4
5
5
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
5
5
4
5
4
3
3
3
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
5
5
5
4
4
3
3
4
6
6
6
6
5
5
5
5
5
5
6
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
6
7
7
7
7
6
6
6
7
7
7
7
5
4
4
4
4
5
4
4
3
3
4
5
6
6
6
6
6
6
7
7
8
8
7
6
5
4
4
3
7
7
7
6
5
4
3
5
6
6
6
6
7
7
7
6
6
5
5
4
3
3
3
1000 mB
2
2
2
1
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
5
5
6
6
2
2
1
2
2
3
3
2
1
1
1
2
3
2
2
2
2
2
3
3
4
4
4
3
2
2
1
1
2
1
1
2
2
1
2
2
2
1
1
1
1
1
2
2
3
3
3
2
2
2
1
1
1
1
1
1
1
2
2
1
1
1
1
2
2
1
1
1
2
2
2
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
1
1
2
2
2
2
2
2
1
1
1
1
2
2
1
1
2
2
2
2
1
1
1
1
2
3
3
3
3
3
2
2
2
2
1
1
2
2
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2
5
5
5
5
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
3
4
5
5
5
4
4
7
7
6
6
6
6
5
5
5
6
6
5
4
4
3
3
3
4
5
6
6
6
6
1000 mB
6
5
4
3
3
3
4
5
4
3
1
0
0
0
1
1
2
2
1
1
1
0
0
4
3
1
1
1
1
3
3
3
2
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
2
1
0
0
0
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
1
2
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
2
3
3
2
2
1
0
0
1
2
2
2
1
0
0
1
2
2
2
2
1
0
0
1
3
4
5
5
4
3
2
2
2
3
3
2
1
1
2
3
4
4
4
3
2
1
1
3
4
7
4
7
6
5
4
4
3
4
4
3
4
4
5
5
5
6
6
5
4
3
4
4
8
8
8
8
7
8
6
5
5
6
6
8
6
5
5
5
6
7
7
7
6
6
6
8
7
8
8
8
8
8
7
7
8
8
7
6
4
3
3
4
5
6
7
7
7
7
1000 mB
2
2
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
0
0
0
0
3
2
1
0
0
0
1
2
2
2
1
0
0
0
1
1
1
1
1
0
0
0
0
2
2
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1
0
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
2
1
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
2
4
4
4
6
2
1
1
1
1
0
0
0
1
2
2
2
2
2
1
0
1
2
2
7
5
5
5
4
3
2
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
4
3
3
3
3
3
7
7
7
7
6
5
4
3
3
3
3
3
3
2
1
1
3
4
5
5
5
5
5
8
8
8
8
7
7
6
5
4
3
3
3
1
1
2
1
1
3
4
5
5
6
6
1000 mB
31 21 21 13 21 31 45 45 31 21 13 21 21 13 13 13 21 31 31 31 45 45 45
13 7,7 3,9 7,7 13 21 21 21 7,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 1,7 3,9 7,7 7,7 7,7 13 21 21 21
1,7 1,7 3,9 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 1,7 3,9 3,9 7,7
7,7 3,9 3,9 3,9 1,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 7,7 7,7 3,9
7,7 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 7,7 7,7 7,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 7,7 7,7 7,7
7,7 3,9 3,9 1,7 1,7 3,9 13 13 13 13 7,7 7,7 7,7 7,7 7,7 7,7 13 7,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9
3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 7,7 13 21 21 21 21 13 13 13 21 21 21 21 7,7 3,9 3,9 3,9 3,9
7,7 3,9 3,9 1,7 1,7 3,9 7,7 13 13 13 13 13 13 21 21 31 31 21 13 7,7 3,9 3,9 1,7
21 21 21 13 7,7 3,9 1,7 7,7 13 13 13 13 21 21 21 13 13 7,7 7,7 3,9 1,7 1,7 1,7
1 MW
1000 mB
0,5 0,5 0,5 0,1 0,5 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9 7,7 7,7 13 13
0,5 0,5 0,1 0,5 0,5 1,7 1,7 0,5 0,1 0,1 0,1 0,5 1,7 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9
1,7 0,5 0,5 0,1 0,1 0,5 0,1 0,1 0,5 0,5 0,1 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,5 1,7 1,7
1,7 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,5
0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1
0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5 0,5 0,1 0,1 0,5 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0,1 0,5
1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 0,5 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,5 0,5 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 1,7 0,5 0,5 0,5
7,7 7,7 7,7 7,7 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 3,9 3,9 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 7,7 7,7 7,7 3,9 3,9
21 21 13 13 13 13 7,7 7,7 7,7 13 13 7,7 3,9 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 7,7 13 13 13 13
16
1000 mB
1 MW
Wind Energy Potential
(
13 7,7 3,9 1,7 1,7 1,7 3,9 7,7 3,9 1,7 0,1 0 0 0 0,1 0,1 0,5 0,5 0,1 0,1 0,1 0 0
3,9 1,7 0,1 0,1 0,1 0,1 1,7 1,7 1,7 0,5 0 0,1 0,1 0 0 0,1 0,1 0,1 0,1 0 0 0 0
0,5 0,1 0 0 0 0 0,1 0,1 0,1 0,1 0 0,1 0,1 0,1 0 0,1 0,1 0,1 0 0,1 0,5 0,1 0,1
0 0 0 0 0 0 0,1 0,1 0,1 0 0 0 0,1 0,1 0,1 0 0 0 0 0,1 0,5 1,7 1,7
0,5 0,5 0,1 0 0 0,1 0,5 0,5 0,5 0,1 0 0 0,1 0,5 0,5 0,5 0,5 0,1 0 0 0,1 1,7 3,9
7,7 7,7 3,9 1,7 0,5 0,5 0,5 1,7 1,7 0,5 0,1 0,1 0,5 1,7 3,9 3,9 3,9 1,7 0,5 0,1 0,1 1,7 3,9
21 3,9 21 13 7,7 3,9 3,9 1,7 3,9 3,9 1,7 3,9 3,9 7,7 7,7 7,7 13 13 7,7 3,9 1,7 3,9 3,9
31 31 31 31 21 31 13 7,7 7,7 13 13 31 13 7,7 7,7 7,7 13 21 21 21 13 13 13
31 21 31 31 31 31 31 21 21 31 31 21 13 3,9 1,7 1,7 3,9 7,7 13 21 21 21 21
1000 mB
19
1 MW
6.1 6.1 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1
8.2 6.1 4.5 3.1 3.1 3.1 4.5 6.1 6.1 6.1 4.5 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1
6.1 6.1 4.5 4.5 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 4.5 4.5 3.1
4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5
6.1 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 3.1 4.5 6.1
11 11 11 17 6.1 4.5 4.5 4.5 4.5 3.1 3.1 3.1 4.5 6.1 6.1 6.1 6.1 6.1 4.5 3.1 4.5 6.1 6.1
21 13 13 13 11 8.2 6.1 4.5 4.5 4.5 4.5 6.1 6.1 6.1 6.1 8.2 8.2 11 8.2 8.2 8.2 8.2 8.2
21 21 21 21 17 13 11 8.2 8.2 8.2 8.2 8.2 8.2 6.1 4.5 4.5 8.2 11 13 13 13 13 13
25 25 25 25 21 21 17 13 11 8.2 8.2 8.2 4.5 4.5 6.1 4.5 4.5 8.2 11 13 13 17 17
18
1000 mB
1 MW
Potential = 73 GW
Installed capacity (optimum) = 25 MW
Recent capacity = 0.6 MW
Wind Energy Potential
(
Sept-Oct-Nov
)
Peta Distribusi Kecepatan Angin (dalam m/s)
Bulan : (a) Juni-Juli-Agustus di P. Jawa
Peta Distribusi Kecepatan Angin (dalam m/s)
Bulan : (b) September-Oktober-November di P.
Jawa
Peta Distribusi Kecepatan Angin (dalam m/s) Bulan:
(c) Desember-Januari-Februari
Peta Distribusi Kecepatan Angin (dalam m/s)
Bulan: (d) Maret-April-Mei
Potensi Energi Matahari di Indonesia
Intensitas Radiasi Matahari
di Indonesia mencapai
4.8 kWh/m2/hari
Daya Radiasi Matahari di Permukaan Bumi
Indonesia
W/m
20
0.01
0.02
0.03
0.04
0.05
2010 2020 2030 2040 2050 2060 2070 2080 2090 2100
Tahun
M
tC
O
2
p
e
r
ta
h
u
n
Substitution of Gas
Substitution of Oil
Substitution of Coal
Grafik Reduksi CO2 dari Substitusi Energi
Fosil oleh Energi
Angin
0
0.03
0.06
0.09
0.12
0.15
2010 2020 2030 2040 2050 2060 2070 2080 2090 2100
Tahun
M
tC
O
2
p
e
r
ta
h
u
n
Substitution of Gas
Substitution of Oil
Substitution of Coal
Grafik Reduksi CO2 dari Substitusi Energi
Fosil oleh Energi
Surya
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
2010 2020 2030 2040 2050 2060 2070 2080 2090 2100
Tahun
M
tC
O
2
p
e
r
ta
h
u
n
Substitution of Gas
Substitution of Oil
Substitution of Coal
Grafik Reduksi CO2 dari Substitusi Energi
Fosil oleh Energi
Biodiesel
-10
10
30
50
70
90
110
130
150
2010 2020 2030 2040 2050 2060 2070 2080 2090 2100
Tahun
M
tC
O
2
p
e
r
ta
h
u
n
Substitution of Gas
Substitution of Oil
Substitution of Coal
Grafik Reduksi CO2 dari Substitusi Energi
Fosil oleh Energi
Panas Bumi
Proyeksi
Model MERGE
untuk Harga CO2 per
Ton dalam USD
0
100
200
300
400
500
600
700
2010
2020
2030
2040
2050
2060
2070
2080
2090
2100
$/
to
n
C
O
2
$600/ton CO
2
0
50
100
150
200
250
300
2010
2020
2030
2040
2050
2060
2070
2080
2090
2100
Tahun
Ju
m
la
h
C
O
2
(
ju
ta
to
n
)
Proyeksi Jumlah Reduksi CO
2
di Indonesia
oleh Substitusi Energi Terbarukan
268,68 Juta ton CO
2
Pendapatan Nasional dari Substitusi Energi
Fosil oleh Energi Terbarukan
0
10
20
30
40
50
60
70
80
2010
2020
2030
2040
2050
2060
2070
2080
2090
2100
Tahun
$
U
S
p
e
r
ye
a
r
*1
0
9from Gas
from Oil
from Coal
73,4 milyar USD
60,2 milyar USD
22,2 milyar USD