Permasalahan dalam film tersebut dilatarbelakangi oleh etika egois yang ditunjukkan oleh Ray Loewen terhadap Jeremiah O’Keefe, dimana Loewen sengaja membuat Jeremiah terdesak waktu akan kebangkrutan sehingga Loewen dapat mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Selain itu, terdapat pula unsur diskriminasi oleh Perusahaan Loewen terhadap ras kulit hitam yang terkuak diakhir konflik di dalam persidangan. Teori etika bisnis yang baik yang dapat dibentuk berdasarkan perkara tersebut adalah dengan memerhatikan unsur-unsur etika yang terdapat dalam film tersebut yaitu:
1. Integritas
Integritas mencerminkan kualitas individu atau perusahaan yang berarti mereka
bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral, menjaga kejujuran, dan konsisten dalam nilai- nilai dan prinsip-prinsip yang terdapat di dalam masyarakat. Integritas dapat menekan praktik penipuan, manipulasi, atau tindakan curang dalam transaksi dan komunikasi bisnis.
2. Tanggung Jawab
Tanggung jawab merujuk pada kewajiban moral dan etika yang harus dipatuhi oleh perusahaan terhadap berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat secara umum.
Tanggung jawab bisnis mencakup serangkaian komitmen untuk bertindak secara etis dalam menjalankan operasionalnya. Beberapa aspek tanggung jawab yang harus dimiliki
perusahaan adalah tanggung jawab terhadap karyawan, pelanggan, pemasok, lingkungan, dan masyarakat.
3. Transparansi
Transparansi merujuk pada implementasi dalam memberikan informasi yang jujur, terbuka, dan mudah diakses kepada berbagai pemangku kepentingan pelanggan, pemasok, dan masyarakat umum. Praktik transparansi dapat diterapkan dalam aspek operasional perusahaan seperti laporan keuangan, informasi harga produk atau jasa, dan kebijakan perusahaan.
4. Adil
Adil adalah prinsip etika bisnis yang memerlukan penghormatan dan kesetaraan dalam hubungan bisnis. Ini mencakup tidak membedakan individu atau kelompok berdasarkan faktor seperti jenis kelamin, ras, agama, atau lainnya, serta memastikan pengambilan keputusan dan tindakan bisnis dilakukan tanpa memihak atau mendiskriminasi. Prinsip ini menciptakan hubungan yang inklusif, mendukung keadilan, dan memperkuat hubungan baik dengan karyawan, pelanggan, pemasok, dan pihak yang berkepentingan.
5. Sosial
Nilai sosial dalam konteks ini merujuk pada kewajiban perusahaan untuk berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, melampaui tujuan mencari keuntungan semata. Ini melibatkan kesadaran dan komitmen perusahaan untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.