Elpi Zulita, NIM Judul Skripsi: Keefektifan Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Fabel di Kelas VII SMP Negeri 1 Kaur, Skripsi: Program Studi Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Tadris, IAIN Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penggunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran teks fabel di kelas VII SMP Negeri 1 Kaur.
Latar Belakang Masalah
Karena jika tidak menggunakan media, siswa kurang tertarik untuk membaca dan memahami makna dari teks fabel tersebut. Teks fabel juga banyak mengandung nilai-nilai moral dan sekaligus dapat mengajarkan kepada siswa tentang nilai-nilai moral.
Identifikasi Masalah
Efektifitas Penggunaan Media Audiovisual untuk Pembelajaran Musik Internasional di SMPN 1 Prambanan Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas media audiovisual dalam melatih daya ingat dan pendengaran anak. Penelitian ini terbukti mempengaruhi daya ingat dan pendengaran anak dengan menggunakan media audiovisual.
Upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis fabel adalah melalui penggunaan media audio visual yang efektif. Ha = Terdapat keefektifan penggunaan media audio visual dalam keterampilan menulis fabel pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kaur. Ho = Tidak Ada Keefektifan Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Fabel Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kaur.
Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar keterampilan menulis fabel dengan menggunakan media audio. Artinya penggunaan media audiovisual lebih efektif dalam pembelajaran fabel pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kaur. Artinya penggunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran fabel pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kaur.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa menulis teks fabel dengan menggunakan media audio visual dapat dikatakan efektif.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman, pengalaman dan informasi tentang keefektifan media audio visual dalam pembelajaran teks fabel. Bagi masyarakat penelitian ini dapat bermanfaat untuk dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai penggunaan media audio visual.
LANDASAN TEORI
Efektivitas
Aspek fungsi/tugas, individu atau organisasi dapat dikatakan efektif apabila dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar sesuai dengan ketentuan. Pengertian efisiensi beserta aspek dan contohnya.” 30 Oktober 2020, https://www.akunansilengkap.com/economy/pengertian-effectitas-beserta-aspek-aspect-dan-exemplary/, diakses 17 Februari 2020.
Media Pembelajaran
Pada dasarnya media audio visual merupakan alat perantara penyampaian materi berupa film dan video. Menurut Sulejmani, audio visual adalah alat yang memiliki dua ciri dasar, yaitu audible artinya dapat didengar dan visible artinya dapat dilihat. Definisi lain menurut Sanaky adalah seperangkat alat yang dapat memproyeksikan gambar dan suara.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media audiovisual sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena media tersebut cukup efektif untuk membangkitkan minat belajar siswa, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan oleh pendidik. Indikator dalam media audiovisual ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir siswa, mengembangkan imajinasi dan menarik perhatian. 19Musyriatul Fikriyah, “Model Pembelajaran Berbasis Proyek Disertai Media Audiovisual dalam Pembelajaran Fisika di SMAN 4 Jember.”.
Keterampilan Menulis Teks Fabel
Teks fabel adalah karya sastra berupa cerita lisan yang tersebar luas dan mengajarkan nilai-nilai moral. Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teks fabel merupakan cerita yang bercerita tentang binatang dan bintang dan di dalam cerita ini juga banyak mengandung pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran menulis teks fabel adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui kegiatan mengembangkan ide menjadi sebuah cerita yang bermuatan moral.
Tahapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati struktur dan unsur kebahasaan teks fabel, mengajukan pertanyaan, menalar, mencoba menyusun teks fabel dan menyajikan teks fabel yang telah dibuat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan pencipta. melalui tahapan yang sistematis. 28Aprima, Rini, Abdurahman Abdurahman dan Ermawati Arief, “Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Keterampilan Menulis Teks Fabel Kelas Viismp Negeri 16 Padang.” Pendidikan Bahasa Indonesia, (Online), Vol. 29Dewi, Heny Gastiana, Heri Suwignyo and Maryaeni Maryaeni, “Bahan ajar menulis fabel yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan”. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, (Online), Vol.
Kajian Penelitian Terdahulu
Pelatihan pendengaran dan ingatan sejak dini dapat dilakukan oleh guru dengan menggunakan media audiovisual. Atas dasar itu, maka permasalahan penelitian ini adalah bagaimana efektifitas penggunaan media audiovisual melatih pendengaran dan daya ingat anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan asumsi bahwa media audiovisual dapat melatih pendengaran dan daya ingat pada anak usia dini.
O1 = kelas tanpa menggunakan media audio visual O2 = penggunaan media pembelajaran audio visual X = Perlakuan, pengaruh penggunaan media pembelajaran. Observasi ini dilakukan dengan mengamati langsung ke lapangan keefektifan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan menulis teks fabel di kelas VII SMP Negeri 1 Kaur. Dari tabel 4.10 dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media audio visual memiliki nilai rata-rata 75,38.
Kerangka Berfikir
Hipotesis
Berdasarkan kajian teori dan kerangka di atas, anak yang mendapat perlakuan menggunakan media pembelajaran audiovisual lebih baik daripada anak yang mendapat perlakuan menggunakan media pembelajaran non audiovisual. Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Matematika Faktor Kelipatan Dan Bilangan Pada Siswa Sdn 06 Kaur.” Skripsi Program Sarjana IAIN Bengkulu Tahun 2019 (http://repository.iainbengkulu.ac. id/4315/, diakses 12 November 2020).
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Post test dilakukan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui apakah siswa mampu menerima pelajaran yang telah dipelajari atau setelah diberi perlakuan dengan media audiovisual. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Indonesia efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menulis fabel dibandingkan sebelum menggunakan media audiovisual. Di kelas VII A peneliti menyampaikan perlakuan dengan menggunakan media audiovisual, sedangkan di kelas VII B peneliti menyampaikan perlakuan tanpa media audiovisual.
Peneliti memperoleh data faktual dengan menggunakan media audio visual lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan media audio visual, hal ini dibuktikan dengan menghitung analisis data yang diperoleh dari hasil keterampilan siswa dalam menulis teks fiksi. Setelah keterampilan prates diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengajaran dengan menggunakan perlakuan media audio visual. Penelitian yang dilakukan oleh Asma Fitri (2020) juga menunjukkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian Data Hasil Penelitian
Dari tabel 4.6 dan 4.7 terlihat bahwa kemampuan awal siswa kelas VII A dan VII B memiliki rata-rata yang hampir sama yaitu 65,96 dan 62,88. Dari Tabel 4.8 terlihat bahwa nilai signifikansi masing-masing data adalah 0,200 yang berarti nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (sig>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Dari Tabel 4.9 terlihat bahwa nilai signifikansi masing-masing data lebih besar dari 0,05 (sig > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang telah diuji homogenitasnya berdistribusi homogen.
Dilihat dari rata-rata skor postes antara kelas eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan media audiovisual, hasil skor kelas eksperimen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan skor kelas kontrol.
Analisis Data
Tabel 4.12 menunjukkan bahwa nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Uji homogenitas seharusnya menunjukkan bahwa dua atau lebih kumpulan data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama. Tabel 4.13 menunjukkan bahwa nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari 0,05.
Pindahkan Model Pembelajaran A ke Variabel Uji dan Model Pembelajaran B ke Variabel Grup, lalu klik Tentukan Grup, lalu klik Kode Model Pembelajaran A 1 dan Model Pembelajaran B 2, lalu klik Lanjutkan. Berdasarkan Tabel 4.14, hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai uji thitung = 2,738 > ttabel = 2,056 dengan tingkat signifikansi 95%. Dengan demikian dikatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata keterampilan menulis teks dongeng kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Pembahasan Hasil Penelitian
Sebelum diberikan perlakuan pada kelas VII A dan kelas VII B dalam penerapan model pembelajaran Media Audio Visual dan tanpa penggunaan model pembelajaran Media Audio Visual, diadakan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi pembelajaran. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Oktavia Lestari (2020) dengan judul Media Audiovisual Dalam Menulis Ulang Teks Fabel Oleh Siswa Kelas VIII SMP Swasta Bandung, yang menunjukkan bahwa hasil menulis teks fabel siswa kelas VII yang diberi perlakuan dengan media audio meningkatkan hasil visual tulisannya. Dalam hal ini terdapat perbedaan yang signifikan penggunaan media audiovisual tanpa penggunaan media audiovisual pada keterampilan menulis teks fabel siswa kelas VII A dan VII B SMP Negeri 1 Kaur yaitu media audiovisual dinyatakan efektif dalam mempelajari teks fabel dan membuat siswa lebih baik dalam menulis teks fabel.
Menggunakan media audio visual sebagai sumber pembelajaran sejarah,” Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, (https://.bit.ly/3dsNqqy, diakses 17 Februari 2020). Model pembelajaran berbasis proyek disertai media audio visual dalam fisika pembelajaran di SMAN 4 Jember,” Journal of Physics Learning, Vol. Efektifitas Penggunaan Media Audio Visual untuk Melatih Listening dan Memori Pada Anak Usia Dini Di TK Barunawati Kota Bengkulu, Skripsi S-1 Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu, (https://bit.ly/3pwO0G8, diakses 17 Februari 2020).
PENUTUP
Saran
Selain itu, jika guru ingin menggunakan media audiovisual, selain menyiapkan alat penunjang yang diperlukan, guru juga harus mengatur pencahayaan ruang kelas agar media yang diproyeksikan terlihat. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MUSIK INTERNASIONAL DI SMP N 1 Prambanan, Sleman, Universitas Negeri Yogyakarta,” Skripsi S1 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, (http://eprints. uny.ac.id/id/eprint/17678, diakses 28 Agustus 2020).Efektivitas media audiovisual sebagai kreativitas guru sekolah dasar dalam mengembangkan keterampilan menulis puisi siswa.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Volume 7 No. 3, (https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p214-225, diakses 28 Agustus 2020).
Bahan ajar menulis teks fabel dengan nilai-nilai kehidupan,” Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, (Online), Vol. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVIUS DAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP BAHAN TRANSPORT DALAM MEMBRAN SEL UNTUK KELAS XI IPA DI SMAN 1 KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN, Skripsi Online (https://bit.ly/2Zuczsz, diakses 22 November 2020). keterampilan menyimak teks moral/dongeng dengan keterampilan menulis teks moral/dongeng,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol.