• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekstraksi Dingin pada Pembuatan Obat Tradisional

N/A
N/A
Sera NCAI

Academic year: 2024

Membagikan "Ekstraksi Dingin pada Pembuatan Obat Tradisional"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen Pengampu: Drs. Martin Sembiring, apt., M.

Si.

FARMASI E/IV

(2)

Anggota Kelompok:

1. Arnesta Jira Pigi (224111151) 2. Awanda Anand S. Melani (224111153) 3. Irene K. Hadi Woja (224111162)

4. Marchela Y. C. N. Adu (224111157)

5. Miguella Salvatrix Lie Kase (224111175)

6. Paskalia W. Seran (224111177)

(3)

Ekstraksi Dingin

Pada metode ini tidak dilakukan pemanasan selama proses ekstraksi berlangsung dengan tujuan agar senyawa yang diinginkan tidak menjadi rusak.

Ekstraksi cara dingin memiliki keuntungan dalam proses ekstraksi total, yaitu memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan pada senyawa termolabil yang terdapat pada sampel.

Penggunaan pelarut dengan peningkatan kepolaran bahan alam secara berurutan memungkinkan pemisahan bahan-bahan alam berdasarkan kelarutannya (dan polaritasnya) dalam pelarut ekstraksi.

Hal ini sangat mempermudah proses isolasi.

Ekstraksi dingin memungkinkan banyak senyawa terekstraksi, meskipun beberapa senyawa memiliki pelarut ekstraksi pada suhu kamar.

(4)

Maserasi

Maserasi → Proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur suhu ruangan (kamar).

Maserasi berasal dari bahasa latin Macerace → Mengairi dan melunakan.

Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat yang tahan pemanasan maupun yang tidak tahan pemanasan.

Secara teknologi maserasi termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan.

Dasar dari maserasi → Melarutnya bahan kandungan simplisia dari sel yang rusak, yang terbentuk saat penghalusan, ekstraksi (difusi) bahan kandungan dari sel yang masih utuh.

Setelah selesai waktu maserasi → Keseimbangan antara bahan yang diekstraksi pada bagian dalam sel dengan masuk kedalam cairan, telah tercapai maka proses difusi segera berakhir.

Pengocokan secara berulang → Menjamin keseimbangan konsentrasi bahan ekstraksi yang lebih cepat didalam cairan.

Makin banyak perbandingan simplisia terhadap cairan pengekstraksi → Makin banyak hasil yang diperoleh.

(5)

Maserasi

Keuntungan:

1. Efektif untuk senyawa yang tidak tahan panas (terdegradasi karena panas)

2. Peralatan yang digunakan relatif sederhana, murah, dan mudah didapat

Kerugian:

1. Ekstraksi yang lama

2. Membutuhkan pelarut dalam jumlah yang banyak

3. Adanya kemungkinan bahwa senyawa tertentu tidak dapat diekstrak karena kelarutannya rendah pada suhu ruang

(6)

Perkolasi

Perkolasi → Ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru dan sempurna (Exhaustiva extraction) yang umumnya dilakukan pada temperatur ruangan.

Prinsip → Menempatkan serbuk simplisia pada suatu bejana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat berpori.

Prosedur metode ini → Bahan direndam dengan pelarut, kemudian pelarut baru dialirkan secara terus menerus sampai warna pelarut tidak lagi berwarna atau tetap bening yang artinya sudah tidak ada lagi senyawa yang terlarut.

Proses terdiri dari tahap pengembangan bahan, tahap maserasi antara, tahap

perkolasi sebenarnya

(penetesan/penampungan ekstrak), terus menerus sampai diperoleh ekstrak (perkolat) yang jumlahnya 1-5 kali bahan.

(7)

Perkolasi

Keuntungan:

1. Tidak diperlukan proses tambahan untuk memisahkan padatan dengan ekstrak

Kerugian:

1. Jumlah pelarut yang dibutuhkan cukup banyak

2. Prosesnya memerlukan waktu yang cukup lama

3. Tidak meratanya kontak antara padatan dengan pelarut

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Istiqomah. 2013. Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi Terhadap Kadar Piperin Buah Cabe Jawa (Piperis retrofracti fructus). Jakarta:

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

(9)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including

icons by Flaticon, infographics &

images by Freepik.

THANKS!

<3

Referensi

Dokumen terkait

Dengan metode pres dingin tidak semua minyak dari kulit jeruk.. berhasil dikeluarkan, untuk lebih menyempurnakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa tanin termodifikasi dapat digunakan sebagai senyawa pembawa dalam ekstraksi ion logam Zn(II) dengan cara

Komponen tersebut dapat diperoleh dengan metode ekstraksi dimana ekstraksi merupakan proses pelarutan komponen kimia yang sering digunakan dalam senyawa organik untuk

Ekstraksi dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung dari tujuan ekstraksi, jenis pelarut yang digunakan dan senyawa yang diinginkan (Dewi,

Pembuatan minyak essensial dengan cara tekanan dingin merupakan dengan cara pengepresan tanpa pemanasan, dilakukan terhadap bahan berupa biji, buah atau kulit buah

Komponen tersebut dapat diperoleh dengan metode ekstraksi dimana ekstraksi merupakan proses pelarutan komponen kimia yang sering digunakan dalam senyawa organik

Metode ekstraksi yang sesuai untuk mengekstrak senyawa bioactiv dari daun moringa oleifera adalah ekstraksi menggunakan air subkritis karena dalam waktu yang relatif

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modifikasi metode ekstraksi yaitu dengan perlakuan alkali dingin sebelum ekstraksi dapat menghasilkan karaginan