MAKALAH
ASPEK KOMUNIKASI DAN PENULISAN ILMIAH
Diajukan untuk memenuhi tugas makalah Mata Kuliah Metode Dan Komunikasi Ilmiah Fakultas Pertanian
Universitas Jember
Dosen Pengampu:
Lenny Widjayanthi, M.Sc. PhD.
Oleh:
Muhammad Azizul Hakim NIM. 201510601152
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER 2021
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Etika merupakan bahasa serapan dari bahaya yunani kuno “Ethikos” yang memiliki arti timbul dari kebiasaan. Etika adalah pedoman aturan sikap atau perilaku yang dibahas secara kritis, rasional dan sistematis tentag moral serta tuntunan pengarahan moral untuk memilih perilaku seseorang dan hubungannya dengan yang lain. Banyak orang yang menganggap Etika dan moral adalah sinonim, tapi sebenarnya berbeda. Perbedaan antara etika dan moral yaitu etika merupakan pedoman teoritis tentang nilai yang ada, sedangkan moral merupakan perilaku atau perbuatan yang dilakukan. Etika sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki banyak makna, seperti adat, kebiasaan, akhlak, perasaan dan cara berpikir.
Etika sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari – hari, salah satunya adalah dalam hal penulisan ilmiah. Setiap karya yang dihasilkan oleh penulis dari sebuah penelitian memiliki gagasan dan hasil pemikirannya yang diungkapkan dalam bentuk tulisan dengan berbagai pernyataan ataupun kalimat. Etika diperlukan untuk penelitian dan penulisan agar saat dilakukan penelitian tidak ada pihak yang dirugikan, dan hasil dari para penulis dapat dihormati dan dihargai sebagai hasil karya penulis itu sendiri.
Selain itu, dengan adanya etika peneliti dan penulis harus dapat bertanggung jawab terhadap penelitian dan karya yang telah ia buat. Etika – etika tersebut termasuk dalam etika penelitian dan penulisan ilmiah. Etika dalam penelitian dan penulisan ilmiah harus menjadi pedoman bagi setiap peneliti dan penulis agar tidak melanggar kode etik yang ada.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat diperoleh rumusan masalah yaitu Bagaimana etika dalam penelitian dan penulisan ilmiah
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat lebih mengetahui dan memahami etika dalam penelitian penulisan ilmiah
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Etika Dalam Penelitian dan Penulisan Ilmiah 2.1.1 Etika Dalam Penelitian
Etika Dalam Penelitian adalah pedoman moral yang harus dimiliki setiap peneliti dalam menjalankan penelitian. Setiap penelitian yang dilakukan peneliti dan melibatkan manusia lain di dalamnya sebagai subjek, harus memperhatikan 4 prinsip dasar etika penelitian (Anonimus, 2013), yaitu
Menghormati dan menghargai subjek / orang
Peneliti harus memperhatikan hak – hak yang dimiliki subjek untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Jika diperlukan seorang peneliti boleh meberikan formulir persetujuan kepada subjek agar sama – sama lebih menghormati dan menghargai antara peneliti dengan subjek, serta menjawab keraguan subjek terhadap penelitian yang dilakukan.
Manfaat
Peneliti harus menjamin bahwa penelitian yang dilakukan memiliki manfaat bagi subjek terutama daerah yang menjadi cakupan penelitian.
Keamanan Subjek
Peneliti harus menjamin bahwa penelitian yang akan dilakukan tidak menimbulkan kerugian bagi subjek seperti resiko kesalahpahaman yang dapat terjadi, kerugian fisik, privasi subjek dan lain – lain yang menjadi hak subjek.
Keadilan dan Keterbukaan
Peneliti harus menjamin bahwa semua subjek mendapat keterbukaan informasi prosedur penelitian, pengakuan hak yang dimiliki oleh subjek, perlakuan dan keuntungan sama tanpa membeda – bedakan gender, agama, suku, dan lain – lain.
Dengan memperhatikan 4 prinsip tersebut, penelitian akan dapat berjalan dengan lancar dengan kemungkinan kegagalan yang disebabkan oleh permasalahan antara peneliti dengan subjek sangat kecil.
2.1.2 Etika Dalam Penulisan Ilmiah
Etika penulisan ilmiah merupakan norma atau pedoman umum perilaku yang boleh dan harus dilakukan, serta yang tidak boleh dilakukan oleh penulis yang berdampak terhadap baik dan buruknya cara penulisan ilmiah. Adanya etika penulisan ilmiah ini bertujuan agar seorang penulis dapat mengetahui kebebasan dan batasan penulisan sehingga bisa bertindak sesuai aturan dalam menulis karya ilmiah. Selain itu, penulis memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil tulisannya yang dapat berdapak positif bagi pembaca seperti kualitas karya yang dapat terpelihara dan terjaga.
Dalam etika penulisan ilmiah terdapat sifat – sifat yang terdiri atas kejujuran (honesty), keaslian (authenticity), keabsahan (validity), dan keterandalan (reability).
Kejujuran (honesty)
Kejujuran merupakan syarat dasra yang harus dimiliki oleh penulis dalam mengungkapkan idenya kedalam tulisan. Dengan adanya kejujuran dari penulis, maka karya yang ada akan mudah untuk dipertanggung jawabkan
Keaslian (authenticity)
Keaslian yang dimaksud adalah perlindungan hak cipta / hak penemu. Pengertian hak cipta sesuai UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta adalah hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan – pembatasan menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku (pasal 1).
Keabsahan (validity)
Keabsahan dalam KBBI memliki arti sifat yang sah. Yang dimaksudkan keabsahan adalah setiap karya tulis ilmiah yang dipublikasikan itu sudah melalui tahapan pengesahan keaslian, bahkan pengesahan keaslian gagasan yang ada didalam karya tulis tersebut telah disetujui dan akhirnya dapat untuk dipublikasikan.
Keterandalan (reability)
keterandalan adalah ketepatan dan kemantapan atas apa yang dituangkan oleh penulis kedalam karyanya.
Dalam etika penulisan ilmiah terdapat perilaku yang melanggar kode etik. Ada 3 macam pelanggaran kode etik yang ada, yaitu fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarism.
1. Fabrikasi
Fabrikari adalah pemalsuan hasil penelitian, seperti mengarang, mencatat, serta memberikan informasi tanpa ada bukti atau tidak sesuai penelitian. Pelanggaran ini sering dilakukan oleh pelanggar karena paling mudah dilakukan dan tidak memerlukan penelitian terlebih dahulu.
2. Falsifikasi
Falsifikasi adalah pemanipulasian atau pemalsuan data dengan cara mengurangi, menambahi dan memodisikasi data yang sudah ada untuk dijadikan data baru.
3. Plagiasi
Plagiasi dalam Permendiknas No17 tahun 2010 adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahmya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai. Orang yang melakukan plagiarism biasa disebut plagiator.
Plagiasi / plagiarism ada beberapa tipe (Soelityo, 2011), yaitu :
Plagiarism kata demi kata (word for word plagiarism), merupakan penggunaan kata – kata penulis lain (sama) tanpa mengutip sumbernya
Plagiarism atas sumber (Plagiarism of source), marupakan penggunaan gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumber secara jelas
Plagiarism kepengarangan (Plagiarism of authorship), merupakan pengakuan terhadap karya orang lain
Self-plagiarism merupakan pengambilan karya sendiri, untuk menciptakan karya baru tanpa mencantumkan sumber karya lama secara jelas.
Penangan pelanggaran yang ada diatas telah banyak dilakukan oleh semua pihak, terutama pemerintah. Penggunaan karya orang lain kedlam karya pribadi sebenarnya boleh dengan cara menyebutkan atau mengutipkan sumber karya asli dengan jelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya undang – undang yang mengatur, yaitu UU pasal 14 No. 19 Tahun 2002 tentang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang berbunyi “Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.”
BAB 3. KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Etika Dalam Penelitian adalah pedoman moral yang harus dimiliki setiap peneliti dalam menjalankan penelitian. 4 prinsip dasar etika penelitian (Anonymus,2013), yaitu Menghormati dan menghargai subjek / orang, Manfaat, Keamanan Subjek, Keadilan dan Keterbukaan. Etika penulisan ilmiah merupakan norma atau pedoman umum perilaku yang boleh dan harus dilakukan, serta yang tidak boleh dilakukan oleh penulis yang berdampak terhadap baik dan buruknya cara penulisan ilmiah. Sifat – sifat etiak dalam penulisan ilmiah adalah kejujuran (honesty), keaslian (authenticity), keabsahan (validity), dan keterandalan (reability). Bentuk pelanggaran etika ilmiah ada fabrikasi, falsifikasi dan plagiasi. Plagiasi dibagi menjadi 4, yaitu Plagiarism kata demi kata (word for word plagiarism),Plagiarism atas sumber (Plagiarism of source), Plagiarism kepengarangan (Plagiarism of authorship), dan Self- plagiarism. Penggunaan karya orang lain kedlam karya pribadi sebenarnya boleh dengan cara menyebutkan atau mengutipkan sumber karya asli dengan jelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya undang – undang yang mengatur, yaitu UU pasal 14 No. 19 Tahun 2002 tentang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang berbunyi
“Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.”
DAFTAR PUSTAKA
Arjaya, I. G. (2017). Etika Penelitian Dan Penulisan Artikel Ilmiah (Dilengkapi Contoh Proses Validasi Karya Ilmiah). Bali: UNMAS Press.
Dr. Muslimin Machmud, M. S. (2016). Tuntutan Penulisan Tugas Akhir Berdasarkan Prinsip Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Selaras.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2013). Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Nomor 06/E/2013 Tentang Kode Etika Penelitian. Bogor.