• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas dan Kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah Ponorogo

N/A
N/A
Saffa Ayu

Academic year: 2025

Membagikan "Efektivitas dan Kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah Ponorogo"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIFITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK PENERANGAN JALAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH

Ardyan Firdausi Mustoffa

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo

*Korespondensi: [email protected]

ABSTRACT

Street lighting tax is a potential sector in improving the lighting tax revenue effectiveness. The purpose of this research was to determine the effectiveness level and its contribution Street Lighting Taxes to Local Own Source Revenue in Ponorogo. This research was conducted in Earning Department of North Ponorogo. Analysis method used is descriptive method that analyzed the street lighting tax realitation. The results of the research showed that effectiveness level of street lighting tax that occur in variable. The highest level of effectiveness of street lighting tax occured. Overall tax contribution in street lighting tax is give a good contribution to the Local Own Source Revenue. The biggest street lighting tax contribution percentage Street Lighting Taxes. This means that the street lighting tax revenue and its contribution to the local revenue of Ponorogo are good enough. Should the PLN in north Ponorogo district improve service to consumers, especially the addition of street lighting facilities, given the realization of street lighting tax has exceeded the target.

Keywords: street lighting tax, effeciveness, contribution

ABSTRAK

Pajak Penerangan Jalan merupakan sektor potensial dalam meningkatkan efektivitas penerimaan pajak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas dan Kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini di lakukan di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan menganalisis data realisasi Pajak Penerangan Jalan dan Pendapatan Asli Daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dari Pajak Penerangan Jalan yang terjadi sangat bervariasi. Secara keseluruhan kontribusi Pajak Penerangan Jalan memberi kontribusi yang baik terhadap PAD. Ini berarti bahwa penerimaan Pajak Penerangan Jalan dan Kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Ponorogo sudah cukup baik. Sebaiknya pihak PLN di Kabupaten Ponorogo meningkatkan pelayanan terhadap konsumen khususnya terhadap penambahan fasilitas Penerangan Jalan, mengingat realisasi Pajak Penerangan Jalan telah melebihi target.

Kata kunci: Pajak Penerangan Jalan, efektivitas, kontribusi

PENDAHULUAN

Akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, menjunjung tinggi supremasi hukum, serta membuka partisipasi masyarakat yang dapat menjamin kelancaran, keserasian dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan dan pembangunan merupakan latar belakang pencapaian tujuan dan cita-cita nasional, sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, pemerintah berdasarkan visi dan misi, melakukan berbagai program dalam rangka penciptaan good governance dan pembangunan yang merata.

Pembangunan daerah merupakan salah satu agenda pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan

(2)

taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Semua daerah di Indonesia terus membangun daerahnya agar dapat menjadi yang lebih baik serta dapat mewujudkan tujuan yang di tetapkan. Kemandirian suatu daerah dalam pembangunan nasional merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Pusat membuat kebijakan dimana pemerintah daerah diberikan kekuasaan untuk mengelola keuangan daerahnya masing-masing atau yang lebih dikenal dengan sebutan desentralisasi, hal ini dilakukan dengan harapan daerah memiliki kemampuan untuk membiayai pembangunan daerahnya sendiri sesuai prinsip daerah otonom yang nyata.

Penerapan desentralisasi sebagai wujud otonomi daerah menimbulkan permasalahan dalam pembagian keuangan antara pusat dan daerah dimana pelaksanaan tugas dan wewenang masing-masing tingkat pemerintahan memerlukan dukungan pendanaan. Pemerintah daerah dituntut memiliki kemandirian secara fiskal karena subsidi atau bantuan dari pemerintah pusat yang selama ini sebagai sumber utama dalam APBD, mulai kurangnya kontribusi dan menjadi sumber utamanya adalah Pendapatan Daerah sendiri. Ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat harus seminimal mungkin, sehingga PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar yang didukung oleh kebijakan pembagian keuangan pusat dan daerah sebagai prasyarat mendasar sistem pemerintahan negara. Penarikan pajak di suatu daerah di sesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, sesuai dengan Undang- Undang tersebut maka kabupaten atau kota diperkenankan untuk menarik pajak daerah.

Salah satu sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah adalah pajak daerah yang memiliki kontribusi sangat penting dalam membiayai pemerintahan dan pembangunan daerah. Berkenaan dengan hal tersebut, pemerintah Kabupaten Ponorogo mencoba memaksimalkan penerimaan pajak daerah yang dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ponorogo. Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu jenis pajak daerah Kabupaten Ponorogo yang menjadi sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ponorogo yang dewasa ini nilainya semakin meningkat. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan juga merupakan penerimaan dengan jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan jumlah penerimaan dari jenis pajak daerah yang lain.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi merupakan penyerahan wewenang pemerintahan pusat kepada pemerintah daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa desentralisasi fiskal adalah penyerahan wewenang dan tanggung jawab fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

(3)

Prinsip pemberian otonomi kepada pemerintah daerah pada dasarnya adalah membantu pemerintah pusat dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Menurut Rahdina (dalam Ruswandi, R.R, 2008) tujuan dari desentralisasi adalah sebagai berikut:

a. Mewujudkan keadilan antara kemampuan dan hak daerah.

b. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengurangan subsidi pemerintah pusat.

c. Mendorong pembangunan daerah sesuai dengan aspirasi masing-masing daerah.

Menurut (Kawedar dkk, 2008:210), Pendapatan Daerah adalah “hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah ekuitas dana lancar dalam tahun anggaran yang bersangkutan”. Menurut Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 1 Pendapatan Daerah merupakan semua hak daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 mendefinisikan Pendapatan Daerah sebagai semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara atau Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutanang menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dibayar kembali.

Menurut Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Dari definisi-definisi tersebut jelas terlihat bahwa Pendapatan Daerah merupakan hak pemerintah daerah yang menambah nilai ekuitas dana pemerintah. Pendapatan Daerah terdiri dari:

a. Pendapatan asli daerah b. Dana perimbangan

c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan dianalisis, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Variabel Terikat (Variabel Dependen) adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel ini dalam notasinya ditulis “Y”. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah. Variabel Bebas (Variabel Independen) adalah variabel yang menjadi sebab terpengaruhnya variabel terikat. Variabel ini dalam notasinya ditulis “X”. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pajak Penerangan Jalan.

Kedua variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1

PAJAK PENERANGAN JALAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

(4)

Pajak Penerangan Jalan dan Pendapatan Asli Daerah

Analisis data yang dilakukan adalah:

a. Analisis pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ponorogo tahun 2011-2016.

b. Analisis kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap pendapatan asli daerah Analisis ini dilakukan dengan menghitung prosentase kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap pendapatan asli daerah dibandingkan dengan kontribusi sumber pendapatan asli daerah yang lainnya.

c. Analisis Regresi linier dan korelasi sederhana

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antar variabel yang terkait dan untuk mengetahui apakah hubungan yang terjadi antara variabel-variabel tersebut adalah suatu kebetulan atau memang hubungan yang benar-benar. Analisis regresi sederhana yang digunakan menggunakan metode jumlah kuadrat terkecil dengan didasarkan pada persamaan berikut:

Nilai a dan b dicari dengan 2 rumus berikut :

Keterangan:

Y= Variabel Dependen (Variabel Terikat) X= Variabel Independen (Variabel Bebas)

a = konstanta (intersep), merupakan jarak antara titik-titik potong garis regresi

dengan sumbu vertical terhadap 0 (titik asal) atau dengan kata lain besarnya nilai Y taksiran untuk X = 0

b = Koefisien regresi, yaitu besar kecilnya variabel Y akibat perubahan satu unit variabel X

n = Jumlah data/pengamatan Y = a + bX

∑ (Y) = n a + b∑ (X)

∑ (XY) = n ∑(X) + b∑ (X²)

(5)

Selain analisis regresi linier juga dilakukan analisis korelasi yang bertujuan untuk menentukan tingkat keeratan hubungan linier antara dua variabel, yaitu:

Dimana:

r = koefisien korelasi pearson X = variabel X (variabel bebas) Y = variabel Y (variabel terikat)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ponorogo (DISPENDA) dari hasil observasi yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Profil Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Ponorogo Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Kabupaten Ponorogo merupakan pajak yang dipungut atas setiap penggunaan tenaga listrik baik yang dihasilkan sendiri maupun diperoleh dari sumber lain. Penerangan jalan adalah penggunaan tenaga listrik untuk menerangi jalan umum yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah. Sehingga penerimaan pajak yang diperoleh dari Pajak Penerangan Jalan akan digunakan untuk membiayai penerangan jalan pada jalan umum meliputi pemeliharaan dan perbaikan lampu jalan.

Subjek Pajak Penerangan Jalan adalah orang pribadi atau badan yang dapat menggunakan tenaga listrik, namun dalam hal tenaga listrik disediakan oleh pihak lain, wajib Pajak Penerangan Jalan adalah penyedia tenaga listrik, sedangkan objek Pajak Penerangan Jalan adalah penggunaan tenaga listrik baik yang dihasilkan sendiri maupun yang diperoleh dari sumber lain. Pajak Penerangan Jalan merupakan pajak dengan jumlah penerimaan tertinggi dibandingkan dengan jenis pajak daerah yang lain. Hal ini dapat dilihat dari laporan realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2011-2016.

Selain itu, Pajak Penerangan Jalan setiap tahunnya juga mengalami peningkatan jumlah penerimaannya, sehingga hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya pengoptimalisasian penerimaan pendapatan.

Efektivitas Pemungutan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Mahmudi (2007:129) menyatakan bahwa efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai.

Dikatakan efektivitas apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan. Semakin

𝑟 = n∑XY − ∑XY

(𝑛∑𝑥2− (∑x)²)(n∑r2− (∑r)²)

(6)

besar output yang dihasilakan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses kerja suatu unit organisasi.

Kontribusi digunakan untuk mengetahui sejauh mana pajak daerah memberikan sumbangan dalam penerimaan PAD. Dalam mengetahui kontribusi dilakukan dengan membandingkan penerimaan pajak daerah periode tertentu dengan penerimaan PAD periode tertentu pula. Semakin besar hasilnya berarti semakin besar pula peranan pajak daerah terhadap PAD, begitu pula sebaliknya jika hasil perbandingannya terlalu kecil berarti peranan pajak Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo telah melaksanakan efektivitas dan kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah, secara efektif sudah sangat sesuai dan mencapai target.

Metode Analisis Data Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Deskriptif Kuantitatif yaitu suatu metode pembahasan masalah yang sifatnya menguraikan, menggambarkan, membandingkan suatu data atau keadaan serta melukiskan dan menerangkan suatu keadaan sedemikian rupa sehingga dapatlah ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ponorogo diperoleh keterangan bahwa Kabupaten Ponorogo hanya mempunyai 1 (satu) wajib pajak Pajak Penerangan Jalan yaitu PT. PLN Persero. Hal ini dikarenakan listrik yang terdapat di Kabupaten Ponorogo seluruhnya berasal dari penyedia listrik yaitu PT PLN Persero.

Efektivitas Pajak Penerangan Jalan

Rumus penghitungan efektivitas Pajak Penerangan Jalan yang digunakan adalah sebagai berikut:

=

Sumber: Mahmudi (2007:129)

Klasifikasi Pengukuran Efektivitas

Ukuran Kategori

>100 % Sangat Efektif

90%-100 % Efektif

80%-90 % Cukup Efektif

60%-80 % Kurang Efektif

< 60% Tidak Efektif

(7)

Sumber:Tim Litbang Depdagri-Fisipol UGM 1991 (dalam Yulia Anggara Sari: 2011)

Pajak Penerangan Jalan

Tabel 1.1. Efektivitas Pajak Penerangan Jalan Kabupaten Ponorogo Tahun 2011-2016

Tahun Pajak Penerangan Jalan Target Kontribusi Kriteria

2011 Rp 9,838,206,546 Rp 9,000,000,000.00 109% Sangat efektif 2012 Rp 10,711,710,070 Rp 9,650,000,000.00 111% Sangat efektif 2013 Rp 12,338,121,696 Rp 10,600,000,000.00 116% Sangat efektif 2014 Rp 14,683,762,933 Rp 12,000,000,000.00 122% Sangat efektif 2015 Rp 17,092,950,909 Rp 14,750,000,000.00 116% Sangat efektif 2016 Rp 18,611,219,265 Rp 17,000,000,000.00 109 % Sangat efektif

Rata-rata 114% Sangat efektif

Sumber: Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Ponorogo (2017), data diolah

Berdasarkan tabel 1.1.dapat dilihat bahwa efektivitas Pajak Penerangan Jalan enam tahun terakhir mengalami Fluktuasi. Efektivitas Pajak Penerangan Jalan tertinggi terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 122 persen. Kemudian efektivitas Pajak Penerangan Jalan terendah terjadi pada tahun 2011 dan 2016 yaitu sebesar 109 persen. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Kepmendagri, pemungutan Pajak Penerangan Jalan untuk tahun 2011-2016 dikategorikan sangat efektif karena melebihi target yang di tetapkan. Dapat dikatakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo berhasil dalam memungut Pajak Penerangan Jalan.

Kontribusi Pajak Penerangan Jalan

Untuk mengetahui besar kontribusi yang dapat disumbangkan dari penerimaan masing-masing pos Pajak Daerah terhadap PAD Kabupaten Ponorogo dapat digunakan rumus:

=

Sumber: Mahmudi (2010:131)

Besarnya kontribusi menurut Serdana (2013) menggolongkan ke dalam kategori sebagai berikut:

Tabel 1.2. Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Kabupaten Ponorogo tahun 2011- 2016

Tahun Pajak Penerangan Jalan PAD Kontribusi

(8)

2011 Rp 9,838,206,546 Rp 65,936,673,551.92 14.92%

2012 Rp 10,711,710,070 Rp 108,766,406,815.21 9.85%

2013 Rp 12,338,121,696 Rp 134,097,320,780.57 9.20%

2014 Rp 14,683,762,933 Rp 198,730,421,479.94 7.39%

2015 Rp 17,092,950,909 Rp 210,695,348,134.82 8.11%

2016 Rp 18,611,219,265 Rp. 240,111, 321,573.88 7.75 %

Rata-rata 9.89%

Sumber: Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Ponorogo (2017), data diolah

Berdasarkan tabel 1.2.dapat dilihat bahwa Besarnya Kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan asli Daerah Kabupaten Ponorogo dari tahun 2011-2016 masih berfluktuasi namun jumlahnya cukup besar dengan rata rata hamper 10 %. Kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2011 sebesar 14,92 % dan terendah sebesar 7, 39 % di tahun 2014.

Pajak Penerangan Jalan terbukti memberikan kontribusi yang mempunyai pengaruh cukup berarti terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ponorogo, sehingga akan sangat tepat jika Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ponorogo melakukan upaya- upaya dalam menjaga kelancaran proses pemungutannya seperti, menyediakan (SKPDKB) Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar, SKPDKBT (Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan), SKPDLB (Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar), STPD (Surat Tagihan Pajak Daerah) dan memberitahukan kepada petugas yang bersangkutan mengenai pemakaiannya. Sistem pemungutan Pajak Penerangan Jalan adalah self assessment system, sehingga untuk mengoptimalisasi penerimaannya akan lebih baik jika Pemerintah Kabupaten Ponorogo memiliki tim pemeriksa pajak yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak untuk meminimalisasi adanya tindakan pelanggaran dalam bidang perpajakan.

PENUTUP

Kesimpulan:

Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. Perhitungan efektivitas pemungutan Pajak Penerangan Jalan menunjukkan bahwa semua pemungutan pajak di Kabupaten Ponorogo sudah sangat efektif, sehingga disimpulkan bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan sudah mencapai potensi yang optimal.

(9)

2. Kontribusi PPJ pada tahun 2011-2016 memberikan kontribusi yang baik terhadap PAD sehingga dapat mempengaruhi Jumlah PAD yang diterima.

3. Terbukti bahwa hubungan antara Pajak Penerangan Jalan dan pendapatan asli daerah Kabupaten Ponorogo adalah positif dan erat dengan r = 0,92 dan 2 = 0,85, artinya bertambahnya jumlah Pajak Penerangan Jalan akan mengakibatkan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah yang diterima. Pajak Penerangan Jalan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah dimana peningkatan Pendapatan Asli Daerah dipengaruhi sebesar 85% oleh adanya peningkatan Pajak Penerangan Jalan dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain.

Saran

Saran dari penelitian ini adalah:

1. Tingkat efektivitas dari Pajak Penerangan Jalan dan kontribusinya pada tahun 2011-2016 sudah sangat efektif. Akan tetapi sangat perlu perhatian dari pemerintah untuk mengatur ketentuan yang jelas untuk menentukkan target penerimaan pajak daerah.

2. Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemungutan pajak dan peraturan pajak yang mengikatnya. Dengan pahamnya masyarakat tentang pajak, maka akan membawa dampak positif dalam pembayaran pajak. Pemerintah juga harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, (2009). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bandung: Nuansa Aulia.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Rahdina (dalam Ruswandi, R.R, 2008), tentang tujuan dari desentralisasi

Kawedar dkk, (2008:210), Akuntansi Sektor Publik. Semarang: Badan Penerbit UNDIP Semarang.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 1 tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standart Akuntansi Pemerintah Pajak Daerah dan Retrebusi Daerah di Kota Depok pada Era Otonomi Daerah [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

(10)

Laporan realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2011-2016.

Mahmudi (2007:129), efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai.

Mahmudi, 2007. Analisis Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, Yogyakarta.

Serdana (2013), Besarnya kontribusi digolongkan kedalam beberapa kategori.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi yang berjudul “ Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Penerimaan Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten) ”

Judul Laporan Akhir : Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Hiburan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Musi Banyuasin..

a) Upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah dan PLN dalam meningkatkan kontirbusi pajak penerangan jalan atas penggunaan tenaga listrik yang disediakan oleh PLN

Analisis kontribusi digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan seluruh penerimaan daerah (pajak daerah dan retribusi daerah) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,

Metode perhitungan data yang digunakan adalah analisis efektivitas, analisis kontribusi pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Banjarnegara serta

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa data pemungutan Pajak Penerangan Jalan, penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota

PEMBAHASAN Pengaruh Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan tingkat efektivitas pada pajak penerangan jalan dapat dikategorikan efektif, karena realisasi

Dokumen ini membahas kajian mengenai pajak daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta analisis kontribusi, efektivitas, dan efisiensi dalam konteks keuangan