• Tidak ada hasil yang ditemukan

evaluasi dan desain stabilitas galian dalam - Unissula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "evaluasi dan desain stabilitas galian dalam - Unissula"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

MATERI PRESENTASI

Oleh :

Lisa Fitriyana, ST., M.Eng

EVALUASI DAN DESAIN STABILITAS GALIAN DALAM

DENGAN TURAP SHEETPILE PADA MASA KONSTRUKSI DI PROYEK PEMBANGUNAN CW PUMP PT HK-MARUBENI TAMBAK LOROK SEMARANG

(23)

Latar Belakang

Pada lokasi tersebut akan digali untuk

keperluan konstruksi paket pekerjaan PLN.

(24)

Tujuan

Menganalisis stabilitas galian dalam (Deep Excavation) serta memberikan alternatif

perkuatan galian berupa pengubahan struktur sheet pile agar galian tetap dalam keadaan stabil.

(25)

Batasan Masalah

Penulisan ini membahas mengenai stabilitas galian dengan menggunakan aplikasi

program PLAXIS 3D pemodelan Mohr-

Coulomb dan Linier Elastic untuk struktur

(26)

Tinjauan Pustaka

Prinsip Stabilitas Lereng

Gambar 1. Prinsip Dasar Stabilitas Lereng

Faktor Keamanan

Nilai faktor keamanan dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara kuat geser

(shear strenght) dan tegangan geser (shear stress) yang bekerja pada tanah/ bidang

longsor.

(27)

Persamaan Mohr-Coulomb

Keruntuhan geser akan terjadi bila tegangan geser mencapai syarat batas yang

dirumuskan :

(28)

TECHNICAL PROBLEMS IN VERY SOFT SOIL CONDITION

Stability during excavation for pile cap construction

h

Excavation

4. Stabilitas Dinding Penahan Tanah Pada Saat Penggalian

(29)

5. Galian Pada Tanah Lunak

(30)
(31)

Data dan Analisis

(32)

Gambar 7. Bidang Longsor Penampang Sebelah Kanan STA 2+890

Lokasi proyekdan idealisasi

Lokasi deep excavation

(33)

Data Tanah pasca PVD

Parameter Name LAP1 LAP2 LAP3 LAP4 LAP5 LAP6 Beton Unit

Top of Layer

Model -05 -10 -15 -20 -25 -30 m

Material model MC MC MC MC MC MC LE -

Type of material behaviour

Type Drained Drained Drained Drained Drained Drained Non Porus

-

SPT N-Value N-SPT 18 3 4 5 8 20

Soil weight above phreatic level

γunsat 12.239 11.886 10.071 10.150 10.160 10.238 24.000 kN/m3

Soil weight below phreatic level

γsat 16.485 16.956 15.308 15.544 15.524 15.779 kN/m3

Permeability k 2.715E-08 6.684E-08 2.396E-08 1.06E-08 1.06E-08 3.88E-09 m/det Young’s modulus Eref 13789.515 6894.757 3064.3373830.4216128.673 15321.68

3

29200000 kN/m2

Poisson’s ratio ν 0.200 0.200 0.320 0.350 0.350 0.350 0.200 - Cohesion cref 1.275 6.865 18.240 16.966 16.377 15.396 kPa Friction angle φ 30.449 25.519 10.170 11.928 12.830 14.615 °

Dilatancy angle ψ 0.449 0 0 0 0 0 °

Interface reduction factor

Rinter 0.9000 0.9000 0.8500 0.8000 0.8000 0.8000 1.0000 -

(34)

Parameter sheetpile, strutt dan weler

Material properties for the sheet pile walls

Parameter Name Sheet pile

wall

Unit

Material model Model Linear -

Thickness d 0.100 m

Volumetric weight γ 7.850 kN/m3

Young’s modulus E1 3.28E+09 kN/m2

E2 2.73E+07 kN/m2

E3 2.10E+08 kN/m2

Shear modulus G1 7.45E+08 kN/m2

G2 3.76E+06 kN/m2

G3 7.51E+06 kN/m2

Poisson’s ration νii 0 -

Material properties for the struts

Parameter Name Strut Strut Strut Unit

H350 H600 H200

Material model Model Linear

Model Linear

Model Linear

Model Linear

-

Cross section area A 1.74E-02 1.34E-02 6.35E-03 m2 Volumetric weight γ 785 785 785 kN/m3 Young’s modulus E 2.10E+08 2.10E+08 2.10E+08 kN/m2 Moment of Inertia I2 4.03E-04 7.76E-04 4.72E-05 m4 I3 1.36E-04 2.28E-05 1.60E-05 m4

I23 0 0 0 m4

Poisson’s ratio ν 0.1 0.1 0.1 -

(35)

Eksisting

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

12 𝜏

0.5 = 24

(36)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

40 𝜏

16 = 2,5

(37)

Step 3 dan 4 faillure FK < 1

(38)

Sesuai perencanaan

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

12 𝜏

0.5 = 24.

(39)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

32 𝜏

8 = 2.667

(40)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

36 𝜏

12 = 3

(41)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

36 𝜏

12 = 3

(42)

Alternatif 1

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

12 𝜏

0.5 = 24.

(43)

Perkuatan dengan Sheet Pile

angka keamanan meningkat menjadi 1,36.

Gambar 11. Bidang Longsor pada Perkuatan Sheet Pile

(44)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

14 𝜏

0.6 = 23,33.

(45)
(46)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

32 𝜏

16 = 2

(47)
(48)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

28 𝜏

2 = 14

(49)

Perkuatan dengan Sheet Pile

angka keamanan meningkat menjadi 1,36.

Gambar 11. Bidang Longsor pada Perkuatan Sheet Pile

(50)
(51)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

40 𝜏

16 = 2,5

(52)
(53)

angka keamanan meningkat menjadi FK = 𝑆

40 𝜏

16 = 2,5

(54)

Tahapan

Exsavasi

tahap 2

dan 3

(55)

Exsavasi

tahap 5

dan 6

(56)

Exsavasi tahap 7

(57)

Safety factor

Tahap 2

Tahap

4 Tahap

8

Tahap 7

(58)

Time-deform-safety factor

(59)

Tanpa pengaruh pondasi

pancang

(60)

Sesudah pekerjaan slab

(61)

Time-Deformation Safety factor

Tb lorok 4a Bottom heave

Setlment

Sebelum ada slab

Sesudah ada slab

(62)

Pengaruh pondasi tiang pancang

(63)

Sesudah pekerjaan slab

(64)

Time-Deformation Safety factor

Bottom heave

Setlment

Sebelum ada slab

Sesudah ada slab

(65)

Remove strutting Pekerjaan

slab

(66)

Pasang Raker sheet pile ke beton kicker Remove strutting layer 3

(67)

Pasang Raker sheet pile ke beton dinding Remove strutting layer 2 back fill bagian belakang

(68)

Pindah Raker ke elevasi berikutnya interval dinding 2 meter

(69)

Safety factor

(70)

Analisa waktu terhadap setllement

pelaksanaan

(71)

Kesimpulan

Faktor Keamanan (FK) pada tahap

penggalian dengan program PLAXIS yang dilakukan, FK > 1,1 masih aman dengan

konfigurasi dan urutan perkuatan sheet pile sedemikian rupa

Methode pelaksanaan untuk pekerjaan pengecoran dinding di area galian akan

meningkatkan FK yang awalnya mendekati 1 kekondisi FK >2 dengan pengawasan

pekerjaan bongkar perkuatan strutting pada layer 1 (akhir) yang ketat.

(72)

Dewatering, dalam analisis ini, diasumsikan dewatering terkontrol, -2 s/d -2,5 meter di muka tanah galian disetiap fase galian, dan tetap pada -12 s/d -12,5 meter pada tahap pekerjaan pengecoran dinding.

Bassal heave yang terjadi masih sebesar 9,5 s/d 12 cm, dengan waktu diperhitungkan

hanya selama 60 hr, jika selama kurang dari waktu tersebut konstruksi bawah area galian telah selesai memasang slab pondasi bassal heave yang terjadi 7,1 s/d 3 cm

(73)
(74)
(75)

LAMPIRAN FOTO PELAKSANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Gambar a. Survey Lokasi Pemasangan Sheetpile

Gambar b. Pemaparan hasil awal desain rencana Sheetpile

(76)

Gambar c. Lokasi Pemasangan Sheetpile

Gambar d. Penahan Sheetpile

(77)

Gambar e. Pemaparan hasil akhir analisa desain Sheetpile

Gambar

Gambar 1. Prinsip Dasar Stabilitas Lereng
Gambar 7. Bidang Longsor Penampang Sebelah Kanan STA 2+890
Gambar 11. Bidang Longsor pada Perkuatan Sheet Pile
Gambar 11. Bidang Longsor pada Perkuatan Sheet Pile
+6

Referensi

Dokumen terkait

Barth, Karl Cobelli, Adam Dochla, Julius Doerter, Gustav Eckstein, Carl Grauer, Otto Grenbel, Hermann Hein, C.. Jahn, Louis Kittlaus, Edward Koenig,

ix Preface xv Chapter 1 INTRODUCTION: THE NATURE OF LEADERSHIP 1 Definitions of Leadership 2 Indicators of Leadership Effectiveness 8 Major Perspectives in Leadership