EVALUASI SISTEM PENERIMAAN KAS ATAS PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL (Studi Kasus Pada Hotel Flores Mandiri Kabupaten Ende)
AGUSTINA OKTAVIANI YECI SIRIE 2021440549
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS FLORES ENDE
2025
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri perhotelan mempunyai peran penting dalam sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Hotel tidak hanya menyediakan layanan akomodasi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama melalui bebagai jasa yang ditawarkan, termasuk penjualan kamar, makanan, minuman serta fasilitas tambahan lainnya. Dalam pengelolaan bisnis perhotelan sistem akuntansi yang efektif menjadi factor kunci dalam menjamin kelancaran operasianal dan meningkatakan trasparasi keuangan dalam hal penrimaan kas.
Semakin ketatnya usaha perhotelan perlu adanya informasi yang baik
tentang penerimaan kas. Hal ini perlu dilakukan karena kas sangat mudah
untuk di selewengkan dan dimanupulasi angkanya. Semakin besar jumlah
kas, semakin besar pula Tingkat penyelewengannya. Oleh karena itu di
dalam penerimaan kas perlu adanya Sisitem Informasi Akuntansi yang
menjaga kelancaran bisnis dengan memberikan informasi akuntansi yang
memadai sebagai sebagai masukan terhadap pihak-pihak pemakai informasi
dalam mengambil Keputusan, salah satu sisitem akuntansi yang sangat
diperlukan adalah sisitem akuntansi penerimaan kas. Adanya sisitem
informasi akuntansi kas yang baik akan dapat mendorong tercapinya
transparasi dan meminimalisir terjadinya penyelewengan dengan demikian
penjulan dituntut untuk memiliki system informasi penjulan yang baik, teliti
dan akurat dalam pegelolaan hasil penjulan serta pembuatan laporan
keuangan penerimaan kas. Pengendalian sistem meliputi struktur organisasi,
metode dan ukuran yang dikoordinasi oleh Perusahaan untuk menjaga
kekayaan kekayaan organisaisi dan mengecek ketelitian serta keandalan
sisitem akuntansi ( Pramono, 2017).
Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan bagi perusahaan maka perlu disusun sistem akuntansi. Dengan adanya penerapan sistem akuntansi dalam perusahaan diharapkan semua aktifitas perusahaan dapat berjalan baik terutama yang berkaitan erat dengan lajunya arus kas karena sifat kas yang mudah sekali diselewengkan maka perlu adanya suatu sistem akuntansi yang sesuai agar pelaksanaan dan penggunaan uang kas benar-benar digunakan untuk pembiayaan pengeluaran perusahaan. Sistem akuntansi tersebut adalah sistem akuntansi pengeluaran kas (Mulyadi, 2016:
3)
Sebagai bagian dari sektor pariwisata, prhotelan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan ,meningktakan devisa negara, serta mendukung industri terkait lainnya seperti kuliner, transportasi dan jasa. Untuk memastikan bahwa usaha perhotelan berjalan sesuai standara yang yang ditetapkan pemerintah telah mengatur sektor ini melalui berbagai peraturan dan perundang-undangan .
Salah satu dasar hukum utama yang mengatur tentang perhotelan di
indonesia adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan, yang menyatakan bahwa kepariwisataan bertujuan untuk
meningktkan kesejaterahan Masyarakat serta mendorong pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan. wisatawan yang mengunjungi berbagai
destinasi wisata mendorong adanya peluang bisnis perhotelan yang
berkembang pesat dan meningkatakan persaingan hotel untuk menarik minat
wisatawan melalui kualitas pelayanan terbaik dan lebih unggul yang ahrus
dipenuhi oleh usaha perhotelan dalam aspek produk pelayanan dan
pengelolaan. Standar ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing instru
perhotelan serta menjamin kualitas layanan yang diberikan kepada tamu.
Selain itu pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 12 Tahun 2019 tentang Standar Usaha Hotel ,yang mengatur standar minimal
Hotel dapat diartikan sebagai suatu jenis akomodasi yang kompleks, karena di dalamnya terdapat perpaduan antara pelayanan jasa dan penjualan produk. Bisnis perhotelan secara ekonomi dapat memberikan kontribusi yang penting untuk perekonomian dan memiliki prospek bagus seiring perkembangan global. Sebuah hotel harus memiliki sebuah sistem yang mampu untuk memberikan sebuah pelayanan yang terbaik kepada customer dan sistem yang mampu mengatur segala siklus transaksi yang ada di dalam sebuah hotel sehingga menghasilkan sebuah informasi keuangan yang informatif
Pengelolaan informasi akuntansi yang baik diharapkan Perusahaan mampu mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien oleh karena itu dibutuhkan sisitem informasi akuntansi yang dapat dijadikan dasar manajemen dalam membuat kebijakan Perusahaan. Dalam sebuah Sistem Informasi Akuntansi harus memasukan sistem pengendalian intern untuk menjaga dan menilai efektifitas dari Sisitem Informasi Akuntansi itu sendiri, dengan sistem informasi akuntansi yang baik dari perusahan dan ditunjang dengan sistem pengendalian intern yang handal diharapkan akan memudahkan manajeman perusahan dalam melihat laporan keuangan yang disajikan dan menilai kinerja dari Perusahaan. Salah satu asset dari perusahan yang memerlukan penanganan dan perhatian yang lebih adalah kas karena kas merupakan asset yang paling likuit karena kas mudah diselewengkan dan sulit dibuktikan siapa pemiliknya (Budisatria, 2010)
Menurut ( Yohana Wahyuni Jatirani, 2010) industri pariwisata di
Indonesia yang semakin berkembang dan menarik wisatawan lokal maupun
internasiaonal untuk datang berkunjung, baik untuk menikmati suasan alam yang indah menambah pengetahuan akan peninggalan-peninggalan bersejarah, serta mempelajari budaya Indonesia khas dan masi syarat akan nilai-nilai tradisional. Perekembangan industri pariwisata di Indonesia ini mendorong berbagai industri perhotelan untuk berlomba-lomba menawarkan akomodari terbaik mereka kepada parah pengunjung dengan menyediakan jasa penginapan atau hotel. Munculnya industri perhotelan ini melayani tamu dari berbagai macam daerah, menciptakan berbagai transasksi akuntansi seperti penerimaan, maupun pengeluaran. Transaksi akuntansi yang terjadi melibatkan seragkaian prosedur serta pihak-pihak terkait yang menjalankan prosedur tersebut, hal ini kemudian membentuk sebuah sisitem akuntansi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu karyawan di hotel Flores mandiri yang berlokasi di Jl. Melati No.1, Kel. Paupire, Kec .Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Hotel ini merupakan bisnis jasa akomodasi yang didalamnya terdapat unsur pelayanan dan kenyamanan serta fasilitas pengeinapan yang dibutuhkan bagi para wisatawan, baik wisatwan manca negara maupun wisatwan Nusantara yang menghendaki sarana penginapan untuk kepentingan keluraga maupun liburan. Hotel Flores Mandiri memiliki 40 kamar dengan tiga tipe kamar yaitu Standard, superior dan deluxe, dengan fasilitas seperti AC,TV, Kamar mandi, Include breakfat, dengan kisaran harga sewa kamar dari 150.000,00 sampai dengan 260.000,00 per malam tergantung jenis kamar yang di sewa. Selain itu, hotel juga menyediakan layanan sewa aula pertemuan yang bervariasi, tergantung pada kapasitas dan fasilitas yang disediakan.
Sistem penerimaan kas di Hotel Flores Mandiri masi dilakukan
secara manual. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai kendala seperti
kesalahan pencatatan, ketidak efisienanan dalam pengelolaan
keuangan,serta resiko kehilangan atau manipulasi data transaksi. Dalam sisitem manual, pencatatn transaksi sering kali bergantung pada individu yang bertugas sehingga rawan terjadi human eror yang dapat berdampak pada ketidak tepatan laporan keuangan.
Sistem Informasi yang baik akan dapat mendorong kebijakannya menajemen yang baik. Selain itu dapat terciptanya efisiensi operasi,melindungi kas dari pemborosan, kecurangan serta menjamin terciptanya data akuntansi yang dapat dipercaya . utuk menghadapi pemborosan atau kecurangan perlu juga dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas tinggi karena dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dapat meningkatkan produktivitas maupun efisiensi Perusahaan. Kualitas karyawan ditentukan oleh factor instrinsik meliputi ( keterampilan, etika dan etos kerja) berkaitan dengan sistem penerimaan kas dalam Perusahaan harus prinsip pengawasan serta tidak jadi kecurangan maka perlu adanya pengendalian intern penerimaan kas yang memadai.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas makan peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul
EVALUASI SISTEM PENERIMAAN KAS ATAS PENJUALAN JASA KAMAR HOTEL( studi kasus di Flores Mandiri Kabupaten ende )
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mengambil rumusan maslah yaitu :
1. Bagaiaman sisitem akuntansi penerimaan kas atas penjualan jasa kamar pada Hotel Flores Mandiri Ende ?
2. Apa kelebihan dan kelemahan sisitem akuntansi penerimaan kas
atas penjualan jasa kamar pada Hotel Flores Mandiri Ende?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis ini adalah :
1. Untuk mengetahui sistem akuntansi penerimaan kas atas penjualan jasa kamar pada hotel Flores Mandiri Ende
2. Untuk mengetahui apa kelebihan dan kelemahan sisitem informasi akuntansi penerimaan kas atas penjualan jasa kamar hotel pada Hotel Flores Mandiri ende
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baginpihak-pihak yang terkait dengan maslah yang diuji dalam penelitian ini. Dapun pihak-pihak yang mengambil manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi pihak hotel
Sebagai masukan dan saran kepada manajemen Hotel Flores Mandiri untuk dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan tentan sisitem akuntansi penerimaan kas yang dilakukan oleh Perusahaan 2. Bagi penulis
Untuk menambah wawasan penulis tentang praktik kerja didunia nyata, sehingga dapat menambah pengetahuan sebelumnya yang didapat di bangku kuliah,terutama dalam hal sistem penerimaan kas.
BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Akuntansi
2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang di buat menurut pola yang terpadu untuk melakukan kegiatan pokok Perusahaan (Mulyadi, 2010 ).
Menurut ( Alifah,2013) sistem adalah suatu kerangka dari prosedur – prosedur yang berhubungan dan disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh
( terintegrasikan) untuk melaksanaan suatu kegiatan atau fungsi dari Perusahaan.
Menurut ( Romney & Steinbart, 2018) berpendapat bahwa sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen – komponen yang saling berhubungan,yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Dari beberapa definisi diatas maka di ambil Kesimpulan bahwa sistem adalah suatu jaringan yang saling berhubungan, Kumpulan bagian-bagian atau sekelompok komponen atau elemen-elemen yang disatukan dan dirancang untuk mencapai tujuan tertentu di Perusahaan.
2.1.2 Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajeman guna memudahkan pengelolaan Perusahaan, ( Nuraril Luth Fatil Fadila,2016)
Menurut ( Rahmawati, 2016) Akuntansi adalah proses identifikasi, pengumpulan dan penyimpanan data serta pengembangan, pengukuran dan kimunikasi informasi.
Menurut (Suwardjono,2018) akuntansi dapat di definisikan sebagai perangkat yang mempelajari perekayasaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan Keputusan
Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, penganalisian data keuangan ( Budisatria, 2010)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan pengidentifikasian dan penyajian informasi keuangan yang relevan dengan tujuan memberikan Gambaran yang jelas mengenai kondisi suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan.
2.1.3 Tujuan dan Manfaat Sistem Akuntansi
Tujuan umum dari sistem akuntansi menurut ( sugiyono, 2016) sebagai berikut :
1. Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
2. Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada , baik berupa mutu, ketepatan penyajian ataupun struktur informasi .
3. Memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern akuntansi, yaitu memperbaiki Tingkat keandalan informasi serta menyediakan catatan mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan Perusahaan.
4. Mengurangi klerikal dan penyelengaraan catatan akuntansi.
Manfaat dari sistem akuntansi menurut (Nuraril Luth Fatil Fadila, 2016) sebagai berikut :
1. Menyajikan informasi yang akurat dan tepat agar bisa dipakai Perusahaan dalam melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
2. Meningkatkan kualitas dan mengurangai biaya produksi yang dihasilkan.
3. Meningkatakan efisiensi kineja bisnis, baik pada keuangan fan bagian lain 4. Meningkatkan kemampuan pengeambilan Keputusan
5. Meningkatkan peran bebagai pengetahuan.
2.1.4 unsur – unsur akuntansi
Menurut (Mulyadi,2016) terdapat lima unsur pokok dalam sistem akuntansi,yaitu:
1. Formulir
Merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut juga dokumen karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi didalam organisasi direkam ( didokumentasikan) atas secarik kertas. Contoh formulir adalah faktur penjualan,cek dan kas keluar.
2. Jurnal
Merupakan catatan akuntansi pertama yanh digunakan untuk mencatat, mengklarifikasi dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Comtoh jurnal adalah jurnal pembelian,jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas dan lain-lain
3. Buku besar
Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
Rekening-rekening tersebut disajikan dalam laporan keuangan.
4. Buku pembantu
Buku pembanatu berfungsi untuk membantu merinci akun yang ada di buku besar. Buku pembantu ini terjadi dari akun pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Contoh buku pembantu adalah buku pembantu piutang yang merinci semua data debitur.
5. Laporan keuangan
Merupakan hasil akhir proses akuntansi. Laporan keuangan terdiri dari neraca dan laporan laba rugi yang digunakan Perusahaan untuk melakukan pengambilan Keputusan guna mencapai tujuan Perusahaan
2.1.5 Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi, yang kadang kala disebut sebagai sistem pemerosesan data, merupakan sistem buatan manusia yang biasanya terdiri dari sekumpulan komponen baik manual ataupun berbasis komputer yang terintegritas untuk untuk mengumpulkan, menyempan, dan mengelolah data serta menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pemakai informasi tersebut ( Anastalia, 2014)
Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan (Anstalia,2014)
Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan ( Anastalia,2014)
2.2 Sistem akuntansi penerimaan kas 2.2.1 pengertian kas
Menurut (Mardiasmo,2021) kas adalah alat pembayaran yang siap untuk membiayai kegiatan umum perusahaa yaitu uang (uang kertas dan uang logam) valuta asing dan bentuk alat pembayaran lainnya yang mempunyai sifat seperti kas. Menurut ( Martani, 2018) kas merupakan asset keuangan yang bisa digunakan untuk kegiatan operasional di sebuah Perusahaan. Di dalam kas tersebut ada asset yang liquid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban di Perusahaan
Berdasarkan definisi-definisi tersebut,dapat disimpulkan bahwa kas adalah harta atau asset lancar Perusahaan yang bersumber dari transaksi
penjualan tunai maupun kredit dan harus di Kelola sebaik mungkin agar tujuan Perusahaan tercapai dalam meperoleh keuntungan maksimal.
2.2.2 Pengertian Sistem Akuntansi Penerimaan Kas
Sistem akuntansi penerimaan kas adalah kas yang diterima Perusahaan baik berupa uang tunai maupun surat berharga yang mempunyai sifat dapat segerah digunakan, yang berasal dari transaksi Perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang dan transaksi lainnya yang dapat menambah kas Perusahaan ( Mulyadi,2061)
Menurut ( Sujarweni,2020) sistem penerimaan kas adalah suatu prosedur catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang yang berasal dari berbagai macam sumber yaitu dari penjualan tunai penjualan aktiva tetap.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi penerimaan kas adalah suatu prosedur catatan mengenai kas yang diterima Perusahaan baik yang berupa tunai maupun surat -surat berharga dari macam-macam sumber pendapatan seperti penjualan tunai, pelunasan piutang yang dapat menambah kas perusahaan.
2.2.3 Fungsi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari penjulan tunai
Menurut (mulyadi,2016) fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjulan tunai sebagai berikut :
1. Fungsi Penjualan
Merupakan fungsi yang bertanggungjawab untuk menerima order dari pembeli,mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahkan faktur tersebur kepada pemebli untuk kepentingan pembayaran barang.
2. Fungsi Kas
Merupakan fungsi yang bertanggung jawab sebagai penerimaan kas dari pembelian.
3. Fungsi Akuntansi
Merupakan Fungsi yang bertanggungjawab dalam pencatatan transaksi penjualan,penerimaan kas,dan pembuatan laporan penjualan.
2.2.4 Dokumen-Dokumen Dalam Sistem Penerimaa Kas
Menurut (Nuraril Luth Fatil Fadila,2016) dokumen-dokumen yang digunakan untuk melaksanakan sistem penerimaan kas dari penjualan tunai sebagai berikut :
1. Guest Bill
Adalah nota yang digunakan untuk merekap tagihan yang harus dibayar tamu,identitas tamu,tanggal check in dan check out
2. Cash Receipt
Adalah bukti pembayaran yang menyertai guest bill yang berisikan nama dan Alamat tamu,rincian pembayaran serta kode kasir.
3. Summary Front Office Cash receipt
Adalah repaitulasi dari guest bill dan cash report yang digunakan untuk mencocokan data-data dengan jumlah nominal yang ada dari kedua dokumen tersebut
2.2.5 Prosedur penerimaan kas
Prosedur adalah suatu kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu depertemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi Perusahaan yang terjadi berulang-ulang (Nuraril Luth Fatil Fadila,2016).
Prosedur penerimaan kas biasa dilakukan dikasir yaitu : 1. Penerimaan kas dari pelanggan atau tamu
Penerimaan kas dilakukan pada saat tamu menginap dan kasir membuatkan guest bill atau bkti penagihan selama tamu menginap sebanyak dua rangkap dan rangkap ke-1 dijadikan arsip oleh kasir dan rangkap ke-2 di serahkan kepada tamu pada saat tamu check out.
2. Pembuatan cash receipt atau bukti pembayaran
Cash receipt dibuatkan oleh kasir pada saat tamu melakukan pembayaran disaat check out sebanyak dua rangkap dan rangkap yang ke-1 dijadikan arsip oleh kasir dan rangkap ke-2 diserahkan kepada tamu sebagai bukti bahwa tamu sudah melalukan pelunasan selama menginap.
3. Pembuatan Summary Front Office Cash
Dibuatkan oleh kasir sebagai file rekapan antara guest bill dan cash receip sebanyak satu rangkap untuk mengetahui apakah sudah belance atau belum dan diserahkan kepada general cashier beserta kas.
4. Penyetoran ke kas bank
Setiap penerimaan uang kas sebaiknya disetorkan ke bank paling besok pagi dengan jumlah yang sama. Penyetoran kas ke bank dilakukan oleh general cashier dan pihak bank mengeluarkan bukti setor bank sebanyak dua rangkap. Rangkap ke-1 dijadikan arsip bank dan rangkap ke-2 deserahkan kepada general cashier untuk melakukan penjurnalan serta membuat laporan keuangan.
2.2.6 Proses Penerimaan kas
1. Bagian resepsionis bertugas untuk menyapa,melayani memberikan informasi kepada tamu atau pengunjung suatu Perusahaan terkait dengan tujuan dan informasi yang dikehendaki. Dapat dikatkan.
Resepsionis menjadi jembatan pertama antara manajeman Perusahaan dengan tamu, selain sebagai jembatan resepsionis juga
bertugas membuatkan reservation form pada saat penerimaan pesanan kamr oleh tamu
2. Bagian kasir bertugas untuk menerima data orderan pesanan dari tamu dan menginput data tersebut kedalam sistem dan membuatkan guest bill atau data penagihan selama tamu menginap dan diberikan kepada tamu pada saat check out. Dan membuatkan cash receipt atau bukti pembayaran atau pelunasan.
3. General Cashier bertuhas sebagai pemimpin , mengawasi dan mengkoordinasi segalah aktifitas hotel serta menyetor kas ke bank dan membuat jurnal, postingan dalm buku besar serta membuat laporan keuangan.
4. Bank
Dari pihak bank akan mengeluarkan bukti setor bank pada saat general cashier melakukan penyetoran kas ke bank sebanyak dua rangkap. Rangkap yang ke-1 dijadikan arsip di bank dan rangkap yang ke -2 diserahkan kepada general cashier.
2.3 Sistem Pengendalian Intern
Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
(Nuraril Luth Fatil Fadila,2016)
Tujuan sistem menurut definisi pengendalian intern diatas adalah:
1. Menjaga kekayaan organisasi
2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi 3. Mendorong efisiensi
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemn
Menurut tujuannya, sistem pengendalian intern dibagi menjadi dua yaitu pengendalian interen akuntansi meliputi struktur organisasi ,metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian keandalan akuntansi.pengendalian intern administratif meliputi struktur organisasi metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijkan manajeman.
Unsur-unsur pokok sistem pengendalian intern adalah :
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secra tegas.
2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan,utang,pendapatan dan biaya.
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
4. Karywan yang mutunya sesuai tanggung jawabnya Prinsip- prinsip sistem pengendalian intern sebagai berikut :
1. Penetapan tanggung jawab secara jelas 2. Penyelenggaraan pencatatn yang memadai
3. Pengansurasian kekayaan dan karyawan Perusahaan 4. Pemisaaan pencatatan dan penyimpanan aktiva
5. Pemisaan tanggunh jawab atas transaksi yang berkaitan 6. Pemakaian peralatan mekanis
7. Pelaksanaan pemeriksaan secra independent.
2.4 Perusahan Jasa
Perusahaan yang kegiatannya menyediakan kemudahan, kenyamanan, kenikmatan, keamanan atau layanan professional lainnya. Atau dengan
kata lain kegiatannya menghasilkan jasa bukan barang atau untuk pelanggan (Evi,2016)
Perusahaan jasa adalah entitas bisnis yang kegiatannya berfokus pada pemberian layanan kepada pelanggan tanpa menghasilkan produk fisik (Harahap, 2011)
Dalam akuntansi perusahan jasa memiliki karakteristik laporan keuangan yang lebih sederhana dibandingkan dengan Perusahaan dagang dan manifaktur karena tidak memiliki persediaan barang. Menurut Reeve,dan Duchac (2018) menyatakan bahwa Akuntansi Perusahaan jasa lebih focus pada pencatatan pendapatan dari jasa yang diberikan dan biaya operasional yang di keluarkan tanpa adanya pengelolaan persediaan
2.5 Hotel
Menurut SK Menparpostel No. KM/37/PW/304/MPPT-86 adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial. Hotel merupakan salah satu usaha yang dikelola secara komersil dan bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para tamu atau wisatawan yang menginap di hotel (Nina Noviastuti, 2020).
Hotel merupakan suatu bisnis yang bergerak dibidang jasa (pelayanan) yang menyediakan akomodasi dan dikelola secara komersial dan ditujukan bagi setiap orang maupun kalangan untuk mendapatkan pelayanan tersebut, baik jasa pelayanan fasilitas kamar, makanan dan minuman, serta fasilitas pelayanan jasa lainnya (Humaira, 2020).
2.6 Penelitihan terdahulu
Tabel
Penelitihan terdahulu yang relevan
N o
Penulis &
tahun
Judul penelitihan Metode penelitihan
Hasil penelitihan
1 Khoirunnisa Cahya
Firdarini dan Erni Wijayanti (2021)
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI
PENERIMAAN KAS MASUK DALAM UPAYA
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Pada Grage Business Hotel Yogyakarta)
Penelitian ini
dilakukan dengan mengunakan pendekatan kualitatif
Temuan dalam penelitian ini antara lain adanya beberapa
kelemahan dalam hal penerapan pengendalian internal pada fungsi
penerimaan kas di Grage Business Hotel Yogyakarta yaitu adanya rangkap fungsi penjualan dalam penerimaan kas, serta bagian penagihan dengan bagian
administrasi,maka Grage Business
Hotel Yogyakarta perlu melakukan pemisahan antar fungsi
2 Ela
Nurlaelasani Sulaeman 2023
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA HOTEL SANTIKA
SUKABUMI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif
sistem informasi akuntansi
penjualan dan penerimaan kas
pada Hotel
Santika Sukabumi sudah berjalan efektif. Hal ini ditandai dengan kesesuaian
prosedur dalam penerapan sistem informasi
akuntansi baik penjualan kamar maupun
penerimaan
kasnya. Namun tentunya
koordinasi dan pengawasan pada sistem tersebut perlu ditingkatkan
lagi untuk
menghindari kecurangan atau
kekeliruan
kedepannya. 5.2.
Saran Diharapkan Hotel Santika Sukab
3 Leni A.
Hutabarat, Mulatua P.
Silalahi, Rike Yolanda
Panjaitan 2023
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PENERIMAAN KAS ATAS JASA SEWA KAMAR HOTEL PADA MUTIARA BALIGE HOTEL
Leni A.
Hutabarat, Mulatua P.
Silalahi, Rike Yolanda Panjaitan
Dalam prosedur pemesanan ketika proses penyewaan
kamar pada
Mutiara Balige Hotel baik secara langsung maupun online sangat membantu tamu
hotel dalam
melakukan
reservasi. Namun masih sering terjadinya
kesalahan saat melakukan
booking kamar melalui aplikasi yaitu ketersediaan jenis kamar hotel yang tersedia pada saat check- in.
2.7 Rerangka Berpikir
Rerangka berpikir adalah suatu metode atau alat yang
digunakan untuk mengorganisasi dan mengelompokkan gagasan serta informasi yang relevan. Tujuan dari penggunaan kerangka berpikir adalah untuk membantu kita dalam berpikir secara terstruktur dan sistematis.
Dalam konteks penelitian, kerangka berpikir membantu dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas, mengidentifikasi variabel yang relevan, serta menyusun hipotesis yang dapat diuji.
Dengan menggunakan kerangka berpikir, kita dapat menghindari kebingungan dan kehilangan arah dalam proses penelitian.
Gambar 2.2 Rerangka Berpikir
HOTEL FLORES MANDIRI
EVALUASI
Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada
Hotel Flores Mandiri
Penjualan Jasa Kamar Pada Hotel Flores
Mandiri
BAB III
METODE PENELITIHAN
3.1 Jenis Penelitihan
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan Gambaran dan penjelasan yan tepat mengenai keadaan atau gejala yang dihadapi. Menurut Sugiyono (2020:9) metode penelitian kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamih Dimana penelitih adalah sebagai instumen kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
3.2 Lokasi penelitihan
Penelitihan di lakukan pada Hotel Flore Mandiri yang berlokasi di Jl. Melati No.1, Kel. Paupire, Kec .Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur
3.3 Jenis dan sumber Data 3.3.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah.
1. Data Kualitatif.
Menurut (Sugiyono,2014) analisis kualitatif digunakan untuk menganalisa dengan cara medeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan sebagaiman adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi
3.3.2 Sumber Data
Sumber data merupakan informasi yang diperoleh peneliti untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian dalam penelitian . dalam penelitian ini sunber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder.
1. Data Primer
Menurut Sekaren, Uma (2013) dalam bukunya “ Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif teori dan aplikasi bawah. Data primer adalah data yang berasal dari sumber asli atau pertama data ini tidak tersedia dalam bentuk terkomplisasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalu narasumber atau dalam istilah teknisnya responden. sumber data primer dari penelitian ini dengan mewawancarai pegawai pada hotel Flores Mandiri
2. Data Sekunder
Adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada.
Sumber data Sekunder adalah catatan atau dokumentasi perusahaan,situs web internet dan lain-lain ( sekaren,Uma (2013). Data primer dalam penelitian ini data primer yang diperoleh yaitu berupa nota atau bukti pembayaran dan struktur organisasi
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan data dalam penelitian meliputi.
1. Observasi
Observasi yaitu pengumpulan data dengan cara mengandalakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yang dilakukan secara sistematis
2. Wawancara
Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan melalui interiew secara langsung dengan informan, teknik ini akan menggunakan pedoman wawancara. Agar wawancara yang dilakukan tetap berada pada fokus penelitian. Meski tidak menutup kemungkinan akan ada pertanyaan yang berlanjut yang berhubungan dengan topik.
3. Dokumentasi
Merupakan metode pengumpulan data yang diperoleh dari dokumentasi. dokumen ini berbentuk tulisan, gambar atau karya- karya monumental dari seseorang contoh catatan harian, sejarah kehidupan, cerita biografi, peraturan kebijakan.
4. Kajian Pustaka
Penelitian yang dilakukan hubungannya dengan penelitian, hal tersebut dimaksudkan sebagai sumber awal untuk membahas teori yang mendasar. pembahasan masalah dalam penelitian ini untuk melengkapi informasi, peneliti juga mengutip dari beberapa artikel terkait yang diakses dari situs internet.
2.5 Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2020:131) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan
dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2020:133) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan 4 secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapun langkah- langkahnya, sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data (Data Collection)
Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dengan observasi.
wawancara mendalam, dan dokumentasi atau gabungan ketiganya (triangulasi). Pengumpulan data dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan, sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan secara umum terhadap situasi sosial/obyek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar direkam semua. Dengan demikian peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan sangat bervariasi.
2. Redukasi data.
Pada tahap pengambilan data seorang peneliti akan mendapatkan data yang masi menta. Maka dari data-data itu perlu dilakukan adanya pemilahan, pemangkasan penyederhanaan, abstraksi langkah awal yang dilakukan peneliti adalah dengan mengumpulkan data hasil wawancara dan observasi. Tahap selanjutnya peneliti melakukan pengelompokan sekaligus menjawab informasi sesuai pertanyaan.
3. Penyusunan Data
Dilakukan dalam bentuk uraian singkat sehingga dapat memudakan peneliti untuk memahami kondisi yang terjadi dan dapat menentukan ke tahap berikut yang akan dikerjakan, penyajian dalam bentuk narasi dan data yang relevan atau akurat disusun sehingga menjadi informasi yang dapat disampaikan.
4. Penerikan/ verifiikasi kesimpulan.
Langkah terakhir dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan.
Peneliti sudah mulai menarik kesimpulan dari awal pengumpulan data hingga tahap akhir. Peneliti melakukan suatu pemaknaan, mencatat keteraturan atau pola-pola sehingga terjadi penjelasan di tahap akhir penulis dapat menarik kesimpulan.
DAFTAR PUSTAKA
Firdarini, K. C., & Wijayanti, E. (2021). ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS MASUK DALAM UPAYA PENINGKATAN
EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL: Studi kasus pada Grage Business Hotel Yogyakarta. Jurnal Riset Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Program Magister Manajemen, 8(2), 9–24.
https://doi.org/10.32477/jrm.v8i2.266
Nurlaelasani, E., & Sulaeman, S. (2023). EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA HOTEL
SANTIKA SUKABUMI. Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi), 12(3), 688-695.
Hutabarat, L. A., Silalahi, M. P., & Panjaitan, R. Y. (2023). Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Atas Jasa Sewa Kamar Hotel Pada Mutiara Balige Hotel. Jurnal Skripsi Akuntansi, 1(1), 96-104.
Budisatria, Y. (2010). Evaluasi sistem akuntansi penerimaan kas dari sewa kamar Hotel Baron Indah Surakarta.
https://123dok.com/document/ynpxd91z-evaluasi-sistem-akuntansi-
penerimaan-bahagia-makassar-skripsi-nuraril.htmlSumarni, S., Hasrina, C. D., & Surizan, S. (2021, October). Akuntansi Perhotelan dalam Sistem Pengelolaan Kas Pada Hotel Arafah Takengon Aceh Tengah. In Prosiding SEMDI-UNAYA (Seminar Nasional Multi
Disiplin Ilmu UNAYA) (Vol. 4, No. 1, pp. 215-224)Tedi, E., & Dwiyono, G. (2021). Akuntansi Perhotelan Dalam Pengelolaan Kas Pada Hotel Grand Asrilia Bandung. Indonesian Journal of Office
Administration, 3(2), 13-24.Mahendra, I. (2015). Analisa penerimaan pengguna sistem informasi koperasi pada koperasi karyawan budi setia Jakarta dengan technology acceptance model. Jurnal Pilar Nusa Mandiri, 11(1), 70-80.
Zakariah, M. A., Afriani, V., & Zakariah, K. M. (2020). METODOLOGI
PENELITIAN KUALITATIF, KUANTITATIF, ACTION RESEARCH, RESEARCH AND DEVELOPMENT (R n D). Yayasan Pondok PesantrenAl Mawaddah Warrahmah Kolaka.
Pusung, B. N., Saerang, D. P., & Wangkar, A. (2020). Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada Pt.
Daya Anugrah Mandiri. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 15(3), 385-390.
Ginting, E. V., Silalahi, M. P., & Simanjuntak, R. M. P. (2024). Evaluasi
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan Kas Terhadap
Pengendalian Intern pada Pemandian Air Panas Pariban. Jurnal Ilmiah
METHONOMI, 10(1), 84-97.https://123dok.com/document/ynpxd91z-evaluasi-sistem-akuntansi-
penerimaan-bahagia-makassar-skripsi-nuraril.html