• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETHESIS KURANG WATERMAK

N/A
N/A
Wida Andina

Academic year: 2024

Membagikan "ETHESIS KURANG WATERMAK"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Analisis Hukum Islam Mengenai Proses Pemindahan Pengasuhan Anak dari Orang Tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar,. Bagaimana proses pengalihan pengasuhan anak dari orang tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo ditinjau dari hukum Islam. Bagaimana praktik pengasuhan anak ketika terjadi alih pengasuhan di Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo ditinjau dari syariat Islam.

Mengidentifikasi dan menjelaskan proses pengalihan pengasuhan anak dari orang tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo ditinjau dari hukum Islam.

PENDAHULUAN

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Manfaat Penelitian
  • Penelitian Terdahulu
  • Metode Penelitian
  • Sistematika Pembahasan

BAB II Tinjauan Hukum Islam Tentang Pengalihan Pengasuhan Anak dari Orang Tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo. BAB III Tinjauan Hukum Islam Tentang Pengalihan Pengasuhan Anak dari Orang Tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo. BAB IV Tinjauan Hukum Islam Tentang Pengalihan Pengasuhan Anak dari Orang Tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo.

Pernyataan kelima, menurut Rizki, orang tua Tio, menjelaskan proses pemindahan hak asuh anak ke Pondok Pesantren Nurul Akbar. Nurul Akbar yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Akbar adalah Tsarik desa Babadan. Praktek pengasuhan anak saat ada alih pengasuhan anak di Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo.

Berikut kepribadian anak dari pola asuh orang tua yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo. Analisis Hukum Islam dalam Kaitannya dengan Proses Pemindahan Pengasuhan Anak dari Orang Tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo. Analisis Hukum Islam Terhadap Praktek Pengasuhan Anak Dari Pengalihan Pengasuhan Orang Tua Di Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo.

PENGASUHAN DAN PENGASUH

Pengertian Pengasuhan (Ḥādanah )

Pola asuh adalah suatu cara atau sistem mengasuh, mengasuh, mendidik, membimbing, menolong, melatih atau mengembangkan kemampuan anak, yang dilakukan atas dasar rasa kasih sayang. Pola asuh sendiri merupakan perilaku yang berhubungan dengan anak yang dilakukan oleh setiap keluarga. 13 Berdasarkan penjelasan di atas, maka pola asuh adalah praktek mengasuh anak, seperti orang tua memperlakukan anak, membesarkan anak, membimbing, mendisiplinkan dan melindungi anak sehingga membentuk perilaku anak yang sesuai. dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikannya bisa saja terdiri dari keluarga anak tersebut, namun bisa juga bukan keluarga anak tersebut dan dia adalah pekerja profesional.

Sedangkan ḥādanah dilakukan oleh keluarga anak, kecuali jika anak tersebut tidak mempunyai keluarga dan yang melaksanakannya bukan seorang profesional, ḥādanah dilakukan oleh masing-masing ibu dan anggota keluarga lainnya. Ḥādanah adalah hak hadhin, sedangkan pendidikan belum tentu berasal dari keluarga anak. 15 Dalam pengasuhan ini juga sering terjadi peralihan pengasuhan yang berarti tidak adanya rasa tanggung jawab orang tua terhadap anak.

Dasar Hukum Ḥādanah

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap mukmin mempunyai beban kewajiban dan tanggung jawab untuk menafkahi dirinya dan keluarganya dalam bentuk apapun terhadap api neraka, karena api neraka mempunyai khasiat yang membakar. Api dapat membuat diri manusia dan jiwa manusia menderita atau menderita, yang bertanggung jawab atas segalanya adalah manusia itu sendiri.

Melindungi diri sendiri dan keluarga (anak dan istri) dari Api Neraka dengan berusaha memastikan seluruh anggota keluarga menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Merawat anak kecil adalah suatu keharusan, karena kelalaian berarti membuat anak kecil terkena risiko kehancuran. Ḥādanah merupakan hak bagi anak kecil, karena mereka tetap memerlukan pengawasan dan pengurusan urusannya oleh orang yang membesarkannya.

Rukun Ḥādanah

Faktor yang Mempengaruhi Pengasuhan

Masa Ḥādanah

Orang yang Berhak Melakukan Ḥādanah

Pada awal kehidupannya, hingga mencapai usia tertentu, seorang anak membutuhkan orang lain untuk membantunya dalam kehidupan, misalnya dalam makan, berpakaian, bersih-bersih, bahkan mengatur terjaga dan tidurnya, sehingga orang yang merawatnya harus mempunyai rasa sayang, sabar dan menginginkan anak yang baik di kemudian hari. Dalam memberikan pelayanan diperlukan adanya peran, dimana pelayanan itu sendiri erat kaitannya dengan orang yang memberikan pelayanan, orang yang memberikan pelayanan itu sendiri disebut juga dengan caregiver. Oleh karena itu, seorang pendidik adalah orang yang mengasuh, mendidik, mengarahkan, mengembangkan dan membiayai kehidupan anak-anak yang tidak mampu, dan seorang pendidik menggantikan orang tua kandungnya dengan kasih sayang yang besar.

Istilah attachment adalah ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksi dengan orang-orang yang mempunyai arti khusus dalam hidupnya. Karena mereka berakal, yaitu orang yang berakal atau gila, maka tidak boleh berurusan dengan ḥādanah, karena mereka tidak mampu mengurus dirinya sendiri, sehingga tidak boleh dipercayakan tanggung jawab kepada orang lain. Bukan orang yang tinggal serumah dengan penderita penyakit menular atau orang yang suka marah-marah kepada anak, sekalipun itu adalah keluarga anak itu sendiri, sehingga karena amarahnya ia tidak dapat mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk kepentingan anak tersebut dan menimbulkan suasana yang tidak baik.

Sebagai seorang Muslim, seorang kanak-kanak Islam tidak boleh menjaga orang bukan Islam kerana penjagaan anak adalah soal kuasa. Kesimpulannya, orang yang berhak berhadanah ialah ibu bapa (bapa dan ibu), jika kedua-duanya memenuhi syarat berhadanah maka dia berhak ke atas anak, jika anak masih mumejiẓ maka ibunya. lebih tepat, kerana ibu dianggap lebih rapat dengan anak, tetapi apabila bapa lebih rapat dengan anaknya, barulah anak itu tinggal bersama bapa. Manakala anak ialah orang yang menjaganya, menurut Sayyiq Sabid, yang dimaksudkan dengan anak ialah apabila anak itu belum mumyyiẓ, baik lelaki atau perempuan.

Peran Pengasuh (ῌādin)

Kewajiban Pengasuh (ῌādin)

Pondok pesantren diawali dengan pembangunan masjid/musala terlebih dahulu yang diberi nama Pondok Pesantren Nurul Akbar. Pernyataan ketiga, menurut Rakiah, ibu dari Graha dan Rizki tentang proses pemindahan pengasuhan anak ke Pondok Pesantren Nurul Akbar. Saat itu saya hanya menyekolahkan anak saya di Pondok Pesantren Nurul Akbar, lalu almarhum.

Iya, itu baru proses pengasuhan anak saya di Pondok Pesantren Nurul Akbar.” 34. Pada pertanyaan keenam yang disampaikan Samsul, orang tua Adit menjelaskan proses perpindahan pengasuhan anaknya di Pondok Pesantren Nurul Akbar. Dari pemaparan pendapat pihak-pihak yang mengetahui proses peralihan pengasuhan dari orang tua ke Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo.

Untuk pernyataan yang kelima menurut Rahmat Ariyant santri putra Pondok Pesantren Nurul Akbar mengenai pola asuh yang diterapkan pada anak yang mengalami perpindahan pengasuhan dari orang tuanya ke Pondok Pesantren Nurul Akbar yaitu. Dari pola asuh orang tua yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Akbar, terdapat perubahan yang luar biasa dalam hal kepribadian anak. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Akbar berhasil dalam mengasuh anak-anak yang diasuhnya.

PENGALIHAN PENGASUHAN ANAK DARI ORANG

Letak Geografis

Pondok Pesantren Nurul Akbar terletak di kaki bukit kabupaten Ponorogo bagian timur, dengan jarak 700 m dari kampus II IAIN Ponorogo dari arah selatan dan 6,8 km dari pusat kota Ponorogo. Di sebelah utara, Pondok Pesantren Nurul Akbar dibatasi oleh Pondok Pesantren Darul Taqwa Pintu, Pondok Pesantren Jenangan dan Pendopo Walisongo, Sedah, Jenangan, di sebelah selatan dibatasi oleh Pondok Pesantren Gentan, Jenangan dan Jenangan Santri Puyut. Pondok Pesantren sebelah Timur berbatasan dengan Kampus II IAIN Ponorogo yang terletak di Krajan, Pintu, Jenangan, sebelah Barat berbatasan dengan Pondok Pesantren Al-Iman Putri Babadan. Asrama Islam Nurul Akbar sendiri berada di atas tanah keluarga Ndalem dengan luas 10 x 90 m² yang diukur mulai dari halaman depan Pondok Pesantren Nurul Akbar.

Demografis Pondok Pesantren Nurul Akbar

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Akbar

Pondok Pesantren Nurul Akbar didirikan pada hari Rabu Kliwon, tanggal 10 Asy Syura Hijriyyah atau tanggal 7 Januari 2009, didirikan oleh KH. Ali Rahmad berguru kepada Hadrotus Syekh pada tahun 1932 hingga tahun 1947 kemudian mendirikan Pondok Pesantren Tarbiyatul Mutathowi'in di Ngujur Kebonsari Madiun, sedangkan Agus Uqel Mustanwarul Haj merupakan keponakan yang diasuh dan diasuh sejak dini oleh KH. Ali Masyhud dan Agus Uqel Uqel Mustanwarul Haj untuk mendirikan Pondok Pesantren di Karangtalok Babadan Ponorogo.

Ali Mesyhud karena merasa tidak pantas menerima tanggung jawab yang besar dalam mendirikan lembaga pesantren. Dan pada akhirnya karena tidak ada pilihan lain maka perintah pendirian Asrama Islam diterima dan dilaksanakan. Tidak perlu mencari santri, tapi biarlah santri datang sendiri, dan alhamdulillah ketika pembangunan musholla sudah memasuki tahap penyelesaian, dengan sendirinya ada dua orang santri yang datang dan menjadi cikal bakal pertama Sekolah Islam Nurul Akbar. .

Selama masih mampu maka anda akan meminta kepada siswa tersebut untuk membayar makanan tersebut, namun jika mereka memberikannya kepada anda maka anda boleh menerimanya, dengan harapan jika ada masyarakat yang tidak mampu namun memiliki keinginan untuk mendapatkan pendidikan. di pesantren, impian tersebut bisa terwujud di Pesantren Nurul Akbar. Dan alhamdulillah di bulan Muharram 1445 Hijriah ini, Pondok Pesantren Nurul Akbar kini telah berusia 16 tahun dengan jumlah siswa kurang lebih 60 orang, didirikan atas perintah gurunya dan bukan atas keinginan pribadi KH. Uraian Khusus Mengenai Pengalihan Pengasuhan Anak dari Orang Tua di Asrama Islam Nurul Akbar Babadan Ponorogo.

Gambaran Khusus Terkait Pengalihan Pengasuhan Anak Dari

  • Proses pengalihan pengasuhan anak dari orang tua ke Pondok

Untuk pernyataan yang kedua, menurut Dania Nurdiani selaku menantu Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Akbar mengenai praktik pengasuhan anak yang mengalami peralihan pengasuhan dari orang tuanya ke Pondok Pesantren Nurul Akbar yaitu. Ketiga, pernyataan menurut Sri Lestari sebagai santriwati Pondok Pesantren Nurul Akbar mengenai pola asuh orang tua yang diterapkan pada anak yang mengalami peralihan pengasuhan dari orang tuanya ke Pondok Pesantren Nurul Akbar yaitu. Untuk pernyataan yang keempat menurut Nuur Maghfiroh selaku santriwati Pondok Pesantren Nurul Akbar mengenai praktik pola asuh yang diterapkan pada anak yang mengalami peralihan pengasuhan dari orang tuanya ke Pondok Pesantren Nurul Akbar yaitu.

Dalam hal ini Asrama Islam Nurul Akbar tidak hanya memberikan pelajaran dunia saja namun juga pelajaran akhirat. Terkait dengan pola asuh orang tua yang diterapkan Asrama Islam Nurul Akbar, Muhammad Rizki yang merupakan salah satu anak yang mengalami perpindahan pengasuhan juga menyatakan hal tersebut. Pernyataan yang pertama menurut Tatik Nur Hidayati selaku wali Pondok Pesantren Nurul Akbar mengenai kepribadian yang terbentuk pada diri anak adalah:

Untuk pernyataan kedua menurut Dania Nurdiani selaku menantu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Akbar tentang kepribadian yang terbentuk pada diri anak yaitu. Untuk pernyataan kesembilan menurut Rahmat Ariyanto salah satu santri senior Pondok Pesantren Nurul Akbar menjelaskan tentang kepribadian yang terbentuk pada diri anak yaitu. Untuk pernyataan yang kesepuluh menurut Satria Nur Hidayad, Pengurus Pondok Pesantren Nurul Akbar putra tentang kepribadian yang terbentuk pada diri anak yaitu.

Dari sini, sesuai syariat Islam, Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo memenuhi syarat menjadi ḥādin. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka kesimpulan mengenai pengalihan pengasuhan anak dari orang tua di Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo ditinjau dari Hukum Islam adalah sebagai berikut.

Referensi

Dokumen terkait