• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas pemanfaatan media sosial instagram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "efektivitas pemanfaatan media sosial instagram"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI EKSISTENSI DIRI OLEH SANTRIWATI ASRAMA AL- HIKMAH PONDOK PESANTREN WAHID HASYIM YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata I

Disusun Oleh:

Khoirunnisa Syawitri NIM 14210002

Pembimbing : Drs. Mokh. Sahlan, M.Si.

NIP 19680501 199303 1 006

PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2019

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Kedua orangtuaku tercinta, Ayah Zulman Barniat, S.Sos., M.IP dan Ibu Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I. Tanpa kalian aku tidak bisa sampai pada titik

ini. Hanya terucap kata maaf dan terimakasih, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita hingga akhir hayat nanti.

Almamater tercinta, Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Sunan KalijagaYogyakarta

(7)

vii MOTTO

Percaya pada insting, yakin bahwa kamu bisa, meskipun kamu tidak mampu melakukannya, tetap lakukan untuk mengetahui hasilnya, karena semuanya adalah

sebuah pembelajaran dan terdapat hikmah dibaliknya.

~nisa_ksy~

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Agung, Nabi Akhir Zaman, Nabi Muhammad SAW yang kita tunggu syafaatnya di zaumul akhir nanti.

Skripsi yang berjudul “Evektivitas Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Eksistensi Diri oleh Santriwati Asrama Al-Hikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta”, penulis susun untuk melengkapi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Strata Satu Sosial (S. Sos) dalam bidang Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa proses penyelesaian tentu tidak terlepas tanpa adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Drs.

K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.,

2. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Hj. Nurjannah, M. Si.,

3. Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Musthofa, S.Ag., M.Si., beserta jajarannya,

4. Dosen pembimbing skripsi Drs. Mokh. Sahlan, M.Si., yang telah mencurahkan ketekunan dan kesabaran dalam meluangkan waktu, tenaga dan fikirannya untuk memberikan bimbingan, nasihat dan motivasi yang sangat berharga bagi penulis hingga terselesaikannya skripsi ini,

5. Dosen pembimbing akademik, Nanang Mizwar Hasyim, S. Sos., M. Si., yang telah mencurahkan kesabarannya untuk memberikan bimbingan, nasihat dan motivasinya bagi penulis dari awal bangku perkuliahan hingga akhir perkuliahan,

(9)

ix

6. Segenap dosen dan karyawan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah mempermudah pengumpulan bahan skripsi ini,

7. Ayah Zulman Barniat, S.Sos., M.IP dan Ibu Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., yang telah memberikan segala pengorbanan, kasih sayang, do‟a dan dukungannya hingga saat ini. Terima kasih, kalian adalah motivatorku,

8. Khairani Oktariza, Rizki Indriyani Mutia, Zulfa Prisma Ikhrami, Hafizhah Nisrina dan M. Dzaki Zulhafidz Rafani, adik-adikku tercinta, semoga kelak kita bisa membanggakan Ayah dan ibu. Amiin,

9. Keluarga besar, Ajong Barniat, nenek besar M. Yazid Amin dan nenek kecil Siti Salamah , Paman Norman dan Paman Andri yang selalu mendoakan saya untuk sukses. Terima kasih atas do‟a dan dukungannya, 10. Sahabat-sahabat dan saudara-saudara terbaikku, Alfy Inayati, Osi Iradati

M, Ainun Shanas A, Annisa Lutfi N, Syayyidah Jamilullail V, Atiatul Afidah, Rizka Nurfadillah, Afina Putri, A‟yun Qonita. Terima kasih untuk kebersamaan dan dukungannya selama ini. Semoga kita bisa berkumpul lagi dengan kesuksesan yang kita raih. Amiin,

11. Keluarga KPI 2014 yang tak mungkin disebutkan satu per satu. Terima kasih telah berjuang bersama, semoga kelak kita semua akan menjemput kesuksesan masing-masing. Amiin,

12. Sahabat-sahabat seperjuangan KKN di Ngajek 1, Anwar, Sulistio, Kiki, Devi, Rara, Asiah, Bila, Ella, Nunung dan keluaga besar SUMONG Ngrajek 1. Semoga kita bisa selalu saling menjaga silaturahmi walau berjauhan. Aamiin,

13. Keluarga besar SUKA TV yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.

Terima kasih telah memberiku pengalaman dan kesempatan untuk menimba ilmu. Bahagia pernah menjadi bagian dari SUKA TV, semoga kedepannya SUKA TV semakin maju dan menjadi TV komunitas terdepan di Yogyakarta. Amiin,

14. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

(10)

x

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian, khususnya bagi penulis sendiri. Penulis menyadari skripsi ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Yogyakarta, 6 Februari 2019

Khoirunnisa Syawitri

(11)

xi ABSTRAK

Koirunnisa Syawitri (14210002), The Effectiveness of Utilization Social Media Instagram of santriwati (girl students of moslem school) at Al Hikmah Dormitory Wahid Hasyim Yogya Muslim Boarding School.

The research aims to know how much of these concerns are consistent with the al-wisdom in forming a pre-existence with utilizing the media of instagram. These research uses quantitative research method. Data analysis is used by Likert scale. The population in this study was santriwati, the lodge of the lodge of Pesanten shanten Wahid Hasyim Yogyakarta, as of 54 responden. The research shows the average of the ability of the person 's sensitivity to form the existence of self-determination to 3,21.

This indicates this study includes a category of natural categories. The existence of existence can be formed if an individual is able to understand the ability of self, such as traits in form the existence of existence is the belief in dir, free in berlandings, is always responsible for the actions of the dirn, and believed themselves performing like actors like a subscene.

Keyword: Effectiveness, Self Existence, Instagram Social Media

(12)

xii ABSTRAK

Khoirunnisa Syawitri (14210002), Efektivitas Pemanfaatan Media Sosial Instagram oleh Santriwati Asrama Al-Hikmah Pondok Pesanten Wahid Hasyim Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas santriwati Asrama Al-Hikmah dalam membentuk eksistensi diri dengan memanfaatkan media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati asrama al-hikmah Pondok Pesanten Wahid Hasyim Yogyakarta sebanyak 54 responden. Penelitian ini menunjukkan hasil rata-rata efektivitas seseorang dalam membentuk eksistensi diri memperoleh angka sebesar 3,21. Hal tersebut menunjukkan penelitian ini termasuk dalam kategori cukup efektif.

Eksistensi diri dapat terbentuk apabila seorang individu mampu memahami kemampuan diri, seperti ciri dalam membentuk eksistensi diri yaitu adanya keyakinan dalam diri, bebas dalam berekspresi, selalu bertanggung jawab atas tindakan diri, dan percaya diri tampil seperti aktor dihadapan khalayak.

Kata kunci: Efektivitas, Eksistensi diri, Media Sosial Instagram

(13)

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... iv

SURAT PERNYATAAN BERJILBAB ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

MOTTO……... vii

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK... xi

DAFTAR ISI…... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang………...…1

B. Rumusan masalah………...………..….5

C. Tujuan dan manfaat………...5

D. Kajian pustaka………...6

E. Kerangka teori………...9

F. Sistematika pembahasan……….……….26

BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis analisis penelitian………..……….28

B. Definisi konseptual……….28

C. Definisi operasional………....30

D. Populasi dan sampel………...……….31

E. Instrument penelitian………..……….32

F. Teknik pengumpilan data………...……….34

(14)

xiv

G. Validitas dan Relialibilitas……….………..34

H. Analisis data………...………..43

BAB III GAMBARAN UUMUM ASRAMA AL-HIKMAH DAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM A. Asrama Al-Hikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta………..46

1. Sejarah dan Latar belakang Asarama Al-Hikmah….…46 2. Visi dan Misi………..….…..47

3. Letak Georgrafis Asrama Al-Hikmah………..….48

4. Kondisi Sosiologis dan Psikologis………....48

B. Media Sosial Instagram………...49

1. Sejarah Instagram……….……….49

2. Fitur-fitur yang Terdapat di Media Sosial Instagram....53

3. Logo Instagram……….………....57

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian………..59

B. Analisis Eksistensi Diri………….………...62

1. Indikator Estetis……….…….62

2. Indikator Etis….……….….…..67

3. Indikator Religious...……….…....71

C. Hasil Skor Rata-rata………....75

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan……….……….….77

B. Saran……….……….………...77

DAFTARA PUSTAKA...….……….79 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(15)

Bab I Pendahuluan A. Latar belakang

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dengan mudah mempengaruhi masyarakat untuk menggunakan berbagai media sosial.

Saat ini, media sosial menjadi sebuah sarana yang mudah digunakan bagi semua penggunanya dalam mengaplikasikan berbagai kegiatan. Seperti dirilis di wearesocial tentang Global Digital Report 2018, terjadi beberapa peningkatan pengguna digital di Indonesia. Dari Total Populasi 265 Milyar penduduk Indonesia, setengah nya atau 50% sebesar 132 Milyar penduduknya sudah menggunakan internet dalam aktivitas keseharian mereka.1 Dijelaskan pada laman Kompasiana mengenai meningkatnya pengguna media sosial dikalangan masyarakat. Tiap tahunnya terdapat 4 media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu, Facebook, Instagram, Twitter, dan Path. Facebook menempati urutan pertama disusul Instagram kemudian masuk Twitter dan Path.2

Media sosial sudah menjadi kebutuhan setiap individu sebagai salah satu sarana untuk membentuk eksistensi diri. Media sosial saat ini lebih berkembang pesat sebagai media informasi. Masyarakat dapat berperan secara aktif sebagai pencari informasi, membagikan dan

1 firdausnetpreneur, Inilah Data Pengguna internet di Indonesia 2018 ,

(https://firdausnetpreneur.com/inilah-data-pengguna-internet-di-indonesia-2018-49-penggila- medsos/), diakses 8 juli 2018 pukul 21.56.

2 Anggita, Media Sosial Paling Banyak Digunakan, Kompasiana.com. diperbarui 6 januari 2017, (http://www.kompasiana.com/anggit28/mediasosial-paling-banyak-digunakan- 2016_586f082cd07a61750511493c), diakses 9 Maret 2018 pukul 23.21

(16)

mengkonsumsi informasi tersebut. Akses media sosial saat ini bukan hanya sekedar sebagai sarana hiburan atau berinteraksi dengan pengguna lain akan tetapi menjadi sumber informasi terkait berbagai hal. Salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini adalah Instagram.

Pemanfaatan media sosial bagi setiap individu tentu dapat mempermudah untuk mencapai suatu tujuan. Media sosial menjadi tempat individu agar bisa bersinteraksi secara bebas dan terbuka, juga dapat menjadi salah satu tempat untuk membentuk eksistensi diri. Masyarakat mulai gemar menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi karena kemudahan yang ditawarkan. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan internet di Indonesia yang tinggi berdasarkan hasil survey we are social pada tahun 2018. Indonesia menempati salah satu nega ra terbesar yang menggunakan salah satu sosial media terpopuler dunia, Instagram. Awal tahun 2018, Indonesia dalam peringkat pengguna Instagram mencapai 53 juta orang itu artinya hampir seluruh pengguna ponsel pintar di Indonesia adalah pengguna Instagram. Dalam hal ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah Amerika Serikat, dan Brazi l.3

3 Wearesocial, Inilah Perkembangan Digital Indonesia Tahun 2018,

https://www.matakota.id/news/44995-inilah-perkembangan-digital-indonesia-tahun-2018, diakses pada tanggal 3 April 2018 pukul. 21:59.

(17)

Tabel 1 : Negara terbesar menggunakan Instagram

Sumber : wearesocial.com

Jumlah pengguna sosial media isntagram yang begitu besar tiap tahunnya dapat terlihat dari seberapa lama para pengguna internet dalam berinteraksi lewat sosial media. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-3 tertinggi dunia dengan lama durasi menggunakan sosial media instagram sebesar 3 jam 23 menit.

Masyarakat di Indonesia mengalokasikan waktu hampir 30%

untuk sosial media.4 Media sosial instagram pun memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam mengaplikasikan eksistensi dalam diri. Dengan adanya perbaruan dan menambah fitur-fitur pada instagram, pengguna dapat berkerasi dengan mudah agar tercapai eksistensi diri tersebut. Tentunya setiap individu dapat memanfaatkan media sosial instagram dengan sebaik mungkin dalam membentuk eksistensi diri.

4 Ibid. 3 April 2018.

(18)

Banyaknya update status, mengUpload foto serta video menjadi salah satu cara agar mudah dikenal oleh orang lain. Ditambah lagi dengan fitur- fitur yang menarik tersebut mempermudah dan memanjakan pengguna dalam mengekspresikan diri. Saat individu tersebut membuat status dan mengupload foto melalui media sosial instagram, maka akan memberikan gambaran diri bagi seseorang tersebut. Juga bagaimana individu tersebut memposisikan dirinya dimata orang lain.

Santriwati asrama al-hikmah dalam mengisi sela-sela waktu kegiatan diluar rutinitas kampus dan asrama juga menggunakan media sosial instagram. Memosting foto, video, memberi dan mencarai informasi atau hanya sekedar melihat serta memberi like postingan orang lain. Meskipun sebagian dari santriwati ada yang aktif dan pasif dalam memanfaatkan akun miliknya, tak jarang santriwati menyempatkan untuk memosting atau hanya untuk melihat postingan orang lain.

Santri dalam khasanah kehidupan bangsa Indonesia khususnya agama Islam mempunyai dua makna, yaitu pertama, menunjukkan sekelompok peserta sebuah pendidikan pesantren atau pondok. Kedua, menunjukkan akar budaya sekelompok pemeluk Islam.5 Asal usul kata santri dalam pandangan Nurcholish Madjid dapat dilihat dari dua pendapat. Pertama, santri berasal sari perkataan sastri, sebuah kata dari bahasa Sansekerta yang artinya melek huruf. Menurut Nurcholish pendapat ini berdasarkan atas kaum santri adalah kelas literary bagi orang jawa yang berusaha mendalami

5 Binti Maunah, Tradisi Intelektual Santri, cet.1 , (Yogyakrta: Teras, 2009), hlm. 16.

(19)

agama melalui kitab-kitab bertuliskan bahasa arab. Kedua, kata santri berasal dari bahasa Jawa “Cantrik”, yang berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang guru kemana guru pergi dan menetap.6

Berkaitan dengan permasalahan yang dijabarkan sebelumnya tentang media sosial dan juga pemanfaatannya bagi seseorang dalam membentuk eksistensi diri. Maka disini penulis ingin melakukan penelitian yang mengangkat permasalahan tentang efektivitas pemanfaatan media sosial instagram sebagai eksistensi diri. Dalam penelitian ini peneliti memilih subyek penelitian yakni Santriwati Asrama Al-Hikmah PP. Wahid Hasyim Yogyakarta.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana efektivitas pemanfaatan media sosial instagram oleh Santriwati di Asrama Al- Hikmah PP. Wahid Hasyim Yogyakarta dalam membentuk eksistensi diri?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian

Penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas santriwati Asrama Al-Hikmah dalam

6 Ibid., hlm. 17.

(20)

membentuk eksistensi diri dengan memanfaatkan media sosial instagram.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini dapat berupa manfaat akademis maupun paraktis.

a. Manfaat akademis

Menambah pemgetahuan dan keilmuan mengenai media khususnya di bidang pemanfaatan media sosial. Bagi lembaga pendidikan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai perbendaharaan perpustakaan dan sebagai bahan kajian mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

b. Manfaat praktis

Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya yang akan mengkaji tentang topik mengenai pemanfaatan media sosial. Juga menambah wawasan bagi peneliti dan santriwati asrama Al-Hikmah PP. Wahid Hasyim Yogyakarta tentang pemanfaatan media sosial.

D. Kajian pustaka

Peneliti ini menggunakan kajian terdahulu untuk melihat keabsahan yang berkaitan dengan penelitian ini:

Pertama, penelitian yang dilakukan Nabilla Aprilia, dengan judul Instagram Sebagai Ajang Eksistensi Diri (studi fenomenologi mengenai

(21)

penggunaan instagram sebagai ajang Eksistensi Driri pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unpas). Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa pengungkapan media jejaring sosial Instagram pada penggunanya secara umum mereka menggunakan Instagram untuk memposting foto atau video, saling berinteraksi dengan pengguna Instagram lainnya, meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi ajang eksistensi diri. Kolerasi antara perilaku pengguna Instagram dan eksistensi diri terlihat dari seberapa seringnya mereka memposting foto- fotonya dengan semakin banyaknya yang memfollow, like dan memberikan komentar- komentar positif terhadap hasil jepretannya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan mempelajari buku- buku referensi, observasi langsung ke lapangan, wawancara mendalam, juga penelusuran data lewat internet yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.7

Kedua, Penelitian kolektif yang dilakukan oleh Fany ariani dan Wulan Trigantanti dengan judul Impression Management Seorang Selebgram sebagai Eksistensi Diri melalui Media Sosial Instagram.

Mereka menyatakan bahwa Instagram memiliki dampak besar pada kehidupan seseorang, dapat dilihat dari banyaknya pengguna instagram yang mulai menampilkan sosok dirinya kepada orang lain. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan Dramaturgi karya Erving Goffman. Teori tersebut mengasumsikan bahwa

7 Nabilla Apriliani, Instagram Sebagai Ajang Eksistensi Diri (studi fenomenologi mengenai penggunaan instagram sebagai ajang Eksistensi Driri pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, Skripsi (Bandung : Universitas Pasundan, 2015), hlm. x.

(22)

setiap orang berinteraksi dengan tujuan untuk memperlihatkan dirinya agar dapat diterima dihadapan orang lain. Mulyana dalam bukunya menyebut hal tersebut sebagai pengelolaan kesan (impression management), yaitu teknik yang digunakan seorang aktor untuk memberikan kesan-kesan tertentu dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.8

Ketiga, Alboin Leonard PS meneliti tentang Penggunaan Media Sosial Sebagai Eksistensi Diri (Studi Deskriptif Kualitatif Penggunaan Media Sosial Untuk Eksistensi Diri pada Mahasiswa FISIP UNS Tahun Ajaran 2015/2016). Menyatakan bahwa saat ini setiap orang memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk menunjukkan keberadaan dirinya kepada dunia luar. Teori yang digunkan yaitu Teori Uses and Gratification. Blumer dan Katz mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut.

Nurudin dalam bukunya menjelaskan bahwa Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara untuk menjalankan penelitian secara mendalam.9

Keempat, Dwi Syahnaz Hazisa dengan judul Pengaruh Instagram Stories Terhadap Eksistensi Diri di Kalangan Siswa-siswi SMAN 1 Makasar. Dalam penelitian ini dijelaskan media sosial yang sangat diminati adalah Instagram. Saat ini tingkat kenarsisan seseorang semakin

8 Fany ariani dan Wulan Trigantanti, Impression Management Seorang Selebgram sebagai Eksistensi Diri melalui Media Sosial Instagram, jurnal Prosiding Hubungan Masyarakat, Vol 2 :1, Tahun 2016, hlm. x.

9 Alboin Leonard PS, Penggunaan Media Sosial Sebagai Eksistensi Diri, Skripsi (Surakarta: Universitas Sebelas Maret , 2016), hlm. x.

(23)

meningkat sehingga Instagram berhasil meraih kepopuleran disetiap kalangan. Semakin nasris seseorang, maka semakin meningkat pula rasa keinginan seseorang untuk menjadi popular. Dengan begitu eksistensi diri yang diingikan akan terlihat oleh orang lain disekitarnya. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan teori yang digunakan yaitu Teori Uses and Gratification.10

E. Kerangka teori 1. Media Sosial

Kata “media” dapat dipahami dengan melihat dari proses komunikasi itu sendiri. Proses tersebut memerlukan tiga hal, yaitu objek, organ dan medium. Saat menyaksikan sebuah program televisi, dan televisi merupakan objek dan mata adalah organ. Maka antara televisi dan mata adalah gambar atau visual. Contoh tersebut menggambarkan bahwa media merupakan wadah untuk memberikan pesan dari proses komunikasi.

Menurut Fuchs ada beberapa pertanyaan dasar ketika melihat kata sosial, terkait dengan informasi dan kesadaran. Misal, seperti apakah individu tersebut adalah manusia yang selalu berkarakter sosial atau individu tersebut dapat dikatakan sosial ketika ia secara sadar melakukan interaksi. Dalam teori sosiologi disebutkan bahwa media pada dasarnya adalah sosial, karena media merupakan bagian

10 Dwi Syahnaz Hazisa, Pengaruh Instagram Stories Terhadap Eksistensi Diri di Kalangan Siswa-siswi SMAN 1 Makasar, Skripsi (Surakarta: Universitas Sebelas Maret , 2017), hlm. x.

(24)

dari masyarakat dan aspek dari masyarakat yang direpresentasikan dalam bentuk perangkat teknologi yang digunakan.11

Media sosial adalah suatu medium atau fasilitas internet yang memunkinkan pengguna mempresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, serta sebagai sarana komunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Terdapat tiga bentuk yang dapat merujuk pada makna bersosial dengan pengenalan (cognition), komunikasi (communicate), dan kerja sama (co-operasion). Lembaga We Are Social meneliti perilaku khalayak dalam mengakses internet hingga akun media sosil dari seluruh dunia. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada laman http://wearesosial.sg mencakup berbagai negara dari benua yang berbeda.

Richard Hunter dalam bukunya mengulas bahwa world without secrets yakni kehadiran media baru (new media/cybermedia) menjadikan informasi sebagai sesuatu yang mudah dicari dan terbuka.

Kehadiran media sosial dan internet memberikan kemudahan bagi khalayak untuk ikut berkompetisi dalam menyebarkan informasi atau peristiwa yang sedang terjadi di sekitar mereka.12 Internet selain memungkinkan untuk transformasi elektronik, yang disebut dengan new media, juga dapat menghubungkan manusia diseluruh dunia, yaitu dalam proses interaksi. Internet (interconnection networking)

11 Rulli Nasrullah, Media Sosial (Perspektif komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi), cet. 4 (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017), hlm.7.

12 Ibid., hlm.1.

(25)

merupakan jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Seperti yang diketahui internet merupakan bentuk konvergensi dari beberapa teknologi penting terdahulu, seperti komputer, televisi, radio, dan telepon.13

Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan dari adanya internet. Melalui media sosial, seseorang dapat saling terhubung dengan pengguna media sosial lainnya yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Media sosial memiliki sifat yang lebih interaktif dibandingkan dengan bentuk media seperti radio maupun televisi. Pembagian jenis media sosial ke dalam beberapa kategori merupakan upaya untuk melihat bagaimana jenis media sosial itu. Berikut adalah beberapa jenis media sosial:

1) Media jejaring sosial (social network) 2) Jurnal online (blog)

3) Jurnal online sederhana atau mikroblog (micro blogging) 4) Media berbagi (media sharing)

5) Penanda sosial (social bookmarking) 6) Media konten bersama atau wiki.14

13 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi : Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, ad. 1, (Jakarta : Kencana, 2006), hlm. 136.

14 Rulli Nasrullah, Media Sosial, hlm. 39.

(26)

Kriteria jenis tersebut muncul banyak media sosial seperti Blog, Wikipedia, Facebook, Youtube, Whatsapp, Path, Instgram dan masih banyak lainnya. Dari sekian banyak media sosial, yang saat ini banyak penggunanya adalah Instagram. Instagram itu sendiri termasuk ke dalam jenis media social berbagi media (media sharing) yang merupakan jenis media social dengan memfasilitasi penggunanya untuk berbagi media, mulai dari dokumen (file), video, audio, gambar dan sebagainya.15 Hanya saja dalam Instagram publik tidak dapat berbagi dokumen.

2. Motivasi

Motivasi bersal dari kata motif yang berarti dorongan atau rangsangan yang ada dalam diri seseorang. Motif yaitu sesuatu yang ada pada diri individu yang menggerakkan atau membangkitkan sehingga individu berbuat sesuatu.16 Artinya bahwa motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. McQual Dennis merumuskan motif serta motivasi dalam menggunakan media sosial yaitu17:

a. Motif Informasi

1) Memperoleh berita tentang kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.

15 Ibid., hlm. 44.

16 Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, hlm. 178.

17 McQual Dennis, Teori Kominikasi Massa, (Jakarta: Erlangga, 1997), hlm. 77.

(27)

2) Memperoleh bimbingan berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal-hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.

3) Memuaskan rasa ingin tahu.

4) Belajar, pendidikan untuk diri sendiri

5) Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.

b. Motif Identitas Pribadi

1) Dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi penonton itu sendiri.

2) Dapat mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain (dalam media).

3) Memperoleh nilai lebih sebgai penonton.

c. Motif Integritas dan Interaksi Sosial

1) Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial dengan orang lain sekitarnya.

2) Membantu menjalankan peran sosial sebagai mahasiswa.

3) Keinginan dekat dengan orang lain (mendapat teman)

4) Dan keinginan untuk dihargai orang lain.

d. Motif Hiburan

1) Dapat melepaskan diri dari permasalahan

(28)

2) Bisa bersantai dan mengisi waktu kosong 3) Bisa menyalurkan emosi

4) Bisa mendapatkan kesenangan

Tingkat motivasi setiap orang berbeda antara satu dengan yang lain dan pada diri setiap orang juga pada waktu yang berlainan pula.

Menurut Friederich Herzberg menyatakan bahwa setiap individu selalu dipengaruhi oleh dua situasi yaitu18:

a. Satisfiers/motivation, yakni suatu situasi yang dapat menjadi sumber kerja seperti pencapaian tujuan, penemuan baru, bekerja sendiri, bertanggung jawab dan kemajuan.

b. Dissatisfiers, yaitu semua factor yang menyebabkan terjadinya situasi yang mendatangkan ketidakpuasan.

Menurut David Mc. Clellad menyatakan sumber motivasi setiap individu meliputi, a) kebutuhan menentukan kekuasaan, b).

kebutuhan untuk perlindungan, c). kebutuhan untuk perlindungan.

Adapun ciri-ciri individu yang memiliki motivasi yakni:

a. Sumber motivasi need for power, dibagi (1) kekuasaan selera khusus, meliputi, a) membesarkan diri sendiri, b) meremehkan pengikut, c) memperlakukan bawahan sebagai pion/bidak (orang rendahan), d) mempunyai sifat mengancam. (2) kekuasaan yang di sosialisasikan, mencakup, a) digunakan untuk kepentingan kelompok, b) perumusan tujuan

18 Slamet Santoso, Teori-Teori Psikologi Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), hlm. 112.

(29)

menguntungkan kelompok, c) memberi jalan memecahkan masalah untuk kebaikan bersama, d) mendengarkan bawahan dan mencari cara terbaik untuk evaluasi, e) sebagai katalisator.

b. Sumber motivasi need for affiliation, terbagi (1) bersifat sosial dan suka berinteraksi (2) ikut memiliki dan berpartisipasi dengan kelompok (3) menginginkan kepercayaan lebih luas (4) ingin memperoleh saling pengertian (5) suka menolong dan suka persahabatan.

c. Sumber motivasi need for achievement, dibagi (1) bersemangat bila menang (2) bertujuan yang realistis dan berani mengambil resiko (3) bertanggung jawab pada hasil kerja (4) bersifat wirausaha (5) menghendaki umpan balik (6) bekerta sesuai prestasi (7) menginginkan motivasi berupa kepuasan, kamandirian dan kemajuan.

Dari pengertian di atas terlihat bahwa motivasi merupakan suatu proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu. Dengan begitu motivasi mendorong kesediaan untuk menggerahkan usaha tingkat tinggi untuk mencapai suatu tujuan.

Pada dasarnya setiap orang tentu mempunyai dorongan yang kuat untuk memotivasi diri dalam melakukan berbagai hal. Dalam penelitian ini motivasi menguatkan suatu keinginaan individu untuk membentuk eksistensi dirinya dihadapan khalayak. Dengan adanya sarana yang memadai maka seseorang dengan mudah untuk

(30)

merealisasikan tujuan eksistensinya. Hal tersebut tentunya akan menimbulkan kepuasan tersendiri untuk mencapi tujuan yang diinginkan.

3. Eksistensi Diri

Kata eksistensi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai hal berada; keberadaan.19 Eksistensi diri diartikan sebagai usaha individu dalam mendapatkan pengakuan oleh orang lain tentang keberadaan dirinya. Secara etimologi, eksistensialisme berasal dari kata eksistensi, eksistens berasal dari bahasa Inggris yaitu excitence; dari bahasa latin existere yang berarti muncul, ada, timbul, memilih keberadaan aktual. Dari kata ex berarti keluar dan sistere yang berarti muncul atau timbul. Beberapa pengertian secara terminologi, yaitu pertama, apa yang ada. kedua, apa yang memiliki aktualitas (ada), dan ketiga adalah segala sesuatu (apa saja) yang di dalam menekankan bahwa sesuatu itu ada.20

Menurut Kierkegaard menegaskan bahwa eksistensi manusia berarti berani mengambil keputusan yang menenentukan hidup. Jika kita tidak berani mengambil keputusan dan tidak berani berbuat maka kita tidak bereksistenti dalam arti sebenarnya. Dengan demikian terdapat eksistensi yang sebenarnya dan ada juga yang tidak.21 Kierkegaard menekankan bahwa eksistensi manusia bukanlah “ada”

19 KBBI Online, https://kbbi.web.id/eksistensi, diakses tangga l 9 Maret 2018

20 Lorens Bagus, Kamus Filsafat, ed.1, (Jakarta : PT Gramedia, 1996), hlm. 183.

21 Save M.Dagun, Filsafat eksistensialisme, cet. Pertama, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), hlm. 51.

(31)

yang statis, melainkan “ada” yang “menjadi”. Dalam arti terjadi perpindahan dari “kemungkinan” ke “kenyataan”. Dengan demikian eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan.22

Kebebasan manusia berarti manusia tidak menjadi objek yang dibentuk di bawah pengaruh keniscayaan alam dan sosial. Manusia membentuk dirinya dengan tindakan dan perbuatannya. Seseorang bebas mengambil tanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, dan tidak membenarkan diri berdasarkan hal-hal sekitarnya.23

Tiap eksistensi memiliki ciri khas yang terdiri dari tiga bentuk eksistensi24 yaitu:

a. Eksistensi estetis menyangkut kesenian, keindahan. Manusia mempunyai minat besar terhadap hal-hal di luar dirinya.

Manusia hidup dalam lingkungan dan masyarakat, karena itu fasilitas yang dimiliki dunia dapat dinimati manusia sepuasnya. Eksistensi estetis hanya bergelut terhadap hal-hal yang dapat mendatangkan kenikmatan pengalaman emosi dan nafsu. Eksistensi ini tidak ada batas nya dan kesenangan yang tidak terbatas pula.

b. Eksistensi etis tumbuh untuk keseimbangan hidup, manusia tidak hanya condong pada hal-hal yang kongkrit saja, tetapi lebih dari itu dan bahkan ini yang lebih penting yakni

22 Ibid. hlm.24.

23 Ibid. hlm.18

24 Ibid. hlm. 51.

(32)

mempertahankan situasi batinnya. Perilaku manusia seharusnya lebih ditentukan oleh batiniah yang sesuai dengan norma-norma.

c. Eksistensi religius, bentuk ini sudah tidak lagi membahas hal-hal yang kongkrit, tetapi sudah menembus inti yang paling dalam dari diri manusia. Bergerak pada yang absolut yaitu Tuhan. Perpindahan pemikiran logis manusia ke bentuk religius ini hanya dijembatani lewat iman religius.

Artinya pada awal mulanya mengakui semua banyak tuhan, lalu kemudian mengakui Tuhan yang Esa.

Eksistensialisme menekankan dan selalu mendorong setiap individu untuk menjadi dirinya sendiri.25 Terdapat karakter menjadi manusia sesunggguhnya dalam eksistensialisme yang terdiri dari tiga kriteria yaitu:

a. Selalu Berawal dari dalam Dirinya Sendiri

Menjadi manusia harus berangkat dari kesadaran diri dan kebebasan dalam menentukan siapa dirinya dan akan menjadi apa dirinya. Manusia memiliki pilihan-pilihan bebas dan sadar atas penentuan dirinya sendiri. Eksistensi manusia merupakan fakta kehadiran dan partisipasi individual dalam suatu dunia yang berubah dan secara pontensial mungkin berbahaya. Individu yang sadar diri dalam memahami

25 Alim Roswantoro, Menjadi Diri Sendiri dalam Eksistensialisme Religius Soren Kierkegaard, cet. 1, (Yogyakarta: IDEA Press, 2008), hlm. 65.

(33)

eksistensinya sendiri berdasarkan pengalaman dirinya sendiri dan situasi yang dialami. Diri yang dia sadar merupakan suatu individu berfikir yang memiliki kenyakinan, harapan, kekhawatiran, hasrat, kebutuhan untuk menemukan suatu tujuan, dan suatu kehendak yang bias menentukan tindakan-tindakannya sendiri. Menjadi diri dari dalam suatu indikasi adanya pengakuan manusia atas kebebasan dirinya sebagai individu yang memberikan penegasan dalam diri.26

b. Menyadari Kebebasan dan sekaligus Pertanggungjawaban Bereksistensi dari dalam merupakan suatu kesadaran bahwa manusia ada yang sadar diri dan karenanya bebas.

Kebebasan dicirikan dengan nalar kritisnya yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Resiko dari pilihan-pilihan bebasnya adalah menanggung akibat-akibatnya. Dengan kata lain, manusia yang sadar diri bukan berarti berbuat bebas tanpa batas atau semau dirinya sendiri tanpa pertanggungjawaban. Menjadi manusia otentik adalah menjadi diri yang berani memikul segala akibat yang ditimbulkan dari putusan-putusan yang dibuat oleh diri.

c. Menempatkan Diri sebagai Aktor

26 Ibid, hlm. 67.

(34)

Eksistensi atau pengakuan diri dengan demikian ialah suatu keadaan di mana seseorang ingin diakui dan dihargai oleh orang-orang di sekelilingnya. Eksistensi diri dalam hal ini dapat diwujudkan dengan memanfaatkan media sosial agar mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Pembentukan eksistensi diri bagi setiap individu pada dasarnya perlu memperkuat rasa percaya diri. Percaya diri ini menjadi modal dasar untuk pengembangan diri. Dengan percaya diri setiap orang mampu mengenal dan memahami diri sendiri. Percaya diri yaitu suatu sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Percaya diri muncul dari konsep citra diri yang dimilki oleh setiap orang. Teori kepribadian ekstensialis mengungkapkan bahwa seperti apa manusia membayangkan maka seperti itulah ia. Maka percaya diri muncul dari bagaimana seseorang memandang dirinya.27

Menurut Lauster, kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyaninan akan kemampusan diri seseorang sehingga tidak tepengaruh oleh orang lain dan dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan

27 Sidiq Rahmat, Konsep Percaya Diri dalam Al-Quran Menurut Hamka dalam Tafsir Al- Azhar dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Gama Islam, Skripsi (Yogyakarta: Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015), hlm. 18.

(35)

bertanggung jawab. Berdasarkan penjelasan diatas, berikut merupakan aspek-aspek percaya diri menurut Lauster28:

a. Keyakinan kemampuan diri merupakan sikap positif seseorang tentang dirinya. mampu secara sungguh-sungguh akan apa yang dilakukan.

b. Optimis merupakan sikap yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan kemampuan diri.

c. Objektif merupakan cara orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan kebenaran yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri.

d. Bertanggung jawab merupakan kesediaan seseorang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensi.

e. Rasional dan Realistis merupakan analisis terhadap suatu masalah, sesuatu hal, dan suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.

Seseorang yang memiliki percaya diri memiliki beberapa ciri seperti berikut:

28 M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita S. Teori-teori Psikologi, cet.3. (Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2012), hlm. 34-36.

(36)

a. Tidak membutuhkan dukungan dari orang lain yang berlebihan dalam setiap mengambil keputusan atau mengerjakan tugas, b. Bersifat optimis, tenang, dan gembira

c. Tidak ragu pada diri sendiri dan menghargai diri sendiri secara positif terutama saat menghadapi masalah

d. Melakukan hal-hal yang produktif

e. Serta memiliki dorongan prestasi yang kuat

f. Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain g. Berani menjadi diri sendiri

h. Punya pengendalian diri yang baik (emosinya stabil)

i. Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan)

j. Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi diluar dirinya.

Selain kepercayaan diri pada diri individu, terdapat ciri-ciri bagi individu yang kurang percaya diri dalam mengekspresikan diri, ciri-ciri tersebut, yakni:

a. Selalu ingin mendapatkan pengakuan dan penerimaan orang lain b. Menyimpan rasa takut atau kekhawatiran terhadap penolakan c. Sulit menerima realita diri (terlebih kekurangan diri) dan

memandang rendah kemampuan diri

d. Memasang harapan yang tidak realistis terhadap diri sendiri

(37)

e. Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatife

f. Takut gagal sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil

g. Cenderung menolak pujian yang ditunjukan secara tulus h. Selalu menempatkan diri sebagai yang terakhir

i. Mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan penerimaan serta bantuan orang lain.

j. Memandang segala sesuatu dari satu sisi saja.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri pada setiap individu dalam menunjang terbentuknya kepercayaan diri, yakni:

a. Lingkungan keluarga

Keadaan keluarga merupakan lingkungan hidup yang pertama dan utama dalam kehidupan setiap manusia, lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pembentukan awal rasa kepercayaan diri pada seseorang. Rasa percaya diri baru bisa tumbuh dan berkembang baik sejak kecil, jika seseorang berada di dalam lingkungan keluarga yang baik. Namun sebaliknya, jika lingkungan tidak memadai menjadikan individu tersebut untuk percaya diri maka individu tersebut akan kehilangan proses pembelajaran untuk percaya pada dirinya sendiri.

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama yang sangat menentukan baik buruknya keperibadian seseorang.

(38)

b. Pendidikan formal

Sekolah bisa dikatakan sebagai lingkungan kedua bagi anak, dimana sekolah merupakan lingkungan yang paling berperan bagi anak setelah lingkungan keluarga dirumah. Sekolah memberi ruang pada anak untuk mengekspresikan rasa percaya diri terhadap teman-teman sebayanya.

c. Pendidikan non formal

Salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian yang penuh rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Rasa percaya diri akan menjadi lebih mantap jika seseorang memiliki sesuatu kelebihan yang membuta orang lain merasa kagum. Kemampuan atau keterampilan dalam bidang tertentu bisa didapatkan melalui pendidikan non formal. Misalnya mengikuti berbagai kegiatan seperti kursus bahasa asing, jurnalistik, bermain alat musik, sevi vokal, keterampilan memasuki dunia kerja (BLK), pendidikan keagamaan dan lain sebagainya. Sebagai penunjang timbulnya rasa percaya diri pada individu yang menjadi modal untuk membentuk eksistensi diri.

Eksistensi menjadi sesuatu kebanggaan tersendiri bagi tiap individu, khususnya pengguna facebook, twitter dan Instagram. Eksistensi berkaitan dengan seseorang yang sangat konsisten dalam memanfaatkan instagram. Semakin sering atau lama seseorang memnafaatakan media sosial instagram, itu menunjukkan keeksistensiannya di hadapan oaring lain. Namun demikian tidak serta – merta semau orang bisa menunjukan

(39)

eksistensi dirinya di media sosial. Karena eksistensi ini bukanlah pengakuan tentang keberadaannya oleh diri sendiri, tapi pengakuan keberadaannya di mata orang lain.

4. Uses and Gratifications

Konsep dasar dari teori ini adalah dimana seseorang menggunkan media sesuai dengan motif dan kepentingan pengguna media. Menurut Rubin dalam buku Metode Penelitian Komunikasi.29 teori ini berasumsi bahwa Pertama, penggunaan media didorong dan diarahkan dengan tujuan serta perilaku yang bertujuan. Kedua, individu memanfaatkan media sebagai respons terhadap kebutuhan yang dirasakannya. Ketiga, ada keragaman dalam individu-individu dan faktor-faktor sosial yang mengarahkan serta menyaring perilaku penggunaan media. Keempat, penggunaan media hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan yang dilakukan sehingga media pun bersaing dengan membentuk komunikasi lain dalam memberikan kepuasan dan membangkitkan motif penggunaan.

Mengetahui bagaimana khalayak menggunakan media komunikasi, pengagas awal model uses and gratification telah berupaya mengemukakan ide-idenya. Katz, Gurevitch dan Haas dalam mendefinisikan penggunaan media mencakup (1) Isi media, (2) Jenis

29 Jalaluddin rakhmad dan Idi Subandy Ibrahim, Metode Penelitian Komunikasi, (Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2016), hlm. 134.

(40)

media, (3) Terpaan media dan situasinya. Sementara itu dalam kaitan konsep penggunaan media komunikasi, penggunaan media itu terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media, jenis isi media yang di konsumsi, dan berbagai hubungan antar individu pengguna media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan.

Teori Uses and Gratification yang dicetuskan oleh Elihu Kats, Michel Gurevitch dan Hadassa Hass, dalam buku Hamidi menyatakan bahwa orang mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan yang dapat dipenuhi dengan menggunakan media massa.30 Tentunya setiap orang memilih media massa yang sesuai dengan dirinya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

F. Sistematika Pembahasan

Penulisan skripsi pada penelitian yang akan dilakukan ini disusun dalam lima bab, tujuannya yaitu untuk mengetahui arti penting pada setiap bagian dan mengetahui sistematika penulisan, sebagai berikut:

BAB I berisi tentang pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian yang terdiri dari manfaat akademis dan manfaat praktis, kajian pustaka, kerangka teori, hipotesis penelitian, dan sistematika pembahasan.

30 Hamidi, Metode Penelitian dan Teori Komunikasi, (Malang: UMM Press, 2010), hlm.

77.

(41)

Bab II Berisi Metode Penelitian yang terdiri dari jenis analisis penelitian, definisi konseptual dan operasional, populasi dan sampel.

Instrument penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data.

Bab III berisi tentang profil Asrama Al-Hikmah yang meliputi sejarah berdirinya, latar belakang dibangunnya Asrama tersebut, visi dan misi Asrama Al-hikmah, gambaran umum media sosial Instagram.

Bab IV berisi pembahasan hasil penelitian mengenai pemanfaatan media sosial instagram sebagai eksistensi diri pada santriwati di asrama al- hikmah pondok pesantren Wahid Hasyim, yang meliputi: eksistensi diri setiap individu dalam menpertahankan dan menunjukkan jadi diri.

Bab V merupakan kesimpulan dari hasil penelitian, saran peneliti dan lampiran-lampiran berupa pertanyaan di dalam kuesioner.

(42)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil penelitian ini dilakukan pada pengguna media sosial instagram yaitu santriwati asrama Al-Hikmah Podok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta dengan jumlah 54 responden. Berdasarkan pembahasan pada bab empat untuk kesimpulan penelitian ini yaitu dalam membentuk eksistensi diri, responden memanfaatkan sosial media instagram termasuk dalam kategori cukup efektif. Hal tersebut terlihat dari hasil rata-rata efektivitas seseorang dalam membentuk eksistensi diri memperoleh angka sebesar 3,21.

Eksistensi diri dapat terbentuk apabila seorang individu mampu memahami kemampuan diri, seperti ciri dalam membentuk eksistensi diri yaitu adanya keyakinan dalam diri, bebas dalam berekspresi, selalu bertanggung jawab atas tindakan diri, dan percaya diri tampil seperti aktor dihadapan khalayak.

B. Saran

Perhitungan efektivitas pemanfaatan media sosial instagram bagi santriwati asrama al-hikman masuk dalam kategori cukup efektif.

Meskipun cukup efektif namun bisa ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baik dan naik tingkat menjadi sangat efektif. Adapun yang perlu dievaluasi

(43)

agar menjadi hasil yang sangat efektif yaitu dengan lebih memahami lagi tujuan yang diinginnkan dalam menggunakan media sosial instagram.

Manfaatkan sebaik mungkin sarana teknologi yang sudah ada, agar tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang. Dengan lebih memahami dan mengetahui perkembangan teknologi, tentunya tidak perlu takut untuk memperkenalkan atau lebih mengeksistensikan lagi kemampuan diri. Di tambah lagi media sosial instagram sendiri dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya untuk menghasilkan suatu karya.

(44)

Daftar Pustaka

Anggita, Media Sosial Paling Banyak Digunakan, Kompasiana.com. diperbarui 6 januari 2017, (http://www.kompasiana.com/anggit28/mediasosial-paling- banyak-digunakan-2016_586f082cd07a61750511493c, diakses 9 Maret 2018 pukul 23.21)

Ansori, Muslich dan Sri Iswanti, Buku Ajar Metodelogi Penelitian Kuantitatif, cet.

1. Surabaya: Airlangga University Press, 2009

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Cet. 15.

Jakarta: Rineka Cipta. 2013.

Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, ed.1, Jakarta : PT Gramedia, 1996 Bima Mandala, “Penemu instagram dan sejarah singkatnya

:http://www.linkpengetahuan.com/2017/05/penemu-instagram-dan- sejarah-singkatnya.html, diakses tanggal 5 Agustus 2017.

Blinqdiqital, Sejarah Asal Mula Instagram, 14 september 2017,

https://www.blinqdigital.com/sejarah-asal-mula-instagram/, diakses pada tanggal 22 Oktober 2018, pukul 21:49.

Bungin, Burhan, Sosiologi Komunikasi : Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, ad. 1, Jakarta : Kencana, 2006.

Dokumentasi Sekretaris Asrama Al-Hikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta, 1 Maret 2017.

firdausnetpreneur, Inilah Data Pengguna internet di Indonesia 2018 , (https://firdausnetpreneur.com/inilah-data-pengguna-internet-di-

(45)

indonesia-2018-49-penggila-medsos/), diakses 8 juli 2018 pukul 21.56.

Ghufron, M. Nur dan Rini Risnawita S. Teori-teori Psikologi, cet.3. Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media, 2012.

Hamidi, Metode Penelitian, Malang: UMM Press, 2010.

KBBI Online, https://kbbi.web.id/eksistensi, diakses tanggal 9 Maret 2018.

Kriyantono, Rahmat, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana, 2009.

McQual Dennis, Teori Kominikasi Massa, Jakarta: Erlangga, 1997.

Maunah, Binti, Tradisi Intelektual Santri, cet.1 , Yogyakrta: Teras, 2009.

Nasrullah, Rulli, Media Sosial (Perspektif komunikasi, Budaya, dan

Sosioteknologi), cet. 4 ,Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017.

Oik Yusuf. "Cerita di Balik Logo Barun Instagram",

https://tekno.kompas.com/read/2016/05/12/15400017/Cerita.di.Balik.

Logo.Baru.Instagram. Diakses pada tanggal 22 Oktober 2018, pukul 23:45.

Pratama, Aswab Nanda, Hari ini dalam sejarah: Aplikasi Instagram dirilis, 6 Oktober 2018,

https://tekno.kompas.com/read/2018/10/06/10512437/hari-ini-dalam- sejarah-aplikasi-instagram-dirilis, diakses pada tanggal 21 Oktober 2018, pukul 11:15.

Rahmat, Sidiq, Konsep Percaya Diri dalam Al-Quran Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Gama

(46)

Islam, Skripsi Yogyakarta: Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.

Rakhmad, Jalaluddin dan Idi Subandy Ibrahim, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2016.

Riduwan, Pengantar Statistika Sosial, Bandung : Alfabeta, 2014.

Roswantoro, Alim, Menjadi Diri Sendiri dalam Eksistensialisme Religius Soren Kierkegaard, cet. 1, Yogyakarta: IDEA Press, 2008.

RSInews, Menilik Sejarah Instagram,

https://rsinewsupdate.wordpress.com/2017/11/10/menilik-sejarah- instagram/, Tech Art|Jum‟at, 10 November 2017|ZA, diakses pada tanggal 22 Oktober 2018, pukul 23:19.

Santoso, Slamet, Teori-Teori Psikologi Sosial, Bandung: PT Refika Aditama, 2010.

Sarwono, Jonathan, Metode Penelitian Kuantitaif & Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

Sondang P. Siagian, Teori Motivasi dan Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, cet.4 (Jakarta:

LP3ES, 2011), hlm. 125-127.

Wearesocial, Inilah Perkembangan Digital Indonesia Tahun 2018,

https://www.matakota.id/news/44995-inilah-perkembangan-digita l- indonesia-tahun-2018, diakses pada tanggal 3 April 2018.

(47)

Daftar Tabel

Tabel 1 : Negara terbesar menggunakan Instagram Tabel 2 : Devinisi Operasional Variabel Eksistensi Diri Tabel 3 : Skor Alternative Jawaban

Tabel 4 : Blueprint Variabel Eksistensi Diri Tabel 5 : Hasil Uji Validitas

Tabel 6 : Hasil Reliabilitas Pratest

Tabel 7 : Hasil Uji Reliabilitas Cronbach’s Alpha Penelitian

Tabel 8: Responden Memanfaatkan Media Sosial Instagram untuk mencari informasi dan edukasi

Tabel 9:Responden Memanfaatakan Instagram untuk Mencari Hiburan

Tabel 10:Responden Memanfaatakan Instagram untuk Saling Berbagi Motivasi Tabel 11: Responden Memanfaatkan Media Sosial Instagram Sebagai Sarana

dalam Memperlihatkan Kemampuan Diri

Tabel 12 : Responden jarang menggunakan media sosial instagram

Tabel 13 : Responden Menggunkan Instagram agar tidak Ketinggalan Zaman Tabel 14 : Responden menggunakan instagram untuk mengukuhkan identitas

diri

Tabel 15 : Responden memanfaatkan instagram untuk menjaga silaturahmi dengan kerabat dan khalayak

Tabel 16 : Responden senang saat banyak like dan komentar di postingan yang membahas ketaqwaan.

(48)

Tabel 17 :Responden hanya senang melihat dan komentar postingan orang lain Tabel 18:Responden senang memposting dan like postingan orang lain yang

menghibur.

Tabel 19: Responden memanfaatkan instagram untuk saling memberi informasi dan edukasi.

Daftar Gambar

Gambar 1 : Kevin Systrom dan Mike Krieger Pencipta Instagram Gambar 2 : Logo Instagram

(49)

Kuesioner Penelitian A. Identitas Responden

Nama :

B. Petunjuk pengisian

1. Bacalah setiap item pertanyaan dengan teliti.

2. Jawablah pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda.

3. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat Anda, dengan memberi tanda ceklist (√) pada salah satu kotak SS, S, N, TS, STS dengan keriteria:

SS : Bila Anda Sangat Setuju dengan pernyataan yang peniliti ajukan.

S : Bila Anda Setuju dengan pernyataan yang peneliti ajukan.

KS : Bila Anda Netral dengan pernyataan yang peneliti ajukan.

TS : Bila Anda Tidak Setuju dengan pernyataan yang peneliti ajukan.

STS : Bila Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan yang peneliti ajukan.

4. Kesungguhan dan kejujuran Anda dalam menjawab kuesioner ini sangat membantu dalam penelitian ini.

5. Terima kasih atas waktu dan kesediaan anda dalam proses penelitian ini.

(50)

No. PERTANYAAN ALTERNATIF JAWABAN

Estetis SS S N TS STS 1. Saya membuka Instagram hanya untuk

mencari Informasi dan edukasi

2 Saya membuka Instagram hanya untuk mencari Hiburan

3 Saya menggunakan Instagram hanya untuk memberi Motivasi

4 Saya menggunakan Instagram Sebagai Sarana dalam Memperlihatkan Kemampuan Diri

Etis

5 Saya jarang menggunakan Instagram 6 Saya menggunakan Instagram agar

tidak Ketinggalan Zaman

7 Saya menggunakan instagram untuk mengukuhkan identitas diri

8 Saya memanfaatkan instagram untuk menjaga silaturahmi dengan kerabat dan khalayak

Religious

9 Saya senang saat banyak like dan komentar di postingan foto dan video yang membahas ketaqwaan 10 Saya senang melihat dan komentar

postingan orang lain

11 Saya senang memposting dan like postingan orang lain yang menghibur

(51)

12 Saya memanfaatkan instagram untuk saling berbagi informasi dan edukasi

(52)

Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 jumlah

1 4 5 4 3 2 2 4 4 3 2 4 4 42

2 4 3 4 3 4 3 5 3 5 5 2 3 46

3 4 3 5 4 4 1 1 1 2 2 3 3 36

4 2 2 2 2 1 3 4 4 3 2 3 4 36

5 3 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 4 41

6 3 5 3 4 2 2 4 3 3 1 4 4 44

7 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 49

8 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 49

9 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 2 3 41

10 4 2 2 2 1 2 3 3 4 2 3 5 43

11 2 4 2 4 2 2 4 2 2 3 3 3 44

12 4 4 3 3 4 2 4 3 2 3 3 3 50

13 4 4 3 3 2 4 4 2 3 2 2 4 50

14 4 4 3 4 3 2 2 2 2 3 2 3 48

15 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 4 49

(53)

17 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 50

18 3 4 3 2 3 3 4 4 3 2 2 3 54

19 3 4 2 3 2 2 4 4 4 2 4 4 57

20 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 3 5 63

21 5 4 3 4 3 5 4 3 2 5 1 4 64

22 3 3 3 3 1 2 4 3 4 2 3 4 57

23 4 4 2 3 2 2 2 2 4 2 3 4 57

24 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 63

25 4 4 4 3 5 1 3 3 3 1 4 3 63

26 4 4 4 4 5 1 4 4 3 5 1 4 69

27 3 2 3 4 3 2 5 4 3 2 3 4 65

28 2 2 3 3 2 2 4 3 4 3 2 3 61

29 5 4 4 4 4 3 5 3 3 4 4 3 75

30 3 4 3 3 2 3 4 2 2 3 2 3 64

31 3 3 3 4 2 3 3 2 2 3 2 3 64

32 4 3 5 5 4 3 3 3 2 4 3 3 74

33 4 5 4 4 5 2 3 3 3 1 3 3 73

34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 46

35 4 2 4 4 4 3 2 1 1 2 3 4 69

(54)

37 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 3 4 67

38 2 2 2 2 2 3 4 3 2 2 2 4 68

39 2 2 2 2 3 1 4 4 4 1 4 4 72

40 4 4 4 3 2 4 3 4 2 2 3 4 79

41 3 5 4 3 1 2 2 3 3 1 3 4 75

42 5 4 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 80

43 4 4 2 2 4 2 4 4 1 2 1 2 75

44 5 4 4 5 2 4 3 2 3 2 3 4 85

45 3 2 3 3 2 4 4 3 4 2 1 4 80

46 3 1 3 4 3 2 1 1 1 3 3 3 74

47 3 3 3 3 2 2 2 3 4 1 3 2 78

48 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 89

49 2 4 4 3 4 2 3 2 2 2 2 3 82

50 4 4 4 4 3 3 2 2 3 4 2 3 88

51 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 88

52 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 93

53 3 4 4 3 4 2 4 3 4 2 2 4 92

54 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 90

(55)

Tabel Jawaban Pratest

Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 jumlah

1 4 5 4 3 2 2 2 2 4 4 3 2 4 3 4 48

2 4 3 4 3 5 4 3 2 5 3 5 5 2 4 3 55

3 4 3 5 4 2 4 1 1 1 1 2 2 3 4 3 40

4 2 2 2 2 2 1 3 3 4 4 3 2 3 2 4 39

5 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 2 3 3 4 44

6 3 5 3 4 3 2 2 2 4 3 3 1 4 2 4 45

7 4 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 4 3 4 4 50

8 4 3 4 4 1 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 48

9 2 2 2 2 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 41

10 4 2 2 2 1 1 2 4 3 3 4 2 3 5 5 43

11 2 4 2 4 2 2 2 2 4 2 2 3 3 3 3 40

12 4 4 3 3 3 4 2 1 4 3 2 3 3 3 3 45

13 4 4 3 3 3 2 4 2 4 2 3 2 2 3 4 45

14 4 4 3 4 4 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 43

15 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 42

(56)

17 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 42

18 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 3 2 2 3 3 44

19 3 4 2 3 2 2 2 5 4 4 4 2 4 5 4 50

20 4 4 4 4 2 4 3 2 4 3 3 2 3 5 5 52

21 5 4 3 4 2 3 5 2 4 3 2 5 1 3 4 50

22 3 3 3 3 2 1 2 4 4 3 4 2 3 3 4 44

23 4 4 2 3 4 2 2 4 2 2 4 2 3 2 4 44

24 4 4 4 3 3 2 2 2 4 4 4 2 2 4 4 48

25 4 4 4 3 4 5 1 1 3 3 3 1 4 2 3 45

26 4 4 4 4 4 5 1 1 4 4 3 5 1 1 4 49

27 3 2 3 4 3 3 2 2 5 4 3 2 3 2 4 45

28 2 2 3 3 1 2 2 3 4 3 4 3 2 4 3 41

29 5 4 4 4 2 4 3 2 5 3 3 4 4 2 3 52

30 3 4 3 3 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 40

31 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 41

32 4 3 5 5 3 4 3 2 3 3 2 4 3 4 3 51

33 4 5 4 4 3 5 2 1 3 3 3 1 3 4 3 48

34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 18

35 4 2 4 4 2 4 3 1 2 1 1 2 3 3 4 40

(57)

Correlations item_

1

item_

2

item_

3

item_

4

item_

5

item_

6

item_

7

item_

8

item_

9

item_

10 item_

11 item_

12 item_

13

item_

14 item_

15 skor_item item_1 Pearson Correlation 1 .465** .632** .535** .345* .546** .252 -.245 .133 .133 .100 .340* .173 -.005 .390* .726**

Sig. (2-tailed) .005 .000 .001 .042 .001 .144 .156 .447 .445 .566 .046 .321 .977 .020 .000

N 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35

item_2 Pearson Correlation .465** 1 .370* .372* .298 .216 .022 -.143 .166 .167 .174 -.087 .267 -.147 .180 .502**

Sig. (2-tailed) .005 .028 .028 .082 .212 .900 .413 .340 .336 .318 .618 .122 .400 .301 .002

N 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35

item_3 Pearson Correlation .632** .370* 1 .634** .219 .643** -

Gambar

Tabel 1 : Negara terbesar menggunakan Instagram
Tabel 17 :Responden hanya senang melihat dan komentar postingan orang lain  Tabel  18:Responden  senang  memposting  dan  like  postingan  orang  lain  yang
Tabel Jawaban Pratest

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Aktivitas promosi batik “Inasinul” melalui instagram yang dilakukan oleh seorang admin dengan melakukan posting foto-foto produk dengan dilengkapi caption, lalu

Berdasarkan hasil temuan data dan analisis, peneliti mendapatkan bahwa motif terbesar dari remaja Surabaya menggunakan sosial media instagram adalah motif

Lingkup Jawaban Latar belakang yang mendasar penggunaan humor melalui Instagram Tujuan melakukan komunikasi menggunakan Instagram Pemilihan Instagram daripada media sosial

Pemanfaatan media sosial Instagram oleh Redaksi Kuninganmass adalah untuk kepentingan distribusi berita, promosi konten, media interaksi baru, dan news gathering dengan

Tiga variabel yang mempunyai kontribusi terbesar dalam pengaruh motif terhadap minat menggunakan Instagram adalah motif melihat-lihat (0.66), motif interaksi

4.2 Pemanfaatan Instagram Ads Scarlett Whitening sebagai Upaya Peningkatan Traffic Bisnis Dengan statistik jumlah pengguna Instagram di Indonesia yang mencapai 84,8% dari jumlah

Yang mana setelah mengelola data penelitian dan proses interpretasi telah dilakukan menghasilkan jawaban akan variabel dari media sosial Instagram dan daya beli masyarakat memiliki

Smntara Coffe juga mempunya feeds instagram yang rapih dan indah sehingga membuat followers di instagram tertarik untuk mengikuti akun Smntara Coffe yaitu @Smntara.cf Salah satu cara