PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Efektivitas Pembelajaran E-Learning
Efektivitas adalah kegiatan yang menentukan sejauh mana hal-hal yang direncanakan dapat berhasil atau tidak. Dari beberapa pengertian efektivitas yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu kondisi dan ukuran sejauh mana manfaat dan tujuan tercapai. Dari uraian di atas efektivitas dapat disimpulkan bahwa efektivitas mengacu pada pencapaian tujuan, yaitu pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Oleh karena itu, model pembelajaran harus mampu mendorong aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, individuality yaitu bagaimana seharusnya seorang guru mengetahui atau mengetahui setiap individu siswa sehingga guru mengetahui cara mendidik siswa dan memberikan arahan pada saat memberikan pelajaran, integritas yaitu Guru berperan tidak hanya dalam memberikan materi dan pemahaman, tetapi bagaimana membentuk sikap afektif dan psikomotor siswa. National berpendapat bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Pembelajaran memfasilitasi interaksi antara siswa dengan materi atau mata pelajaran, siswa dengan guru atau instruktur dan sesama siswa.
Siswa dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses materi pembelajaran setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi demikian siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Dikatakan memperkaya jika siswa yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan secara tatap muka diberi kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang dikembangkan khusus untuk mereka. Dikatakan program remedial jika siswa yang mengalami kesulitan memahami mata pelajaran secara tatap muka diberi kesempatan untuk menggunakan materi pembelajaran elektronik yang dirancang khusus untuk mereka.
Masa Pandemi Covid-19
Seperti asal kata e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (pembelajaran), sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Virus corona juga mewabah di Indonesia sejak awal Maret hingga saat ini 12 Mei 2020, terdapat 17.514 kasus terkonfirmasi positif yang tersebar di 34 provinsi dan 415 kabupaten/kota (Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia 2020). Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran virus corona dengan memberlakukan social distancing, physical distancing di beberapa daerah hingga menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Kebijakan yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran Covid-19 berdampak pada beberapa wilayah di dunia, khususnya pendidikan di Indonesia. Wabah Covid-19 menyebabkan pengujian pembelajaran jarak jauh yang belum pernah dilakukan secara serentak oleh semua elemen.
Hasil Penelitian Yang Relevan
Selain itu, pada kajian yang relevan di atas, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa, sedangkan peneliti sendiri melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat keefektifan pembelajaran e-learning pada masa pandemi Covid-19 bagi siswa sekolah dasar di RW 04 Bentiring. Desa. Berdasarkan hasil kajian teori efektivitas dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan tentang efektivitas e-learning pada masa pandemi covid-19. Kriteria keefektifan e-learning di masa pandemi Covid-19 dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat keefektifan yang dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu Sangat Efektif (SE), Efektif (E) atau Kurang Efektif (KE).
Metode wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data efektivitas pelaksanaan pembelajaran e-learning yang berlangsung pada siswa sekolah dasar di RW 04 Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Kriteria Keefektifan Pembelajaran E-Learning Pada Masa Pandemi Covid-19 Siswa SD di RW 04 Kelurahan Bentiring Siswa SD Covid-19 di Lingkungan RW 04 Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian efektivitas e-learning di masa pandemi Covid-19 dilakukan kepada siswa sekolah dasar di RW 04 dan guru kelas 4 dan 5, serta beberapa orang tua siswa terdampak melalui wawancara door to door.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penerapan e-learning pada masa pandemi Covid-19 untuk siswa SD di Rw adalah 04 Kel. Berdasarkan hasil analisis data dan diskusi yang dilakukan, e-learning efektif berjalan di RW 04 Kel selama pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini dapat mendorong guru untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam e-learning selama pandemi Covid-19 untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Kerangka Berpikir
Kriteria Efektivitas Pembelajaran E-Learning Pada Masa Pandemi
Kualitas pembelajaran atau kualitas pengajaran, yaitu sejauh mana penyajian informasi atau kemampuan membantu siswa mempelajari materi dengan mudah. Proses pembelajaran dilihat dari kesesuaian antara kegiatan guru dan kegiatan siswa dengan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan. Kesesuaian tingkat pengajaran yang sesuai, yaitu sejauh mana guru menentukan tingkat kesiapan siswa untuk mempelajari materi baru.
Tingkat pengajaran yang sesuai dikatakan efektif jika siswa bersedia untuk mengikuti pelajaran, dilihat dari kriteria kesiapan siswa untuk belajar minimal baik. Insentif, yaitu seberapa besar usaha guru memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas dan mempelajari materi yang diberikan. Waktu, yaitu lamanya waktu yang diberikan siswa untuk mempelajari materi yang diberikan atau diajarkan.
Waktu akan efektif jika siswa menggunakan waktu secara maksimal, dari kriteria paling tidak menggunakan waktu siswa dengan baik.
Jenis Penelitian
Setting Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Waktu penelitian ini berlangsung sesuai dengan keputusan penelitian yang dikeluarkan oleh fakultas Tarbiyah dan Tadris yang tercatat mulai tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan tanggal 3 Februari 2021. Wawancara adalah teknik pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan yang harus dijawab secara lisan jika ya. Wawancara secara umum adalah proses memperoleh informasi untuk kepentingan penelitian dengan cara tanya jawab secara tatap muka.
Siswa SD di RW 04, Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Pihak lain yang terkait dengan penelitian seperti orang tua siswa yang menjadi subjek penelitian. Selain menggunakan observasi dan wawancara, penelitian ini juga mengumpulkan berbagai jenis dokumen yang dianggap relevan dengan masalah penelitian.
Hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih andal didukung oleh foto, bukti percakapan antara guru dan siswa melalui pesan WhatsApp atau dokumen terkait.
Teknik Keabsahan Data
Teknik ini berarti teknik pengecekan data dilakukan dengan cara mengecek data yang diterima melalui beberapa sumber. Dalam penelitian ini, agar penelitian sesuai dengan tujuan terkait efektivitas e-learning pada masa pandemi Covid-19 bagi siswa sekolah dasar di lingkungan penelitian, dilakukan pengumpulan data dan pengujian. di lingkungan penelitian sebagai objek penelitian terdiri dari siswa.SD,SMP dari SDN 88 Kota Bengkulu karena lokasi SDN berada di lingkungan RW 04, sedangkan guru yang diwawancarai adalah guru kelas 4 dan kelas 5 juga. sebagai data dari beberapa orang tua siswa yang bersangkutan. Triangulasi teknis adalah teknik pemeriksaan data yang dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.
Triangulasi waktu dilakukan dengan cara pengecekan melalui wawancara, observasi atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Penyajian data bertujuan untuk menemukan arti dari kata-kata yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis dan logis sehingga nyaman. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, dan sebagainya. Menurut Miles dan Huberman, teks naratif adalah bentuk representasi data yang paling umum di masa lalu.27 Cara penyajian data yang paling umum dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.
Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan dengan menganalisis data yang telah direduksi dan menyusunnya sesuai dengan rumusan masalah yang dibuat. Analisis data penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data terjadi dan setelah pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu. Apabila jawaban narasumber yang telah dianalisis dirasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan dengan pertanyaan kembali.
Kriteria efektifitas pembelajaran e-learning di masa pandemi Covid-19 bagi siswa sekolah dasar di RW 04 Desa Bentiring.
Kriteria Efektivitas Pembelajaran E-Learning Pada Masa Pandemi
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Penelitian
Selain itu, wawancara dengan guru kelas 4 menjelaskan bahwa siswa mengikuti pembelajaran dengan tertib seperti pada hari-hari sekolah, biasanya pada pukul 07.30 pagi, kelas e-learning dibuka dan dimulai seperti biasa dengan pembacaan doa. . 36 Wawancara pribadi dengan orang tua/wali siswa, Bengkulu, 20 Januari 2021 37 Wawancara pribadi dengan guru kelas 4 Ibu Tia Anjani, Bengkulu, 20 Januari 2021. Sedangkan dalam perbincangan dengan guru kelas 4 dijelaskan bahwa selama karena e-learning berlangsung semaksimal mungkin telah menawarkan berbagai cara agar siswa senang mengikuti pembelajaran, mulai dari perhatian yang diberikan bahkan melalui pesan kelompok, cara menyampaikan materi melalui video kreatif yang dibuat sedemikian rupa. siswa tertarik untuk belajar.
Beberapa hal yang dilakukan guru untuk mendorong siswa belajar selama e-learning salah satunya dengan lebih memperhatikan melalui grup WhatsApp atau private chat pada setiap anak untuk tetap mengingatkan anak agar selalu semangat belajar, bahkan secara mendalam. . 47 Wawancara pribadi dengan Guru ke rumah Kelas 5, Ny. Bella Anisa, Bengkulu, 8 Januari 2021 48 Wawancara Pribadi dengan Guru Rumah Kelas 4, Ibu Tya Anjani, Bengkulu, 20 Januari 2021. Kebiasaan belajar baik apa yang Anda berikan kepada siswa sekarang di e-learning? Dia.
51 Wawancara Pribadi dengan Guru Rumah Kelas 4 Ny. Tya Anjani, Bengkulu, 20 Januari 2021 52 Wawancara Pribadi dengan Guru Rumah Kelas 5 Ny. Bella Anisa, Bengkulu, 8 Januari 2021.
Pembahasan Hasil Penelitian
Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, 2 dari 3 siswa yang diwawancarai merasa tidak puas dengan pembelajaran e-learning karena beberapa alasan, antara lain materi yang sulit dipahami sehingga sulit menyelesaikan tugas yang diberikan. Lama kelamaan siswa menjadi bosan dan jenuh, serta semangat belajar menurun. Sedangkan siswa lainnya merasa puas dengan terus menerus belajar e-learning, karena merasa lebih santai, tidak terburu-buru seperti di kelas, saat menyelesaikan tugas. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dan sesuai dengan teori efisiensi menurut Slavin belum sepenuhnya efektif terbukti dari pembahasan sebelumnya yang menjelaskan bahwa sebagian siswa kurang puas dengan pembelajaran e-education, karena tingkat kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, dalam teori Slavin, bagaimanapun, memiliki gelar.
Berdasarkan hasil wawancara dan bukti konkrit lainnya yang peneliti peroleh dari guru kelas 4 dan 5, e-learning yang sedang berlangsung saat ini menuntut guru untuk lebih kreatif dalam penyampaian materi agar lebih mudah dipahami siswa. pembelajaran dan juga guru. Beberapa siswa juga memberikan jawaban negatif terkait pembelajaran melalui e-learning yang menurut mereka perlu lebih ditingkatkan atau dievaluasi oleh tenaga kependidikan agar siswa tidak lagi merasa terbebani ketika mengerjakan tugas-tugas yang sulit dipahami. Hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan informasi dan bahan masukan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang pembelajaran e-learning.
Keefektifan Penggunaan E-Learning Berbasis Web Pada Pembelajaran Teknologi Dan Komunikasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Megeri 1 Kalasan.
PENUTUP
Saran
Pelaksanaan penelitian tentang efektivitas e-learning di masa pandemi Covid-19 ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa lain untuk melakukan studi lebih lanjut.