PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Diabetes Melitus
Penderita diabetes melitus semakin meningkat karena tubuh mengalami gangguan dalam penyerapan gula darah sehingga menyebabkan tingginya kadar gula darah (Helmawati, 2014). Salah satu terapi diet yang dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula pada pasien diabetes melitus adalah terapi air. Penatalaksanaan diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah tinggi dapat berupa pola makan minum air putih (Puspitasari, 2017).
Analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa terapi air minum berpengaruh terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus (p value = 0,000). Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Terapi Air Glukosa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Narrative Review Study”. Rumusan masalah penelitiannya adalah apakah terapi air efektif dalam menurunkan kadar gula pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Kami berharap penelitian ini bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran dan informasi bagi bidang keperawatan mengenai efektivitas terapi air terhadap kadar gula darah pada seseorang yang terdiagnosis diabetes tipe 2. Pasien dapat mengetahui manfaat terapi air terhadap kadar gula. pada pasien diabetes tipe 2. Manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam meneliti efektivitas terapi air terhadap kadar gula penderita diabetes tipe 2.
Bagi seseorang yang mengidap penyakit diabetes melitus, khususnya diabetes tipe 2, untuk menurunkan kadar gula darah biasanya dokter akan meresepkan obat. Komplikasi lainnya adalah jika penderita diabetes melitus tidak mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka ia berisiko mengalami komplikasi mikrovaskuler (kerusakan mata, ginjal, dan saraf) dan makrovaskuler (stroke, serangan jantung) yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Amrullah, 2020).
Terapi Air Putih
Air yang baik untuk dikonsumsi adalah air yang memenuhi syarat kesehatan yaitu air yang tidak berbau, air yang tampak jernih, air yang tidak berasa dan mempunyai kandungan pH 7 (netral), tidak mengandung berbagai bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. . penyakit, termasuk salmonella dan diare (Tilong, 2013). Air yang layak dikonsumsi adalah air yang telah melalui proses pengolahan lengkap atau alami (tanpa pengolahan) yang memenuhi kriteria air sehat dari segi mikrobiologi, kimia, dan fisik serat radioaktif serta dapat langsung diminum (Aryani, 2017). Air minum mempunyai berbagai persyaratan yang harus dipenuhi yaitu tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna dan terbukti tidak mengandung mikroorganisme yang dapat membahayakan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018).
Intervensi terapi minum air putih untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus sebaiknya dilakukan setiap hari pada pagi hari setelah bangun tidur, karena pada saat tersebut belum mengkonsumsi apapun sehingga lambung masih dalam keadaan kosong yang menyebabkan terjadinya dinding lambung. perut. lebih mampu dan cepat menyerap air serta lebih mampu mengencerkan penimbunan kadar gula darah (Sholiha, 2019). Penelitian Jahidin (2019) menunjukkan bahwa minumlah 5 gelas air hangat sebelum menggosok gigi di pagi hari setelah bangun tidur. Terapi ini dapat dilakukan selama 2 minggu dimana fase minggu pertama dianggap sebagai latihan terapi dengan minum air putih dengan jumlah gelas yang diminum per hari disesuaikan dengan keinginan responden, sedangkan fase kedua minggu diabetes. Penderita penyakit melitus diberikan intervensi minum air hangat sebanyak 5 gelas setiap hari untuk setiap responden (ukuran gelas 250 ml).
Penderita diabetes dapat menurunkan gula darahnya dengan meminum air (hidroterapi) yang dikeluarkan tubuh melalui urin dan keringat.
METODE PENELITIAN
- Rancangan Strategi Pencarian Narrative Review
- Kriteria Narrative Review
- Tahapan Narrative Review
- Peta Narrative Review
2 Hidroterapi dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang (Kusniawati, 2017). Untuk mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap kadar gula darah pada pasien DIABETES MELLITUS tipe 2 di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang. 3 Pengaruh terapi air dalam menurunkan kadar gula darah sementara (GDS) pada penderita diabetes melitus tipe II (Jahidin, 2019).
Menganalisis hidroterapi (air minum) terhadap kadar gula darah acak pada penderita diabetes melitus tipe 2. 8 Pengaruh Hidroterapi Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sementara Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan (Tarigan, 2021). Untuk mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan.
Terdapat pengaruh hidroterapi terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 (p-value = 0,001). Penelitian Sheikh (2016) mengemukakan bahwa air Zam-Zam dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Hasil analisis dari delapan jurnal tersebut terutama menyatakan bahwa terapi air minum dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Hidroterapi dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang. Pengaruh hidroterapi terhadap penurunan kadar gula darah sementara pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan.
HASIL KAJIAN NARRATIVE REVIEW DAN PEMBAHASAN
Hasil Kajian Narrative Review
Tujuannya untuk mengetahui pengaruh air putih terhadap tingginya gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat perbedaan rerata kadar glukosa darah setelah hidroterapi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p-value = 0,0001). Untuk mengetahui pengaruh pengolahan air minum terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.
Ada pengaruh terapi air minum terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (p-value = 0,000). Desain pra-eksperimen, desain pra-pasca tes satu kelompok. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 25 responden. Menganalisis manfaat air mineral terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 dibandingkan air lainnya.
Pembahasan
Berdasarkan seluruh jurnal yang diulas di atas, kadar gula darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dapat diturunkan dengan melakukan terapi air. Seseorang yang terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 tentu memiliki kadar gula darah yang berlebihan. Minum air putih sebagai terapi berarti membersihkan ginjal dari kelebihan gula melalui urin. Data dari beberapa jurnal menyebutkan bahwa air hangat, air alkali, dan air Zam-Zam mampu menurunkan kadar gula darah.
Data penelitian Saherna (2020) mengungkapkan bahwa kadar gula darah pasien diabetes melitus sebelum diberikan intervensi minum air putih rata-rata 282,57 mg/dl. Setelah intervensi minum air putih, pasien memiliki rata-rata kadar gula darah 256 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata terjadi penurunan kadar gula darah responden setelah dilakukan intervensi air minum pada responden penelitian. Penelitian Kusniawati (2017) menunjukkan bahwa pasien diabetes melitus sebelum diberikan hidroterapi memiliki rata-rata kadar gula darah sebesar 296,63 mg/dl dan setelah diberikan hidroterapi memiliki rata-rata kadar gula darah sebesar 221,17 mg/dl.
Data tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan hidroterapi, responden penelitian mengalami penurunan kadar gula darah rata-rata sebesar 75,46 mg/dl. Penelitian Jahidin (2019) menunjukkan bahwa pasien diabetes melitus sebelum diberikan terapi air memiliki rata-rata kadar gula darah sebesar 230,15 mg/dl, sedangkan setelah diberikan terapi air memiliki rata-rata kadar gula darah sebesar 136,25 mg/dl. Data tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan hidroterapi, responden dalam penelitian tersebut mengalami penurunan kadar gula darah rata-rata sebesar 96,9 mg/dl.
Data pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien diabetes yang mendapat pengobatan dengan meminum air alkali dengan pH >7 memiliki kadar gula darah yang lebih rendah. Minum air putih terbukti dapat menurunkan kadar gula darah tinggi pada pasien diabetes tipe 2, namun tidak semua jurnal memberikan informasi yang jelas mengenai proses atau jumlah air yang dikonsumsi sehari-hari.
Keterbatasan
Hal ini mungkin disebabkan karena air panas dapat menghancurkan timbunan lemak, termasuk memecah gula yang merupakan penyebab utama penyakit diabetes, serta dapat membantu membuat sistem saraf lebih fleksibel sehingga darah dapat mengalir dengan baik ke jaringan tubuh responden. suhu tubuh sehingga merangsang proses berkeringat yang merupakan cara tubuh penderita diabetes melitus tipe 2 mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dapat menyelidiki secara langsung pasien diabetes melitus tipe 2 akibat pandemi Covid-19, sehingga penelitian hanya dilakukan dengan metode naratif review dan jumlah jurnal yang digunakan terbatas, sehingga tidak mencapai tujuan. tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelusuran dan pembahasan di jurnal dapat disimpulkan bahwa terapi air minum efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Penderita diabetes melitus tipe 2 dapat mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup sebagai terapi tambahan untuk menurunkan kadar gula darah setiap harinya dan lebih rajin mengontrol kadar gula darah di fasilitas kesehatan. Instansi kesehatan baik pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dapat meningkatkan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan memberikan informasi tentang manfaat konsumsi air putih yang cukup sebagai terapi komplementer. Pengaruh rebusan kacang ijo terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di wilayah operasi Puskesmas Sobo Banyuwangi Kecamatan Tukangkayu.
Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus di wilayah kerja UPT Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Pengaruh terapi air minum terhadap penurunan kadar gula darah sesaat (GDS) pada penderita diabetes melitus di Desa Bumi Ayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Poliwali Mandar. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan mengenai pengukuran kadar glukosa darah sebagai upaya deteksi dini penyakit diabetes melitus.
Kombinasi jalan kaki dan hidroterapi mempengaruhi kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe II. Hubungan tingkat pengetahuan penderita diabetes dengan pola makan dan penatalaksanaan fisiknya.
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Simpulan
Rekomendasi
Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan judul yang sama namun dengan metode yang berbeda melalui pendekatan pra eksperimen dengan intervensi air dengan pH yang telah ditentukan, selain itu juga dapat melakukan penelitian ikhtisar naratif dengan menggunakan variabel yang berbeda, misalnya efektivitas jalan kaki terhadap kadar gula darah. atau dengan menggabungkan terapi air dengan terapi jalan kaki untuk menurunkan kadar gula darah. Pengaruh konsumsi air hangat sebelum pengaplikasian nebulizer terhadap peningkatan kelancaran jalan nafas pada penderita asma bronkial. Tersedia di http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hypertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-saja-ciri-condition-air-minum [Diakses 20 November 2020].
Pengaruh hidroterapi (air minum) terhadap kadar gula darah acak pada penderita diabetes melitus tipe 2 pada penelitian di Desa Kaliwungu Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Pengaruh hidroterapi dengan air minum terhadap penurunan sementara kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1 Sleman Yogyakarta.