ENTERPRISE RISK MANAGEMENT Pertemuan 6
1. Konteks dari bisnis tersebut.
2. Paparan materi harus lebih diperdetail terhadap implementasinya.
3. Pemahaman portofolio of risk (bukan portofolio mengenai produk). Contoh : dibagi menjadi risiko operasional, risiko pasar, dan risiko stratejik, risiko keuangan (risikonya dikelompokkan). Dari risiko ini diberi implementasinya terhadap bisnis kita.
4. Prioritas untuk memberi effort lebih kepada risiko yang masuk ke dalam kategori tinggi. Setiap control yang kita pasang untuk mitigasi akan menambah extra cost yang harus dikeluarkan.
5. Review dan revisi ini dihubungkan dengan sejauh mana hubungannya dengan manajemen risiko.
6. Membuat manajemen risiko nya harus korelistik, masing-masing divisi harus berelasi antar manajemennya.
7. Sisa bahan itu bisa dijual kembali kepada mitra.
Risiko Positif : lebih kepada organisasi kita tidak bisa mencapai target sebagaimana yang dimaksud.
Pertemuan 10
Tujuan Manajemen Risiko : Menciptakan risiko dibangun untuk tujuan menciptakan dan melindungi nilai, sehingga dapat meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dan mendukung pencapaian sasaran.
Arsitektur manejemn risiko berbasis ISO 31000 2018, terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Prinsip 2. Framework 3. Proses
Prinsip manajemen risiko merupakan landasan untuk mengelola risiko dan harus dipertimbangkan Ketika akan menetapkan kerangka kerja.
Kerangka kerja bertujuan untuk membantu organisasi dalam mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam aktivitas dan fungsi signifikan.
Proses manajemen risiko merupakan bagian integral manajemen dari pengambilan keputusan serta diintegrasikan ke dalam struktur, operasi, dan proses organisasi.
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN RISIKO BERDASARKAN ISO 31000
Terintegrasi, manajemen risiko adalah bagian integral dari semua aktivitas organisasi. Manajemen risiko harus menyatu dengan proses bisnis terkait dan harus didukung dengan tanggung jawab pemilik risiko yang jelas. Risiko menjadi tanggung jawab semua divisi.
Terstruktur dan Komprehensif, pendekatan terstruktur dan komprehensif terhadap manajemen risiko berkontribusi terhadap hasil yang konsisten dan terstruktur. Manajemen risiko harus dapat
memberikan pendekatan system kajian risiko yang efisien dan konsisten, memberikan hasil yang dapat dibandingkan dan menghasilkan pemahaman yang sama untuk seluruh organisasi.
(strategi dapat menghasilkan risiko baru)
Disesuaikan (Customized), kerangka kerja dan proses manajemen risiko disesuaikan dan proporsional dengan konteks eksternal dan internal organisasi yang berkaitan dengan sasarannya.
Inklusif,
Dinamis, risiko dapat muncul berubah atau hilang seiring dengan perubahan konteks eksternal dan internal organisasi. Manajemen risiko mengantisipasi, mendeteksi, mengukur, dan menanggapi perubahan dan peristiwa tersebut secara sesuai dan tepat waktu. Manajemen risiko selalu siaga dalam merespon perubahan yang terjadi, baik pada konteks internal maupun eksternal. Serta mampu mendeteksi dan mengantisipasi risiko yang mungkin timbul atau terjadi karena adanya perubahan. Prinsip dinamis ini memastikan bahwa manejemn risiko siap menghadapi dan mengadaptasi perubahan yang terjadi dan tetap efektif.
Informasi Terbaik yang Tersedia, masukan manajemen risiko didasarkan atas informasi historis dan saat ini, dan juga harapan masa depan. Manajemen risiko secara eksplisit memperhitungkan segala Batasan dan ketidakpastian yang berkaitan dengan informasi dan harapan tersebut. Informasi sebaiknya tepat waktu, jelas, dan tersedia bagi pemangku kepentingan yang relevan.
Faktor Manusia dan Budaya, perilaku dan budaya manusia secara signifikan memengaruhi semua aspek manajemen risiko pada semua tingkat dan tahap. Penerapan manajemen risiko perlu diselaraskan dengan kemampuan sumber daya manusia organisasi, kepentingan para pemangku kepentingan.
Perbaikan Berkelanjutan, manajemen risiko diperbaiki secara berkelanjutan melalui Pelajaran dan pengalaman. Manajemen risiko harus menjadi bagian dari system perbaikan berkelanjutan organisasi guna meningkatkan tingkat kematangan penerapan manajemen risiko.
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO MENURUT ISO 31000
Kepemimpinan dan Komitmen, manajemen puncak dari badan pengawas, jika memungkinkan sebaiknya memastikan manajemen risiko terintegrasi pada semua aktivitas organisasi dan sebaiknya menunjukkan kepemimpinan dan komitmen dengan :
- Menyesuaikan dan mengimplementasikan semua komponen kerangka kerja.
- Menerbitkan pernyataan atau kebijakan - Memastikan sumber daya
- Menetapkan kewenangan, tanggung jawab, dan akuntabilitas
Integrasi, integrasi manajemen risiko ke dalam organisasi adalah proses yang dinamis dan berulang, serta sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhkan dan budaya Perusahaan. Manajemen risiko sebaiknya menjadi bagian dari, dan tidak terpisahkan dari tujuan, tata Kelola,
kepemimpinan dan komitmen, strategi, sasaran, dan operasi organisasi.
VMTS (Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi).
Desain, mencakup :
- Pemahaman organisasi dan konteksnya.
- Penegasan komitmen manajemen risiko.
- Penetapan peran, kewenangan, tanggung jawab, dan akuntabilitas organisasional.
- Alokasi sumber daya.
- Penyiapan komunikasi dan konsultasi.