• Tidak ada hasil yang ditemukan

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V[1]

N/A
N/A
iska siti Nahara maulida

Academic year: 2025

Membagikan "EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V[1]"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V (PEMAKAIAN TANDA BACA) Resume Ini Dibuat untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah

Indonesia Language Yang Dibimbing Oleh Prof.Dr.Hj. Eri Sarimah,M.Pd.

Disusun Oleh

1. Nabila Febi Amelia 021124376 2. Rizky Fadillah 021124424 3. Iska Siti Nahara Maulida 021124426

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis

Universitas Pakuan 2025

(2)

Daftar Isi

(3)

I. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Diempurnakan Terbaru Edisi Kelima (V) A. EYD

 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) memberikan definisi tentang EYD yang penting diketahui. EYD adalah singkatan dari Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ini bukan sekadar pedoman ejaan, melainkan suatu kerangka resmi yang menjadi acuan bagi instansi pemerintah, entitas swasta, dan seluruh masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia dengan tingkat kebaikan dan kebenaran yang tinggi.EYD yang terkini adalah EYD edisi kelima (V) yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 16 Agustus 2022. Peluncuran EYD Edisi V ini telah disahkan melalui Keputusan Kepala Badan No. 0321/I/BS.00.00/2021.EYD edisi kelima

merupakan sebuah pembaruan yang mengikuti pedoman ejaan sebelumnya, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). EYD Edisi V adalah sebuah tonggak penting dalam perkembangan bahasa Indonesia yang berusaha untuk mempertahankan integritas dan kualitas bahasa dalam era modern.

Edisi kelima EYD membawa sejumlah perubahan dan penyempurnaan yang relevan dengan

perkembangan bahasa dan tata bahasa terkini. EYD Edisi V memainkan peran vital dalam menjaga konsistensi dan kualitas bahasa Indonesia. Ini menjadikannya sumber acuan yang sangat berharga bagi seluruh entitas yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi, sehingga tetap relevan dan berkualitas tinggi di era yang terus berubah.Apa saja perubahannya? Melalui

Keputusan Kepala Badan No. 0321/I/BS.00.00/2021, ini daftar perubahan PUEBI menjadi EYD edisi V:

1. Penambahan Monoftong

EYD Edisi V menandai perubahan signifikan dengan penambahan kaidah baru yang memperkaya kaidah ejaan bahasa Indonesia, khususnya terkait dengan konsep monoftong. Monoftong dalam EYD Edisi V merupakan representasi dari dua huruf vokal yang bersatu dan diucapkan sebagai satu vokal tunggal. Hal ini merupakan langkah penting dalam pembaruan ejaan yang dapat dilihat dalam

penggunaan gabungan huruf vokal eu, yang memperkaya varian ejaan dalam kata-kata seperti Eurih, seudati, sadeu.

Pengenalan monoftong dengan lambang gabungan huruf vokal eu membuka jalan untuk perluasan kaidah ejaan bahasa Indonesia. Hal ini menandai kecanggihan dan kesempurnaan dalam pedoman penggunaan bahasa Indonesia, menampilkan kekayaan dan keragaman dalam kemungkinan ejaan yang dapat digunakan dalam pengembangan dan penulisan kata-kata dalam bahasa Indonesia.

2. Bentuk Terikat Maha-

Dalam EYD Edisi V, terdapat perubahan khusus pada aturan penulisan kata terikat maha-, yang sering kali merujuk pada sifat atau nama Tuhan. Peningkatan ini berfokus pada pemisahan bentuk terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang merujuk pada nama atau sifat Tuhan, yang ditulis terpisah dan diawali dengan huruf kapital untuk menekankan pengkhususan.

Contoh konkritnya dapat dilihat pada penulisan frasa seperti Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Yang Maha Pengasih.

Perubahan ini tidak hanya mencerminkan kesinambungan dalam standar ejaan yang kaya, namun juga menunjukkan penghargaan yang lebih mendalam dalam penggunaan bahasa terutama dalam konteks yang menyangkut Tuhan, menyempurnakan cara menyampaikan penghormatan dan kekhususan dalam penggunaan kata-kata yang merujuk pada sifat atau nama Tuhan.

3. Perubahan Redaksi “Dipakai”

EYD Edisi V memperkenalkan aturan baru yang memperbaiki redaksi terkait dengan penggunaan kata

"dipakai" dalam hubungannya dengan tanda baca titik. Perubahan redaksi ini memperjelas penggunaan tanda titik pada akhir kalimat pernyataan. Sebelumnya, redaksi yang digunakan adalah "tanda titik

(4)

dipakai pada kalimat pernyataan," yang diubah menjadi "tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan" dalam EYD Edisi V.

Perbaikan redaksi ini adalah langkah kecil namun penting dalam menyempurnakan pedoman ejaan, memperjelas aturan dan tata cara penggunaan tanda baca untuk memastikan keseragaman dan kejelasan dalam penggunaan bahasa Indonesia secara umum. Hal ini menegaskan komitmen untuk memastikan ketepatan, kekonsistenan, dan kejelasan dalam komunikasi tertulis dalam bahasa Indonesia.

 

4. Pemindahan Kaidah

EYD Edisi V menandai perkembangan penting dalam pemindahan kaidah penulisan unsur serapan, yang mencakup proses penyerapan akhiran kata Ic (Inggris) atau Isch (Belanda) menjadi Imbuhan Ik.

Sebagai contoh, kata Electronic menjadi elektronik, serta kata ballistic menjadi balistik.

Perubahan ini menandai langkah signifikan dalam memperbarui pedoman ejaan yang memungkinkan penyesuaian kata serapan dengan lebih tepat dan konsisten.

Perubahan ini tidak hanya mencerminkan adaptasi bahasa Indonesia terhadap kata-kata serapan, namun juga menunjukkan upaya untuk memperjelas ejaan bahasa Indonesia yang sering kali diadaptasi dari bahasa asing. Ini menandai komitmen dalam memperbarui dan menyempurnakan standar ejaan, yang pada gilirannya meningkatkan konsistensi dan kesesuaian ejaan dalam kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia.

5. Penghapusan Tata Cara Penulisan Rujukan dan Kutipan

EYD Edisi V mengimplementasikan penghapusan aturan yang sebelumnya mengatur tanda titik dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan, dan tempat terbit. Seiring dengan

perubahan ini, tata cara penulisan rujukan dan kutipan tidak lagi diatur dalam EYD Edisi V, melainkan dimasukkan ke dalam pedoman teknis penulisan karya ilmiah.

Perubahan ini menunjukkan pergeseran dalam penekanan penyusunan pedoman ejaan, dengan menaruh fokus yang lebih besar pada pedoman teknis penulisan karya ilmiah. Langkah ini

memungkinkan EYD untuk tetap berfokus pada aturan ejaan yang lebih spesifik dan memungkinkan tata cara penulisan rujukan dan kutipan untuk ditangani dengan lebih komprehensif dalam konteks karya ilmiah.

6. Perubahan Contoh

EYD Edisi V menghadirkan perubahan konkret pada contoh-contoh yang mengilustrasikan kaidah penulisan unsur serapan. Terdapat penambahan dan modifikasi contoh-contoh yang menitikberatkan pada perubahan dalam penulisan unsur serapan.

Contoh perubahan tersebut antara lain adalah penggunaan gabungan huruf ch yang dilafalkan /s/

atau /sy/ menjadi s, dan penambahan cara pelafalan untuk memperjelas aturan tersebut.

Perubahan ini merupakan langkah positif dalam memberikan gambaran yang lebih jelas dan

menyeluruh terhadap aturan ejaan yang berkaitan dengan kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia.

Hal ini membantu memperjelas pemahaman dalam penggunaan dan penulisan kata-kata serapan yang seringkali menjadi tantangan dalam ejaan.

7. Perubahan Tata Penyajian Isi

Perubahan ini menyangkut penulisan unsur serapan umum dalam bahasa Arab. Redaksi dalam EYD Edisi V mengalami perubahan untuk memperjelas konsep huruf fathah atau bunyi /a/ (Arab) yang dilafalkan pendek atau panjang menjadi a.

Penyesuaian ini menunjukkan komitmen EYD dalam memperjelas ejaan dan penggunaan unsur serapan, khususnya dalam bahasa Arab. Hal ini tidak hanya menandai pembaruan pedoman ejaan,

(5)

namun juga meningkatkan konsistensi dan kejelasan dalam penggunaan ejaan untuk kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab.

II. Penggunaan Huruf A. Huruf

Huruf dalam abjad Bahasa Indonesia ada 26 seperti table berikut Huruf

Nama Ucapan Kapital Nonkapital

A a a a

B b be be

C c ce ce

D d de de

E e e e

F f ef ef

G g ge ge

H h ha ha

I i i i

J j je je

K k ka ka

L l el el

M m em em

N n en en

O o o o

P p pe pe

Q q qi ki

R r er er

S s es es

T t te te

U u u u

V v ve fe

W w we we

X x eks eks

Y y ye ye

Z z zet zet

(6)

B. Huruf Vokal

Vokal dalam bahasa Indonesia dilambangkan menjadi lima huruf, yaitu a, e, i, o, dan u.

Huruf Vokal Contoh Penggunaan

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

A api padi lusa

e* enak petak sore

emas kena tipe

I itu simpan murni

O oleh kota radio

U ulang bumi ibu

*) Untuk membedakan pengucapan, pada huruf e pepet dapat diberikan tanda diakritik (ê) yang dilafalkan [ə].

Misalnya:

Anak-anak bermain di teras.

Upacara itu dihadiri pejabat teras [têras] Bank Indonesia.

Kami menonton film seri.

Pertandingan itu berakhir seri [sêri].

Seret saja barang itu jika berat!

Makanan ini membuat kerongkonganku seret [sêrêt].

C. Huruf Konsonan

Konsonan dalam bahasa Indonesia dilambangkan menjadi 21 huruf, yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

Huruf Konsonan

Contoh Penggunaan

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

b bahasa sebut adab

c cakap kaca -

D. Gabunganhuruf vokal A. Monoftong

(7)

Monoftong dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan gabungan huruf vokal eu yang dilafalkan [ɘ].

Monoftong Contoh Penggunaan

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

eu eurih seudati Sadeu

d dua ada abad

f fakir kafan maaf

g guna tiga mug

h hari saham tuah

j jalan manja mikraj

k kami paksa politik

l lekas alas akal

m maka kami diam

n nama tanah daun

p pasang apa siap

q* qariah iqra Benuaq

r raih bara putar

s sampai asli tangkas

t tali mata rapat

v variasi lava molotov

w wanita hawa takraw

x* xenon marxisme Max

y yakin payung alay

z zeni lazim juz

*) Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri dan keperluan bidang tertentu. Huruf x pada posisi awal kata diucapkan [s] dan pada posisi tengah atau akhir diucapkan [ks].

a. Diftong

Diftong dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan gabungan huruf vokal ai, au, ei, dan oi.

Diftong Contoh Penggunaan

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

ai aikido kailan pandai

au audit taufik harimau

ei eigendom geiser survei

oi oikumene boikot koboi

(8)

B.

Gabungan huruf konsonan

Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy melambangkan satu bunyi konsonan.

Gabungan Huruf Konsonan

Contoh Penggunaan

Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir

kh khusus akhir tarikh

ng ngarai bangun senang

ny nyata banyak -

sy syarat musyawarah arasy

C. Huruf kapital

a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama awal kalimat.

Misalnya:

Apa maksudnya?

Tolong ambilkan buku itu!

Kita harus bekerja keras.

Pekerjaan itu akan selesai dalam 1 jam.

b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Misalnya:

Amir Hamzah Dewi Sartika

André-Marie Ampère James Watt

Mujair

Rudolf Diesel Bapak Koperasi Jenderal Kancil

c. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:

5 ampere 15 watt ikan mujair mesin diesel

(9)

d. Huruf kapital digunakan pada nama orang seperti pada nama teori, hukum, dan rumus.

Misalnya:

teori Darwin hukum Archimedes rumus Phytagoras

e. Huruf kapital tidak digunakan untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna 'anak dari', seperti bin, binti, boru, dan van, kecuali

dituliskan sebagai awal nama atau huruf pertama kata tugas dari. Misalnya:

Abdul Rahman bin Zaini Fatimah binti Salim Indani boru Sitanggang Ayam Jantan dari Timur

Charles Adriaan van Ophuijsen

Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten.

f. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Misalnya:

Ibu berpesan, "Berhati-hatilah, Nak!"

"Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.

"Besok pagi," kata Rino, "mereka akan berangkat."

g. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam hal tertentu yang berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti Tuhan serta singkatan nama Tuhan.

Misalnya:

Buddha Al-Qur'an Hindu Alkitab

Islam Weda

Kristen Allah Konghucu Tuhan

Allah Yang Maha Kuasa akan menunjukkan jalan-Nya.

Ya, Tuhan, bimbinglah hamba ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Tuhan YME (Yang Maha Esa) Allah Swt. (Subhanahuwataala)

h. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang dan gelar akademik yang mengikuti nama orang. Misalnya:

(10)

Mahaputra Yamin Teuku Umar La Ode Khairudin

Kiai Haji Hasjim Asjarie

Doktor Mohammad Hatta Irwansyah, Magister Humaniora

i. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang digunakan sebagai sapaan.

Misalnya:

Selamat datang, Yang Mulia.

Semoga berbahagia, Raden. Terima kasih, Kiai.

Selamat pagi, Dokter.

Silakan duduk, Prof.

Siap, Jenderal.

j. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang digunakan sebagai pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Anton M. Moeliono

Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara

Proklamator Republik Indonesia

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Gubernur Papua Barat

k. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama seperti pada nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara.

Misalnya:

bangsa Indonesia suku Dani bahasa Tolaki aksara Kaganga

l. Huruf kapital tidak digunakan pada nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara yang berupa bentuk dasar kata turunan.

Misalnya:

(11)

pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kesunda- sundaan

m. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama, seperti pada nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.

Misalnya:

tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal

n. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.

Misalnya:

Konferensi Asia Afrika Perang Dunia II

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Hari Pendidikan Nasional

o. Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

Kami memperingati proklamasi kemerdekaan setiap tahun. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

p. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya:

Benua Afrika Teluk Persia Asia Tenggara Terusan Suez Pulau Miangas Jawa Barat Jazirah Arab Jakarta

Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Konawe Gunung Semeru Kota Kupang

Pergunungan Himalaya Kecamatan Rengasdengklok Bukit Barisan Distrik Samofa

Danau Toba Desa Sentul

(12)

Ngarai Sianok Kelurahan Rawamangun Lembah Baliem Jalan Polonia

Sungai Mamberamo Gang Kelinci

Tanjung Harapan Lantai II Gedung Tabrani

Selat Lombok Ruang Poerwadarminta Gedung Yudistira

q. Huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti nama diri ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

berlayar ke teluk mandi di sungai menyeberangi selat berenang di danau

r. Huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai nama jenis ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

jeruk bali (Citrus maxima)

kacang bogor (Voandzeia subterranea) nangka belanda (Anona muricata) petai cina (Leucaena glauca)

s. Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

Kami memperingati proklamasi kemerdekaan setiap tahun. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

t. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya:

Benua Afrika Teluk Persia Asia Tenggara Terusan Suez Pulau Miangas Jawa Barat Jazirah Arab Jakarta

Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Konawe Gunung Semeru Kota Kupang

Pergunungan Himalaya Kecamatan Rengasdengklok Bukit Barisan Distrik Samofa

Danau Toba Desa Sentul

Ngarai Sianok Kelurahan Rawamangun Lembah Baliem Jalan Polonia

(13)

Sungai Mamberamo Gang Kelinci

Tanjung Harapan Lantai II Gedung Tabrani

Selat Lombok Ruang Poerwadarminta Gedung Yudistira

u. Huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti nama diri ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

berlayar ke teluk mandi di sungai menyeberangi selat berenang di danau

v. Huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai nama jenis ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

jeruk bali (Citrus maxima)

kacang bogor (Voandzeia subterranea) nangka belanda (Anona muricata) petai cina (Leucaena glauca)

(14)

Catatan:

Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.

Misalnya:

Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren, dan gula anggur.

Kunci inggris, kunci tolak, dan kunci ring mempunyai fungsi yang berbeda.

w. Huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah.

Misalnya:

batik Cirebon bubur Manado film Indonesia kopi Gayo satai Madura soto Banjar tari Bali

x. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata (termasuk unsur bentuk ulang utuh) seperti pada nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas.

Misalnya:

Bosnia dan Herzegovina

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia

Perserikatan Bangsa-Bangsa

y. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur bentuk ulang utuh) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah, serta nama media massa, kecuali kata tugas yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya:

Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

(15)

Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa dan Sastra.

Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.

Berita berjudul "Listrik Sahabat Petani" dimuat di paktani.com.

Ia menyajikan makalah "Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata".

z. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar dan nama pangkat.

Misalnya:

S.E. sarjana ekonomi M.Si. magister sains

Hj. hajah

Pdt. pendeta

Dg. daeng

Dt. datuk

K.R.T. kanjeng raden tumenggung

Kol. kolonel

a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, dan adik serta kata atau ungkapan lain (termasuk unsur bentuk ulang utuh) yang digunakan sebagai sapaan.

Misalnya:

"Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan. Dedi bertanya, "Itu apa, Bu?"

"Silakan duduk, Dik!" kata Rani.

Surat Saudara telah kami terima dengan baik.

"Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?"

"Selamat belajar, Anak-Anak."

"Sampai berjumpa kembali, Teman-Teman."

Catatan:

a. Kata Anda ditulis dengan huruf awal kapital.

Misalnya:

Sudahkah Anda tahu?

Hanya teman Anda yang mengerti masalah itu.

b. Kata atau ungkapan yang digunakan dalam pengacuan ditulis dengan huruf awal kapital.

(16)

Misalnya:

"Bu, saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak."

"Besok Paman akan datang bersama kakakmu."

c. Istilah kekerabatan yang diikuti oleh kata yang menunjukkan kepemilikan ditulis dengan huruf nonkapital.

Misalnya:

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

D. Huruf miring

a. Huruf miring digunakan untuk menuliskan judul buku, judul film, judul album lagu, judul acara televisi, judul siniar, judul lakon, dan nama media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.

Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan. Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kelima. Cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Acara Bulan Bahasa dimuat di kabarbahasa.com.

Sinetron Keluarga Cemara sudah ditayangkan sebanyak belasan episode. Film Habibie dan Ainun diangkat dari kisah nyata.

Menteri Pendidikan meluncurkan album Simfoni Merdeka Belajar. Siniar Celetuk Bahasa mengangkat tema kebahasaan.

Lakon Petruk Jadi Raja dipentaskan semalam suntuk.

b. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.

Misalnya:

Huruf terakhir kata abad adalah d.

Imbuhan ber- pada kata berjasa bermakna 'memiliki'.

Dalam bab ini tidak dibahas penggunaan tanda baca.

Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan lepas tangan!

(17)

c. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah dan bahasa asing.

Misalnya:

Kita perlu memperhitungkan rencana kegiatan dengan baik agar tidak malapeh awo.

Nama ilmiah buah manggis adalah Garcinia mangostana. Weltanschauung bermakna 'pandangan dunia'.

Ungkapan tut wuri handayani merupakan semboyan pendidikan.

Istilah men sana in corpore sano sering digunakan dalam bidang olahraga.

Catatan:

a. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, organisasi, atau merek dagang dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.

b. Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah satu.

F. Huruf tebal

1. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

Misalnya:

Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam ejaan bahasa Indonesia.

Kata et dalam ungkapan ora et labora berarti 'dan'.

Catatan:

Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak tebal ditandai dengan garis bawah dua.

G. PENGGUNAAN TANDA BACA

1. Tanda Titik ( . )

o Digunakan pada kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

o Digunakan pada akhir singkatan nama orang, gelar, jabatan, dan sapaan.

o Digunakan pada singkatan kata atau ungkapan umum.

o Digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik.

(18)

2.Tanda Koma ( , )

o Digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam pembicaraan atau pembilangan.

o Digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang didahului oleh kata seperti tetapi, melainkan.

o Digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk.

o Digunakan setelah kata penghubung seperti “oleh karena itu,” “jadi,” “lagi pula.”

o Digunakan setelah kata seperti “o,” “ya,” “wah” di awal kalimat.

o Digunakan untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat.

o Digunakan untuk memisahkan nama orang dan gelar akademik, serta nama yang dibalik dalam daftar pustaka.

o Digunakan untuk mengapit keterangan tambahan yang tidak membatasi.

o Tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung dengan tanda tanya atau seru.

3.Tanda Titik Koma ( ; )

a. Digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.

b. Digunakan untuk memisahkan kalimat setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

4.Tanda Titik Dua ( : )

a. Digunakan setelah pernyataan lengkap yang diikuti oleh rangkaian atau pemerian.

b. Digunakan setelah kata yang memerlukan pemerian.

c. Digunakan dalam teks drama setelah kata pelaku percakapan.

d. Tidak digunakan jika rangkaian atau pemerian merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

III. Artikel

A. Menurut KBBI

Menurut KBBI artikel adalah karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dengan demikian artikel adalah tulisan yang dapat dibaca oleh siapa saja. Artikel adalah hasil karya tulis ilmiah yang didalamnya terdapat

(19)

informasi dan opini. Dalam tulisan artikel, soerang penulis bebas untuk menuangkan semua opini-opini yang ingin disampaikannya. Namun, tidak semua isi artikel tersebut adalah opini, data-data yang diambil harus

berdasarkan fakta. Selain itu, dalam artikel haruslah memuat permasalahan, hasil penelitian, dan berdasarkan teori teori yang ada.

Bahasa yang digunakan dalam artikel lebih santai dan ringan dibandingkan dengan karya tulis yang lain. Namun, setiap isi atau pun kandungan dari artikel tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ada berbagai jenis artikel, seperti artikel populer, artikel kesehatan, artikel pendidikan, dan artikel lainnya.

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)

Referensi

Dokumen terkait

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama

Untuk mengetahui penerapan penulisan huruf kapital yang dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan,

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan

Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan masalah serta nama majalah dan surat

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan, kecuali