EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. MILLENNIUM PHARMACON TBK CABANG MAKASSAR
Maria Lastriana Jelita1, Andi Zainal Abidin2, Manda HM3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected] , 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to find out the efficiency of using working capital at PT. Millennium Pharmacon International Tbk, Makassar branch for 2017-2019 based on activity ratio analysis and liquidity ratio.
This research is a quantitative descriptive. Data collection methods through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used were descriptive analysis, activity ratios and liquidity ratios consisting of inventory turnover, total asset turnover, working capital turnover, current ratio, quick ratio and cash ratio. The data in this research were obtained from the financial statements of PT.
Millennium Pharmacon International Tbk, Makassar in 2017-2019. The results showed that the use of working capital of PT. Millennium Pharmacon International Tbk Makassar Branch is based on an analysis of activity ratios and liquidity ratios as measured by inventory turnover, total asset turnover, working capital turnover, current ratio, quick ratio and inefficient cash ratio. This can be seen from the calculation of inventory turnover in 2017 was 1.176 times and in 2018 it decreased by 0.107 times and in 2019 decreased by 0.026 times. total asset turnover in 2017 was 0.54 times and in 2018 it decreased by 0.40 times and in 2019 it increased by 0.50 times. The working capital turnover in 2017 was 4.31 times and in 2018 it decreased by 4.15 times and in 2019 it increased by 5.01. The current ratio in 2017 was 1.20% and in 2018 it decreased by 1.16% and in 2019 it decreased by 1.15%. The quick ratio in 2017 was 0.74% and in 2018 it decreased by 0.67% and in 2019 it increased by 0.68%. The cash ratio in 2017 was 0.08% and in 2018 it decreased by 0.04% and in 2019 it decreased by 0.03%.
Keywords: Activity Ratio, Liquidity Ratio, and Working Capital.
PENDAHULUAN
Perekonomian Indonesia pada saat ini sedang menuju era globalisasi yang memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Dilain pihak dengan adanya perdagangan bebas pada era globalisasi ini menimbulkan persaingan yang ketat, dan perusahaan harus mampu mengantisipasi dan menghadapi segala situasi dan kondisi agar mampu bertahan dan dapat terus maju dalam rangka menenangkan persaingan usaha. Pada dasarnya setiap bidang usaha termasuk perusahan, didalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan dana dan modal kerja.
Bagi setiap perusahaan aspek yang paling utama dalam menjalankan kegiatan perusahaan adalah modal Karena tanpa modal maka usaha yang dijalankan tidak dapat ditumbuhkembankan secara efektif dan efisien. Sejalan dengan perkembangan modal usahanya maka kebutuhan modal kerja
perusahaanpun semakin besar. Perusahaan didirikan mempunyai alasan dan tujuan yang ingin dicapai yaitu keberhasilan dalam
mencapai tujuandan
mendapatkan laba serta berkembang.
Agar dapat mencapai tujuan tersebut maka semua bagian yang ada didalam perusahaan seperti personalia produksi keuangan perusahaan. Untuk mendukung kelancaran operasi perusahaan maka, Perusahaan membutuhkan manjemen modal kerja yang efektif dan efisien yang menunjang kelangsungan perusahaan jangka pendek maupun jangka panjang. Modal kerja harus selalu tersedia dalam perusahaan dan selalu dalam keadaan berputar. Perusahaan dalam kekurangan modal kerja dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan, akibat tidak dapat memenuhi likuiditas dan target laba yang diinginkan.
Kecukupan modal kerja juga merupakan salahsatu ukuran kinerja manajemen.
Modal kerja perlu dikelolah secara keseluruhan agar perusahaan dapat beroprasi dengan ekonomis atau efisien. Sekaligus perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis keuangan. Perusahaan yang likuid akan dapat memenuhi kewajiban finansialnya, sehingga kontinuitas perusahan dapat dijamin dan perusahan dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu. Likuditas perusahan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang dibutuhkan untuk membayar segala keperluan perusahan supaya operasi perusahan berjalan dengan lancar. Dalam analisis ini tidak terlepas dari laporan keuangan karena dalam neraca terdiri atas aktiva yang mencerminkan hasil keputusan perdana. Sedangkan dari perhitungan laba rugi dapa dilihat seberapa jauh efisiensi laba yang diperoleh dapat digunakan untuk memberikan imbalan kepada pemilik dana dan sebagai sumber investasi.
Efisiensi adalah aktvitas pencapaian tujuan dengan mengeluarkan sumber daya organisasi dalam jumlah paling minimum.
PT. Millenniun Pharmacon Internasional Tbk merupakan perusahaan multinasional yang mengimpor barang distribusi yang bermarkas dijakarta, Indonesia. Perusahaan ini tercatat dibursa efek pada 7 mei 1990. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam barang distribusi. PT. Millennium Pharmacon International Tbk adalah perusahaan yang beroprasi pada kegiatan yang berkaitan dengan perindustrian farmasi, nutrisi dan barang konsumen.
Tabel 1. Perputaran modal kerja PT. Millennium Pharmacon International Tbk cabang Makassar
Tahun Penjualan bersih Modal kerja Perputaran (kali) 2016 1.970.114.275.524 109.391.375.625 18,0 2017 502.157.617.757 116.438.765.157 4,3 2018 552.717.368.990 133.140.629.064 4,1
Sumber: Data diolah (2020)
Berdasarkan tabel 1, perputaran modal kerja PT. Millennium Pharmacon International Tbk cabang Makassar kurang efisien.
Perusahaan ini selalu berupaya agar perusahan tetap tumbuh dan memperoleh profitabilitas secara sustainable (berkelanjutan). Salah satu kebijaksanaan keuangan yang dihadapi perusahaan adalah masalah efisiensi modal kerja. Menajemen modal kerja yang baik
sangat penting dalam bidang keuangan karena kesalahan dan kekeliruan dalam mengelola modal kerja dapat mengakibatkan kegiatan usaha menjadi terhambat atau terhenti sama sekali. Adanya analisis atas modal kerja perusahaan sangat penting dilakukan untuk mengetahui situasi modal kerja saat ini, kemudian hal itu dihubungkan dengan situasi keuangan yang akan dihadapi pada masa yang akan datang.
Berdasarkan latar belakang yang terurai diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti penelitian dengan judul “Efisiensi Penggunaan Modal Kerja pada PT. Millennium Pharmacon International, Tbk cabang Makassar.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah : Apakah penggunaan modal kerja pada PT.Millennium Pharmacon International Tbk Cabang Makassar sudah efisien?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja pada PT. Millennium Pharmacon International Tbk cabang Makassar.
TINJAUAN LITERATUR
Menurut Sugeng (2017) manajemen keuangan adalah upaya perusahaan memperoleh dana yang dubutuhkan. Menurut Yuniningsi (2018) ukuran Efisiensi oprasi digunakan untuk menemukan sumber dan menganalisis sumber kinerja menuju keberhasilan. ukuran efisiensi operas dianalisis dengan dua bidang yaitu pengelolaan aktiva dengan investasi (aktivitas) dan pengelolaan biaya. Efisiensi penggunaaan modal kerja menunjukan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan modal kerja yang ada sehingga dapat meningkatkan kemakmuran perusahaan.
Penggunaan modal kerja
yang efisien yaitu mengupayakan agar modalkerja yang tersedia sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan artinya modal kerja yang tersedia tidaklah kelebihan atau kekurangan. Efisiensi dalam perusahaan mutlak dibutuhkan untuk tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dalam sebuah industri entah itu manufaktur maupun jasa (pelayanan) efisiensi sangat diperlukan, agar perusahaan mampu memberikan nilai tambah yang lebih kepada pelanggan yang tidak diberikan oleh perusahaan pesaing.
Menurut Mulyawan (2015) rasio yang digunakan sebagai indikator efisiensi modal kerja adalah return on working capital = operating income : current ratio. Rasio ini menggunakan dasar pemikiran pengukuran keuntungan operasi dari setiap modal kerja bruto yang dimiliki perusahaan. Besarnya kemampuan modal kerja tersebut menghasilkan keuntungan oprasi. Konsep modal kerja bruto dipergunakan agar pengukuran efisiensi tidak dipengaruhi oleh kebijakan pendanaan jangka pendek lainnya.
Menurut Mulyawan (2015) bentuk dan jumlah komponen modal kerja bervariasi menurut siklus oprasional. Untuk mendapatkan jumlah komponen yang digunakan dalam aktivitas oprasional selama siklus oprasional , efisiensi modal kerja diukur menurut hari modal kerja / days working capital (DWC) nilai DWC didasarkan pada jumlah rupiah dalam setiap penjualan, persediaan, dan utang. DWC mempresentasikan periode waktu antara pembelian hingga penjualan produk kepelanggan, pengumpulan piutang usaha, dan penerimaan pembayaran.
Adapun pengukuran modal kerja adalah mengelolah tiap-tiap pos aktiva lancar dan utang lancar sehingga jumlah net working capital (aktiva lancar dikurangi utang lancar) yang diinginkan tetap dipertahankan.
Menurut Sujarweni (2017) modal kerja merupakan investasi perusahan dalam bentuk uang tunai, surat berharga, piutang, dan persediaan, dikurangi dengan kewajiban lancer yang digunakan untuk membiayai aktiva lancar. Modal kerja dapat dikategorikan menjadi dua yaitu modal kerja kotor dan modal kerja bersih. Modal kerja kotor adalah jumlah aktiva lancar, dan modal kerja bersih adalah jumlah harta lancar dikurangi jumlah hutang lancar.
Menurut Harahap (2018) modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi utang lancar.
Modal kerja ini merupakan ukuran tentang keamanan dari kepentingan kreditur jangka pendek. Modal kerjabisa juga dianggap sebagai dana yang tersedia untuk diinvestasikan dalam aktiva tidak lancar atau untuk membayar utang tidak lancar.
Menurut Arifin (2018) modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai oprasional perusahan tanpa
mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.
Menurut Harmono (2018) istilah lain modal kerja adalah aktiva lancar. Sedangkan komponen aktiva lancar meliputi kas dan setara kas, piutang, persediaan, dan aktiva lancar lainnya. Pengelolaan modal kerja dapat diartikan sebagai pengelolaan terhadap komponen-komponen aktiva lancar. Dalam konteks ini antara komponen kas dan komponen aktiva lancar saling terkait dan membutuhkan pengelolaan yang memadai sesuai fluktuasi kebutuhan modal kerja perusahaan. Modal kerja bersih perusahaan sering digunakan sebagai ukuran posisi likuiditas perusahaan. Modal kerja mempresentasikan kemungkinan perusahan dalam memenuhi kewajibannya dengan biaya yang semaksimal mungkin.
Menurut Musthafa (2017) modal kerja mempunyai beberapa konsep pengertian, yaitu konsep kuantitatif, konsep kualitatif, dan konsep fungsional. Modal kerja memiliki arti yang sangat penting bagi oprasional suatu perusahan. Disamping itu, manajemen modal kerja juga memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Oleh karena itu, setiap perusahan berusaha memenuhi kebutuhan modal kerjanya, agar dapat meningkatkan likuiditasnya. Kemudian, dengan terpenuhi modal kerja, perusahaan juga dapat memaksimalkan perolehan labanya.
Perusahaan dalam kekurangan modal kerja dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan, akibat tidak dapat memenuhi likuiditas dan target laba yang diinginkan. Kecukupan modal kerja, juga merupakan salasatu ukuran kinerja manajemen.
Secara umum arti penting modal kerja bagi perusahaan, terutama bagi kesehatan keuangan perusahaan, yaitu sebagai berikut:
Kegiatan seorang manajer keuangan lebih banyak dihabiskan didalam kegiatan oprasional perusahan dari waktu kewaktu. Ini merupakan manajemen modal kerja, Investasi dalam aktiva lancar cepat dan sering kali mengalami perubahan serta cendrung labil.
Sedangkan aktiva lancar adalah modal kerja perusahan, artinya perubahan tersebut akan mempengaruhi terhadap modal kerja. Oleh karena itu, perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari manajer keuangan.
Tujuan manajemen modal kerja bagi perusahaan adalah: Guna memenuhi
kebutuhan likuiditas perusahan, dengan modal kerja yang cukup perusahan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya, Memungkinkan perusahan untuk memiliki sediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya
Modal kerja sangat penting bagi perusahaan, perusahan yang tidak memiliki kecukupan modal kerja akan sulit untuk menjalankan kegiatannya atau macet oprasinya. Tanpa modal kerja yang cukup, suatu perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Akhirnya akan ditinggalkan pelanggannya, dan akan menderita kerugian. Oleh karena itu sebagian besar pekerjaan manajemen keuangan dicurahkan pada kegiatan oprasi perusahaan sehari-hari. Besarnya modal kerja tergantung pada jenis bisnis, tetapi pada umumnya nilai harta lancar suatu perusahan kira-kira lebih dari 50% dari jumlah harta, maka perlu pengelolaan yang serius. Khususnya bagi perusahan kecil manjemen modal kerja sangat penting karena mereka sulit memperoleh pembiayaan dari pasar modal dan pasar uang.
Ia harus membiayai kegiatan bisnis dari modal sendiri karena belum memperoleh kepercayaan dari pihak lain atau sulitnya masuk kepasar modal. perusahaan kecil sulit atau lambat berkembang karena ia hanya didukung oleh modal sendiri.
Menurut Sarwoko (2016) faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja adalah sebagai berikut: Volume penjualan, musim dan siklis, Perubahan teknologi, Kebijakan- kebijakan perusahaan. Modal kerja dalam suatu perusahan dapat digolongkan sebagai berikut: Modal kerja permanen, Modal kerja variabel.
Menurut Yuniningsih (2018) macam rasio dalam modal kerja sebagai berikut: 1) Rasio lancar atau current ratio. Rasio aktiva lancar dan hutang lancar dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai likuiditas perusahan. Likuiditas perusahan merupakan kemampuan untuk membayar kewajiban perusahan yang akan jatuh tempo dalam setahun. Rasio lancar yang tinggi tidak menjamin perusahan mempunyai kas yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban lancar, karena persediaan belum terjual atau piutang tak tertagih secara tepat waktu. Keadaan ini menunjukan suaatu keamanan yang bersifat semu.
Rumus:
2) Rasio cepat (quick or acid test ratio).Rasio cepat diperoleh dari aktiva lancar dikurangi Persediaan dibagi dengan kewajiban lancar. Rasio ini digunakan untuk mengukur likuiditas. Rasio ini tidak menghitungkan persediaan sehingga persediaan dianggap mempunyai tingkat likuiditas yang rendah.
Rumus:
Suatu perusahaan membutuhkan dana oprasional untuk selalu mendanai kebutuhan aktivitas oprasional perusahan seperti membayar gaji karyawan, gaji buruh, membayar listrik atau telpon, pengambilan bahan mentah dan lain. Kebutuhan dana tersebut bersumber dari modal kerja dan sumber modal kerja bersumber dari berbagai sumber. Sumber modal kerja adalah:
Pendapatan bersih, Peningkatan kewajiban yang tidak lancar, Kenaikan ekuitas para pemegang saham, Penurunan aktiva yang tidak lancar.
Menurut Jumingan (2017) pengunaan modal kerja yang Mengkibatkan berkurangnya aktiva lancar adalah sebagai berikut:
pengeluaran biaya jangka pendek dan pembayaran utang-utang jangka pendek (termasuk utang deviden) adanya pemakaian prive yang berasal dari keuntungan (pada perusahan perseorangan dan persekutuan) perolehan modal kerja dari sumber yang dipilih serta penggunaan modal kerja yang telah dilakukan selama operasi perusahan perlu dibuatkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajer keuangan.
Laporan sumber dan penggunaan modal kerja mengambarkan bagaimana perputaran modal kerja selama periode tertentu. Laporan ini juga menunjukan kinerja manajemen dalam mengelola modal kerjanya. Dalam laporan penggunaan dan sumber modal kerja yang dimiliki perusahaan. Laporan perubahan modal kerja disebut juga dengan statemen of fund atau statement of financial changes.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perubahan modal kerja disebabkan oleh berbagai faktor. Perubahan yang terjadi dalam
modal kerja harus dibuatkan laporanya yang kita sebut dengan nama laporan perubahan modal kerja. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover).
Menurut Kasmir (2019) salasatu alat ukur untuk menentukan keberhasilan manajemen modal kerja adalah diukur dari perputaran modal kerja atau working capital turnovernya. Dengan diketahuinya perputaran modal kerja dalam satu periode, maka akan diketahui seberapa efektif modal kerja suatu perusahan.
Jadi dapat dikatakan bahwa perputaran modal kerja atau working capital turnover, merupakan salasatu rasio untuk mengukur atau menilai kefektifanya modal kerja perusahan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama satu periode atau dalam beberapa periode. Untuk perputaran modal kerja adalah dengan cara membandingkan antara penjualan dengan modal kerja atau modal kerja rata-rata.
Penjualan yang dibandingkan adalah penjualan bersih (net seles) dalam satu periode.
Sedangkan pembandingnya adalah modal kerja dalam arti seluruh total aktiva lancar (carrent assets) atau dapat pula digunakan modal kerja rata-rata. Pengukuran ini sebaiknya menggunakan dua periode atau lebih sebagai data pembanding sehingga memudahkan kita untuk menilainya.
Hubungan Likuiditas dan Modal Kerja Menurut Kasmir (2019) seperti diketahui bahwa salasatu nilai penting dari likuiditas perusahan adalah untuk memenuhi sejumlah dana yang diperlukan saat dibutuhkan.
Ketidakmampuan perusahan dalam memenuhi likuiditas akan mempengaruhi aktivitas usahanya Sementara itu dalam manajemen modal kerja kebutuhan dana juga merupakan bagian penting, baik dalam hal penyediaan dana maupun penggunaan dana yang berkaitan dengan aktivitas usaha. Oleh karena itu terdapat hubungan erat antara likuiditas dan modal kerja.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Penggunaan modal kerja pada PT Millennium Pharmacon
International, Tbk cabang
Makassar sudah efisien
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada PT.
Millennium Pharmacon Internasional Tbk Cabang Makassar. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba/rugi, yang akan dianalisis dengan menggunakan rasio aktivitas dan rasio likuiditas. Desain penelitian merupakan proses atau langkah-langkah yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu penelitian. Sehingga peneliti dapat dilaksanakan secara sistematis untuk mencapai hasil yang diinggin. Lokasi Dan Waktu Penelitian adalah pada PT.
Millennium Pharmacon International Tbk cabang Makassar yang berlokasi dijalan Insinyur Sutami No.18, Parangloe, kecamatan Tamalarea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: data kuantitatif yaitu berupa angka-angka yang diperoleh dari dokumen atau laporan-laporan dan keterangan- keterangan tambahan lainnya yang diperlukan, yang relavan dengan permasalahan yang dibahas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber resmi lainya, berupa data yang didapat secara tidak langsung dari perusahan yang bersangkutan.
Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah Observasi yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung.
Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan pemimpin dan karyawan mengenai data-data yang ada hubunganya dengan
penelitian yang dibahas.
Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mencatat data-data yang sudah ada berupa dokumen tertulis, yang ada hubungannya dengan data-data yang Diperlukan peneliti.
Variabel dalam penelitian ini adalah Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya variabel terikat.
Variabel independen dalam penelitian ini yaitu efisiensi(X). Efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu modal kerja (Y).
modal kerja adalah keseluruhan dari aktiva lancer yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional Perusahaan sehari-hari.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dan rasio efisiensi modal kerja.
Menurut Horne dan Wachowicz (2017).
Rasio aktivitas (activity ratio) juga disebut sebagai rasio efisiensi atau perputaran, mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan berbagai asetnya.
Menurut Weston dalam Kasmir (2017):
a) Inventory turnover b) Total asset turnover c) Working capital turnover
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau rasio yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang akan segera jatuh tempo.
Menurut Sulindawati(2017), rumus current ratio,quick ratio dan cash ratio adalah sebagai berikut:
a)
Rasio lancar (current ratio)b)
Rasio cepat (quick ratio)c)
Modal kerja adalah keseluruhan
dari aktiva lancar yang digunakan untuk membiaya kegiatan oprasional Perusahan sehari-hari. Efisiensi modal kerja adalah peningkatan oprasional perusahaan secara keseluruhan dalam menciptakan nilai perusahaan. Efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu perusahaan memperdayakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang ktivitas perusahaan, dimana penggunanaktivitas ini dilakukan secara sangat maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal.
Tabel 2. Hasil Perhitungan Inventory Turn Over 2017-2019
Tahun Penjualan Persediaan perputaran (kali) 2017 458.070.851.176 389.398.875.356 1,176 2018 506.053.370.311 4.690.561.798.695 0,107 2019 620.584.279.248 23.452.808.993.475 0,026
Sumber : Data Diolah (2020) Tabel 3. Hasil Perhitungan Total Asset
Turnover Tahun 2017-2019
Tahun Penjualn Total Aktiva
Perputara n (kali) 2017 502.157.617.757 921.173.886.582 0,54 2018 506.053.370.311 1.238.060.915.557 0,40 2019 620.584.279.248 1.230.060.915.557 0,50
Sumber : data diolah (2020)
Tabel 4.Hasil perhitungan working capital turnover Tahun 2017-2019
Tahun Penjualan bersih Modal kerja Perputaran (kali) 2017 502.157.617.757 116.438.765.157 4,31 2018 552.717.368.990 133.140.629.064 4,15 2019 677.888.909.917 135.118.121.911 5,01
Sumber: data diolah (2020)
Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi perusahaan.
Tabel 5. Hasil perhitungan rasio lancar (current ratio) Tahun 2017-2019
Tahun Aktiva lancer Hutang lancar Rasio 2017 841.829.323.873 699.571.400.717 1,20%
2018 1.093.923.908.933 935.926.818.864 1,16%
2019 1.182.193.633.142 1.020.952.987.981 1,15%
Sumber : data diolah (2020) Tabel 6. Hasil perhitungan rasio cepat
(quick ratio) Tahun 2017-2019
Tahun AL Prsdian HL Rsio
2017 941.829.32 3.873
321.291.248.
171
699.571.400.
717
0,74%
2018 1.093.923.
908.933
457.506.502.
541
935.926.818.
869
0,67%
2019 1.182.193.
633.142
480.605.857.
198
1.020.952.98 7.981
0,68%
Sumber : data diolah (2020)
Tabel 7. Hasil perhitungan rasio kas (cash ratio) tahun 2017-2019
Tahun Kas Hutang lancar Rasio 2017 56.461.801.574 699.571.400.717 0,08%
2018 37.685.486.427 935.926.818.869 0,04%
2019 37.508.605.216 1.020.952.987.981 0,03%
Sumber : data diolah (2020)
Pembahasan pada penelitian ini adalah menganalisis efisiensi penggunaan modal kerja pada PT. Millennium Pharmacon International Tbk cabang Makassar selama tiga tahun terakhir yaitu dari tahun 2017-2019.
Tabel 8. Hasil perhitungan rasio aktivitas dan rasio likuiditas PT. Millennium Pharmacon International Tbk cabang
Makassar Tahun 2017-2019
Tahun IT (kali)
TAT (kali)
WCT (kali)
CR (%) QR (%)
CR (%) 2017 1,17 0,54 4,31 1,20 0,74 0,08 2018 0,10 0,40 4,15 1,16 0,67 0,04 2019 0,026 0,50 5,01 1,15 0,68 0,03
Sumber: data diolah (2020)
Berdasarkan hasil perhitungan Inventory turnover, pada tahun 2017 inventory turnover yang diperoleh PT. Millennium Pharmacon International Tbk sebesar 1,17 kali. Pada tahun 2018 inventory turnover menurun sebesar 0,10 kali. Pada tahun 2019 inventory turnover kembali menurun sebesar 0,026 kali.
Penurunan ini terjadi karena penjualan menurun serta permintaan pasar akan produk perusahaan menurun.
Berdasarkan hasil perhitungan total aset turnover, pada tahun 2017 total asset turnover PT. Millennium Pharmacon International Tbk sebesar 0,54 kali. Pada tahun 2018 total asset turnover menurun sebesar 0,40 kali, penurunan ini disebabkan perusahaan kurang mengoptimalkan asetnya. Pada tahun 2019 total asset turnover meningkat sebesar 0,50 kali kenaikan ini disebabkan penjualan meningkat, total aktiva juga meningkat.
Berdasarkan hasil perhitungan working capital turnover, pada tahun 2017 workin capital turnover PT.Millennium Pharmacon International Tbk sebesar 4,31 kali. Pada tahun 2018 working capital turnover menurun sebesar 4,15 kali, ini disebabkan modal kerja meningkat, jumlah penjualan menurun. Pada tahun 2019 working capital turnover mengalami kenaikan sebesar 5,01 kali, kenaikan ini disebabkan penjualan yang meningkat dan modal kerja yang menurun artinya perusahaan dapat memaksimalkan modal kerja untuk menghasilkan penjualan yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil perhitungan curent ratio, pada tahun 2017 current ratio PT.
Millennium Pharmacon Internatoinal Tbk sebesar 1,20%. Pada tahun 2018 current ratio menurun sebesar 1,16%. Pada tahun 2019 kembali menurun sebesar 1,15%, penurunan in i disebabkan meningkatnya jumlah utang lancar. Berdasarkan hasil perhitungan quick ratio , pada tahun 2017 quick ratio PT. Millennium Pharmacon International Tbk sebesar 0,74%. Pada tahun 2018 menurun sebesar 0,67%, penurunan ini disebabkan karena meningkatnya jumlah utang lancar.
pada tahun 2019 naik sebesar 0,68% kenaikan ini disebabkan jumlah aktiva lancar naik.
Berdasarkan hasil perhitungan cash ratio, pada
tahun 201 cash ratio
PT. Millennium Pharmacon International Tbk sebesar 0,08%. Pada tahun 2018 menurun sebesar 0,04%. Pada tahun 2019 kembali menurun sebesar 0,03%. Penurunan ini disebabkan karena meningkatnya hutang lancar.
PENUTUP
Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis rasio aktivitas dan likuiditas PT.
Millennium Pharmacon International Tbk selama tiga tahun yaitu dari tahun 2017–2019, maka dapat disimpulkan bahwa:1) Berdasarkan analisis rasio aktivitas penggunaan modal kerja PT. Millennium Pharmacon International Tbk belum efisien karena hasil perhitungan dari masing-masing rasio masih dibawah standar rata-rata industri hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan perputaran persediaan mengalami penurunan dari tahun 2017-2019, sedangkan perputaran total aset dan perputaran modal kerja dari tahun 2017-2019 berfluktuasi. 2) Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas penggunaan modal kerja PT. Millennium Pharmacon International Tbk belum efisien karena hasil perhitungan masing-masing rasio masih dibawah standar rata-rata industri hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio lancar serta rasio kas mengalami penurunan setiap tahun yakni dari tahun 2017- 2019, dan rasio cepat dari tahun 2017-2019 berfluktuasi.
Saran: 1) Perusahaan harus memperhatikan inventory turnover, total asset turnover dan working capital turnover dengan memaksimalkan seluruh aktivanya sehingga
keuntungan yang diperoleh sesuai dengan target. 2) Sebaiknya perusahaan menjual aktiva perusahaan yang tidak produktif untuk menutupi sebagian dari hutang-hutang, baik hutang jangka panjang maupun jangka pendek untuk meningkatkan likuiditas. 3) Secara keseluruhan untuk mengefisienkan penggunaan modal kerjanya maka perusahaan harus memperbaiki aktivitas dan likuiditas dengan cara memaksimalkan penggunaan aset dengan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. A. (2018). Manajemen Keuangan.
Yogyakarta: Zahir Publishing
Fahmi, I. (2018) Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab. Bandung:
Alfabeta
Harahap, S. S. (2018). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan ke-14. Depok:
RajaGrafindo Persada
Horne V. C. J., & Jr. wachowicz. M. J. (2017).
Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Cet.
Ke-5. Jakarta: Salemba Empat
Jumingan. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Cet. Keenam. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Kasmir. (2017). Analisis laporan keuangan.
Edisi 1-10 Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Kasmir. (2019). Pengantar Manajemen Keuangan. Cet. Ke-7. Jakarta:
Prenadamedia Group
Mulawan, S. (2015). Manajemen Keuangan.
Cet-1. Bandung: Pustaka Setia
Mushafa. (2017). Manajemen Keuangan.
Ed.1. Yogyakarta: CV. Andi Offset
Riyanto, S,. & Hatmawan, A. A. (2020).
Metode Riset Penelitian Kuantitatif.
Cetakan pertama. Yogyakarta: CV. Budi Utama
Siyoto, S,. & Sodik A. (2015). Dasar Metodeologi Penelitian. Cetakan 1.
Yogyakarta: Literasi Media Plublishing Sugeng, B. (2017) manajemen keuangan
fundamental ED.1 Cet 2. Yogyakarta:
Deepblish
Sulindawati, E. (2019). Manajemen Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis. Cetakan ke-3. Depok: PT.
RajaGrafindo Persada
Sujarweni W. V. (2017). Analisis Laporan Keuangan Teori, Aplikasi, dan Hasil Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Yuniningsih. (2018). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi pertama. Sidoarjo:
Indomedia Pustaka