Nama : Muhammad Bayu Alfani NIM : 2307040088
Prodi : Ekonomi Pembangunan
STUDI KASUS EKONOMI REGIONAL DI DESA NGADIPURWO KECAMATAN BLORA KABUPATEN BLORA
A. Letak Geografis
Desa ngadipurwo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah yang mayoritas adalah daerah pertanian kecamatan blora kabupaten blora jawa tengah. Bentangan wilayah yang terdapat di desa ngadipurwo hanya satu desa atau kelurahan pada aliran sungai dengan luas 1,10 Ha. Letak kelurahan kawasan perkantoran 0,400 Ha dengan jarak ke ibu kota kecamatan 12 Km, lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan kendaraan bermotor 15 menit, dan lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan berjalan kaki atau kendaraan non motor selama 2 jam. Jarak ke ibu kota kabupaten kota 12 Km dengan lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan kendaraan bermotor selama 15 menit, dan dengan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan non motor atau berjalan kaki selama 2 jam. Jarak ke ibu kota propinsi 130 Km dengan lama jarak tempuh ke ibu kota propinsi dengan kendaraan 13 bermotor selama 4 jam, dan lama perjalanan ke ibu kota propinsi dengan berjalan kaki atau non motor selama 2 hari. 1 Desa merupakan unit administrasi pemerintahan yang paling bawah dimana secara geografis dan dermografis memiliki beberapa ketentuan. Demikian juga dengan desa Ngadipurwo yang memiliki ketentuan sebagai berikut: a. Luas Wilayah Luas wilayah desa Ngadipurwo adalah 26,07 Ha, yang meliputi pesawahan seluas 14,03 Ha, pekarangan seluas 9,02 Ha, lain lain seluas 2,75 Ha. Batas wilayah desa Ngadipurwo, disebelah utara dan barat desa sendangharjo, sebelah selatan dan timur terdapat desa purwosari. 2 b. Luas Wilayah Desa Ngadipurwo Berdasarkan
Penggunaannya 1 Luas Pemukiman Luas pemukiman desa ngadipurwo adalah 9,02 Ha, luas pesawahan 14,30 Ha, luas pekarangan 9,02 Ha, lain-lain 2,75 Ha, dan total keseluruhan adalah seluas 26,07 Ha. 2 Tanah Sawah Tanah sawah desa ngadipurwo terdapat tanah irigasi seluas 2,5 Ha, dan tanah sawah tadah hujan luasnya 8,12 Ha, dan total luas tanah pesawahan adalah 8,37 Ha. 1 Sumber di dapat dari wawancara pribadi lewat sms dengan bapak Muhibbin, perangkat Desa Ngadipurwo Kecamatan Blora Kabupaten Blora Jawa Tengah pada hari kamis tanggal 17 maret 2011. 2 Diambil dari data profil Pemerintah Kabupaten Blora Kecamatan Blora Desa Ngadipurwo tahun 2011. 14 3 Tanah Kering Tanah kering yang berada di desa ngadipurwo terdapat tanah pemukiman seluas 9,02 Ha, tanah sawah seluas 14,30 Ha, dan luas keseluruhan tanah kering yang terdapat di desa ngadipurwo adalah seluas 23,32 Ha. c. Kondisi Demografis Data yang diperoleh melalui kantor desa
ngadipurwo, menunjukkan bahwa penduduk desa ngadipurwo pada tahun 2011
berjumlah 444 orang yang terdiri dari laki-laki berjumlah 232 orang, dan perempuan berjumlah 212 orang dengan jumlah kepala keluarga KK kurang lebih sebanyak 100
Potensi Ekonomi Desa Ngadipurwo
Desa Ngadipurwo mayoritas Adalah petani
Beberapa komoditas pertanian utama di Blora yang menjadi sumber pendapatan masyarakat antara lain:
1. Padi
Padi menjadi komoditas utama di Blora. Dengan lahan sawah yang cukup luas, terutama di daerah yang dialiri Sungai Bengawan Solo, produksi padi di Blora tergolong tinggi. Hal ini menjadikan Blora salah satu daerah penghasil beras di Jawa Tengah. Inovasi di bidang pertanian, seperti penggunaan varietas padi unggul dan peningkatan teknologi pertanian, turut mendukung produktivitas sektor ini.
2. Jagung
Selain padi, jagung merupakan salah satu komoditas yang cukup dominan. Lahan tadah hujan yang luas di Blora sangat cocok untuk menanam jagung. Jagung di Blora banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan juga diekspor ke daerah-daerah lain. Keberhasilan dalam budidaya jagung ini didukung oleh iklim kering di beberapa bagian Blora yang cocok untuk tanaman tersebut.
3. Kacang Tanah
Blora juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi kacang tanah di Jawa Tengah.
Tanaman ini banyak ditanam di lahan kering dan memberikan hasil yang cukup baik.
Kacang tanah Blora memiliki kualitas yang bagus dan sering menjadi pilihan bagi industri makanan lokal.
4. Ketela Pohon (Singkong)
Tanaman ini sangat cocok ditanam di daerah kering seperti Blora. Ketela pohon menjadi salah satu komoditas penting karena hasil olahannya yang beragam, seperti gaplek dan tepung tapioka, yang banyak digunakan dalam industri pangan.
5. Tembakau
Di beberapa wilayah, tembakau juga menjadi komoditas yang cukup menjanjikan.
Meskipun tidak sebesar daerah-daerah lain di Jawa Tengah seperti Temanggung atau Kudus, tembakau Blora memiliki kualitas yang tidak kalah baik, terutama untuk varietas tembakau rajangan